Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISA PERHITUNGAN BEBAN KALOR DAN PEMILIHAN KOMPRESOR DALAM PERANCANGAN AIR BLAST FREEZER UNTUK MEMBEKUKAN ADONAN ROTI DENGAN KAPASITAS 250 KG/JAM Dermawan, Erwin; Syawaluddin, Syawaluddin; Abrori, Muhammad Reza; Nelfiyanti, Nelfiyanti; Ramadhan, Anwar Ilmar
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v15i1.10193

Abstract

Mesin Air Blast Freezer (ABF) adalah salah satu alat pembeku makanan dalam dunia refrigerasi. Dalam perancangan Air Blast Freezer ini, tahapan yang paling menentukan adalah saat perhitungan beban kalor yang akan menjadi acuan bagi perancang dalam pemilihan kompresor. PT. Mayekawa Indonesia dalam hal ini untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk 2 unit ruangan ABF dengan kebutuhan membekukan adonan roti berkapasitas 250 kg/jam di tiap ruangan melakukan perhitungan beban kalor ABF dengan asumsi total beban kalor sebesar 41,5 kW dan menggunakan kompresor 62WBHE 900rpm sebagai penopangnya. Sehingga saat ini terdapat 2 kompresor tipe 62WBHE 900rpm yang berjalan, dan 2 unit kompresor yang sama direncanakan untuk projek 2 ABF selanjutnya. Kondisi aktual yang didapatkan dengan cara observasi dan analisa perhitungan serta pemilihan kompresor, beban kalor ternyata hanya 37,81 kW, dan cukup apabila hanya menggunakan kompresor 42WBHE 900rpm yang ukurannya lebih kecil dan kebutuhan dayanya juga lebih kecil.
Analisa Perbandingan Aliran Daya Optimal pada Sistem Standar IEEE 30 Bus Menggunakan Metode Particle Swarm Optimization (PSO) dan Gray Wolf Optimizer (GWO) Saputra, Billy Figi Glan; Chamdareno, Prian Gagani; Dermawan, Erwin; Budiyanto, Budiyanto
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 7, No 1 (2024): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.7.1.59-64

Abstract

ABSTRAKArtikel ini menyajikan optimasi aliran daya yang dilakukan guna mengetahui besarnya daya optimal pada setiap pembangkit agar didapatkan total biaya pembangkitan yang seminimal mungkin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menerapkan serta membandingkan dua metode metaheuristic dalam mengatasi permasalahan aliran daya optimal. Pada penelitian ini metode metaheuristic yang dipakai adalah metode Particle Swarm Optimization (PSO) dan metode Gray Wolf Optimizer (GWO). Berdasarkan hasil simulasi dari softare MATLAB didapatkan beban puncak sebesar 283.4 MW. Pada metode Particle Swarm Optimization (PSO) diperoleh total daya pembangkitan sebesar 302.3016 MW, rugi-rugi transmisi sebesar 18,9016 MW, dan total biaya pembangkitan sebesar 553,8839 $/hr. Sedangkan metode Gray Wolf Optimizer (GWO) diperoleh total daya pembangkitan sebesar 301,5520 MW, rugi-rugi transmisi sebesar 18,1520 MW, dan total biaya pembangkitan sebesar 550,7075 $/hr. Berdasarkan grafik konvergensi didapatkan metode PSO lebih cepat dalam mengoptimasi aliran daya jika dibandingkan dengan metode GWO. Kata Kunci : Aliran Daya Optimal, Metaheuristik, PSO, GWOABSTRACTThis article presents the power flow optimization carried out in order to determine the optimal amount of power for each generator in order to obtain the minimum total generation cost. The purpose of this research is to apply and compare two metaheuristic methods in solving optimal power flow problems. In this research, the metaheuristic method used is the Particle Swarm Optimization (PSO) method and the Gray Wolf Optimizer (GWO) method. Based on the simulation results from the MATLAB software, the peak load is 283.4 MW. In the Particle Swarm Optimization (PSO) method, a total generation power of 302.3016 MW is obtained, transmission losses are 18.9016 MW, and a total generation cost is 553.8839 $/hr. While the Gray Wolf Optimizer (GWO) method obtained a total generation power of 301.5520 MW, transmission losses of 18.1520 MW, and a total generation cost of 550.7075 $/hr. Based on the convergence graph, it is found that the PSO method is faster in optimizing power flow when compared to the GWO method.Keywords : Optimal Power Flow, Metaheuristic, PSO, GWO
Akuisisi Data Konsumi Daya Listrik Pada Panel Sub-Distribusi Gedung Berbasis Power Meter dengan Komunikasi Modbus RS485 Chamdareno, Prian Gagani; Ma'arif, Eka Samsul; Fauzy, Ahmad; Budiyanto, Budiyanto; Dermawan, Erwin
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 6, No 2 (2023): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.6.2.155-162

