Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Archipelago

Self Declare Dalam Program Sehati, Dampaknya Terhadap Umk di Kepulauan Riau Kamaruzaman
Jurnal Archipelago Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i1.15

Abstract

Arah kebijakan pemerintah  melalui program SEHATI melalui skema self-declare  tersebut benar sudah menyelesaikan persoalan rendahnya jumlah UMK yang memiliki sertifikat halal khususnya di wilayah Kepulauan Riau. Tujuan penelitian yaitu untuk menjawab persoalan diatas, apakah program SEHATI sudah berjalan  efektif  dan  memiliki  dampak  positif  memberikan  kemudahan  bagi  para  pelaku  UMK  untuk mendapatkan sertifikat halal bagi usaha dan produk yang mereka hasilkan. Penelitian dengan pendekatan kualitatif mengumpulkan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menyusun hasil temuan dihimpun dalam bentuk transkrip dilakukan pengkodean. Keabsahan hasil dilakukan dengan triangulasi sumber dan analisis yang relevan secara mendalam sehingga dapat menarik kesimpulan yang tepat. Dari hasil kajian arah kebijakan pemerintah pada program sertifikat halal gratis (SEHATI) melalui skema self-declare bagi UMK telah memberikan dampak positif terhadap UMK di Kepulauan Riau dengan terbitnya sertifikat halal sebanyak lebih dari 600 SH selain itu pelaku usaha memiliki jaminan produk halal, jaminan rasa nyaman, mendatangkan keunikan penjualan, dapat menembus pasar global, melindungi dari persaingan  global dan sebagai indikasi sistem tata cipta dan pengadministrasian  produk usaha yang sudah baik.   Program SEHATI mampu membangun  ekosistem  halal di Kepulauan  Riau yang dapat menciptakan gaya hidup halal bagi warga masyarakatnya.
Analisis Faktor-Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal dalam Pemetaan Posisi Pengembangan Usaha Herbal Tradisional di Hinterland Kota Batam Kamaruzaman
Jurnal Archipelago Vol 2 No 02 (2023): Jurnal Archipelago
Publisher : Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69853/ja.v2i02.33

Abstract

Usaha herbal tradisional hinterland - Kota Batam sebagai penyedia produk kesehatan alternatif bagi masyarakat perlu menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal dalam pemetaan posisi usaha pada kondisi ideal untuk dirumuskan strategi pengembangannya. Tujuan penelitian yaitu menganalisis faktor-faktor lingkungan untuk pemetaan posisi usaha herbal tradisional di wilayah pulau - Kota Batam. Metode yang digunakan yaitu Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE) dan Internal-External (IE) Matrix. IFE dan EFE digunakan untuk menganalisis skor bobot faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal usaha sedangkan IE digunakan untuk memetakan posisi usaha melalui letak titik koordinat dari skor bobot IFE dan EFE berada pada salah satu dari 9 posisi kuadran. Hasil penelitian menunjukkan analisis faktor-faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada pemetaan posisi usaha herbal tradisional Geranting – Kota Batam yaitu citra dan reputasi usaha, lokasi, harga, pelanggan dan akun usaha (faktor kekuatan); Manajemen usaha belum baik, keterbatasan mesin-peralatan, rendahnya pengembangan produk, sarana prasarana terbatas, akses lokasi jauh (faktor kelemahan); Ketersediaan bahan baku pemasok, masyarakat cenderung herbal, ketersediaan mesin-peralatan, kemudahan regulasi, dan penyedia sarana-prasarana (faktor peluang); Kemunculan usaha sejenis, masyarakat cenderung tidak menyukai herbal tapi menyukai herbal terstandar, munculnya produk herbal sejenis, harga bahan berfluktuasi, tambahan biaya pihak penyedia penunjang operasi usaha (faktor tantangan). Hasil pemetaan menunjukkan bahwa usaha berada pada posisi kuadran I yaitu tumbuh dan berkembang dengan titik koordinat skor bobot IFE 3.25 dan EFE 3.10. Rekomendasi penelitian yaitu posisi usaha herbal tradisional Geranting-Batam dapat merumuskan strategi pengembangannya. Potensi pengembangan usaha herbal dapat menjadi indikator bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kepulauan Riau.