Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sintesis Adsorben Epoxidized Natural Rubber β-Siklodekstrin Untuk Pemisahan Karotenoid dari Minyak Kelapa Sawit Nur Endah Saputri; Dzul Fadly; Suko Priyono; Chusnul Hidayat; Umar Santoso
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2022): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v16i1.1154

Abstract

Minyak kelapa sawit mengandung karotenoid 30 kali lebih besar dibandingkan sumber nabati lain dan sebagaian besar hilang akibat proses pemurnian. Salah satu metode untuk pemisahan karotenoid adalah adsorpsi. β-siklodekstrin (β-CD) merupakan senyawa alternatif untuk memperangkap karotenoid. Namun struktur tiga dimensi matriks β-CD akan rusak ketika mengembang melebihi kapasitas. Epoxidized Natural Rubber (ENR) dapat menjadi sumber gugus epoksi yang bersifat polar. Interaksi gugus epoksi pada ENR dengan gugus hidroksil pada β-CD suatu material polar menurunkan tegangan permukaan, meningkatkan kompabilitas, dan memperbaiki sifat dari material tersebut. Selain itu epoksida bersifat sangat reaktif dan mudah berikatan dengan gugus hidroksil (-OH) yang terdapat pada β-CD secara cross-linking. Sehinnga tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan ENR dengan kandungan gugus epoksi yang tinggi, memperoleh waktu reaksi terbaik untuk menghasilkan sintesis adsorben ENR-β CD dengan kapasitas adsorpsi yang besar dan kemampuan desorpsi yang tinggi, serta menentukan model isotermal adsorpsi yang dapat menggambarkan pemisahan karotenoid menggunakan adsorben ENR- β CD. Hasil penelitian menunjukan % KKK lateks alam 27,23 ± 0,001%. Total karotenoid minyak sawit dan minyak kelapa sawit kaya akan beta karoten masing-masing 385 ± 16,09 mg/L dan 634 ± 1,40 mg/L. Karekteristik ENR hasil sepktra FTIR menunjukan puncak serapan pada panjang gelombang 1298,3 cm-1 dan 830,83 cm-1 (regangan cincin epoksida), dan % mol gugus epoksi sebsesar 13.33 ± 0,00%. Karakteristik adsorben ENR-β CD menunjukan hasil spektra FTIR pada panjang gelombang 3000 cm-1 – 3500 cm-1 yang semakin menghilang dengan semakin lamanya waktu reaksi. Aplikasi adsorben ENR-β CD untuk pemisahan karotenoid minyak kelapa sawit menunjukan peningkatan karotenoid teradsorp dengan peningkatan lama waktu reaksi. Namun pada waktu 18 jam dan 24 jam desorpsi mengalami penurunan. Model isothermal yang cocok digunakan dalam penelitian ini adalah isothermal adsorpsi Langmuir dengan niali kapasitas (Q0) 1.017 mg/g, energi adsorpsi (b) 0.002 L/mg, dan nilai R2 0.506.
Fitokimia, Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Jamur Sawit (Volvariella sp) Dzul Fadly; Rosa Dhayan; Brigita Ratna Harsanti; Dea Malyana Putri; Nur Endah Saputri
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 3 No. 3 (2021): Volume 3 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.781 KB) | DOI: 10.36590/jika.v3i3.195

Abstract

Palm mushroom (Volvariella sp) is an edible mushroom that grows on the empty palm oil bunches, where this waste is very abundant along with the increasing production of CPO (Crude Palm Oil) of the palm oil industry. This study aimed to determine phytochemicals, flavonoids, also their antioxidant activity. The investigation was conducted on aqueous water extract and ethanolic extract of palm mushrooms. It was revealed that palm mushrooms positively contained secondary metabolites, including flavonoids, tannins, saponins, and phenols. The ethanolic extract confirmed the highest total flavonoid content of 25,9 mg QE/g dw with an IC50 value of 19,14 ppm, then declared a powerful antioxidant among aqueous extract and BHT. It confirmed that this food could be an alternative as an antioxidant source.
Study of The Temperature and Timing Roasting of Black Glutinous Rice and Robusta Beans on The Quality of Coffee Powder Supermanto Supermanto; Suko Priyono; Sulvi Purwayantie; Nur Endah Saputri; Dzul Fadly; Dwi Ayuni
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.812 KB) | DOI: 10.56303/jhnresearch.v1i2.14

Abstract

Coffee is a kind of drink that comes from the processing and extraction of coffee beans. In the production of coffee powder, the flavor is the essential quality because flavor affects consumer preferences. To produce a coffee drink that has a distinctive flavour, that is by combining robusta coffee beans and black glutinous rice. The purpose of this study was to determine the best treatment combination of temperature and roasting time of robusta coffee beans and black glutinous rice on the quality of the coffee powder. The research design used RAK which was arranged in a factorial manner of two factors, namely roasting temperatures of 190°C, 200°C, 210°C, and roasting times of 10, 15, and 20 minutes, to obtain 9 treatment combinations, 3 replicates. The research data were analyzed statistically by the ANOVA test, followed by the BNJ test. While the hedonic quality test is analyzed using the Friedman method. The Effectiveness Index test does determination of the best treatment. The best quality of coffee powder is produced at a temperature and roasting time of 200°C 20 minutes, namely the yield of 8.40%, the water content of 1.39%, ash content of 3.80%, the caffeine content of 1.33%, total antioxidants 71.87%, organoleptic characteristics, namely flavor 3.73 (strong), acidity 3.40 (quite sour), body/mouthfeel 3.67 (thick) and color 3.53 (black).
RESPON KANDUNGAN GLUKOSA DARAH TERHADAP PEMBERIAN MINUMAN LIANG TEH PONTIANAK Ubi Mekar; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Dzul Fadly
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 11 No. 1: January 2023
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2023.011.01.2

