Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Invention of Learning Model PAKIM Based Karo Culture Nganting Manuk Nuraini Sri Bina; Rusmini Rusmini; Yulia Fitri; Hizmi Wardani
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i4.32670

Abstract

Education functions in shaping the character of the nation, improving the quality of human resources, advancing science and technology, developing creativity and innovation, preserving local culture and wisdom, building careers and jobs, fostering environmental awareness and improving community welfare. Based on a survey of National Exam scores for mathematics subjects in Karo Regency, Indonesia is still in the bad category, namely an average score of 39.56 for 2019. One of the causes of this situation is the lack of applied learning models, especially culture-based learning models. Therefore, the purpose of this research is to invent a learning model based on one of the cultures in Indonesia, namely the Karo culture Nganting Manuk. The method used in this research is development research with the Plomp model. The result of this study was the discovery of a valid, practical and effective PAKIM learning model based on Karo Culture. The practical PAKIM learning model, based on the model's implementation criteria, received a “high” category. The PAKIM model met two effectiveness criteria: achieving the Minimum Competency (KKM) of 86.11% and achieving a positive student response of 96.2%. This learning model has the advantage of being able to support the educational function, namely preserving local culture and wisdom because it is integrated with Karo culture. This research has three categories of novelty, namely invention novelty, improvement novelty and refutation novelty.
From cultural movement to structural equivalence: Modeling graph isomorphism through serampang dua belas dance Rahmi Ramadhani; Nuraini Sri Bina; Suci Dahlya Narpila; Muhammad Rizky Mazaly; Rusmini Rusmini
Jurnal Elemen Vol 12 No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v12i2.34059

Abstract

This study addresses a limitation in ethnomathematics research, which often does not go beyond identifying visual patterns, by examining how ethnomathematical modeling of traditional dance can illuminate graph isomorphism. Focusing on the Serampang Dua Belas dance of North Sumatra, the study employs a qualitative ethnographic approach, with data collected through performance observations, video documentation, interviews with cultural experts in Serdang Bedagai Regency, and a review of choreographic literature. Movement sequences were analyzed through data reduction, categorization of transition patterns, and reconstruction of spatial–temporal relations, then modeled as directed graphs using GeoGebra. Dancers’ positions were represented as vertices and transitions as directed edges, enabling formal analysis through adjacency matrices and bijective mappings to verify isomorphism. The findings reveal that although the variations differ visually, several segments exhibit structural equivalence across linear, cyclic, and loop-containing graphs. This study advances ethnomathematics toward formal structural verification grounded in graph theory and highlights its potential to support relational understanding in discrete mathematics learning.
PERBEDAAN KEMAMPUAN SPASIAL DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA ANTARA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN PEMBELAJARAN BIASA Muhammad Rizky Mazaly; Nuraini Sri Bina; Siti Fatimah Sihotang
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v1i1.19065

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui perbedaan signifikan antara kemampuan spasial siswa yang diajar dengan pembelajaran kontekstual dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (2) Mengetahui perbedaan signifikan antara disposisi matematis siswa yang diajar dengan model kontekstual dengan siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (3) Mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan spasial siswa, (4) Mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap disposisi matematis siswa, (5) Proses jawaban siswa pada masing-masing pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh siswa kelas VIII SMP Swasta Budi Agung Medan yang berjumlah 345 siswa, dengan mengambil sampel dua kelas berjumlah 60 siswa. Analisis data dilakukan dengan Anava dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kemampuan spasial siswa yang diajar dengan pembelajaran kontekstual lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (2) Disposisi matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran kontekstual lebih tinggi dari siswa yang diajar dengan pembelajaran biasa, (3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan spasial siswa, (4) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap disposisi matematis siswa, dan (5) Proses jawaban siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran kontekstual lebih lengkap dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran biasa.
Analisis Kontekstual Budaya Karo dalam Pengembangan Instrumen Soal Statistik Nuraini Sri Bina; Yumira Simamora
Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jfi.v7i1.69917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konteks budaya Karo sebagai dasar pengembangan instrumen soal statistik kontekstual bagi mahasiswa tingkat perguruan tinggi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan instrumen pembelajaran di perguruan tinggi yang masih bersifat umum. Kemudian, pentingnya menghadirkan pembelajaran matematika yang relevan dengan konteks budaya lokal, sehingga mampu meningkatkan makna belajar. Fokus penelitian ini berada pada tahap awal pengembangan, yakni eksplorasi unsur budaya Karo yang dapat diintegrasikan ke dalam soal-soal statistik pada materi mean, median, dan modus, serta validasi isi terhadap butir soal yang disusun. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) mengacu pada model Plomp, yang dalam penelitian ini dibatasi hingga tahap evaluasi formatif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, analisis artefak dan mentifak budaya Karo, serta penilaian ahli terhadap kesesuaian konteks, isi, dan bahasa soal. Analisis validitas dilakukan menggunakan Content Validity Index (CVI) dengan melibatkan ahli bidang statistik, pendidikan matematika, dan budaya Karo. Diperoleh validitas isi yang tinggi (CVI > 0,88) artinya hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks budaya Karo memiliki potensi tinggi untuk dijadikan sumber pengembangan soal kontekstual. Secara umum, butir soal yang dikembangkan dinilai valid dari aspek isi dan konteks budaya, sehingga layak digunakan sebagai instrumen awal pada tahap uji coba berikutnya