Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THE EFFECT OF THE USE OF PRODUCTION FACTORS ON THE PRODUCTION OF CARROT FARMING IN SEMBALUN DISTRICT zulkarnaen Zulkarnaen; Rizal Ahmadi; Rini Winarti
Journal of Agri Rinjani: Social Agricultural Economics - Faculty of Agriculture, UGR Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jar.v4i1.219

Abstract

Efficient management of production factors is crucial to increase carrot production and farmers' income in Sembalun Sub-district. By effectively managing these factors, such as optimising land use, ensuring adequate seed availability, reducing pesticide use, and addressing labour shortages, farmers in Sembalun Sub-district can potentially increase carrot production and improve their overall income. This study aims to determine the effect of the use of production factors on carrot farming production in Sembalun District, East Lombok Regency. This research uses descriptive method by collecting data using survey techniques and direct interviews. Determination of the area by purvosive sampling by selecting three villages as the research area, consisting of Sembalun Bumbung, Sembalun Lawang, and Sembaluln Timba Gading. Respondents in this study were farmers who planted carrots on rice fields in the 2022-2023 growing season, namely 30 people who were determined by qouta sampling, while determining the number of respondents for each village was determined by proportional random sampling The results of multiple linear regression analysis obtained F count 30.199 and F table 2.759. At a real level of 0.05 (5%). This means that the results of the analysis obtained F count is greater than F table, where changes in the use of production factors as a whole have a real effect on production. The results of further tests using t-tests of land production factors obtained t-count (6.405), seeds (2.254) and labour (3.019)> from t table 1.71 which means that the production factors of land, seeds, fertilizers and labour have a real effect on production (Y).
Pelatihan Manajemen Administrasi Pembukuan Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian Desa Sukadana Rini Endang Prasetyowati; Dwi Haryati Ningsih; Rizal Ahmadi; Muhamad Sarlan; Muhammad Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 04 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.h75cvk19

Abstract

Dalam upaya mendukung penguatan ekonomi produktif di kalangan masyarakat, Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian hadir sebagai organisasi sosial yang secara khusus berfokus pada sektor peternakan. Salah satu bentuk usaha yang telah dikelola secara optimal oleh kelompok ini adalah dalam bidang produksi sapi. Pengabdian ini dirancang dengan tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan anggota KTT Berlian dalam mengelola aspek manajerial administrasi serta pembukuan kelompok, khususnya dalam pencatatan keuangan pada kegiatan penggemukan sapi. Pendekatan program ini dilaksanakan melalui metode pelatihan yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola administratif dan keuangan kelompok. Proses pelaksanaan kegiatan terbagi dalam beberapa tahap, dimulai dari (1) fase persiapan yang mencakup koordinasi pelaksanaan program selama kurun waktu tiga bulan melalui serangkaian survei, observasi lapangan, serta diskusi kelompok terfokus (FGD) yang melibatkan tim pelaksana, mahasiswa, dan anggota KTT Berlian. Pada fase ini, berbagai hal teknis yang berkaitan dengan pendampingan program dipersiapkan secara matang. Kemudian berlanjut pada (2) fase implementasi yang dilangsungkan berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pihak tim pengusul, mahasiswa, dan KTT Berlian. Tahap ini meliputi penyelenggaraan pelatihan manajemen administrasi dan keuangan. Selama pelaksanaan program, perkembangan kegiatan dipantau secara berkelanjutan dan disertai dengan sesi evaluasi serta diskusi mengenai efektivitas program. Evaluasi ini dilakukan dalam jangka waktu satu minggu. Berdasarkan hasil pelatihan yang telah dilaksanakan, ditemukan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman anggota KTT Berlian, khususnya dalam menyusun sistem administrasi kegiatan dan laporan keuangan kelompok. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan pelatihan dan pendampingan manajemen administratif dan keuangan mampu berkontribusi terhadap keberlanjutan serta efisiensi operasional kelompok. Nilai strategis dari kegiatan ini terletak pada penerapan model pelatihan yang berbasis pada prinsip pemberdayaan masyarakat, dengan pendekatan melalui kelompok sosial sebagai sarana penguatan sistem administrasi dan akuntabilitas keuangan organisasi
Analisis Kelayakan Usahatani Kubis (Brassica oleracea L.) di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur Gina Aryani; Rizal Ahmadi; Rini Endang
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anq5g422

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis biaya produksi, pendapatan, dan kelayakan usahatani kubis di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan biaya total, penerimaan, pendapatan, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi tercatat sebesar Rp12.299.904 per LLG, sedangkan nilai produksi sebesar Rp38.880.000 per LLG. Pendapatan bersih yang dilaporkan mencapai Rp22.692.996 per LLG atau Rp81.046.413 per ha, dengan nilai R/C ratio sebesar 1,84. Nilai R/C ratio yang lebih besar dari satu menunjukkan bahwa usahatani kubis secara ekonomi layak diusahakan. Temuan ini memberikan informasi praktis bagi petani dalam pengendalian biaya produksi dan bagi pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan usahatani kubis.