Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pembentukan Agen Perubahan “Aku Anak Berani” untuk Edukasi Bahaya Pornografi dan Pencegahan Kekerasan Seksual Nadya Novia Rahman; Nanik Handayani; Ridha Wahyuni; Dian Dwi Nur Rahmah
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v5i2.13328

Abstract

The Internet is accessible to all age groups, including children. The ease of information obtained through the Internet causes vulnerable children to be exposed to pornographic content. Exposure to pornographic content in children can cause negative impacts both cognitively and behaviorally, one of which is behavior that leads to acts of sexual violence. The establishment of the Change Agent "I'm a Brave Child" is a strategy to disseminate information about the negative impact of pornography and the prevention of sexual violence through peer roles. The methods used in this activity are psychoeducation, role-playing, and the practice of group campaigns. The participants were 12 students who were members of the school health unit. The results of this activity showed an increase in the participants' knowledge and understanding of the dangers of pornography and the prevention of sexual violence. The participants were able to practice campaigning in front of the other students. In addition, the evaluation results showed an understanding among other students regarding the negative impact of pornography and the prevention of sexual violence. It indicates that campaign practices carried out by change agents can help enhance other students' insight into the negative impact of pornography and the prevention of sexual violence.Internet dapat diakses oleh berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak. Mudahnya informasi yang didapatkan melalui internet menyebabkan anak rentan terpapar konten pornografi. Paparan terhadap konten pornografi pada anak dapat menyebabkan munculnya dampak negatif secara kognitif maupun perilaku, salah satunya adalah perilaku yang mengarah pada tindak kekerasan seksual. Pembentukan Agen Perubahan “Aku Anak Berani” merupakan upaya untuk menyebarkan infomasi mengenai bahaya pornografi dan pencegahan kekerasan seksual melalui peran teman sebaya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah psikoedukasi, bermain peran, dan praktik berkampanye secara berkelompok. Peserta kegiatan berjumlah 12 siswa yang merupakan anggota dokter kecil di sekolah. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai bahaya pornografi dan pencegahan kekerasan seksual. Para peserta mampu melakukan praktik berkampanye kepada siswa lainnya. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan adanya pemahaman pada siswa lain di luar agen mengenai bahaya pornografi dan pencegahan kekerasan seksual. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik bekampanye yang dilakukan oleh agen perubahan dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa lainnya terkait bahaya pornografi dan pencegahan kekerasan seksual.
EVERYONE CAN BE A LEADER: Pengembangan Organisasi Melalui Pelatihan Leadership dan Public Speaking Dian Dwi Nur Rahmah; Dila Adelina Greenfieldslia; Adinda Alya Amanullah; Asiya Asiya; Silva Linggi Allo; Tasya Kamila; Muhammad Hairul Saleh; Bungai Bungai; Yusrinda Prababeni
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v6i1.15650

