Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Kandungan Logam Kadmium (Cd) COD dan BOD dalam Limbah Air Sungai Sleng dengan Menggunakan Arang Aktif dari Kulit Kopi Amelia, Tri Widya Sasnita; Iryani, A. Sry
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 25, No 3 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v25i3.6331

Abstract

Heavy metals such as Cadmium (Cd) are pollutants that are very dangerous to life because they are toxic, cannot be degraded, and are easily absorbed into the soil. Metal pollution is very dangerous because it can damage and cause serious global problems. The content of heavy metals such as Cd can damage the environment and waters in the area. The presence of heavy metals in large quantities can affect ecological and biological aspects. This study analyzed the effectiveness of activated charcoal from coffee husks in removing cadmium (Cd) from wastewater from the Sleng River. Wastewater from the Sleng River was contaminated with Cd with a concentration of 0.0521 mg/L, five times higher than the permitted threshold of 0.0100 mg/L. The author made activated charcoal from coffee husks through carbonization and activation using ZnCl₂. The results showed that activated charcoal from coffee husks was effective in reducing Cd concentration, with an optimum mass of 150 mg for both treatments (with and without activation). For COD, unactivated charcoal was more effective (reducing it from 134.3 mg/L to 86.9 mg/L). Meanwhile, for BOD, activated charcoal showed better results (reducing it from 20.4 mg/L to 16.6 mg/L).
POTENSI TEPUNG TULANG BISON (BISON BISON) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PAKAN TERNAK ainun, ainun; Iryani, A. Sry
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2025.vol7(2).23349

Abstract

Bison bone meal, a byproduct of the bison meat processing industry, has attracted attention as a source of minerals and protein for animal feed. A comprehensive analysis of the nutritional content of bison bone meal is needed to identify its specific advantages as a raw material for animal feed. This study aims to determine the potential of bison bone meal (Bison-bison) as an alternative raw material for animal feed. This study includes sample preparation, calcium analysis using the permanganatometry method, phosphorus analysis using the UV-Vis instrument, and nutritional content using the proximate method for water, ash, fat, and protein content parameters. Bison is a wild ruminant species known for its ability to adapt and survive in harsh environments. Bone meal is a feed raw material produced from animal processing waste. Bison bone meal has a significant mineral content, with a calcium (Ca) concentration ranging from 24-28% and phosphorus (P) 12-14%, creating a Ca:P ratio of around 2:1 which is ideal for animal nutrition. The content of bison bone meal is protein, fat, calcium and phosphorus. However, the main content of bison bone meal with the highest content is protein at 44.90%. The characterization carried out on bison bone meal is the analysis of water and ash content in bison bone meal with the results of the analysis of water content of 4.77% which is lower than the water content in beef bone meal. While the ash content is 37.69% and is greater when compared to beef bone meal. Based on SNI quality standards, each test parameter meets SNI standards. The addition of bison bone meal which is rich in protein and phosphorus to animal feed can improve the quality and productivity of livestock.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS BIJIH NIKEL LATERIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE X-RAY FLUORESCENCE Khairil Amri, khairil amri; A. Sry Iryani
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24025

