Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

Karakterisasi Tanah Tambang dan Pengaruh Logam Mineral (Fe, SiO2, MgO, Al2O3) Terhadap Nikel (Ni) pada Kedalaman (Zona Gradasi) di Daerah Towara Misbawati; A. Sry Iryani
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 4 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i04.22698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tanah tambang nikel berdasarkan zona gradasi serta menganalisis pengaruh logam mineral (Fe, SiO2. MgO, Al2O3) terhadap Nikel (Ni) pada kedalaman yang berbeda di daerah Towara. Sampel diperoleh dari dua titik bor dengan kedalaman hingga 17 dan 22 meter, kemudian dianalisis berdasarkan kadar air menggunakan metode oven dan kandungan unsur kimia menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil menunjukkan bahwa kadar air tertinggi berada di zona limonit (36–45%) dan terendah di zona bedrock (2–8%). Distribusi unsur menunjukkan pola khusus, di mana kadar Fe dan Ni tertinggi ditemukan di zona limonit dan saprolit. Analisis statistik menunjukkan korelasi positif antara kadar Fe dan Ni, dengan nilai korelasi kuat (r = 0,68) pada salah satu titik bor. Korelasi ini mendukung hipotesis bahwa Ni dalam zona limonit cenderung teradsorpsi bersama oksida besi (goethit dan hematit), sehingga peningkatan kadar Fe berkaitan langsung dengan peningkatan kadar Ni. Sebaliknya, di zona saprolit, korelasi ini lebih lemah karena keterikatan Ni lebih dominan pada mineral silikat. Temuan ini memberikan kontribusi penting untuk optimasi eksplorasi dan strategi pengolahan tambang nikel laterit.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS BIJIH NIKEL LATERIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE X-RAY FLUORESCENCE Khairil Amri, khairil amri; A. Sry Iryani
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24025

Abstract

Nikel laterit merupakan material yang berasal dari regolith (lapisan yang merupakan hasil pelapukan batuan yang menyelimuti suatu batuan dasar) yang berasal dari batuan ultrabasa yang mengandung unsur Ni, Mg, Fe dan Co. Sekira 72% cadangan nikel dunia merupakan nikel laterit dan baru 42% dari cadangan tersebut yang diproduksi. Dari data tersebut, salah satu negara pemasok nikel laterit terbesar adalah Indonesia. Penambangan bijih nikel laterit telah banyak beroperasi di daerah Sulawesi, khususnya di PT Tonia Mitra Sejahtera, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satu masalah yang dialami dalam proses penambangan bijih nikel laterit di PT Tonia Mitra Sejahtera adalah kadar bijih pada endapan nikel laterit yang bervariasi sehingga akan sangat mempengaruhi kualitas bijih yang diproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan dalam pengendalian kualitas bijih nikel laterit dalam proses kegiatan penambangan PT Tonia Mitra Sejahtera khususnya pada Pit Daniati (zona saprolit) agar kualitas dan kadar bijih yang diproduksi akan terus terjaga. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian pada kerja praktik ini terdiri dari tiga jenis, yaitu kegiatan observasi, kegiatan wawancara dan pengambilan data dari dokumen perusahaan, yang berupa hasil analisis kadar bijih. Berdasarkan hasil analisis sampel mining dan sampel produksi, menunjukkan bahwa untuk kadar rata-rata Ni, Fe, Co, MgO , dan SiO2 sampel mining pada Pit Daniati (zona saprolit) berturut-turut 1,95%, 14,81%, 0,04%, 18,03%, 35,12% dan untuk sampel produksi pada Pit Daniati (zona saprolit) berturut-turut 1,91%, 14,98%, 0,04%, 17,66%, 34,47%. Perubahan kadar yang terjadi berturut-turut 2,15%, 1,05%, 4,44%, 2,05%, 1,85%. Faktor- faktor yang mempengaruhi perubahan kadar bijih nikel laterit tersebut diantaranya operasi kegiatan penambangan, proses pengambilan sampel, perawatan ore di stockpile, dan proses preparasi sampel.
PENENTUAN KADAR NIKEL DALAM SAMPEL NIKEL ORE MENGGUNAKAN METODE PRESS MELALUI PEMBACAAN XRF PADA PT. SAIMBAKI TAMBANG SENTOSA A. Sry Iryani; Hidayat, Muh Fajrin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24454

Abstract

Kadar nikel dalam sampel nikel ore, diperlukan metode analisis yang cepat, akurat, dan efisien. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah X-Ray Fluorescence (XRF), yang merupakan teknik analisis non-destruktif yang sangat efektif untuk mendeteksi unsur-unsur dalam sampel. Khususnya, Wavelength Dispersive X-Ray Fluorescence (WDXRF) adalah teknik XRF yang mampu memberikan hasil analisis yang sangat presisi dan dapat digunakan untuk analisis unsur-unsur secara simultan dalam satu kali pengukuran. Namun, agar teknik WDXRF dapat memberikan hasil yang akurat, sampel perlu dipersiapkan dengan baik. Salah satu cara untuk mempersiapkan sampel yang ideal adalah dengan menggunakan metode press. Metode ini digunakan untuk mengompresi sampel menjadi pelet yang padat, yang memungkinkan sinar-X untuk menembus sampel dengan lebih homogen, sehingga menghasilkan pembacaan yang lebih akurat dan reproducible. Berdasarkan hasil penelitian, metode press berpengaruh terhadap tekanan (preasure) dalam analisis kadar nikel pada sampel nikel ore menggunakan metode EDXRF. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar nikel dalam sampel yang diuji berkisar antara 1,590 – 1,640%, yang mendekati nilai standar CRM (1,640%). Hal ini menunjukkan bahwa metode EDXRF memiliki akurasi yang baik dalam menentukan kadar nikel. Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas sampel terhadap pembacaan XRF meliputi kelembaban sampel MC berkisar 41,00% hingga 45,16%. Kandungan air yang tinggi dapat mempengaruhi akurasi analisis XRF dengan menghambat sinyal fluoresensi nikel. Oleh karena itu, proses pengeringan sebelum analisis sangat penting untuk mengurangi efek matriks dan meningkatkan sensitivitas deteksi