Abstract

The success of an organization depends on the quality of the members in it and how they develop it. Members of the Informatics Engineering Student Association (HIMA-TI) STMIK WICIDA Samarinda are known to have difficulties in leadership and public speaking skills, so this affects the quality of the members and hinders organizational success. The purpose of this training is to increase the knowledge and skills of leadership and public speaking of members of HIMA-TI STMIK WICIDA Samarinda in order to increase organizational success. The description of the design and training materials obtained based on this is an experimental research method that uses a direct learning process accompanied by discussions and case studies. There was an increase in the results of the cognitive evaluation of the training participants which showed an increase with a pre-test cognitive evaluation score of 57.58 participants and a post-test cognitive evaluation result of 73.03 percent, so that the increase in understanding of the participants after the training was carried out by 15.45 percent. The scale shows the results of the training that there has been an increase in the knowledge of the training participants regarding leadership and public speaking skills, especially in terms of organization.Keberhasilan sebuah organisasi tergantung pada kualitas anggota di dalamnya dan bagaimana cara mereka mengembangkannya. Anggota Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMA-TI) STMIK WICIDA Samarinda diketahui memiliki kesulitan dalam kemampuan leadership dan public speaking, sehingga ini berpengaruh pada kualitas para anggota dan menghambat keberhasilan organisai. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan leadership dan public speaking para anggota HIMA-TI STMIK WICIDA Samarinda agar dapat meningkatkan keberhasilan organisasi. Gambaran rancangan dan materi pelatihan didapatkan berdasarkan ini adalah metode penelitian eksperimen yang menggunakan proses pembelajaran secara langsung disertai dengan diskusi dan studi kasus. Terjadi peningkatan pada hasil evaluasi kognitif peserta pelatihan yang menunjukkan kenaikan dengan nilai evaluasi kognitif pre- test sebesar 57,58 peser dan hasil evaluasi kognitif post-test sebesar 73,03 persen, sehingga peningkatan pemahaman pada peserta setelah dilakukan pelatihan sebesar 15,45 persen. Skala tersebut menunjukkan hasil pelatihan bahwa terjadi peningkatan terhadap pengetahuan peserta pelatihan mengenai kemampuan leadership dan public speaking terutama dalam hal berorganisasi.
Penguatan Kapasitas KKG PAUD melalui Pelatihan Berjenjang dan Mentoring Instruktur Lokal Berbasis Media Berkelanjutan di Gugus V Loa Janan Cisyulia Octavia; Andi Farid Hidayanto; Dian Dwi Nur Rahmah
Jurnal Surya Masyarakat Vol 8, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.8.2.2026.339-349

Abstract

The sustainability of early childhood teacher empowerment programs is often hindered by dependence on external facilitators. Building on the success of the first training phase, which developed educational media using local materials at TK Bina Anaprasa Melati, the second phase of this community service program was designed to ensure the dissemination and continuity of innovation through a Tiered Training and Local Instructor Mentoring model. This empowerment initiative employed a Participatory Action Research (PAR) approach, a participatory method that links reflection and action for community empowerment, by applying the Gradual Release of Responsibility (GRR) framework. GRR gradually shifted the facilitator’s role from the external team to two selected local instructor candidates. The program involved 21 new early childhood teachers from Cluster V Loa Janan and was conducted at TK A’Sidiq. Data were collected through participatory observation, 360° feedback questionnaires (comprehensive multi-source performance evaluation), interviews, and document analysis. Results indicated a significant improvement in the pedagogical competence of instructor candidates (teaching ability scores increased from 3.2 to 4.5). Training participants expressed highly positive responses (satisfaction score of 4.7/5), and 95% successfully created 3D murals and creative fence dolls. The establishment of an internal replication mechanism, including follow-up training action plans and a sustainable learning media working group, served as a strong indicator of program sustainability. This model proved effective in building community capacity and fostering independence in educational innovation rooted in local wisdom.
Individual Readiness for Change in Public Sector Organizations: A Systematic Review Dian Dwi Nur Rahmah; Windhu Sugiarto; Endro Puspo Wiroko; Hardiansyah Hardiansyah; Edoardo Tondang
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i2.26037

