Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Gaya Mengajar dan Koordinasi Mata-Tangan terhadap Keterampilan Dasar Forehand Tenis M. Maulidin; Herman Syah; Intan Primayanti
Jurnal Penelitian dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: e-Saintika Vol. 4 No. 2 (2020): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e-saintika.v4i2.199

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari gaya mengajar komando dengan gaya inklusi dan koordinasi mata-tangan terhadap keterampilan dasar forehand tenis. Penelitian ini merupakan penelitian experimen dengan desain faktorial 2 x 2. Sampel terdiri dari 48 Mahasiswa putra program studi olahraga yang sesuai dengan kreterian mampu melakukan pukulan forehand, kemudian dilakukan tes Koordinasi mata-tangan, selanjutnya diurutkan berdasarkan skor tertinggi dan terendah diambil 27% kelompok atas dan 27% kelompok bawah, masing-masing dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing terdiri dari 12 mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan analisis varians dua jalur (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada tingkat signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) gaya komando memberikan pengaruh yang lebih besar dari pada gaya Inklusi, (2) terdapat interaksi antara gaya mengajar dan koordinasi mata-tangan, (3) pada koordinasi mata-tangan tinggi, gaya komando memberikan pengaruh yang lebih besar daripada gaya inklusi, dan (4) pada koordinasi mata-tangan rendah, tidak terjadi perbedaan pengaruh yang berarti antara gaya komando dengan gaya inklusi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gaya mengajar dan koordinasi mata-tangan berpengatuh terhadap keterampilan forehand tenis lapangan.The Effects of Teaching Style and Hand-Eye Coordination on Basic Forehand Tennis SkillsAbstractThe purpose of this study was to determine the effect of command teaching style with inclusion style and eye-hand coordination on the basic skills of tennis forehand. This research is an experimental research with a 2 x 2 factorial design. The sample consisted of 48 male students of sports studies programs that are in accordance with criteria capable of making a forehand, then conducted a hand-eye coordination test, then sorted by the highest and lowest scores taken 27% of the upper group and 27% of the lower group, each divided into four groups, each consisting of 12 students. Data analysis technique used two-way analysis of variance (ANOVA) and then followed by Tukey's test at the significance level α = 0.05. The results of this study indicate that (1) the command style gives a greater influence than the Inclusion style, (2) there is an interaction between teaching style and eye-hand coordination, (3) on high eye-hand coordination, the command style gives more influence greater than the inclusion style, and (4) in low hand-eye coordination, there is no significant difference in influence between the command style and the inclusion style. Based on the results of the study it can be concluded that the teaching style and eye-hand coordination are subject to field tennis forehand skills.
Pengaruh latihan lari kijang jarak 60 meter terhadap peningkatan kecepatan lari 100 meter pada atlet sprinter atlet atletik PPLP NTB Nurrahma Aulia; Herman Syah; Ali Imran
Journal Transformation of Mandalika, e-ISSN: 2745-5882, p-ISSN: 2962-2956 Vol. 4 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jtm.v4i12.6413

Abstract

The problem in this research is the lack of aerobic endurance in NTB PPLP athletes when carrying out observations. This study aims to determine whether or not there is an effect of 60 meter deer running training on 100 meter running speed in PPLP NTB athletic sprinters. In this research, the author examines the 60 meter sprint training and the speed of the 100 meter run. The aim of this research was to determine the effect of 60 meter running and speed training on the 100 meter run. The method used in this research is the experimental method with a two group pretest-posttest research design. In this research the author took a sample of 16 people. The research instrument used is the sprint test. Based on the processing and analysis of data on improvements from the results of the 60 meter deer running test training test, testing the hypothesis using a similar sample t-test, it was obtained that the t-count for the 60 meter deer running training test was 10,40 > t-table 1.895, thus Ho was rejected and Ha was accepted. So this research concluded that: "There is an effect of 60 meter running deer training on increasing 100 meter running speed in PPLP NTB athletic sprinters" while the hypotension test with a similar sample t test obtained a t-calculated speed training value of 13,10 > 1.895. So Ho is rejected and Ha is accepted. So the research concluded that: "There is an influence of 60 meter deer running training on increasing 100 meter running speed in PPLP NTB athletic sprinters."
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui Program Pemanfaatan Pekarangan Lestari (P2l) Sebagai Sumber Pendapatan Tambahan Produk Hasil Pertanian pada Kelompok Tani Surya Alam Desa Bunut Baok Kecamatan Praya Kab. Lombok Tengah Agus Jayadi; M. Ary Irawan; Herman Syah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v4i1.1842

