Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Air Susu Ibu untuk Mengurangi Derajat Ikterik pada Bayi Hiperbilirubinemia Fisiologis di Ruang Peristi RSI Sultan Agung Semarang Septi Raisa Anjani; Tri Sakti Widyaningsih; Nana Rohana
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 10 No 36 (2023): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v10i36.364

Abstract

Hyperbilirubinemia is a clinical phenomenon that often occurs in newborns in the first week of life. In cases of hyperbilirubinemia in Malaysia 75%, 65% in America, and 51.47% in Indonesia. To reduce the amount of jaundice in babies, one way that can be done is to provide adequate breast milk. This type of research is quantitative, and descriptive observation with a cross sectional approach and using lember. Sampling technique with consecutive sampling. The population was 26 babies with physiological icteric in the PERISTI room of RSI Sultan Agung Semarang. The data obtained were analyzed using the Spearman rank test. The results of data analysis in the Peristi Room RSI Sultan Agung Semarang presented the MOST ASI frequency was 8-12 times a day with grade I physiological icteric. The statistical test results of the rank Spearman p value were 0.002 (<α = 0.05). The conclusion of this study is the relationship between the frequency of offering ASI with changes in the degree of physiological hyperbilirubinemia infants in the PERISTI Room of RSI Sultan Agung Semarang.
Dampak Pemberian MP-ASI Dini dengan Kejadian Diare Pada Bayi di Rumah Sakit Paru dr. Ario Wirawan Salatiga Listianingsih Listianingsih; Tri Sakti Widyaningsih
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 10 No 37 (2023): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v10i37.370

Abstract

Diarrhea is a major cause of morbidity and mortality in children less than 5 years. The infant age group is the group with high levels of diarrhea. Early complementary feeding (MP-ASI) can cause digestive disorders such as diarrhea. This type of research is a quantitative study with a descriptive correlative design using a cross sectional approach. The total population of 23 respondents, when the Slovin calculation was carried out, the number of respondents was 23, the inclusion criteria in this study were infants aged 0-24 months and mothers / fathers who were available to be respondents. The research instrument is a questionnaire. The data obtained were analyzed using the Spearman rank test.Early complementary complementary breastfeeding to infants at Lung Hospital dr. Ario Wirawan Salatiga aged <6 months were 16 respondents (69.6%) while those who provided complementary breastfeeding according to age or ≥6 months were 7 respondents (30.4 %). The incidence of diarrhea in infants at the Lung Hospital Dr. Ario Wirawan Salatiga who experienced acute diarrhea was 15 respondents (65.2%) and those who experienced chronic diarrhea were 8 respondents (34.8%). The conclusion of this study: there is a relationship between early complementary breastfeeding and the incidence of diarrhea in infants at Dr. Ario Wirawan's Lung Hospital, Salatiga (p value = 0.005).
PERAN KADER DASA WISMA DALAM APLIKASI PHBS, GEMAS DAN ANTISEPTIK PADA PENGASUHAN KELUARGA BALITA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RT VII KELURAHAN GONDORIYO SEMARANG Tri Sakti Widyaningsih; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.51

Abstract

Latar belakang: Tingginya angka kematian balita di Masa Pandemi Covid-19 perlu adanya perhatian khusus dalam menerapkan protokol kesehatan. Kader Dasa Wisma merupakan lingkup terkecil dari kelompok kader yang terlibat dalam penyebaran informasi kesehatan dan aktif dalam penanggulangan masalah kesehatan, dimana kelompok tersebut adalah lingkungan terdekat dalam pengasuhan keluarga di lingkup RT khususnya keluarga yang memiliki balita. Terdapat 26 balita di RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang bermain bersama tanpa memperhatikan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19.Tujuan: Tujuan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan peran kader Dasa Wisma serta perubahan perilaku pengasuhan keluarga yang memiliki balita RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang selama Masa Pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan virus corona.Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan metode 1) Pemberian pendidikan kesehatan tentang PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik, 2) Pendampingan Kader Dasa Wisma dalam aplikasi PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik di masyarakat, 3) Sosialisasi protokol kesehatan kepada pengasuhan keluarga yang memiliki balita dalam praktik PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik, 4) Evaluasi kemampuan dan pemahaman kader dan keluarga balita.Waktu Pelaksanaan: Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan September 2020 - April 2021.Hasil kegiatan: Seluruh rencana kegiatan terlaksana dengan baik. Terlatih 6 kader kesehatan RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang; pengetahuan dan keterampilan kader meningkat. Hasil edukasi dan pendampingan kader Dasa Wisma berhasil meningkat hingga 90% dalam melakukan pengasuhan keluarga balita dan mengaplikasikan perilaku hidup bersih sehat, menggunakan masker dan antiseptik dalam setiap kegiatan di lingkungan tersebut.Implikasi Keperawatan: Pemberdayaan dan Pengasuhan Keluarga balita dilibatkan dalam setiap kegiatan di lingkungan RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, supaya dapat secara aktif dilakukan monitoring evaluasi serta tetap berperan aktif menerapkan PHBS, Gerakan menggunakan masker dan penggunaan antiseptik.Kata Kunci: Pendampingan Kader Dasa Wisma, PHBS, Gemas, Antiseptik, Pengasuhan Keluarga Balita