Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Model Pendidikan Pembuatan MP-ASI Terhadap Pengetahuan Ibu Dan Status Gizi Anak Bawah Lima Tahun Wahyuningsih, Sri; Suparyatmo, JB. Suparyatmo; Dharmawan, Ruben
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Anak balita termasuk dalam golongan masyarakat kelompok rentan gizi., yaitu kelompok masyarakat yang paling mudah menderita kelainan gizi. Secara Nasional prevalensi anak balita gizi kurang di Indonesia masih tinggi. Data Riskesdas 2007 menunjukkan anak balita dengan status gizi kurang sebesar 13,0% dan gizi buruk 5,4%. Kurang gizi pada anak balita mengakibatkan hambatan pertumbuhan panjang badan dan hambatan mental serta meningkatkan anemia dan kematian anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model pendidikan pembuatan MP-ASI terhadap pengetahuan ibu dan status gizi anak bawah lima tahun.Metode :  Desain penelitian ini quasi eksperimental dengan rancangan pretest and posttest with control design. Populasi penelitian ibu yang mempunyai balita status gizi kurang sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dengan sampel 15 orang kelompok perlakuan dan 15 orang kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, antropometri, demonstrasi dan wawancara. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test.Hasil : Pengetahuan ibu tentang gizi sebelum perlakuan dengan model pendidikan pembuatan MP-ASI terbukti dari kelompok perlakuan terdapat  rata-rata pretest 13,00 dan setelah pendidikan meningkat menjadi 21,27. Secara statistik peningkatan ini bermakna (p = 0,000). Status gizi anak balita sebelum pendidikan semua status gizi kurang  dan setelah pendidikan pada kelompok perlakuan 12 anak menjadi status gizi baik. Penurunan kasus anak balita gizi kurang sebesar 80,00%. Hasil analisis ada pengaruh pendidikan gizi terhadap status gizi anak balita ( p = 0,030).Kesimpulan : Ada pengaruh model pendidikan pembuatan MP-ASI terhadap pengetahuan ibu tentang gizi dan status gizi anak bawah lima tahun dengan status gizi kurang Kata Kunci : model pendidikan pembuatan MP-ASI, pengetahuan ibu dan status gizi                     anak bawah lima tahun
PENGARUH EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garsinia mangostana L), EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN KOMBINASINYA TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS WISTAR MODEL DIABETES YANG DIINDUKSI ALOKSAN Hadi, Arinto; Sugiarto, Sugiarto; Dharmawan, Ruben
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang :  Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik multisistem dengan ciri hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Kelainanini  menyebabkan terganggunya  metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Salah satu upaya untuk meningkatkan hormon insulin pada penderita DM menggunakan ekstrak kulit manggis dan ekstrak daun sirsak.  Xanthone  di dalam kulit  manggis dan flavonoiddi dalam daun sirsak adalah antioksidan  yang  melindungi dan menjaga sel β pankreas dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak kulit  manggis (Garcinia mangostanaL.), ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dan kombinasinya terhadap  kadar glukosa darah tikus Wistar  model diabetes yang diinduksi aloksan.Metode: Jenis penelitian adalah ekperimental laboratorium dengan rancangan pre-test/post-test dengan kelompok kontrol. Penelitian  dilakukan  di laboratorium  Pangan dan  Gizi , Gedung Pusat Antar Universitas, UGM Yogyakarta, menggunakan 28 tikus Wistar  jantan yang dibagi menjadi empat kelompok: kontrol tanpa diberi ekstrak (DM); diberi ekstrak kulit manggis (DM+km); diberi ekstrak daun sirsak (DM+ds); diberi kombinasi ekstrak kulit manggis dan daun sirsak (DM+kom). Kadar glukosa darah puasa (GDP) dianalisis tiap minggu  selama 4 minggu. Analisis statistik dilakukan dengan uji - t dan uji-anova, bermakna bila p < 0,05.Hasil:  Ekstrak kulit manggis dosis 100 mg/kg BB  menurunkan kadar glukosa darah puasa tikus Wistar  sebesar 48,93 % (p=0,001) ; Ekstrak daun sirsak dosis 5000 mg/kg BB menurunkan kadarGDP tikusWistar  sebesar 39,50 %(p=0,001) ; Kombinasi ekstrak kulit manggis dan daun sirsak  menurunkan kadar GDP tikus Wistar sebesar 52,08 %  (p=0,001).Kesimpulan: ekstrak kulit manggis, ekstrak daun sirsak dan kombinasinya dapat menurunkan kadar GDP  tikus Wistar. Kata kunci : Diabetes Mellitus, ekstrak kulit manggis, ekstrak daun sirsak, kombinasi ekstrak kulit manggis dan daun sirsak.