Abstract

Kegiatan pengabdian ini betujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang dilakukan oleh tim dosen Universitas Pendidikan Mandalika Mataram (UNDIKMA) adalah untuk memberdayakan peranan wanita tani dalam meningkatkan kesejahteraan melalui usaha hasil pertaniaan. Mitra yang menjadi sasaran dari kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Surya Alam di Desa Bunut Baok Kecamatan Praya Kab. Lombok Tengah. Capaian dari program ini adalah terciptanya kelompok yang mampu membangun dan mensejahterakan kehidupannya melalui pemanfaatan lahan pekarangan serta pendayagunaan teknologi tepat guna khususnya pengelolaan hasil pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu penggunaaan teknologi dalam memproduksi bahan olahan hasil pertanian secara efisien. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode partisipatif. Bentuk kegiatan yang akan dilakukan diantaranya adalah Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan.
Pelatihan Media Board Game Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Hadi Gunawan Sakti; Herman Syah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 4 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v4i2.2396

Abstract

Kegiatan belajar menggunakan Media Board Game merupakan salah satu penunjang dalam usaha untuk mengelola atau mengendalikan diri dari proses belajar mengajar sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa, sehingga para pengajar perlu dibina dan diarahkan dengan baik di dalam membuat sebuah media pembelajaran yang akan mampu memberikan sebuah output yang lebih baik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMKN 1 Lingsar terdapat permasalahan berupa pembelajaran yang monoton, guru masih menggunakan media cetak seperti buku paket, akibatnya banyak siswa yang kurang memahami materi dalam proses belajar mengajar sehingga menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diterapkan strategi pembelajaran yang tepat dan menarik agar dapat membantu siswa dalam memahami materi dan membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan. Untuk mengatasi permasalahan di atas maka dilakukan inovasi pembelajaran diantaranya penggunaan media pembelajaran yang memudahkan penyampaian materi dan penggunaan teknik mengajar yang variatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan membuat suasana belajar nyaman dan menyenangkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi koordinasi kegiatan, persiapan alat, dan bahan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian, kegiatan ini disambut dengan antusias dan termotivasi dalam melaksanakan kegiatan tersebut, dari hasil prakteknya dapat di tarik kesimpulan bahwa 85% peserta sosialisasi telah mampu menggunakan Media Board Game dengan baik.
Pembuatan Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Agus Jayadi; M. Ary Irawan; Herman Syah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v5i1.3467

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang fungsi dan manfaat pupuk kompos membuat masyarakat masih menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan produksi pertanian. Pupuk kimia jika dibiarkan dalam jangka panjang akan berakibatkan pada terkikisnya mineral tanah sehingga tanah tersebut kurang subur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar dapat mengetahui potensi dan menggunakan bahan sederhana sebagai pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian. Melihat kondisi dan lingkungan masyarakat mayoritas tempat diadakannya PKM sebagian besar memiliki hewan ternak seperti kambing dan sapi. Sebagai alternatif pemilihan bahan dasar pembuatan pupuk adalah kotoran sapi. Kelebihan penggunaan pupuk kompos dari kotoran sapi antara lain memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, ramah lingkungan, menambah pendapatan petani, peternak dan meningkatkan kesuburan tanah. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Beraim kecamatan praya tengah kabupaten lombok tengah. Metode yang digunakan yaitu pemberian materi dan demonstrasi. Demonstrasi dilakukan dengan melakukan praktik pembuatan pupuk kompos. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat membuat pupuk kompos secara mandiri dengan bahan alami yang ada disekitar lingkungannya serta menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat.
Pembinaan Remaja Putus Sekolah Untuk Meningkatkan Motivasi Sekolah Di Desa Teloke Tengah Kecamatan Batulayar Ni Made Sulastri; Dewi Rayani; Herman Syah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v5i2.4035

