Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

STUDI SIFAT TERMAL BATUAN DAERAH LAPANGAN PANAS BUMI WAY RATAI BERDASARKAN PENGUKURAN METODE KONDUKTIVITAS TERMAL Ryan Donovan; Karyanto Karyanto; Ordas Dewanto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v4i3.44

Abstract

Research on Way Ratai geothermal field has been done by measuring the thermal conductivity method. The thermal conductivity data is used to generate a map of the dispersion of heat conductively conductive rocks in the geothermal system. The result of measurement by thermal conductivity method in Way Ratai geothermal field is data of k (conductivity), Rt (thermal resistivity), and T (temperature). The value of the measured conductivity data in the geothermal field has range between 0.056-0.664 W/mK, the measured thermal resistivity value has range between 1.344-17.527mK/W, and the measured temperature value is between 22.68-52.59°C. The difference value of rock’s thermal conductivity is influenced by several factors, which is the existing geological structures in the field such as normal faults and lineaments, the presence of alteration, also the manifestation zone of hot water or hot vapor that caused from fumaroles.
APLIKASI DINSAR UNTUK IDENTIFIKASI DEFORMASI PERMUKAAN GUNUNG ANAK KRAKATAU PADA PERISTIWA LONGSOR SEBELUM TSUNAMI SELAT SUNDA I Gede Boy Darmawan; Zelica Krismalia Manurung; Muhammad Nurul; Winona Putri Prihadita; Karyanto Karyanto
Jurnal Geosaintek Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v7i2.8988

Abstract

Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada akhir tahun 2018 akibat deformasi (longsor) Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak memiliki Early Warning System (EWS) yang memadai bahkan tidak terdeteksi oleh seismogram dengan jelas. Peristiwa itu menunjukkan bahwa pemantauan deformasi GAK sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses deformasi GAK sebelum tsunami menggunakan metode DInSAR. Metode ini memanfaatkan perbedaan dua fase atau lebih citra SAR dengan akuisisi yang berbeda untuk memperoleh topografi dan deformasi. Data yang digunakan adalah sepasang citra Sentinel-1 yang diakuisisi pada periode 7-19 Desember 2018. Penelitian ini berhasil menunjukkan GAK telah mengalami deformasi beberapa hari sebelum tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 terjadi. Nilai deformasi GAK pada periode ini sebesar -0.12 sampai 0.04 meter relatif terhadap Line of Sight (LOS). Hasil tersebut menunjukkan deformasi yang terjadi mencakup 94 Ha luas area GAK dengan ± 32,036 m3 material vulkanik yang bergerak dominan ke arah barat daya. Volume material yang cukup banyak ini tidak menghasilkan tsunami, diperkirakan karena periode pergerakan tersebut terjadi secara perlahan/tidak seketika yaitu pada rentang 12 hari. Material longsoran tertumpuk dan menjadi tidak stabil, kemudian terjadi longsoran serentak yang kemungkinan dipicu oleh banyaknya aktivitas vulkanik GAK akhirnya memicu terjadinya tsunami pada 22 Desember 2018. Temuan ini menunjukkan bahwa citra SAR mampu mengidentifikasi adanya pergerakan massa pada lereng GAK sebelum tsunami terjadi, sehingga dapat digunakan untuk monitoring permukaan GAK sebagai sistem peringatan dini pada deformasi yang berpotensi menyebabkan tsunami di kemudian hari.
PENENTUAN LITOLOGI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN BERDASARKAN TOMOGRAFI SEISMIK REFRAKSI UNTUK GEOTEKNIK BENDUNGAN AIR DAERAH “X” Hilman Sabiq; Syamsurijal Rasimeng; Karyanto Karyanto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v4i3.41

Abstract

Batang Toru river which is through Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, will be a hydro-electric power plant, in order to require the electricity in North Sumatera area. Therefore, refraction seismic survey needed to determine the subsurface litology, as a guide in the construction of river water dam in that area. This study aims to determine lithology in the research area based on cross-section of refraction seismic tomography, and to estimate the depth and thickness of the rock layers beneath the surface of the study area. Refraction seismic tomography produces a cross section which shows the distribution of velocity value to depth, so we obtain the interpretation of rock lithology and depth estimation of each layer. The first layer is a topsoil layer with a velocity range of 100-700 m/s, the thickness of the topsoil is estimated to be about 1-10 meters. The second layer is indicated as a tuff-sandstone with medium consolidation with a velocity range of 600-1800 m/s, with an estimated thickness about 10-35 meters. The third layer is indicated as a tuff-sand rock to tuff-breccia with a value range higher than 1800 m/s, with an estimated depth of 30-40 meters from the surface.
OPTIMALISASI DAN ANALISIS DESAIN PARAMETER SEISMIK 3D DARAT BERDASARKAN MODEL GEOLOGI LAPANGAN “RL” Ravide Lubis; Bagus Sapto Mulyatno; Karyanto Karyanto
Jurnal Geofisika Eksplorasi Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v4i2.12