Abstract

Organizational change has become an inevitable phenomenon in the public sector, driven by rapid technological advancement, administrative reform, and increasing public demands for efficient and transparent services, requiring not only structural adjustments but also strong individual readiness to ensure successful transformation. This study aims to examine individual readiness for organizational change in public sector organizations by focusing on psychological, organizational, and technological factors that influence such readiness. The research employs a systematic literature review method, analyzing peer-reviewed journal articles published between 2020–2026 in English, covering psychological dimensions such as self-efficacy, intrinsic motivation, and resilience; organizational aspects including leadership, culture, and support; and technological elements such as digital competence and literacy. The findings reveal that individual readiness is shaped by the interaction between internal and external factors, where psychological aspects like self-efficacy, perception of change, intrinsic motivation, coping capacity, and adaptability play a critical role, while supportive leadership, effective communication, adaptive organizational culture, and institutional support further strengthen readiness; moreover, the growing integration of digital technologies increases the demand for technical skills, cognitive preparedness, and behavioral acceptance. The study implies that comprehensive change management strategies are essential, emphasizing the strengthening of psychological factors, enhancement of organizational support systems, and development of technological competencies through continuous training, participatory communication, and the cultivation of an adaptive organizational culture to support effective and sustainable public sector transformation.Perubahan organisasi telah menjadi fenomena yang tidak terhindarkan di sektor publik, didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi, reformasi administrasi, serta meningkatnya tuntutan masyarakat akan layanan yang efisien dan transparan, sehingga memerlukan tidak hanya penyesuaian struktural tetapi juga kesiapan individu yang kuat untuk memastikan keberhasilan proses transformasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan individu dalam menghadapi perubahan organisasi di sektor publik dengan menitikberatkan pada faktor psikologis, organisasional, dan teknologi yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan menganalisis artikel jurnal terindeks yang diterbitkan pada tahun 2020–2026 dalam bahasa Inggris, yang mencakup dimensi psikologis seperti self-efficacy, motivasi intrinsik, dan resiliensi; aspek organisasional seperti kepemimpinan, budaya, dan dukungan; serta elemen teknologi seperti kompetensi dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan individu dibentuk oleh interaksi antara faktor internal dan eksternal, di mana aspek psikologis seperti self-efficacy, persepsi terhadap perubahan, motivasi intrinsik, kapasitas coping, dan kemampuan adaptasi memegang peran penting, sementara kepemimpinan yang suportif, komunikasi yang efektif, budaya organisasi yang adaptif, serta dukungan institusional semakin memperkuat kesiapan tersebut; selain itu, meningkatnya integrasi teknologi digital juga memperbesar tuntutan terhadap keterampilan teknis, kesiapan kognitif, dan penerimaan perilaku individu. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya strategi manajemen perubahan yang komprehensif, dengan menekankan penguatan faktor psikologis, peningkatan sistem dukungan organisasi, serta pengembangan kompetensi teknologi melalui pelatihan berkelanjutan, komunikasi partisipatif, dan pembentukan budaya organisasi yang adaptif guna mendukung transformasi sektor publik yang efektif dan berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas KKG PAUD melalui Pelatihan Berjenjang dan Mentoring Instruktur Lokal Berbasis Media Berkelanjutan di Gugus V Loa Janan Cisyulia Octavia; Andi Farid Hidayanto; Dian Dwi Nur Rahmah
Jurnal Surya Masyarakat Vol 8, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.8.2.2026.339-349

Abstract

The sustainability of early childhood teacher empowerment programs is often hindered by dependence on external facilitators. Building on the success of the first training phase, which developed educational media using local materials at TK Bina Anaprasa Melati, the second phase of this community service program was designed to ensure the dissemination and continuity of innovation through a Tiered Training and Local Instructor Mentoring model. This empowerment initiative employed a Participatory Action Research (PAR) approach, a participatory method that links reflection and action for community empowerment, by applying the Gradual Release of Responsibility (GRR) framework. GRR gradually shifted the facilitator’s role from the external team to two selected local instructor candidates. The program involved 21 new early childhood teachers from Cluster V Loa Janan and was conducted at TK A’Sidiq. Data were collected through participatory observation, 360° feedback questionnaires (comprehensive multi-source performance evaluation), interviews, and document analysis. Results indicated a significant improvement in the pedagogical competence of instructor candidates (teaching ability scores increased from 3.2 to 4.5). Training participants expressed highly positive responses (satisfaction score of 4.7/5), and 95% successfully created 3D murals and creative fence dolls. The establishment of an internal replication mechanism, including follow-up training action plans and a sustainable learning media working group, served as a strong indicator of program sustainability. This model proved effective in building community capacity and fostering independence in educational innovation rooted in local wisdom.
Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Orgnasisasi Pada Anggota Polres X Aisyah Khairiah; Dian Dwi Nur Rahmah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13041