Abstract

Nikel laterit merupakan material yang berasal dari regolith (lapisan yang merupakan hasil pelapukan batuan yang menyelimuti suatu batuan dasar) yang berasal dari batuan ultrabasa yang mengandung unsur Ni, Mg, Fe dan Co. Sekira 72% cadangan nikel dunia merupakan nikel laterit dan baru 42% dari cadangan tersebut yang diproduksi. Dari data tersebut, salah satu negara pemasok nikel laterit terbesar adalah Indonesia. Penambangan bijih nikel laterit telah banyak beroperasi di daerah Sulawesi, khususnya di PT Tonia Mitra Sejahtera, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satu masalah yang dialami dalam proses penambangan bijih nikel laterit di PT Tonia Mitra Sejahtera adalah kadar bijih pada endapan nikel laterit yang bervariasi sehingga akan sangat mempengaruhi kualitas bijih yang diproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan dalam pengendalian kualitas bijih nikel laterit dalam proses kegiatan penambangan PT Tonia Mitra Sejahtera khususnya pada Pit Daniati (zona saprolit) agar kualitas dan kadar bijih yang diproduksi akan terus terjaga. Metode pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian pada kerja praktik ini terdiri dari tiga jenis, yaitu kegiatan observasi, kegiatan wawancara dan pengambilan data dari dokumen perusahaan, yang berupa hasil analisis kadar bijih. Berdasarkan hasil analisis sampel mining dan sampel produksi, menunjukkan bahwa untuk kadar rata-rata Ni, Fe, Co, MgO , dan SiO2 sampel mining pada Pit Daniati (zona saprolit) berturut-turut 1,95%, 14,81%, 0,04%, 18,03%, 35,12% dan untuk sampel produksi pada Pit Daniati (zona saprolit) berturut-turut 1,91%, 14,98%, 0,04%, 17,66%, 34,47%. Perubahan kadar yang terjadi berturut-turut 2,15%, 1,05%, 4,44%, 2,05%, 1,85%. Faktor- faktor yang mempengaruhi perubahan kadar bijih nikel laterit tersebut diantaranya operasi kegiatan penambangan, proses pengambilan sampel, perawatan ore di stockpile, dan proses preparasi sampel.
PENENTUAN KADAR NIKEL DALAM SAMPEL NIKEL ORE MENGGUNAKAN METODE PRESS MELALUI PEMBACAAN XRF PADA PT. SAIMBAKI TAMBANG SENTOSA A. Sry Iryani; Hidayat, Muh Fajrin
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24454

Abstract

Kadar nikel dalam sampel nikel ore, diperlukan metode analisis yang cepat, akurat, dan efisien. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah X-Ray Fluorescence (XRF), yang merupakan teknik analisis non-destruktif yang sangat efektif untuk mendeteksi unsur-unsur dalam sampel. Khususnya, Wavelength Dispersive X-Ray Fluorescence (WDXRF) adalah teknik XRF yang mampu memberikan hasil analisis yang sangat presisi dan dapat digunakan untuk analisis unsur-unsur secara simultan dalam satu kali pengukuran. Namun, agar teknik WDXRF dapat memberikan hasil yang akurat, sampel perlu dipersiapkan dengan baik. Salah satu cara untuk mempersiapkan sampel yang ideal adalah dengan menggunakan metode press. Metode ini digunakan untuk mengompresi sampel menjadi pelet yang padat, yang memungkinkan sinar-X untuk menembus sampel dengan lebih homogen, sehingga menghasilkan pembacaan yang lebih akurat dan reproducible. Berdasarkan hasil penelitian, metode press berpengaruh terhadap tekanan (preasure) dalam analisis kadar nikel pada sampel nikel ore menggunakan metode EDXRF. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar nikel dalam sampel yang diuji berkisar antara 1,590 – 1,640%, yang mendekati nilai standar CRM (1,640%). Hal ini menunjukkan bahwa metode EDXRF memiliki akurasi yang baik dalam menentukan kadar nikel. Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas sampel terhadap pembacaan XRF meliputi kelembaban sampel MC berkisar 41,00% hingga 45,16%. Kandungan air yang tinggi dapat mempengaruhi akurasi analisis XRF dengan menghambat sinyal fluoresensi nikel. Oleh karena itu, proses pengeringan sebelum analisis sangat penting untuk mengurangi efek matriks dan meningkatkan sensitivitas deteksi
Perbandingan Efektivitas Perlakuan Termal dan Aktivasi Asam dan Basa pada Fly Ash dalam Penyerapan Ion Cu²⁺, Pb²⁺, dan Cd²⁺ Malik, Mulki; Iryani, A. Sry
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Forthcoming issue
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan termal serta kombinasi perlakuan termal dengan aktivasi kimia asam dan basa terhadap karakteristik dan kinerja adsorpsi fly ash dalam menyerap ion Cu²⁺, Pb²⁺, dan Cd²⁺. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui perlakuan termal pada berbagai suhu yang diikuti aktivasi kimia pada kondisi terpilih. Karakterisasi material meliputi loss on ignition (LOI), daya adsorpsi methylene blue, dan point of zero charge (pHₚzc), sedangkan kinerja adsorpsi dievaluasi menggunakan parameter efisiensi penghilangan dan kapasitas adsorpsi. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan termal secara signifikan meningkatkan kinerja adsorpsi melalui perbaikan sifat permukaan material, dengan suhu 500 °C memberikan keseimbangan kinerja terbaik untuk sistem multi-ion. Aktivasi asam 1 M meningkatkan adsorpsi secara selektif terhadap Pb²⁺, sedangkan aktivasi basa tidak memberikan peningkatan yang berarti. Pengujian pada air lindi dan limbah industri yang ditambahkan ion logam secara terkendali menunjukkan kestabilan kinerja pada sistem yang lebih kompleks. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui perbandingan sistematis antara perlakuan termal dan modifikasi termokimia dalam satu desain penelitian, serta menunjukkan bahwa optimasi perlakuan termal dapat menjadi strategi yang efisien dan aplikatif dalam pengembangan adsorben berbasis fly ash.
ANALISIS PARAMETER KONDISI OPERASI PROSES PASTUERISASI TERHADAP KUALITAS PRODUK MINUMAN KEMASAN MUH FIQRI; A. Sry Iryani; Mansyur, Andi Irsyam
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 8 No. 1 (2026): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2026.vol8(1).27919