Abstract

The design of 3D land seismic parameters is a preliminary step before the acquisition of 3D land seismic data to obtain seismic data quality and efficient survey budget. The objective of this research is to obtain high quality of 3D land seismic data based on fold coverage spread on each target layer. The method used is based on the principle of wave propagation or ray tracing method on each target layer, wherein each wave reflection point (bin) will have a different value of fold so that the required configuration of the stretch that will result in the optimal spread of the fold. The applied stretch configurations are orthogonal, brick, zig-zag and slanted where each stretch configuration uses two types of templates that is narrow and wide azimuth. From the simulation analysis results of several stretch configurations in the survey area, then the optimal stretch configuration will be obtained in the survey area. The stretch configuration will be applied is the configuration of orthogonal stretch with narrow azimuth type template. Consideration of the selection of this stretch configuration because it has a more evenly folding effect on the target layer than with other stretch configurations. Furthermore, to obtain the configuration of the appropriate stretch of field conditions, the source point is moved outside the obstacle zone so that the quality of seismic data is maintained.
Pemanfaatan Persistent Scatterer Interferometry Synthetic Aperture Radar (PSInSAR) Untuk Mengidentifikasi Laju Deformasi Permukaan di Lapangan Panas Bumi Ulubelu I Gede Boy Darmawan; Karyanto Karyanto
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 4, No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.66896

Abstract

Lapangan panas bumi Ulubelu telah diekstraksi sejak tahun 2012 dengan menghasilkan 2 x 55 MW dari PLTP unit 1 & 2 dan meningkat menjadi 4 x 55 MW sejak tahun 2016 dengan beroperasinya unit 3 dan unit 4. Peningkatan eksploitasi energi panas bumi di Ulubelu berpotensi menimbulkan perubahan kondisi geologi dan lingkungan yang salah satunya adalah subsiden. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi laju deformasi permukaan memanfaatkan metode Persistent Scatterer Interferometry Synthetic Aperture Radar (PSInSAR) di lapangan panas bumi Ulubelu. Sebanyak 49 data Sentinel-1 periode Oktober 2014 hingga Maret 2020 dengan mode descending telah diolah dan dianalisis menggunakan tiga software utama yaitu SNAP, StaMPS dan StaMPS-Visualizer. Pembentukan interferogram pada setiap pasangan data (image pair) antara master dengan seluruh slave dilakukan menggunakan SNAP. Seluruh data interferogram kemudian diexport sebagai input data StaMPS untuk mendapatkan nilai piksel yang memiliki koherensi terbaik dan persistent. Hasil pengolahan menunjukkan laju deformasi per titik persistent scatterer (PS) berkisar antara -7,3 hingga +7,5 mm/tahun relatif pada arah Line of Sight (LOS) tanpa validasi lapangan. Pola deformasi berupa penurunan muka tanah berada di sekitar area eksploitasi panas bumi, sedangkan kenaikan muka tanah (uplift) terdeteksi di luar area eksploitasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesamaan laju deformasi pada PLTP unit 1 & 2 dengan PLTP unit 3 & 4 mengindikasikan proses subsiden di area Ulubelu didominasi oleh proses ekstraksi fluida panas bumi. Temuan ini juga memperkuat penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa proses subsiden di area panas bumi Ulubelu disebabkan oleh pemadatan batuan alterasi.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI UAV UNTUK PEMBUATAN PETA KAWASAN DESA WISATA DUSUN GUNUNG AGUNG, BRAJA HARJOSARI, LAMPUNG TIMUR I Gede Boy Darmawan; Karyanto Karyanto; Rustadi Rustadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 6 No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i3.392

Abstract

Kawasan desa wisata dusun Gunung Agung di Desa Braja Harjosari merupakan desa penyangga kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang telah dikelola masyarakat sadar wisata. Namun, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor pariwisata, sehingga diperlukan suatu tindakan pasca pandemi yang dapat mendorong peningkatan pemanfaatan kawasan desa wisata bahkan menambahkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan bimbingan teknis pemetaan potensi kawasan yang dapat dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat. Kegiatan ini juga ditargetkan untuk meningkatan kualitas dan keunggulan/kearifan lokal yang berimbas pada peningkatan nilai ekonomi kawasan desa wisata dusun Gunung Agung melalui pemanfaatan teknologi Unmaned Aerial Vehicle (UAV) yaitu metode pemetaan udara. Kegiatan pengabdian ini berhasil memetakan potensi kawasan desa wisata seperti area savana dan sungai, sanggar dan balai kesenian serta peternakan lebah madu jenis Trigona yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Selain itu, beberapa fasilitas homestay bernuansa adat Bali telah dibangun dan dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisatawan. Seluruh potensi yang telah terpetakan sebagian telah dikelola dengan baik oleh masyarakat, namun juga diperlukan dukungan dari berbagai pihak khususnya untuk meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan wisata serta fasilitas pendukungnya.
Analisis Struktur Patahan Daerah Suoh Menggunakan Metode Gaya Berat dan Penentuan Kerapatan Patahan Zaenudin, Ahmad; Karyanto, Karyanto; Kurniasih, Aulia; Wibowo, Rahmat Catur
POSITRON Vol 11, No 2 (2021): Vol. 11 No. 2 Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1359.949 KB) | DOI: 10.26418/positron.v11i2.48461

