Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Analisis Penataan Ulang (Benchmarking) Organisasi Komando Utama (Kotama) TNI AU A. DIRWAN
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 5, No 1 (2013): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v5i1.556

Abstract

AbstractOrganization  is  a  structured  connection  frame  which contains privileges, responsibilities, and roles of work to do specific function. Organization theory is not only sees the achievement and attitude of the member, but also the organization ability as a whole to adapt and achieve the purposes. The Air Power organization which has the control of the air function, air strike, and air support, each need Unity of Command as its function. Besides, the Unity of Command concept at the air battle, the power cannot be divided, but must under Unified Commander to achieve the purpose. The Air Force of Operations Command, right now is an organization which the power usability is under command of Commander-in-Chief of TNI and to prepare is under Chief of Staff of Air Force. The roling function of Operations Command is based on Air Power doctrines, which still has the privileges duplication, and will break the flow of  the operation. This paper will analyze those problems and give the alternative solution as suggestion to formulate the organization, especially divides to two Operations Commands, one has the Air Strike function, and another has Air Support function.                                                                                                          Key Word :    The   Organization   of   Operations  Command (Koops),Benchmarking,   Air Power,  Control of  the  Air, Air Strike, Air Support, Unity    of    Command,    National    of     Air    Defence    Command (Kohanudnas)  and   Air Force Operations Command (Koopsau).
PARTISIPASI DAN KESIAPAN LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI MEMASUKI ERA MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (MEA) (Gagasan Rektor) A. Dirwan
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 8, No 1 (2016): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v8i1.501

Abstract

ABSTRACTAlong with the reality in the era of globalization, education has been entered on one ofthe international commodities, based on several studies that Indonesia will faceincreasing challenges in the global competition. Globalization of education are difficultto avoid, so that higher education institutions in various parts of the world, includingIndonesia, supposedly able to adjust themselves to become involved in the process.Although it can be said education globalization as an inevitability, stakeholders need tobe prepared, so that education is not only the effects of globalization talkative followglobal dynamics.
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI SEBAGAI BAGIAN DARI PERWUJUDAN KETAHANAN NASIONAL A. DIRWAN
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 4, No 1 (2012): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v4i1.576

Abstract

AbstrakSistem Nasional Indonesia, secara terus-menerus menerima dampaklingkungan, sehingga diperlukan pengayaan sepanjang waktu, yang menyebabkansistem tersebut bersifat dinamis. Tingkat sistem kehidupan nasional dalam kurunwaktu tertentu, adalah kemampuan bangsa (power) yang diistilahkan denganketahanan nasional. Kemampuan nasional sebagai ketahanan nasional,merupakan integrasi segenap aspek kehidupan nasional yang tertuang dalam aspekIpoleksosbud Hankam.Pasang surut perjalanan kehidupan bangsa Indonesia dapat dilihat darimenurunnya ketahanan pangan dan energi, akibat tidak terpolanya pengelolaansumber daya yang tersedia. Dalam perkembangan akhir-akhir ini, Indonesia yangmerupakan Negara agraris sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagiseluruh penduduk Indonesia dari Sabang hingga Merauke, terlihat dari kebijakanpemerintah untuk melakukan impor beras.Di sisi lain dalam ketahanan energi, Indonesia telah menjadi sebagai salahsatu negara peng-impor bahan bakar minyak. Harga minyak dunia yang meroket,memaksa pemerintah untuk mengambil kebijakan subsidi dalam menjagakesetabilan ekonomi. Namun kebijakan ini menyebabkan anggaran pemerintahmembengkak. Eksploitasi sumber daya alam lainnya hampir tidak terkendali dantelah merusak lingkungan, tanpa ada upaya rehabilitasi pasca tambang. Untuk itudiperlukan kebijakan terpadu dan pengawasan sosial terhadap kinerja pemerintahdalam melaksanakan pembangunan nasional, baik di tingkat pusat maupun daerah.
PERGURUAN TINGGI YANG BERKUALITAS MERUPAKAN BAGIAN DARI KONSEP KEMANDIRIAN A. DIRWAN
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 4, No 2 (2012): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jmm.v4i2.583

Abstract

AbstraksKonsep kemandirian merupakan topik yang sering didiskusikan antara PTS dan Yayasantempat bernaung PTS yang bersangkutan. Dalam kenyataan mandiri tidak dapat diwujudkantanpa di awali oleh konsep berkualitas, bahkan sebaliknya kualitas dapat diwujudkan dengandukungan semua pihak (belum mandiri). Oleh karena itu PTS tidak punya pilihan, selainmeningkatkan kualitas agar mendapat legalitas dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.Menurut UU RI No.2 tahun 2012 Perguruan Tinggi berkualitas yang menghasilkan lulusan yangmampu secara aktif mengembangkan potensinya dan menghasilkan Iptek yang berguna bagimasyarakat, bangsa dan negara. Salah satu upaya untuk mendapatkan PTS berkualitas adalahmeningkatkan sinergisitas, dengan mengedepankan integritas dan komitmen seluruh komponenterkait. PTS yang berkualitas akan selalu eksis dan mendapat tempat dihati masyarakat.Kata Kunci : Kemandirian, Berkualitas, Sinergisitas, Integritas dan Komitmen.