Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Fenomena Eskapisme dalam Pembentukan Ruang Sosial Perkotaan Dewirinanti Hayuning Prabajati; Doddy Aditya Iskandar
Ruang Vol 8, No 2 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.2.87-96

Abstract

Pandemi COVID-19 yang sedang terjadi dewasa ini telah membuka pengalaman baru yang dapat dirasakan di berbagai wilayah perkotaan. Kondisi ini muncul dalam bentuk perasaan ketidaknyamanan dan rasa lelah yang semakin meningkat seiring dengan ditetapkannya kebijakan pengetatan pergerakan dan interaksi sosial oleh Pemerintah Indonesia. Seiring dengan menurunnya kondisi perekonomian di Indonesia, hal ini memicu adanya perasaan ketidakpuasaan di masyarakat untuk menolak kebijakan yang ada yang sebenarnya ditujukan untuk mengatasi efek negatif dari pandemi ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana produksi ruang sosial terjadi di tengah adanya pandemi COVID-19. Lebih jauh penelitian ini mencoba menguraikan bagaimana kebijakan pengetatan pergerakan menghasilkan fenomena eskapisme yang dalam gilirannya membentuk ruang sosial. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati bentuk-bentuk pemanfaatan ruang trotoar untuk pejalan kaki di kawasan jalan Prof. DR. HR. Bunyamin di Kota Purwokerto untuk memahami bagaimana ruang sosial terbentuk. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan dan telaah atas berbagai laporan dan dokumen. Penelitian ini memanfaatkan metode studi kasus untuk lebih memahami bagaimana ruang sosial terbentuk dan apakah gejala eskapisme ini membentuk dan menghasilkan ruang sosial yang berbeda di kawasan penelitian.Temuan penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk pemanfaatan di kawasan trotoar selama masa pandemi COVID-19 menggambarkan strategi eskapisme yang sering muncul pada saat krisis terjadi. Pembentukan ruang sosial di trotoar di jalan Prof. DR. HR. Bunyamin menggambarkan adanya tekanan untuk memanfaatkan ruang publik kota sebagai mekanisme untuk melepaskan diri dari pembatasan sosial dan spasial yang hadir dari kebijakan penanganan pandemi. Apa yang ditemukan di dalam penelitian ini mendorong perlunya telaah lanjut mengenai bagaimana pandemi mampu merangsang kemunculan dan pemanfaatan strategi dan pendekatan spesifik dalam pembentukan ruang sosial. 
KETANGGUHAN WILAYAH PESISIR SELATAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TERHADAP BAHAYA BENCANA TSUNAMI Mega Kusuma Dewi; Doddy Aditya Iskandar
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol 1 No 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu (LP3) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v1i1.461

Abstract

The southern coastal region of the Special Region of Yogyakarta (DIY) has a high vulnerability to the risk of tsunami. This disaster risk is certainly endangering the people who live in this area. In addition, this risk can also be a factor that hinders development in the DIY’s coastal area. Therefore, in order to reduce the negative impacts, this area must be resilient to a tsunami disaster. This study is an effort to measure the regional resilience against the tsunami risk in 13 sub-districts on the south coast of DIY. The measurement uses a calculation method adapted from the theory of spring elasticity. The finding demonstrates subdistricts in the SRY have low to moderate level of resilience to tsunami disaster.