Pengaruh Pemberian Beras Aking terhadap Profil Lipid Tikus Diabetes yang Diinduksi Aloksan Ermamilia, Aviria; Dharmawan, Ruben; sugiarto, Sugiarto
Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) adalah kelompok kelainan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. Kelainan metabolisme lemak merupakan salah satu yang sering muncul pada penderita diabetes melitus. Beras yang mengalami beberapa proses pengolahan menjadi beras aking dapat meningkatkan kandungan pati resisten yang dapat memberikan pengaruh positif pada profil lipid. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian beras aking terhadap profil lipid tikus diabetes yang diinduksi aloksanMetode: Penelitian menggunakan tikus wistar Sprague-Dawley (Rattus norvegicus) jantan sebanyak 28 ekor yang dibagi menjadi kelompok kontrol negatif (non DM), kontrol positif (DM dengan pakan standar), perlakuan 1 (substitusi 50% beras aking) dan perlakuan 2 (substitusi 100% beras aking). Beras aking diproses dengan satu kali siklus pemanasan-pendinginan-pengeringan dan didapatkan kadar pati resisten 12,23%(bk).  Tikus diambil darah sebelum perlakuan dan 4 minggu setelah perlakuan untuk analisis profil lipid (Trigliserida, Kolesterol total, LDL, HDL).Hasil: Trigliserida serum menurun 12.70±1.65 mg/dl pada kelompok perlakuan 1 dan 28.31±2.19 mg/dl pada kelompok perlakuan 2 (p < 0.05). Kolesterol total serum menurun 29.21±2.89 mg/dl pada kelompok perlakuan 1 dan 53.49±2.20 mg/dl pada kelompok perlakuan 2 (p < 0.05). Kolesterol LDL menurun 4.22±1.70 mg/dl pada kelompok perlakuan 2 (p < 0.05). Kolesterol HDL menurun pada kelompok tikus DM (p < 0.05), namun rerata HDL pre test pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kontrol positif dan semakin meningkat dengan peningkatan dosis aking.Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian beras aking terhadap penurunan kadar trigliserida, penurunan kadar kolesterol total, penurunan kadar kolesterol LDL, dan peningkatan kadar kolesterol HDL plasma. Keywords : Beras aking, pati resisten, asam lemak rantai pendek, tikus diabetes, profil lipid
MODIFIKASI PRINSIP PEMERIKSAAN β-D-GLUCAN UNTUK MENDETEKSI CANDIDA ALBICANS DALAM SERUM Dharmawan, Ruben; Darukutni, Darukutni; Haryati, Sri; Murkati, Murkati; Sari, Yulia; Prasetyo, Afiono Agung
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol 19, No 3 (2013)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v19i3.419

Abstract

Candida albicans β-D-glucans examination has been used for invasive fungal detection in human blood and was approved by the Food and Drug Administration. However, the method is rarely used in Indonesia and also because the cost is hardly affordable. A modification of the method using enzymatic reaction is hoped will provide a simple and affordable measurement in human blood serum. β-D-glucans as heterogeneous molecules constitute the major carbohydrates fractions of cell wall and readily detected in supernatants of Candida albicans cultures are hydrolyzed by β glucanase to form D-glucose. This additional glucose is measured using Megazyme GOPOD-Format Procedure® at 510 nm. Candida albicans were identified and cultured was derived from a patient of Dr. Moewardi General Hospital, Surakarta in July, 2012. The results show that β-D-glucans from Candida albicans is measureable to the amount of μg/100 μL serum using this modification principle
DETEKSI VIRUS DEN3 PADA SEMUA STADIUM Aedes aegypti (TRANSOVARIAL) DENGAN TEKNIK IMUNOSITOKIMIA SECARA INVITRO Kumoro Setya, Adhi; Dharmawan, Ruben
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2016
Publisher : Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many dangerous parasites transmitted by the mosquito, one of which is dengue virus which causes dengue fever. The previous study said that in immunocytochemistry, dengue virus can be found in A. aegypti that does not suck blood. The basic principle of this examination was done by a technique of determining the existence (location) of antigen in cells in a tissue using antigen-antibody reaction. The purpose of this study was to determine the result of positive value of A. aegypti breeding stages in laboratory scale. DEN3 virus was mixed into the blood for trial then infected orally on the A. aegypti for breeding. All stages of breeding results was tested for DEN3 virus from the body tissue. DEN3 antigen in the body of the vector will bind with specific antibody from reagent and by the presence of the enzyme and chromogen substrate, it will give a brown color to the cells and granule surrounding the cells. Such color reaction was checked using a light microscope with 400x magnification with the positive control of DEN3 breed and the negative control of normal blood as a comparison. The findings showed that immunocytochemistry with SBPC method was capable of detecting DEN3 at all stages of metamorphosis of A. aegypti with the results of the stage respectively; egg: 82%, larva: 89%, pupa: 94% and adult: 100%. These results showed how immunocytochemistry technique as an alternative method which is relatively cheaper than molecular technique can be used for surveillance on dengue will appear.