M. Ary Irawan
Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembuatan Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Agus Jayadi; M. Ary Irawan; Herman Syah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v5i1.3467

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang fungsi dan manfaat pupuk kompos membuat masyarakat masih menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan produksi pertanian. Pupuk kimia jika dibiarkan dalam jangka panjang akan berakibatkan pada terkikisnya mineral tanah sehingga tanah tersebut kurang subur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar dapat mengetahui potensi dan menggunakan bahan sederhana sebagai pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian. Melihat kondisi dan lingkungan masyarakat mayoritas tempat diadakannya PKM sebagian besar memiliki hewan ternak seperti kambing dan sapi. Sebagai alternatif pemilihan bahan dasar pembuatan pupuk adalah kotoran sapi. Kelebihan penggunaan pupuk kompos dari kotoran sapi antara lain memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, ramah lingkungan, menambah pendapatan petani, peternak dan meningkatkan kesuburan tanah. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Beraim kecamatan praya tengah kabupaten lombok tengah. Metode yang digunakan yaitu pemberian materi dan demonstrasi. Demonstrasi dilakukan dengan melakukan praktik pembuatan pupuk kompos. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat membuat pupuk kompos secara mandiri dengan bahan alami yang ada disekitar lingkungannya serta menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat.
Penguatan literasi digital dan kepemimpinan pelatih olahraga sekolah untuk mendukung pembinaan atlet abad ke-21 di kota mataram, provinsi nusa tenggara barat Herman Syah; M. Ary Irawan; Zul Anwar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 7 No. 1 (2026): (In Prosess)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v7i1.6643

Abstract

School sports coaches play a strategic role in developing student-athletes capable of meeting the demands of twenty-first-century competencies. However, a preliminary needs assessment involving Physical Education teachers and extracurricular sports coaches in Mataram City, West Nusa Tenggara Province, revealed limited utilization of digital technology for training program design, athlete performance evaluation, team communication, and training data management. Furthermore, coaches' leadership competencies, including collaboration, motivation, decision-making, and digital communication, require continuous improvement to enhance athlete development. This community service program aimed to strengthen digital literacy and leadership competencies among school sports coaches through training, workshops, hands-on practice, and mentoring. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach consisting of needs assessment, program planning, implementation, mentoring, and evaluation stages. The participants consisted of 35 Physical Education teachers and extracurricular sports coaches from junior and senior secondary schools in Mataram City. Training materials included digital literacy, cloud-based applications for training management, digital media utilization in athlete development, transformational leadership, effective communication, and technology-based training program design. Evaluation results indicated significant improvements in participants' digital literacy and coaching leadership competencies, as reflected in higher post-test scores, increased proficiency in utilizing digital applications, and the successful development of technology-based training programs in participating schools. Overall, the program contributed positively to improving coaches' competencies in managing athlete development through more effective, collaborative, adaptive, and technology-oriented coaching practices aligned with the demands of twenty-first-century sports development.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI EKOWISATA DIGITAL DAN KEGIATAN REKREASI ALAM DI DESA AIQ BERIK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH Maulidin Maulidin; Irna Ningsih Amalia Rachma; M. Ary Irawan; Hastuti Diah Ikawati; Zul Anwar
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.7486

Abstract

ABSTRACT Aiq Berik Village in Central Lombok has significant ecotourism potential, but its development is hampered by low digital literacy, weak tourism institutions, and minimal integration between conservation and public health. This community service program aims to empower the community through an interdisciplinary approach that integrates ecotourism education, digital skills training, development of nature recreation activities, and institutional strengthening. This program was implemented for a duration of 2 days involving 15 youth participants and village officials. The methods used include participatory workshops, hands-on training (learning by doing), and intensive mentoring. The program results show a significant increase in community understanding of sustainable ecotourism, as measured by pre- and post-tests with an average increase above 85%. In addition, this program has succeeded in producing concrete outputs in the form of a youth-managed digital promotion channel, the initiation of an edu-recreation program, and the formation of the “Aiq Berik Lestari” Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This program has successfully laid the foundation for the transformation of Aiq Berik Village into an independent and sustainable digital ecotourism destination, by breaking the cycle of stagnation through local capacity building. The sustainability of this program depends on community commitment and infrastructure support from relevant stakeholders. ABSTRAK Desa Aiq Berik di Lombok Tengah memiliki potensi ekowisata yang signifikan, namun pengembangannya terhambat oleh rendahnya literasi digital, lemahnya kelembagaan pariwisata, dan minimnya integrasi antara konservasi dan kesehatan masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan edukasi ekowisata, pelatihan keterampilan digital, pengembangan kegiatan rekreasi alam, dan penguatan kelembagaan. Program ini dilaksanakan selama durasi 2 hari dengan melibatkan jumlah peserta 15 pemuda dan aparat desa. Metode yang digunakan meliputi workshop partisipatif, pelatihan praktik langsung (learning by doing), dan pendampingan intensif. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat tentang ekowisata berkelanjutan, yang terukur melalui pre-test dan post-test dengan peningkatan rata-rata di atas 85%. Selain itu, program ini berhasil menghasilkan luaran konkret berupa kanal promosi digital yang dikelola pemuda, inisiasi program edu-rekreasi, serta terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Program ini berhasil meletakkan fondasi bagi transformasi Desa Aiq Berik menjadi destinasi ekowisata digital yang mandiri dan berkelanjutan, dengan memutus siklus stagnasi melalui peningkatan kapasitas lokal. Keberlanjutan program ini bergantung pada komitmen masyarakat dan dukungan infrastruktur dari pemangku kepentingan terkait.