Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konsep Diri Dan Penyesuaian Diri Peserta Pelatihan Garmen Di Balai Latihan Kerja Disperindag Jawa Tengah Retno Ristiasih Utami; Agung Santoso Pribadi
Jurnal Psikologi Perseptual Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v2i2.2674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan konsep diri dengan penyesuaian diri peserta pelatihan garmen di Balai Latihan Kerja Disperindag Jawa Tengah. Subjek penelitian ini berjumlah 84 orang peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja Disperindag Jawa Tengah. Alat pengumpul data yang digunakan pada penelitian ini yaitu Skala Psikologi yang terdiri dari skala konsep diri dan skala penyesuaian diri dengan menggunakan teknik Constructive Realism. Adapun metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teknik Analisis Regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan konsep diri dengan penyesuaian diri peserta pelatihan garmen di Balai Latihan Kerja Dsperindag Jawa Tengah. Hal ini berarti bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dinyatakan tidak diterima.
Kesiapan Sekolah, Kematangan Sosial, dan Prestasi Belajar pada Peserta Didik Kelas 1 Sekolah Dasar di bawah Usia 7 Tahun Martha Kurnia Asih; Retno Ristiasih Utami
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.703 KB) | DOI: 10.26623/philanthropy.v2i2.1153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar pada peserta didik kelas 1 Sekolah Dasar di bawah usia 7 tahun bisa diprediksi melalui kesiapan sekolah dan kematang
Pelatihan Resiliensi pada Remaja Panti Asuhan Kimmy Katkar; Purwaningtyastuti Pungky; Retno Ristiasih Utami
Jurnal Surya Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.4.1.2021.89-96

Abstract

Adolescents who live in orphanages will only have their physiological needs met but not their psychological needs, this is because the condition of the orphanage with the number of caregivers and orphans that are not comparable can cause psychological problems. The lack of guidance from caregivers in more depth can be one of the triggering factors for adolescents who live in orphanages when experiencing problems in their lives to be more susceptible to stress, pressure and depression. This makes it easy for individuals to fall and find it difficult to get back up. The implementation method in this service activity is carried out offline by giving lectures, case studies and games. Activities were evaluated using the pretest and post-test measurement models. Based on the results of the analysis using the Paired Sample T-Test, it was found that there was an increase of 17.98 with a difference in the mean score of pretest 56.95 and post-test 74.93. This shows an increase in resilience in orphaned adolescents after being given training. The activities that have been carried out are very useful for adolescents by increasing resilience and gaining new knowledge which before this activity teenagers did not know the meaning and importance of individuals having high resilience.
KESIAPAN MENIKAH DAN KESIAPAN MENJADI ORANGTUA PADA INDIVIDU AWAL DEWASA Sri Widyawati; Martha Kurnia Asih; Retno Ristiasih Utami
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2022.v15i2.6057

Abstract

Salah satu tugas perkembangan individu awal dewasa adalah memasuki gerbang pernikahan dan selanjutnya menjadi orangtua. Kompleksitas situasi yang akan dihadapi sebagai orangtua-baru memerlukan ketangguhan tersendiri. Momen bahagia memiliki anak seringkali juga menjadi momen krisis dalam kehidupan perkawinan karena terjadi berbagai perubahan mendasar dalam kehidupan individu yang menuntut penyesuaian. Individu yang memiliki kesiapan menjalani peran baru berpeluang lebih besar untuk berhasil dalam peran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kesiapan menikah dan kesiapan menjadi orangtua pada individu awal dewasa. Subjek penelitian berjumlah 219 orang individu awal dewasa diperoleh melalui convenience sampling. Analisis data yang digunakan adalah teknik korelasi Pearson’s product moment. Analisis data menghasilkan koefisien korelasi rxy = 0.346 dengan p = 0.000 (p < 0.01) yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kesiapan menikah dengan kesiapan menjadi orangtua. Semakin tinggi tingkat kesiapan menikah pada individu, maka akan semakin tinggi kesiapannya untuk menjadi orangtua
Psikoedukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Kesiapan Perkawinan Bagi Remaja Martha Kurnia Asih; Shinta Pratiwi; Retno Ristiasih Utami; Kimmy Katkar
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 4 No. 1 (2023): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v4i1.6362

