Speeding behavior is one of the factors that can cause traffic accidents. To date, empirical studies that examine psychological model in the context of speeding behavior among young motorcyclists in Indonesia are scarce. This study aims to examine the effect of the Theory of Planned Behavior (TPB) variables, namely, Intentions, Attitudes, Perceived Norms, and Perceived Behavioral Control, and Willingness as additional variables on the frequency of riding motorcycle over the speed limit among young motorcyclists in Ponorogo, East Java. This study used a quantitative-correlational design. The subjects of this study were young motorcyclist (16-23 years-old, N = 301) living in Ponorogo. Data collection was carried out using the Intention, attitude, perceived norm, and perceived behavioral control scale and the willingness scale. Data analysis was carried out using hierarchical multiple regression analysis using SPSS. The results showed that intention, perceived behavioral control, and willingness had a significant effect on the frequency of riding a motorcycle over the speed limit. In addition, attitudes, perceived norm, and perceived behavioral control significantly influenced intention to speed. Based on the above findings, it can be concluded that the Theory of Planned Behavior (TPB) and willingness variables have a significant influence on speeding behavior among young motorcyclists in Ponorogo, with which willingness has the largest influence. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sejauh ini, belum terdapat penelitian empiris yang menguji model teori Psikologi dalam konteks perilaku ngebut pada pengendara motor usia muda di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel Theory of Planned Behavior (TPB) yaitu, intensi, sikap, norma yang dirasakan, dan kontrol perilaku yang dirasakan, dan kesediaan sebagai variabel tambahan terhadap frekuensi berkendara sepeda motor melebihi batas kecepatan di kalangan premotor usia muda di Ponorogo, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif-korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah pengendara sepeda motor usia muda (16-23 tahun, N = 301) yang tinggal di Ponorogo. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala intensi, skala persepsi norma, skala persepsi kontrol perilaku dan skala kesediaan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi liniear bertingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensi, persepsi kontrol perilaku, dan kesediaan berpengaruh signifikan terhadap frekuensi mengendarai motor melebihi batas kecepatan. Selain itu, sikap, persepsi norma, dan persepsi kontrol perilaku berpengaruh terhadap intensi untuk berkendara melebihi kecepatan. Berdasarkan temuan diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel TPB dan kesediaan memiliki pengaruh yang signifikan perilaku ngebut di kalangan pengendara usia muda di Ponorogo, dimana kesediaan memiliki pengaruh yang paling besar.