Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGEMBANGAN SUMUR PRODUKSI DAN INJEKSI DI LAHAN SAWAH PEKON AMBARAWA TIMUR, PRINGSEWU Rustadi Rustadi; I Gede Boy Darmawan; I Gede Yogi Suandana; Sandri Erfani; Opik Taufik Purwadi
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.931 KB)

Abstract

Pengembangan irigasi berbasis air tanah dangkal, telah banyak dilakukan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan air di lahan sub optimal di Pekon Ambarawa Timur. Sejumlah sumur mengalami kegagalan mendapatkan air tanah dan lainnya mengalami penurunan debit yang menjadikan biaya pemompaan tidak ekonomis. Pengukuran di dua lintasan geolistrik 2D telah dilakukan untuk mendapatkan keberadaan akuifer dangkal. Akuisisi data menggunakan instrument ARES, konfigurasi Wenner – Schlumberger dengan panjang lintasan 200 m dan spasi antar elektrode 5 m. Hasil sampling pada dua lintasan, keberadaan akuifer membentuk lensa – lensa pada lingkungan dominan material lempung di kedalaman 2 – 30 m. Selain dipengaruhi oleh material lempung yang bersifat rendah permeable, juga terdapat lelehan dan intrusi membentuk sejumlah keberadaan batuan beku. Untuk memenuhi tujuan sumber pengairan, pembuatan sumur ditempatkan pada keberadaan lensa – lensa akuifer. Selain untuk produksi, juga dapat dikembangkan sebagai sumur injeksi menangkap genangan air hujan mengisi akuifer dangkal.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI UAV UNTUK PEMBUATAN PETA KAWASAN DESA WISATA DUSUN GUNUNG AGUNG, BRAJA HARJOSARI, LAMPUNG TIMUR I Gede Boy Darmawan; Karyanto Karyanto; Rustadi Rustadi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 6 No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i3.392

Abstract

Kawasan desa wisata dusun Gunung Agung di Desa Braja Harjosari merupakan desa penyangga kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang telah dikelola masyarakat sadar wisata. Namun, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor pariwisata, sehingga diperlukan suatu tindakan pasca pandemi yang dapat mendorong peningkatan pemanfaatan kawasan desa wisata bahkan menambahkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan bimbingan teknis pemetaan potensi kawasan yang dapat dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat. Kegiatan ini juga ditargetkan untuk meningkatan kualitas dan keunggulan/kearifan lokal yang berimbas pada peningkatan nilai ekonomi kawasan desa wisata dusun Gunung Agung melalui pemanfaatan teknologi Unmaned Aerial Vehicle (UAV) yaitu metode pemetaan udara. Kegiatan pengabdian ini berhasil memetakan potensi kawasan desa wisata seperti area savana dan sungai, sanggar dan balai kesenian serta peternakan lebah madu jenis Trigona yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Selain itu, beberapa fasilitas homestay bernuansa adat Bali telah dibangun dan dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik wisatawan. Seluruh potensi yang telah terpetakan sebagian telah dikelola dengan baik oleh masyarakat, namun juga diperlukan dukungan dari berbagai pihak khususnya untuk meningkatkan kualitas manajemen pengelolaan wisata serta fasilitas pendukungnya.
Seismic Vulnerability Evaluation in Western Bandar Lampung's Quarter Formation using the ERT Technique Rustadi - Rustadi; I Gede Boy Darmawan; Rudi Zefrianto Sinambela
Journal of Earth and Marine Technology (JEMT) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelititan dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Adhi Tama Suraba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jemt.2023.v4i1.4516

Abstract

Western Bandar Lampung is rapidly evolving into a sought-after residential locale and a scenic mountainous tourist spot. Notably, this region sits atop multiple fault structures, signaling potential seismic threats. This study aims to gauge the susceptibility of superficial layers by analyzing the resistivity properties of the underlying rock. Using the ERT geoelectric method across three lines, following the Wenner-Schlumberger configuration, a length of 140 m was mapped with electrodes spaced at intervals of 5 m. The subsurface materials in the examined area displayed a resistivity range between 4 and 1050 Ohm m, characterized by a blend of weathered constituents and igneous lenses. The dominant presence of extensively weathered material, especially given its thickness, highlights possible seismic dangers, including amplification, liquefaction, and potential landslides. To mitigate the repercussions of seismic hazards stemming from these fault lines, there is an imperative need for stringent adherence to construction guidelines tailored for seismically active regions.Top of Form
Pengujian Prototipe Instrumen Pengukuran Gradien Termal di Lapangan Panas Bumi Padang Cermin Pesawaran Karyanto Karyanto; I Gede Boy Darmawan
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v9i2.360

Abstract

Hasil perancangan prototipe instrumen pengukuran gradien termal yang telah dilakukan sebelumnya membutuhkan pengujian lapangan. Pengujian ini bertujuan untuk melihat kemampuan instrumen prototipe dalam uji pengukuran langsung di lapangan panas bumi. Metode yang digunakan dalam pengujian adalah dengan membandingkan hasil pengukuran suhu pada instrumen prototipe dengan hasil pengukuran suhu menggunakan instrumen MAE A5000T penelitian sebelumnya di Padang Cermin. Penghitungan gradien termal dilakukan secara otomatis oleh sistem dalam prototipe menggunakan teknik kuadrat terkecil (Least Squares Method). Hasil pengukuran menunjukkan adanya keselarasan suhu khususnya pada area manifestasi. Peta sebaran suhu mengindikasikan pola klasterisasi yang menunjukkan hubungan aliran fluida panas, khususnya pada arah barat-timur. Adanya konektivitas fluida panas ini diinterpretasikan sebagai struktur geologi atau zona permeable pada area manifestasi. Hasil pengukuran gradien termal juga menunjukkan pola gradien tinggi di area manifestasi panas bumi. Selain itu, sebaran nilai suhu rendah pada ketiga layer juga mengindikasikan sumber aliran fluida air permukaan yang selaras dengan arah puncak gunung. Hal ini memperkuat indikasi bahwa sumber recharge atau resapan air meteorik didominasi oleh puncak Gunung Ratai. Temuan ini mengindikasikan bahwa prototipe instrumen pengukuran gradien termal ini mampu digunakan di lapangan panas bumi.