Nurwita Dewi
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Jl. Tentara Pelajar No. 3A, Bogor 16111 Telp. (0251) 8337975

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertumbuhan dan Hasil Dua Belas Genotipe Kacang Hijau pada Beberapa Dosis Pupuk Kandang Sapi di Lahan Ultisol Andria, Andria; Herison, Catur; Sudjatmiko, Sigit; Dewi, Nurwita
Akta Agrosia Vol 19 No 1 (2016)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Fakultas Pertanian, Universitas Bengkkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.94 KB)

Abstract

One major problem of low mungbean production in Indonesia is the lack of high yielding varieties for marginal land. A study was done with an objective to compare growth and yield of twelve mung bean genotypes on ultisol fertilized with several doses of cow manure. Twelve mung bean genotypes were grown in a field under a randomized complete block design arranged in a Split Plot Design with 3 replications. The Main Plots were four doses of cow manure, i.e. 0, 3, 6 or 9 ton.ha-1 and the Sub-Plots were twelve mungbean genotypes, i.e. VR 3, VR 61, VR 88, VR 200, VR 204 K, VR 213 K, VR 266 ct, VR 341, VR 368, VR 601 m, VR 222 Walet and VR 1074 Vinna-1. The result showed that the interaction between cow manure doses and mungbean genotypes was only occured on number of leaf. Genotype VR 61 demonstrated the highest plant stature, the greatest pod number, the heafiest pod and seeds per plant. Increasing dose of cow manure until 9 tons.ha-1did not reach the optimum level for the growth and yield of mungbean genotypes yet, except on the number of leaf variable on genotype VR 3, VR 88, VR 200, VR 266 ct and VR 601.
Kestabilan Karakter Fenotipik Plasma Nutfah Talas (Colocasia esculenta) Pasca Pemeliharaan pada Media Pertumbuhan Minimal dalam Kultur In vitro Sabda, Muhamad; Hidayatun, Nurul; Dewi, Nurwita
Vegetalika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.83669

Abstract

Talas (Colocasia esculenta) merupakan tanaman berumbi yang banyak dibudidayakan dan dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif di Indonesia. Tanaman ini umumnya dikonservasi secara konvensional di lapang dan didukung dengan konservasi secara in vitro. Akan tetapi, konservasi secara in vitro rentan terhadap terjadinya perubahan genetik tanaman. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui daya tumbuh dan kestabilan karakter fenotipe aksesi plasma nutfah talas pasca pemeliharaan dalam pertumbuhan minimal dalam kultur in vitro. Sebanyak 12 aksesi talas yang telah dipelihara dalam media dengan penghambat pertumbuhan paclobutrazol diaklimatisasi dan ditumbuhkan di lapang. Delapan karakter fenotipe diamati dan dibandingkan antara aksesi dari kultur in vitro dengan aksesi dari lapang. Pengamatan mengacu pada Descriptor standard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang dipelihara dalam kondisi pertumbuhan minimal dapat pulih daya tumbuhnya. Pemulihan daya tumbuh ini ditunjukkan dengan pertumbuhan yang normal di lapang tanpa mengalami perubahan karakter fenotipe. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pertumbuhan minimal yang terdiri dari MS + manitol 40 g/l dan MS + paclobutrazol 2 mg/l, tidak menimbulkan dampak yang buruk terhadap tanaman. Dengan demikian, media ini dapat direkomendasikan untuk konservasi in vitro plasma nutfah talas.