Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

THE EFFECT OF GUIDED INQUIRY METHOD ON SCIENCE PROCESS SKILLS VIEWED FROM THE LEARNING STYLES Santi Nurrita; Suroyo Suroyo; Mestika Sekarwinahyu; M. Zainal Arifin
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/jppguseda.v6i2.8124

Abstract

This quasi-experimental study aims to determine the effect of the guided inquiry method on science process skills in terms of students' learning styles. The population of this study was all fifth grade students at SDN Leuwiliang 04, Bogor Regency, even semester of the 2021/2022 academic year as many as 68 people. When the research was carried out in June 2022 for 4 face-to-face meetings. The statistical test used is in the form of a 2x2 ANOVA inferential test. The results showed that the F_(count) price was 29.044 the F_table(1:59) price was 4.00 and the sig. = 0.00 0.05, so there are differences in science processing skills between students with introverted and extroverted learning styles. The second hypothesis shows that the F_(count) price is 1.859 the F_table(1:59) price is 4.00 and the sig. = 0.00 0.05, there is a difference in the science processing skills of the group of students who were treated with conventional methods and guided inquiry. In the third hypothesis, it shows that the price of F_(count) is 205.915 the price of F_table(1:59) is 4.00 and the sig. = 0.178 0.05, so there is no significant interaction between learning styles and learning methods on science process skills. There are differences in the learning styles of introvert students using the guided inquiry method towards science process skills and there are differences in the learning styles of extrovert students using the guided inquiry method towards science process skills
Pengaruh Problem-Based Learning terhadap Hasil Belajar Matematika ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Kelas V di Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor Irawati Irawati; Suroyo Suroyo; Idha Novianti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025 (In Processing)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5248

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran yang efektif, terutama bagi siswa dengan berbagai tingkat kemampuan berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar matematika siswa, serta untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan kuantitatif, yang melibatkan dua kelompok siswa kelas V SD, yaitu kelompok yang diterapkan model PBL dan kelompok yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar matematika dan analisis statistik menggunakan ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PBL memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, baik untuk siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi maupun rendah. Siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi yang menggunakan PBL menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model konvensional. Begitu pula dengan siswa berpikir kritis rendah, meskipun tantangan mereka lebih besar, model PBL tetap memberikan hasil belajar yang lebih baik daripada model konvensional. Namun, tidak ditemukan interaksi signifikan antara model PBL dan tingkat kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika, yang menunjukkan bahwa pengaruh keduanya bersifat independen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model PBL efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa, terlepas dari tingkat kemampuan berpikir kritis mereka, dan memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif.