Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Integrasi Konsep Fitrah dan Merdeka Belajar dalam Pendidikan Agama Islam: Pendekatan Teoritis dan Praktis Ifah Khadijah; Hilman Mauludin
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i3.3370

Abstract

Konsep fitrah memainkan peran penting dalam pendidikan agama Islam, menggambarkan sifat dasar manusia yang perlu dijaga dan dikembangkan. Namun, dalam praktiknya, penerapan konsep ini sering tidak sepenuhnya sejalan dengan tujuan dasarnya. Kerangka Merdeka Belajar memberikan peluang untuk memperbaiki pendekatan ini, sehingga pendidikan agama Islam dapat lebih sesuai dengan prinsip fitrah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur. Sumber data meliputi buku, jurnal akademis, serta publikasi terkait lainnya. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara konsep fitrah dan pendekatan Merdeka Belajar dalam pendidikan agama Islam. Studi menunjukkan bahwa konsep Merdeka Belajar menawarkan kebebasan bagi siswa untuk mengaktualisasikan fitrah mereka. Hal ini memberikan peluang bagi pendidikan agama Islam untuk lebih menghargai potensi individual siswa, mengatasi pendekatan yang terbatas pada penyampaian materi, dan mengarahkan pendidikan ke arah pengembangan karakter dan nilai spiritual yang lebih mendalam. Integrasi antara konsep fitrah dan Merdeka Belajar menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dapat lebih efektif dalam mendukung pengembangan potensi siswa. Merdeka Belajar menjadi alat yang relevan untuk memperkuat pemahaman dan penerapan konsep fitrah dalam proses pendidikan.
NILAI ISLAM SEBAGAI PILAR TOLERANSI DALAM KEHIDUPAN MULTIKULTURAL Ardyanti, Yefi; Akhmad Roziqin; Hilman Mauludin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27022

Abstract

Indonesia, as a multicultural nation, faces significant challenges related to intolerance based on religious, ethnic, and political differences, particularly among younger generations. This study aims to critically analyze the role of Islamic Religious Education (IRE) in fostering the values of tolerance within the context of Indonesia’s pluralistic society. Employing a descriptive qualitative approach through literature review, the research examines academic sources, curriculum documents, and survey data related to youth intolerance. The findings reveal that although Islam, both theologically and historically, upholds strong principles of tolerance, its implementation in IRE remains predominantly cognitive and legalistic, lacking sufficient emphasis on affective and social dimensions. The absence of contextual and multicultural learning models hinders the internalization of core values such as tasamuh (tolerance), ‘adl (justice), and ukhuwah (brotherhood). Data from the Setara Institute (2023) indicate that approximately 30% of Indonesian youth are classified as intolerant or vulnerable to radical ideologies. Factors such as national identity understanding, digital religious literacy, and exposure to social media significantly influence attitudes toward tolerance. Therefore, IRE must be reoriented toward cultivating tolerant character through participatory methods, the integration of religious moderation values, and teacher role-modeling. Contextual, transformative, and socially responsive Islamic education can serve as a strategic instrument in shaping a religious generation that is inclusive, humanistic, and capable of living harmoniously in a plural society.
Integrating Empathetic and Normative Approaches in Hadith Interpretation: A Contextual Study of Prophetic Ethical Communication in Da'wah Mauludin, Hilman; Khadijah, Ifah
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol. 9 No. 2 (2025): Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/diroyah.v9i2.48182

Abstract

This article explores an integrative methodological approach to hadith interpretation by combining normative and empathetic perspectives in the context of prophetic communication. Using a qualitative-explorative design and thematic-contextual analysis, this study examines selected hadiths that reflect both legal norms and compassionate responses from the Prophet Muhammad (PBUH) during da'wah encounters. Key examples include the hadiths of the Bedouin urinating in the mosque, the young man seeking permission to commit fornication, and the female adulterer requesting punishment. These cases demonstrate how the Prophet upheld Islamic law while also applying emotional intelligence and situational awareness. The findings suggest that empathy does not negate legal norms but enhances the effectiveness of da'wah through moral education and audience-sensitive communication. This integrative approach aligns with the ethical foundations of maqāṣid al-sharī‘ah and the prophetic value of raḥmah. In contemporary plural societies, such an approach provides a more effective and humane strategy for Islamic propagation. The study calls for Islamic scholars, preachers, and educators to adopt ethical-contextual hadith interpretation in both academic and da'wah settings
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH USTAZ MARZUKI IMRON (USTAZ NARUTO) DI YOUTUBE Zaini, Akmal Muhamad; Mauludin, Hilman
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2499

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui komunikasi interpersonal Ustaz Marzuki Imron (Ustaz Naruto) dalam berdakwah, strategi dakwah di Youtube sebagai media dakwah bagi Ustaz Marzuki Imron. Serta tanggapan penonton video dakwah Ustaz Marzuki Imron yang beredar di platform Youtube. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Pertama, Penerapan komunikasi interpersonal ustaz Marzuki Imron (ustaz Naruto) dalam berdakwah yaitu dengan menggunakan media Youtube dan kostum seperti Naruto agar mudah dikenali oleh pendengarnya secara karakteristik maupun kepribadian ustaz Naruto.Kedua, Peranan Youtube sebagai media dakwah ustaz Naruto menjadi salah satu faktor berkembangnya penilaian pendengar dakwah khususnya pendengar ustaz Naruto dalam mengakses video dakwah beliau, dan media Youtube menjadi sarana dalam mengenalkan dan menyebar luaskan dakwah ustaz Naruto. Ketiga, Tanggapan penonton video dakwah Ustaz Marzuki Imron yang beredar di platform Youtube menunjukkan banyak respon yang positif. Respon-respon tersebut menunjukkan bahwa berdakwah dengan menggunakan pendekatan karakter fiksi dalam serial animasi Naruto dapat berjalan dengan baik.Kata Kunci: Strategi Komuniasi, Dakwah, YouTube
Integrasi Konsep Fitrah dan Merdeka Belajar dalam Pendidikan Agama Islam: Pendekatan Teoritis dan Praktis Ifah Khadijah; Hilman Mauludin
An-nida: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/an-nida.v12i3.3370

Abstract

Konsep fitrah memainkan peran penting dalam pendidikan agama Islam, menggambarkan sifat dasar manusia yang perlu dijaga dan dikembangkan. Namun, dalam praktiknya, penerapan konsep ini sering tidak sepenuhnya sejalan dengan tujuan dasarnya. Kerangka Merdeka Belajar memberikan peluang untuk memperbaiki pendekatan ini, sehingga pendidikan agama Islam dapat lebih sesuai dengan prinsip fitrah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur. Sumber data meliputi buku, jurnal akademis, serta publikasi terkait lainnya. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi keterkaitan antara konsep fitrah dan pendekatan Merdeka Belajar dalam pendidikan agama Islam. Studi menunjukkan bahwa konsep Merdeka Belajar menawarkan kebebasan bagi siswa untuk mengaktualisasikan fitrah mereka. Hal ini memberikan peluang bagi pendidikan agama Islam untuk lebih menghargai potensi individual siswa, mengatasi pendekatan yang terbatas pada penyampaian materi, dan mengarahkan pendidikan ke arah pengembangan karakter dan nilai spiritual yang lebih mendalam. Integrasi antara konsep fitrah dan Merdeka Belajar menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam dapat lebih efektif dalam mendukung pengembangan potensi siswa. Merdeka Belajar menjadi alat yang relevan untuk memperkuat pemahaman dan penerapan konsep fitrah dalam proses pendidikan.
STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH USTAZ MARZUKI IMRON (USTAZ NARUTO) DI YOUTUBE Zaini, Akmal Muhamad; Mauludin, Hilman
LANTERA: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Nusantara, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/lantera.v1i1.2499