Abstract

Minuman tradisional liang teh Pontianak sehingga berpotensi menurunkan kandungan glukosa darah manusia karna mengandung senyawa bioaktif tinggi. Selain itu terdapat daun muje yang memiliki sifat antioksidan yang secara turun temurun digunakan dalam pengobatan. Tujuan penelitian, mengetahui kadar total fenol, kadar flavonoid, aktivitas antioksidan, dan respon kandungan glukosa darah dari liang teh Pontianak yang diberi tambahan daun muje. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 2 perlakuan yaitu 16 g dan 32 g daun muje (Dicliptera chinensis) pada formulasi liang teh Pontianak. Subjek yang terlibat 13 orang untuk uji klinis, mengonsumsi liang teh Pontianak dengan penambahan daun muje sesuai perlakuan sebanyak 250 ml dengan glukosa 50 g. Hasil analisis menunjukkan kandungan komponen bioaktif tertinggi pada formulasi liang teh dengan kandungan 32 g daun muje yaitu total fenol 1591.30 ± 6.01 mgGAE/100 g, total flavonoid 1989.13 ± 31.00 mgQE/100 g dan aktivitas antioksidan  60.25 ± 1.00 %.Kesimpulannya, penggunaan 32 g daun muje pada liang teh menghasilkan kandungan senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan, dan penurunan glukosa darah terbaik.
Enkapsulan ekstrak liang teh hasil seduhan pada berbagai pH sistem sebagai bahan inti: karakteristik fisikokimia [Physicochemical Characteristic of liang tea extract encapsulation on various pH] Sherlirianti Sherlirianti; Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi; Dzul Fadly
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 28, No 1 (2023): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v28i1.54-65

Abstract

Liang tea is a traditional drink made from herbal ingredients and tea ingredients which are functional as antioxidants. The use of a cup of tea leaves produces an interesting red-purple color, partly because it contains brazilin pigment. The color of the liang infusion is affected by pH but it is not yet known whether it has an effect on its physicochemical characteristics. The obstacle faced is because the form of the drink in the form of steeping becomes impractical so it needs modification, one of which is in the form of an encapsulant. One of the conditions for the steeping pH is achieved by using citrate buffer. Our study aimed to obtain the steeping pH conditions that produce liang tea extract as the core ingredient to obtain the best encapsulant based on physicochemical characteristics. The research design used complete randomization with 4 treatment levels, namely the addition of citrate buffer to pH 4.25; 5.07; 6.06 and without administration of citrate buffer (pH 6.37). The physicochemical characteristics of the encapsulant were observed for pH, water content, solubility, polyphenol content and antioxidant activity in liang tea extract as the core and encapsulant material. The results showed that liang tea extract brewed at system pH 4.25 had antioxidant activity (70.48 ± 0.81 %), produced encapsulants with highest total polyphenols (493.75 ± 12.50 mg GAE/g encapsulant) and antioxidant activity (72.24 ± 3.56 %) but also highest water content (10.76 ± 0.08 %) while the highest solubility was obtained in the encapsulant with the main ingredient of liang tea extract which was brewed at a system pH of 6.37.
Inhibition of α-Glucosidase Enzyme by Ethanol Extract of Kratom Leaf Variant (Mitragyna speciosa Korth.) Dinda Kartika Wijayanti; Masriani Masriani; Dzul Fadly; Rini Muharini; Rahmat Rasmawan
Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia Vol 11, No 3 (2023): June 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/hjkk.v11i3.7776

Abstract

Diabetes melitus yang ditandai dengan hiperglikemia akut telah menjadi epidemi di seluruh dunia. Salah satu tumbuhan di Indonesia yang memiliki potensi empiris sebagai antidiabetes adalah kratom (Mitragyna speciosa Korth.). Ada 3 jenis varian kratom yang banyak digunakan oleh masyarakat yaitu varian kratom hijau, merah, dan putih. Varian ini dibedakan dengan adanya urat pada daun kratom. Namun penelitian antidiabetes dengan mekanisme penghambatan enzim α-glukosidase dari daun kratom varian merah, hijau, dan putih belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase oleh Ekstrak Etanol Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth.)Berbagai varian. Serbuk tiga varian daun kratom dimaserasi dengan etanol 96% selama 72 jam, dan penghambatan aktivitas enzim α-glukosidase menggunakan ekstrak etanol dan akarbose sebagai kontrol positif. Pengujian in vitro dilakukan dengan menggunakan alat microplate reader dengan panjang gelombang 405 nm. Ekstrak etanol daun kratom varian merah, hijau, dan putih 96% pada konsentrasi 500 μg/ml dapat menghambat aktivitas enzim α-glukosidase masing-masing sebesar 10,57%, 13,06%, dan 5,33%. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga varian kratom tersebut memiliki aktivitas sebagai penghambat enzim α-glukosidase namun tergolong sangat lemah, dengan IC50>200 μg/ml. Aktivitas penghambatan ketiga ekstrak berbeda nyata (p<0,05). Perbedaan ini mungkin disebabkan oleh kandungan metabolit sekunder pada masing-masing varian kratom.