Abstract

Salah satu faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan pada organisasi, terutama pada institusi kepolisian, yaitu faktor komitmen organisasi. Anggota kepolisian diharapkan memiliki komitmen organisasi yang tinggi agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal. Kepuasan kerja menjadi satu diantara faktor lain yang dianggap memengaruhi komitmen organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada anggota Polres X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian prediktif. Sebanyak 100 anggota aktif Polres X menjadi subjek penelitian yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua skala, yaitu skala komitmen organisasi serta skala kepuasan kerja. Data dianalisis menggunakan teknik regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi pada anggota Polres X. Hasil tersebut dibuktikan dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan kepuasan kerja memiliki kontribusi pengaruh sebesar 44,3% terhadap komitmen organisasi. Implikasi pada penelitian ini adalah memberikan implikasi praktis bagi Kepolisian Resor X dalam merancang kebijakan dan strategi terkait komitmen organisasi, sehingga anggota dapat meningkatkan komitmen organisasi yang dimiliki melalui kepuasan kerja yang cukup.
Psychological Capital and Non-Physical Work Environment on Millennial Generation Employees Work Engagement Azatil Aqmar Roemy Aprillie; Hairani Lubis; Dian Dwi Nur Rahmah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i1.6897

Abstract

The millennial generation is the generation that will dominate the world of work. However, currently the millennial generation is known as a generation that likes to change jobs. It takes a good work engagement so that the millennial generation can survive in their work. This study aims to empirically examine whether there is an influence of psychological capital and non-physical work environment on work engagement in the millennial generation in Samarinda City. The subjects of this study were 355 millennial generation employees who were selected using purposive sampling technique. The measuring instrument used in this research is the work engagement scale, psychological capital scale, and non-physical work environment scale. Data analysis technique using multiple model regression test resulted in calculated F value = 177.435 > F table = 3.02, adjust R square = 0.502, and p = 0.000. These results indicate that there is an influence between psychological capital and non-physical work environment on work engagement in the millennial generation in Samarinda City. Generasi milenial merupakan generasi yang akan mendominasi dunia kerja. Namun, saat ini generasi milenial dikenal sebagai generasi yang suka berpindah pekerjaan. Dibutuhkan keterikatan kerja yang baik agar generasi milenial mampu bertahan dalam pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik ada atau tidaknya pengaruh modal psikologis dan lingkungan kerja non fisik terhadap keterikatan kerja pada generasi milenial di Kota Samarinda. Subjek penelitian ini adalah 355 orang karyawan generasi milenial yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala keterikatan kerja, skala modal psikologis, dan skala lingkungan kerja non fisik. Teknik analisa data menggunakan uji regresi model berganda menghasilkan nilai F hitung = 177.435 > F tabel = 3.02, adjust R square = 0.502, dan p = 0.000. Hasil tersebut menunjukkan terdapat pengaruh antara modal psikologis dan lingkungan kerja non fisik terhadap keterikatan kerja pada generasi milenial di Kota Samarinda.
Transformational Leadership with Trust in Balikpapan City Leaders in Balikpapan City Millennials Khofifah Wahyuningdias; Lisda Sofia; Dian Dwi Nur Rahmah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i1.7241