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui komunikasi interpersonal Ustaz Marzuki Imron (Ustaz Naruto) dalam berdakwah, strategi dakwah di Youtube sebagai media dakwah bagi Ustaz Marzuki Imron. Serta tanggapan penonton video dakwah Ustaz Marzuki Imron yang beredar di platform Youtube. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Pertama, Penerapan komunikasi interpersonal ustaz Marzuki Imron (ustaz Naruto) dalam berdakwah yaitu dengan menggunakan media Youtube dan kostum seperti Naruto agar mudah dikenali oleh pendengarnya secara karakteristik maupun kepribadian ustaz Naruto.Kedua, Peranan Youtube sebagai media dakwah ustaz Naruto menjadi salah satu faktor berkembangnya penilaian pendengar dakwah khususnya pendengar ustaz Naruto dalam mengakses video dakwah beliau, dan media Youtube menjadi sarana dalam mengenalkan dan menyebar luaskan dakwah ustaz Naruto. Ketiga, Tanggapan penonton video dakwah Ustaz Marzuki Imron yang beredar di platform Youtube menunjukkan banyak respon yang positif. Respon-respon tersebut menunjukkan bahwa berdakwah dengan menggunakan pendekatan karakter fiksi dalam serial animasi Naruto dapat berjalan dengan baik.Kata Kunci: Strategi Komuniasi, Dakwah, YouTube
Disrupsi Pandemi Covid-19 terhadap Sistem Pendidikan di Indonesia: Tantangan, Adaptasi, dan Implikasi Jangka Panjang Ashri Hidayati; Aziz Maulana Iskandar; Hilman Mauludin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1625

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan disrupsi besar terhadap sistem pendidikan global, termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan, strategi adaptasi, dan implikasi jangka panjang dari pergeseran pembelajaran tatap muka ke daring selama pandemi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber sekunder, seperti artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan riset antara tahun 2020 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital, ketidaksiapan tenaga pendidik, serta dampak psikososial terhadap siswa. Strategi adaptasi yang dikembangkan oleh pendidik dan siswa mencakup penggunaan Learning Management System (LMS), penerapan model blended learning, dan penguatan dukungan emosional, terutama melalui peran orang tua. Implikasi jangka panjang dari disrupsi ini antara lain meningkatnya kesenjangan pendidikan, tantangan dalam pembentukan karakter, serta perlunya sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap krisis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya perumusan kebijakan pendidikan yang menekankan pada keberlanjutan pembelajaran digital, penguatan kapasitas guru, dan integrasi pendekatan sosial-emosional dalam kurikulum. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dalam merancang sistem pendidikan Indonesia yang lebih resilien di masa depan.
IMPLEMENTASI INTEGRASI SOSIAL DAN BUDAYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA PLUS PARIWISATA Agus Hermawan; Hilman Mauludin; Akhmad Rojikin; Aceng Nurulhuda
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 14 No 1 (2026): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v14i1.6732

Abstract

The integration of social and cultural values with Islamic teachings will strengthen the educational process in producing a generation that is not only knowledgeable but also socially aware and culturally adaptable. Islamic education must function as a means of social transformation and strengthening cultural identity based on Islamic values.The purpose of this research is to find out the application of social integration in Islamic religious education, the object of research in this study is SMA Plus Tourism Bandung, the emphasis of this research is qualitative descriptive. The data collection technique is by observation, documentation and interviews, while the data analysis is through reduction, data presentation and conclusion drawn. The data collection technique is using interviews, observations, and documentation. The results of the study show that the application of PAI learning integration with socio-culture at SMA Plus Tourism Bandung is the first of the Integration of PAI Materials with social and cultivated activities through the preparation of syllabus, lesson plans, KD, and indicators that contain local social and cultural values such as mutual cooperation, good manners, and tolerance. The second part of the Learning Strategy covers various social and cultural activities such as social service, PHBI, flash Islamic boarding schools, the use of traditional clothing, and Islamic art practices. This approach fosters social awareness, strengthens the Islamic ukhuwah, and unites Islamic teachings with local traditions. The implementation problems include: Lack of teacher competence, especially in mastery of technology and cultural approaches, second, Lack of synergy and communication between PAI teachers, third, Low interest in learning some students in PAI subjects, fourth, limitations in supervision and evaluation of integrative activities.