Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pena Wimaya

DOMESTIC FACTORS DRIVING THE US TRAVEL BAN POLICY CHANGE FROM TRUMP TO BIDEN Arifin, Dini Nandya; Jatmika, Muhammad Indrawan
Journal Pena Wimaya Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jpw.v5i2.15032

Abstract

Kebijakan Travel Ban yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump pada tahun 2017 mengubah peraturan keimigrasian Amerika Serikat dengan melarang imigran dan pengunjung dari tujuh negara mayoritas Muslim, yaitu Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman, untuk memasuki Amerika Serikat. Kebijakan ini menghadapi pertentangan, protes, dan tantangan hukum yang meluas, karena dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia dan merugikan ekonomi. Studi ini menganalisis faktor-faktor domestik yang memengaruhi perubahan kebijakan Travel Ban Amerika Serikat dari pemerintahan Trump ke pemerintahan Biden. Dengan mengidentifikasi berbagai faktor domestik yang memengaruhi perubahan kebijakan Travel Ban dan memanfaatkan konsep Windows of Opportunity, penelitian ini menjelaskan bagaimana faktor-faktor domestik memberikan tekanan pada pemerintah, sehingga menciptakan peluang bagi para pengambil keputusan untuk mengubah kebijakan. Studi ini menemukan bahwa birokrasi, opini publik, media, kelompok kepentingan, dan partai politik memainkan peran signifikan dalam menekan pemerintah untuk mengubah kebijakan tersebut. Pada akhirnya, Presiden Joe Biden memanfaatkan peluang yang tercipta oleh tekanan domestik untuk mencabut Larangan Perjalanan dan memulihkan citra Amerika Serikat sebagai negara yang menjunjung tinggi non-diskriminasi dan hak asasi manusia. Kata Kunci: Larangan Perjalanan, Amerika Serikat, Faktor Domestik, Perubahan Kebijakan Luar Negeri
The BOOMERANG MECHANISM IN HUMAN RIGHTS ADVOCACY: BALOCH LONG MARCH AGAINST CHINA-PAKISTAN ECONOMIC Br Karo, Ameta Novelia; Jatmika, Muhammad Indrawan
Journal Pena Wimaya Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Pena Wimaya
Publisher : Pena Wimaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transnational advocacy networks (TANs) and the “boomerang” pattern of influence can bypass domestic repression and internationalise local human rights struggles, as shown by the 2023–2024 Baloch Long March. Pakistani activists led by the women's organisation Baloch Yakjehti Committee (BYC) marched from Gwadar to Islamabad to demand justice for enforced disappearances and extrajudicial killings in Balochistan, facing censorship, arbitrary arrests, and state violence. When local channels were blocked, movement leaders allied with international NGOs (Amnesty International, Human Rights Watch) and global media to present their plight to the UN and international public. This strategy led to UN expert statements in early 2025 and international media coverage, increasing pressure on Pakistan's government. This study examines how the Long March employed external pressure to highlight human rights violations associated with the China–Pakistan Economic Corridor, utilizing Keck and Sikkink's “boomerang” framework and other norm-based theories. Despite Pakistani authorities' repressive measures (information blackouts, protest bans), the international outcry raised the cost of rights abuses and internationalised the Baloch cause. This paper demonstrates how marginalized activists utilized global media and networks to advocate for domestic rights.