Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Factors Influencing the Income of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Minahasa Regency Alzefin YRM Sinolungan; Rahel Widiawati Kimbal
International Journal of Applied Business and International Management Vol 9, No 2 (2024): August 2024
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v9i2.2916

Abstract

This study investigates the factors influencing the income of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Minahasa Regency. Specifically, it examines whether business capital, business location, training, and product promotion impact the income of these enterprises. The research encompasses 25 districts in Minahasa Regency and employs primary and secondary data, analyzed using multiple regression analysis. The independent variables include Capital (X1), Business Location (X2), Training (X3), and Promotion (X4), while the dependent variable is the income of MSMEs (Y). The objective is to determine the combined effect of business capital, location, training, and promotion on the income of MSEs in Minahasa Regency. The research findings indicate that capital, business location, training, and promotion significantly impact the income of MSME actors in Minahasa Regency. An adjusted R-square value of 0.648 suggests that these variables account for 64.80% of the income variation, while the remaining 35.20% is affected by other factors not considered in this model. Consequently, improving these factors can effectively increase the income of MSME actors in Minahasa Regency.
Penyuluhan Wirausaha Home Industri untuk Meningkatkan Pendapatan Perekonomian Keluarga dengan Barang Bekas Alzefin Yolandi Roos Mareike Sinolungan; Rahel Widiawati Kimbal
Journal of Accounting, Management, Economics, and Business (ANALYSIS) Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/analysis.v3i3.2032

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya penyuluhan wirausaha home industri berbasis barang bekas sebagai upaya meningkatkan pendapatan perekonomian keluarga di Kecamatan Kawangkoan Utara, Kelurahan Talikuran Barat, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan sampah rumah tangga serta adanya peluang ekonomi dari pemanfaatan barang bekas. Metode kegiatan menggunakan pendekatan multi metode yang didukung oleh multimedia dan berbagai sumber pembelajaran. Prosedur pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian. Materi penyuluhan mencakup pengelolaan barang bekas, konsep bank sampah, dasar-dasar UMKM, mindset kewirausahaan, pola pikir dan pola aksi wirausaha, serta pemasaran produk home industri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa barang bekas seperti plastik, kertas, kaleng, botol bekas, besi, tembaga, dan aluminium memiliki potensi untuk didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi. Penyuluhan ini mendorong masyarakat memahami pentingnya growth mindset, manajemen usaha sederhana, administrasi pembukuan, serta strategi pemasaran dalam mengembangkan home industri. Pemanfaatan barang bekas dapat menjadi alternatif usaha keluarga, mengurangi sampah, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini memberikan kontribusi melalui integrasi konsep kewirausahaan, pengelolaan lingkungan, bank sampah, dan pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis barang bekas. Studi ini bermanfaat bagi masyarakat, pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan pendamping kewirausahaan dalam mengembangkan usaha ramah lingkungan berbasis potensi lokal.
Strategy Formulation for Increasing the Social Capital of Women in Small Scale Industries Rahel Widiawati Kimbal; Tinneke EM Sumual
International Journal of Accounting and Finance in Asia Pasific (IJAFAP) Vol 5, No 3 (2022): October 2022
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijafap.v5i3.1875

Abstract

This research aims to find a strategy formulation for strengthening women's social capital in small-scale industries. Given that the power of social capital has started to dissolve and weaken along with the current modernization, the design of a strategy should be a crucial capital in the continuation of small scale companies integrating women as pillars of the family economy. Therefore, a formulated strategy is needed to strengthen social capital in small scale industries. With a case study on the Kacang Tore small industry, this study used a qualitative research methodology. To gather data, a triangulation approach of observation, interviews, and documentation was used. The stepwise forward model developed by Spradley is used in this study's data analysis. The results identifie various strategies to strengthen women's social capital in terms of trust, networks, reciprocity, values and norms. Keywords: Formulation, Small Scale Industries, Social Capital, Strategy, Strengthening, Women
Peranan UMKM dan Koperasi Merah Putih dalam Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan di Provinsi Sulawesi Utara Alzefin Yolandi Roos Mareike Sinolungan; Rahel Widiawati Kimbal
Journal of Accounting, Management, Economics, and Business (ANALYSIS) Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/analysis.v4i3.2404