Abstract

Education has a strategic role in preparing a quality generation for the benefit of the future. The importance of educational awareness determines the quality of future physical and spiritual social welfare. Education has a strategic role in preparing a quality generation for the benefit of the future. Considering the importance of knowledge and the limitations of families in providing knowledge, parents are reluctant to continue their education to their children, thereby increasing the school dropout rate. The ever-increasing school dropout rate results in various criminal acts such as theft, robbery, murder and others which disturb the community and the peace that has existed in society will be lost. So it is necessary to provide guidance for unemployed teenagers to increase school motivation in Toleke Tengah village, Batulayar sub-district. The method used in this community service activity is in the form of coaching, this community service activity includes coaching from an academic, psychological and religious, social and community perspective. The results of implementing this activity are an understanding of the delivery of the material and an increase in teenagers' desires. drop out of school to continue their education which has been postponed.
Pemberdayaan UMKM di Desa Sekotong Tengah Sami’un; I Ketut Kusuma Wijaya; Herman Syah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v6i1.4603

Abstract

Kurangnya terasah sumber daya manusia untuk mengembangkan UMKM, bukan hanya itu saja pelaku UMKM kurang mempunyai inovasi untuk mengembangkan hal baru kepada produknya. Adapula alasan kurang berkembangnya UMKM di Desa Sekotong Tengah dikarenakan kurangnya modal dari pelaku UMKM. Pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat dilakukan secara langsung berkoordinasi dengan mitra mengenai program kerja yang telah disusun dalam kegiatan pengabdian ini untuk dipelajari oleh mitra yang mana sekiranya bisa untuk dilaksanakan atau tidak melihat situasi dan kondisi. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pula masyarakat menjadi kreatif dan terinovasi untuk membuat logo atau branding untuk produk mereka serta mampu membuat produk mereka dikenal oleh masyarakat luas. Dengan mempelajari dan menyadari kegiatan ini masyarakat dapat diuntungkan.
ANALISIS KEMAMPUAN TEKNIK DASAR FUTSAL PADA PEMAIN KLUB PAPA PRAYA Iqbal Maulana; Herman Syah; Sri Erny Muliyani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13759

Abstract

ABSTRACT Futsal is a team sport that requires mastery of fundamental techniques as a key factor in achieving optimal performance. The main problem faced by Papa Praya Futsal Club is the absence of objective data regarding players' basic technical abilities, as evaluations have primarily relied on direct observation by coaches. This study aimed to analyze the profile of players' fundamental futsal skills as a basis for designing more effective training programs. A quantitative descriptive approach with a survey method based on skill testing and measurement was employed. The study involved all 15 active players of Papa Praya Futsal Club using a total sampling technique. Data were collected through a standardized futsal basic skills test covering passing, controlling, and shooting, and were analyzed using descriptive statistics, including T-scores, percentages, and frequency distributions. The findings revealed that most players demonstrated a moderate level of basic technical ability, with 9 players (60.0%) classified as moderate, 3 players (20.0%) as very good, 2 players (13.3%) as good, and 1 player (6.7%) as very poor. These results indicate considerable variation in players' technical performance, highlighting the need for individualized training programs. Therefore, the findings provide objective evidence that can assist coaches in developing systematic, targeted, and evidence-based training programs to improve individual performance and overall team achievement. ABSTRAK Futsal merupakan cabang olahraga beregu yang menuntut penguasaan teknik dasar sebagai faktor utama dalam mendukung keberhasilan permainan. Permasalahan yang dihadapi Klub Papa Praya adalah belum tersedianya data objektif mengenai kemampuan teknik dasar pemain karena proses evaluasi selama ini hanya dilakukan melalui pengamatan pelatih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kemampuan teknik dasar futsal pemain Klub Papa Praya sebagai dasar penyusunan program latihan yang lebih terarah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei berbasis tes dan pengukuran. Populasi penelitian terdiri atas seluruh pemain aktif Klub Papa Praya yang berjumlah 15 orang dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes kemampuan teknik dasar futsal yang mencakup aspek passing, controlling, dan shooting, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor T, persentase, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan teknik dasar pemain secara umum berada pada kategori cukup, dengan 9 pemain (60,0%) berkategori cukup, 3 pemain (20,0%) berkategori sangat baik, 2 pemain (13,3%) berkategori baik, dan 1 pemain (6,7%) berkategori sangat kurang. Temuan tersebut menunjukkan adanya variasi kemampuan teknik dasar antarpemain yang masih cukup lebar sehingga diperlukan program latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar objektif bagi pelatih dalam merancang program latihan