Abstract

Suoh merupakan daerah tektonik aktif yang mengakibatkan terbentuknya struktur geologi yang tersebar di Daerah Suoh. Struktur geologi yang berkembang di Daerah Suoh telah dianalisis menggunakan data gaya berat dan data DEM ALOS PALSAR untuk menentukan dan menganalisis struktur geologi serta arah dominannya. Analisis struktur bawah permukaan menggunakan metode gaya berat dengan analisis Second Vertical Derivative (SVD) dan analisis kelurusan menggunakan metode Fault Fracture Density (FFD). Kontur SVD residual bernilai 0 dan area dengan nilai FFD tinggi (2 sampai 2,6 km/km²) mengindikasikan adanya struktur sesar dangkal. Berdasarkan analisis kelurusan data DEM telah didapatkan informasi tentang kelurusan berarah barat laut-tenggara yang sangat jelas, selaras dengan struktur geologi regional daerah Suoh.
ANALISIS PETROFISIKA DALAM MENGIDENTIFIKASI ZONA POTENSI HIDROKARBON PADA FORMASI TUALANG DAN LAKAT Sephiana, Siska Erna; Karyanto, Karyanto; Sinambela, Rudy Zefrianto
JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) Vol 9, No 3 (2023)
Publisher : Engineering Faculty Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jge.v9i3.273

Abstract

Well logging dapat digunakan untuk mengidentifikasi zona produktif, membedakan antara minyak, gas, atau air di dalam reservoar, dan memperkirakan cadangan hidrokarbon. Salah satu metode dalam pendekatan parameter karakterisasi reservoir yang cukup efektif adalah dengan menggunakan analisis petrofisika. Pada penelitian ini melakukan analisis petrofisika berupa analisis kualitatif serta analisis kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui nilai volume shale, porosity, dan saturasi air, kemudian menghitung ketebalan reservoir berdasarkan nilai net pay. Berdasarkan analisis kualitatif didapatkan 2 zona reservoir yaitu pada interval kedalaman 1112-1116m dan 1211-1219m. Berdasarkan analisis kuantitatif dihasilkan nilai volume shale pada zona reservoir A dan B yaitu 17,7 – 26,9% dan 8,5 – 16,6%, kemudian nilai porositas total pada zona reservoir A dan B yaitu 16,5 – 22,7% dan 23,1 – 25,9% sedangkan nilai porositas efektif pada zona reservoir A dan B yaitu 15 – 20,6% dan 22,6 – 25.7%. Kemudian, untuk nilai saturasi air total pada zona reservoir A dan B yaitu 34,4 - 42% dan 28,6 – 36,4%, sedangkan untuk nilai saturasi air efektif pada zona reservoir A dan B yaitu 23,1 – 25,9% dan 22,6 – 25,7%. Kemudian didapatkan ketebalan reservoir yang berisi hidrokarbon (netpay) yaitu sebesar 3,058 m yang berada pada Formasi Tualang. Maka zona reservoir yang memiliki prospek hidrokarbon terdapat pada zona reservoir A pada Formasi Tualang.
Identifikasi Struktur Geologi Daerah Panas Bumi Way Panas Kecamatan Wonosobo Menggunakan Analisis First Horizontal Derivative dan Second Vertical Derivative Berdasarkan data Gaya Berat GGMPLUS Safira, Ayu; saipuddin, muhammad; Anung Andita, Zidane; Karyanto, Karyanto; Catur W, Rahmat; Dani, lham
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 1 (2024): February
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i1.240

Abstract

Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang melimpah. Daerah Panas Bumi Way Panas, Tanggamus, Lampung, merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi panas bumi untuk dikembangkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Gravity yang bertujuan untuk mengestimasi kedalaman zona anomali regional dan anomali residual daerah penelitian serta mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan menggunakan analisis First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) data gaya berat. Data gaya berat yang digunakan pada penelitian kali ini adalah data GGMplus. Berdasarkan hasil pengolahan didapatkan nilai anomali regional daerah penelitian memiliki rentang nilai berkisar antara 30 sampai 92 mGal, sedangkan anomali residual daerah penelitian memiliki rentang nilai berkisar antara -20 sampai 14 mGal. Anomali tinggi berada pada zona-zona yang tersusun oleh batuan produk dari vulkanik Gunung Karua. Estimasi kedalaman zona regional daerah penelitian sebesar 2834.3 meter dan kedalaman zona residual sebesar 378.06 meter. Lalu berdasarkan analisis second vertical derivative (SVD) didapatkan hasil jika struktur geologi yang berkembang di daerah ini berarah Tenggara - Barat laut dan Barat daya – Timur Laut, serta pola struktur SVD memiliki korelasi yang cukup baik dengan struktut geologi yang ada pada peta geologi daerah penelitian.