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Koperasi Merah Putih dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilatarbelakangi oleh dominannya UMKM dalam aktivitas ekonomi daerah serta munculnya Koperasi Merah Putih sebagai kelembagaan ekonomi baru berbasis desa. Metodologi – Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode library research dan analisis data sekunder. Data diperoleh secara purposif dari publikasi ilmiah, regulasi pemerintah, publikasi statistik resmi, dan basis data pemerintah daerah yang berkaitan dengan UMKM, koperasi, pembangunan ekonomi desa, dan Koperasi Merah Putih. Data dianalisis melalui pengelompokan tematik, perbandingan temuan, dan sintesis interpretatif. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM merupakan salah satu fondasi utama ekonomi kerakyatan di Sulawesi Utara. Usaha Mikro dan Kecil (UMK) mendominasi aktivitas ekonomi daerah dengan proporsi 98,95%. Koperasi memiliki potensi memperkuat UMKM melalui akses kolektif terhadap pembiayaan, pasar, bahan baku, informasi, dan jaringan usaha. Koperasi Merah Putih berpotensi menjadi penghubung antara potensi ekonomi desa dan pelaku UMKM. Namun, efektivitasnya bergantung pada kualitas tata kelola, kapasitas manajerial, partisipasi masyarakat, digitalisasi, dan kesesuaian model usaha dengan potensi lokal. Kebaruan – Penelitian ini menawarkan perspektif integratif yang menghubungkan UMKM dan Koperasi Merah Putih sebagai dua komponen yang saling melengkapi dalam pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis desa di Sulawesi Utara Signifikansi – Temuan penelitian bermanfaat bagi pemerintah daerah, pembuat kebijakan, pengelola koperasi, pelaku UMKM, dan praktisi pemberdayaan masyarakat dalam merancang strategi penguatan ekonomi kerakyatan yang lebih terintegrasi.
Penyuluhan Manajemen Koperasi Merah Putih sebagai Upaya Penguatan Tata Kelola Koperasi di Desa Rambunan, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa Alzefin Yolandi Roos Mareike Sinolungan; Rahel Widiawati Kimbal
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2403

Abstract

Koperasi Merah Putih merupakan salah satu bentuk kelembagaan ekonomi desa yang diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Pengelolaan koperasi membutuhkan pemahaman mengenai manajemen organisasi, tata kelola, administrasi, pengelolaan usaha, serta partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan mengenai manajemen Koperasi Merah Putih sebagai upaya mendukung penguatan tata kelola koperasi di Desa Rambunan, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif dengan dokumentasi kegiatan sebagai sumber informasi utama. Pelaksanaan kegiatan dianalisis berdasarkan dokumentasi visual mengenai lingkungan desa, kelembagaan desa, dan aktivitas pengabdian yang tersedia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan manajemen koperasi relevan ditempatkan sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas pengelolaan Koperasi Merah Putih di tingkat desa. Materi manajemen koperasi diarahkan pada pentingnya pengelolaan organisasi, pembagian tugas, administrasi, pengelolaan usaha dan keuangan, pelayanan anggota, serta pengembangan koperasi berdasarkan karakteristik dan potensi desa. Dokumentasi juga menunjukkan bahwa kegiatan berlangsung dalam konteks kelembagaan Desa Rambunan sehingga pengembangan koperasi perlu memperhatikan kondisi lokal. Karena kegiatan tidak menggunakan instrumen pretest, posttest, atau kuesioner terstruktur, peningkatan pengetahuan peserta tidak dapat diukur secara kuantitatif. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan pemahaman manajemen koperasi, sedangkan kegiatan lanjutan disarankan menggunakan evaluasi yang lebih terstruktur dan pendampingan berkelanjutan.
Public Perceptions of E-Money and Cash Use in Buying and Selling Transactions in Community Economic Activities at the 23 Maret Market, Kotamobagu City Rachel Nasrania Koho; Rahel widiawati Kimbal; Gaby Dainty Julliet Roring
Journal of Management, Economic, and Accounting Vol. 5 No. 3 (2026): July
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jmea.v5i3.1770

Abstract

The purpose of this study is to analyze the public's perception of the use of e-money and cash in buying and selling transactions at the 23 March Market in Kotamobagu. This research uses a qualitative approach, with data collected thru interviews with key informants. The research results show a significant contradiction in perception between the two payment methods. In the use of e-money, the public perceives convenience in the form of physical practicality, but it is highly dependent on digital infrastructure. The main benefits lie in the accuracy of transaction values and automatic recording, while security is viewed as protection against physical crime. However, there are technical risks such as system crashes and human error that are the main concerns. In the use of cash, the community continues to maintain this method because it is considered to have ease without technical barriers, benefits in visual budget control, and provides full physical control that builds a sense of security. The risks of cash, such as pickpocketing or counterfeit money, are considered more rational and easier to anticipate compared to the abstract nature of cyber risks.