Abstract

ABSTRAKListrik adalah energi yang sangat berguna bagi masyarakat dijaman ini,dikarnakan dalam penggunaannya dapat di konversikan dengan mudah ke bentuk energi lainnya.Sistem akuisisi data dilakukan dengan pengambilan data oleh sistem monitoring daya listrik berbasis power meter digital dimana data pemakaian listrik secara realtime dapat disimpan. Sistem ini menggunakan power meter digital sebagai pembaca penggunaan listrik pada Gedung. Data yang dibaca lalu dikirimkan melalui IoT gateway ke software XAMPP yang bertugas sebagai penyimpanan data yang bisa secara langsung ditampilkan atau disimpan sementara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data konsumsi daya listrik pada Panel Sub-Distribusi, sehingga pengelola gedung dapat mengetahui penggunaan energi listrik pada setiap kelompok beban. Pengujian yang dilakukan menunjukkan sistem akuisisi data merekam penggunaan listrik pada panel sub-distribusi dengan indikasi pemborosan karena dioperasikan bukan pada jam operasional. Dengan memberlakukan pembatasan jam operasional, maka dapat diproyeksikan penghematan energi listrik sebesar 4898 kWh/tahun atau setara dengan Rp. 4.882.000,-. Kata Kunci :Akuisisi data, power meter digital, iot gateway, modbus rs485 ABSTRACTElectricity is energy that is very useful for society today, because when used it can be easily converted into other forms of energy. The data acquisition system is carried out by retrieving data by a digital power meter-based electric power monitoring system where real-time electricity usage data can be stored. This system uses a digital power meter as a reader of electricity usage in the building. The data that is read is then sent via the IoT gateway to the XAMPP software which functions as data storage which can be directly displayed or temporarily stored. This research aims to obtain data on electrical power consumption in the Sub-Distribution Panel, so that building managers can determine the use of electrical energy in each load group. The tests carried out showed that the data acquisition system recorded electricity usage on the sub-distribution panel with indications of waste because it was not operated during operational hours. By imposing restrictions on operational hours, it is projected that electrical energy savings will be 4898 kWh/year or the equivalent of Rp. 4,882,000,-. Keywords : Data Acquisition, digital power meter, iot gateway, modbus RS485
ANALISA KEANDALAN SISTEM TENAGA LISTRIK JAKARTA DAN BANTEN PERIODE TAHUN 2011-2013 Dermawan, Erwin; Ponco, Agus; Elmi, Syaiful
Technologic Vol 5 No 2 (2014): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit-unit pembangkit bertugas menyediakan daya dalam sistem tenaga listrik agar beban dapat terlayani. Unit pembangkit dapat mengalami gangguan setiap waktu. Gangguan tersebut mengakibatkan pembangkit tidak dapat beroperasi. Jika gangguan ini terjadi pada saat yang bersamaan atas beberapa unit pembangkit yang besar, maka ada kemungkinan daya tersedia dalam sistem berkurang sedemikian besarnya sehingga sistem tidak cukup dapat melayani beban. Keandalan sistem kelistrikan harus selalu dijaga dan ditingkatkan, agar kebutuhan beban dapat terlayani. Dengan demikian maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui baik atau tidaknya keandalan suatu sistem setiap tahun. Keandalan sistem kelistrikan dapat diketahui dengan menghitung nilai LOLP dengan satuan hari/tahun. Semakin kecil nilai LOLP maka semakin baik tingkat kendalan suatu sistem kelistrikan. Pada tahun 2011-2013 sistem kelistrikan Jakarta dan Banten telah memenuhi standar. Nilai LOLP tahun 2011 adalah 0,291541 hari, LOLP tahun 2012 adalah 0,592571 hari, LOLP tahun 2013 adalah 0,010352 hari