Abstract

This research aims to find out the relationship of transformational leadership with trust in the leaders of Balikpapan City (study in the millennial generation of Balikpapan City). This research uses a quantitative approach. The subjects of this study were 400 millennials in Balikpapan who were selected using simple random sampling techniques. The data collection method used is the scale of trust in leaders and transformational leadership. The collected data was analyzed with the Pearson Product Moment analysis test. The results of this study show that there is a positive and significant relationship between transformational leadership and trust in leaders who with r count = 0.852 > r table = 0.082 and values p = 0.000 < 0.050. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepercayaan kepada pemimpin Kota Balikpapan (studi pada generasi milenial Kota Balikpapan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 400 orang generasi milenial di Balikpapan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepercayaan kepada pemimpin dan kepemimpinan transformasional. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis Pearson Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan kepercayaan kepada pemimpin yang dengan r hitung = 0,852 > r tabel = 0,082 dan nilai p = 0,000 < 0,050.
Strategi Regulasi Emosi Kognitif Dan Stres Kerja Petugas Kebersihan Jalan Raya Wanita Dian Dwi Nur Rahmah; Arief Fahmie
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v8i2.3047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi regulasi emosi kognitif dan stres kerja pada petugas kebersihan jalan raya wanita. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat korelasi antara 9 jenis strategi regulasi emosi kognitif yaitu self-blame, acceptance, focus on thought or rumination, positive reappraisal, refocus on planning, positive refocusing, putting into perspective, catastrophizing, dan blaming others terhadap stres kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah 40 wanita petugas kebersihan jalan raya di kota Sangatta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner stres kerja oleh Robbins & Judge (2008) dan kuesioner strategi regulasi emosi (CERQ) yang diadaptasi dari Garnefksi, Kraiij & Spinhofen (2001). Analisis korelasional menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat 5 hubungan yang berkorelasi signifikan dan positif dengan stres kerja yaitu strategi rumination dengan (koefisien korelasi r=0,511, p=0,001), positive refocusing (r = 0,545, p = 0,004), putting into perspective (r = 0,376, p = 0,017), catastrophizing (r = 0,314, p = 0,049) dan blaming others (r = 0,38, p = 0,015) sehingga ada hubungan antara 5 strategi regulasi emosi kognitif yang masing-masing dengan stres pada petugas kebersihan jalan raya wanita. Oleh karena itu, hipotesis Ha-3, Ha-6, Ha-7, Ha-8, dan Ha-9 diterima, sementara yang lain ditolak.
PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI DALAM BERWIRAUSAHA PADA UMKM DI KOTA SAMARINDA Indra Yl. Setiawan; Dian Dwi Nur Rahmah; Nadya Novia Rahman; Ridha Wahyuni
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.12485

Abstract

The rapid development of the digital ecosystem encourages micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to continue to adapt and improve their digital capabilities in order to compete optimally. In this context, the digital literacy skills of MSME actors not only affect technical competence, but also have an impact on psychological aspects, especially confidence in running a business. This study aims to determine the influence of digital literacy on confidence in entrepreneurship in MSMEs in Samarinda City. This study uses a quantitative approach with a sample of 100 MSME actors in Samarinda City selected using purposive sampling techniques. Data were collected using the digital literacy scale and the confidence in entrepreneurship scale, then analyzed using simple linear regression analysis and multivariate regression with the help of the SPSS program. The results showed a significant influence between digital literacy on confidence in entrepreneurship with values of F = 91,260, R² = 0.482 (48.2%), and p = 0.000. This shows that MSME actors in Samarinda City who have high digital literacy skills are able to build stronger self-confidence in running and developing their businesses in the digital era. These findings imply that MSME development programs need to combine digital capacity building with psychological strengthening, especially self-confidence, so that the adoption of digital technology can run more optimally and sustainably. ABSTRAK Perkembangan ekosistem digital yang semakin pesat mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kemampuan digitalnya agar dapat bersaing secara optimal. Dalam konteks ini, kemampuan literasi digital pelaku UMKM tidak hanya memengaruhi kompetensi teknis, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis, khususnya kepercayaan diri dalam menjalankan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap kepercayaan diri dalam berwirausaha pada UMKM di Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 pelaku UMKM di Kota Samarinda yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala literasi digital dan skala kepercayaan diri dalam berwirausaha, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana dan regresi multivariat dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara literasi digital terhadap kepercayaan diri dalam berwirausaha dengan nilai ,  (48,2%), dan . Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Kota Samarinda yang memiliki kemampuan literasi digital yang tinggi mampu membangun keyakinan diri yang lebih kuat dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya di era digital. Temuan ini mengimplikasikan bahwa program pengembangan UMKM perlu memadukan peningkatan kapasitas digital dengan penguatan psikologis, khususnya kepercayaan diri, agar adopsi teknologi digital dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.