Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN PEMAHAMAN TERHADAP DAMPAK PERNIKAHAN DINI Asrul Hamid; Raja Ritonga; Khairul Bahri Nasution
MONSU'ANI TANO Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Luwuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32529/tano.v5i1.1543

Abstract

Pernikahan dini bukan merupakan fenomena baru di masyarakat, namun masih menyisakan permasalahan yang menjadi polemik berkepanjangan karena menyimpan dampak yang begitu mengkhawatirkan terhadap perkembangan generasi muda. Dampak pernikahan dini melingkupi hampir seluruh dimensi kehidupan, baik secara psikologis, sosial, kesehatan, ketahanan rumah tangga, ekonomi dan sebagainya. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi untuk menguatkan pemahaman masyarakat terhadap dampak dari pernikahan dini tersebut. Metode yang dilakukan adalah melalui pembimbingan dan pendampingan yang berkelanjutan sehingga tingginya dampak pernikahan dini pada masyarakat Panyabungan dapat ditekan. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan trend yang baik, hal tersebut terlihat dari tingkat kepuasan, respon dan antusiasme masyarakat sehingga masyarakat bisa menjadi agent of change, artinya bahwa edukasi melalui kegiatan sosialisasi tersebut berjalan dengan baik
Development of Sharia Based Local Wisdom Business at Society of Mandailing Natal Asrul Hamid; Khairul Bahri Nasution; Resi Atna Sari Siregar; Jannus Tambunan
LAA MAISYIR: Jurnal Ekonomi Islam Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lamaisyir.v9i1.29413

Abstract

Integration of Islam with local wisdom in business development in Mandailing Natal Regency as an effort to improve the economy and welfare by rejecting the concept of exploitation and discrimination but prioritizing the value of benefit in the midst of the proliferation of franchised businesses. This study aims to analyze the development of sharia-based local wisdom business in Mandailing Natal Regency. This research method uses a qualitative descriptive approach. Sources of data are described from the results of observations, interviews, and documents as well as relevant references to understand socio-cultural both in attitudes, motivations and people's expectations related to business development by analyzing data using qualitative methods. The results show that business development by integrating Islamic values ​​with local wisdom of Mandailing Natal referring to the philosophy of Dalihan Na Tolu, Marsialap ari Marsalapari and Poda Na Lima, is a strategic step in developing a business so that it can compete with franchise businesses, in line with the adage “Hombardo adat dohot worship as a way of life. Steps that need to be developed are regulations, new innovations and management and marketing strategies that are tailored to the needs of the community and market and according to sharia principles as an effort to realize a balance of welfare and happiness in this world and the hereafter.
Peran Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Bisnis Syariah di Kota Padang Sidimpuan Jannus Tambunan; Resi Atna Sari Siregar; Khairul Bahri Nasution; Asrul Hamid
Iqtishodiyah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/iqtishodiyah.v8i2.827

Abstract

Kearifan lokal adalah kebijaksanaan setempat atau kearifan setempat atau dapat juga dimaknai sebagai ide-ide setempat yang bersifat bijaksana, bermuatan nilai yang baik, penuh kebijaksanaan, yang diikuti dan tertanam dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran kearifan lokal Kota Padang Sidimpuan terhadap Pengembangan Bisnis Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yang bersifat deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada pelaku usaha, masyarakat, tokoh adat dan pemerintah, data tersebut kemudian dianalisis dan menghasilkan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Kearifan lokal Kota padang sidimpuan sangat berperan dalam mengembangkan bisnis syariah yang sesuai tuntunan agama islam, dimana pelaku usaha dan konsumen saling menjaga, saling menghormati, saling menghargai, saling peduli, saling tolong menolong ini tercermin dari melekatnya nilai adat budaya dalam diri masyarakat. Kearifan lokal ini tidak berfokus pada pencantuman kata “syariah” yang melekat pada merek dagang atau merek usaha, akan tetapi lebih kepada muatan kegiatan/aktivitas bisnis yang bernilai syariah, ramah tamah, tutur kata yang sopan dan santun, jujur, ketertiban dan keamanan kegiatan ekonomi.
Peran Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Bisnis Syariah di Kota Padang Sidimpuan Jannus Tambunan; Resi Atna Sari Siregar; Khairul Bahri Nasution; Asrul Hamid
Iqtishodiyah : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/iqtishodiyah.v8i2.827

Abstract

Kearifan lokal adalah kebijaksanaan setempat atau kearifan setempat atau dapat juga dimaknai sebagai ide-ide setempat yang bersifat bijaksana, bermuatan nilai yang baik, penuh kebijaksanaan, yang diikuti dan tertanam dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran kearifan lokal Kota Padang Sidimpuan terhadap Pengembangan Bisnis Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yang bersifat deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara secara mendalam kepada pelaku usaha, masyarakat, tokoh adat dan pemerintah, data tersebut kemudian dianalisis dan menghasilkan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa Kearifan lokal Kota padang sidimpuan sangat berperan dalam mengembangkan bisnis syariah yang sesuai tuntunan agama islam, dimana pelaku usaha dan konsumen saling menjaga, saling menghormati, saling menghargai, saling peduli, saling tolong menolong ini tercermin dari melekatnya nilai adat budaya dalam diri masyarakat. Kearifan lokal ini tidak berfokus pada pencantuman kata “syariah” yang melekat pada merek dagang atau merek usaha, akan tetapi lebih kepada muatan kegiatan/aktivitas bisnis yang bernilai syariah, ramah tamah, tutur kata yang sopan dan santun, jujur, ketertiban dan keamanan kegiatan ekonomi.
Kehujjahan Hadis Wasiat dalam Upaya Reaktualisasi Hukum Islam Hafisuddin; Khairul Bahri Nasution
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 8 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i8.7876

Abstract

This article explains the custom of Indonesian society that many parents, when they are still alive, say the sentence to give land, rice fields or houses to their children. This sentence has caused differences in understanding. Some people interpret it as a will that must be carried out after a parent dies, while other people understand it not as a will, but as a form of "resignation" or appointment by parents of a share of the inheritance for their children. This different understanding arises from the knowledge of the hadiths which discuss wills, the limits of who is allowed to give a will, and who is not entitled to receive a will. This study is a literature review with reference to related journals, articles and books. The results of the study show that one of the hadiths regarding wills was narrated by Muslim from Ibn Umar, whose editorial is: "It is not halal for a Muslim to spend two nights, even though he has something that he must will, unless the will is written on his side." This hadith is an authentic hadith which was also narrated by al-Aimmah as-Sittah. Likewise, the hadith regarding wills is only 1/3 also an authentic hadith which was narrated by al-Aimmah as-Sittah. Meanwhile, the hadith regarding 'there is no will for heirs ' is also narrated by three of our Sunan authors except an-Nasai. Tirmidhi validated some of these hadith lines and hashed them. Even Muhammad Ja'far al-Kattani classifies it as a Mutawatir hadith in Nazham al-Mutanatsir Min al-Hadith al-Mutawatir. One form of legal reform effort related to the issue of wills is the implementation of mandatory wills for grandchildren as substitute heirs, children or adoptive fathers, and non-Muslim heirs.