Abstract

This study aims to analyze the effect of pasteurization process operating parameters—including temperature, contact time, flow rate, and pH—on the quality of packaged beverages, particularly flavored beverages and tea drinks. The pasteurization process is a thermal processing method used in the beverage industry to improve microbiological safety and extend product shelf life. The success of this process is highly influenced by the combination of operating parameters used. The research was conducted experimentally by varying the temperature, contact time, and flow rate during the pasteurization process, followed by product quality testing that included chemical parameters (pH and °Brix), microbiological parameters (total plate count/TPC), and organoleptic parameters (hedonic test). The data were analyzed descriptively to examine the relationship between process parameters and product quality. Based on the research results, it can be concluded that the appropriate combination of pasteurization parameters significantly determines the final product quality, both from chemical, microbiological, and organoleptic aspects. The results indicate that for flavored beverages, pasteurization at 65°C with sufficient contact time and a balanced flow rate effectively reduces microbial counts to undetectable levels while maintaining organoleptic quality. Meanwhile, for tea beverages, conditions at 135°C yield the best results in terms of microbiological safety and consumer acceptability. Excessively high temperatures lead to a decline in sensory quality due to the degradation of flavor and aroma components.
Pengaruh Konsentrasi Semicoke sebagai Reduktor terhadap Peningkatan Kadar Nikel pada Bijih Nikel Ore Laterit dari Maluku Utara Rizky Amalia; A. Sry Iryani; Faisal Riza Basalamah
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.24477

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan cadangan bijih nikel laterit yang melimpah, khususnya di wilayah Maluku Utara. Namun, kadar nikel dalam bijih tersebut umumnya masih rendah sehingga memerlukan proses peningkatan kadar sebelum dimanfaatkan dalam industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi semicoke sebagai reduktor terhadap peningkatan kadar nikel dalam proses reduksi bijih nikel ore laterit. Proses reduksi dilakukan menggunakan rotary kiln pada suhu 800°C selama 60 menit dengan lima variasi persen reduktor semicoke, yaitu 4%, 4.5%, 5%, 5.5%, dan 6%. Hasil pengujian menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) menunjukkan bahwa kadar nikel tertinggi diperoleh pada variasi penambahan semicoke sebesar 6%. Dimana, kadar nikelnya meningkat dari 1,71% menjadi 1,82% dengan persentase peningkatan kadar nikel sebesar 6,43%. Efektivitas semicoke sebagai reduktor didukung oleh karakteristik fisik dan kimia yang unggul, seperti kandungan karbon tetap tinggi (>75%), porositas baik, kadar abu dan sulfur rendah, serta kestabilan termal yang tinggi. Selain smemberikan hasil yang lebih efisien, penggunaan semicoke juga dianggap lebih ramah lingkungan dan ekonomis dibandingkan reduktor konvensional seperti batubara. Penelitian ini menunjukkan bahwa semicoke dapat menjadi reduktor alternatif dalam proses pirometalurgi nikel laterit.