Abstract

This service activity aims to increase the youth's understanding of the importance of resilience, including physical, psychological, and financial readiness. This service was implemented in psychoeducation with the target students in Kesatrian 2 Semarang Senior High School. This service instrument used a questionnaire and was analyzed by pretest and post-test. Based on the analysis using the Paired Sample T-Test, it was concluded that there was an increase of 14.31 with a mean pretest difference score of 72.54 and 86.81 post-test. It showed an increased understanding of adolescent marriage readiness after being given psychoeducation. The activities benefit adolescents with advanced knowledge of marriage readiness, including physical, psychological, and financial readiness.
PROFIL KEMATANGAN SOSIAL SEBAGAI PERSIAPAN MASUK SEKOLAH DASAR PADA SISWA TK B DI TK ABA 61 SAMPANGAN SEMARANG Retno Ristiasih Utami; Anindita Nova Ardhani
TEMATIK Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v1i2.1602

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengungkap profil kematangan sosial pada siswa TK B ABA 61 Sampangan Semarang sebagai persiapan siswa untuk masuk Sekolah Dasar. Secara khusus kegiatan ini dapat membantu guru dan orangtua siswa untuk memberikan stimulasi bila ternyata kematangan sosial siswa masih perlu ditingkatkan karena saat memasuki sekolah Dasar tidak hanya aspek kecerdasan saja yang harus dipersiapkan tetapi aspek sosial juga perlu mendapat perhatian agar siswa dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki.Kegiatan ini berupa identifikasi menggunakan Vineland Social Maturity Scale (VSMS) untuk siswa TK B yang hasilnya berupa data kuantitatif tentang tingkat kematangan sosial siswa. Berdasarkan hasil tes VSMS diperoleh hasil bahwa dari 19 orang siswa, 8 orang memiliki SQ di atas usia kronologis (42,105 %), 11 orang memiliki SQ sesuai usia kronologis (57,895 %) dan tidak ada siswa yang memiliki SQ di bawah usia kronologisnya sehingga dapat ditarik simpulan bahwa secara sosial siswa siswi TK B ABA 61 Semarang sudah memiliki kesiapan berupa kematangan sosial untuk masuk Sekolah Dasar.  Kata kunci : kematangan sosial
PENELUSURAN MINAT BAKAT DALAM RANGKA PEMANTAPAN IDENTITAS VOKASIONAL martha kurnia asih; Retno Ristiasih Utami; Yudi Kurniawan
TEMATIK Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/tmt.v1i2.2618

Abstract

Teridentifikasi bahwa masih cukup banyak anak didik yang kurang mengetahui dan memahami keyakinan diri untuk membuat pilihan terkait dengan bidang pekerjaan yang akan ditekuni di masa depan, atau dengan kata lain memiliki identitas vokasional yang rendah, yang pada gilirannya menimbulkan kebingungan harus bagaimana setelah lulus dan seandainya kuliah bingung mengambil jurusan di universitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melakukan pemeriksaan psikologis berupa tes minat bakat untuk membantu mendapatkan profil kemudian memberikan informasi akurat mengenai minat bakat anak didik.Pelaksanaan kegiatan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah menelusuri minat bakat menggunakan software alat tes Student Interest Survey (SIS) dan   alat tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Tahap kedua adalah mensosialisasikan hasil tes secara personal kepada anak didik.Sebanyak 14 dari 18 anak didik (78%) berpartisipasi dalam kegiatan ini dan memperoleh informasi akurat mengenai minat bakatnya. Sejumlah 7 partisipan yang menempuh pendidikan SMP menyelesaikan Student Interest Survey (SIS), dan 7 partisipan yang menempuh pendidikan SMA menyelesaikan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Informasi akurat yang diperoleh anak didik adalah mencakup tentang preferensi bawaan (character talent) dengan deskripsinya, dan alternatif klaster karier yang sesuai bagi anak didik.