Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pijat Bayi untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Selvia; Ari Andayani; Anggita Fajariyani; Andri Yani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infancy is a golden period for the growth and development of children so it needs special attention. One of the factors that affect the growth and development of babies is sleep and rest. Sleep needs are not only seen in terms of quantity but also quality. With good quality sleep, the baby's growth and development can be achieved optimally. Sleep is one of the baby's adaptation benefits to the environment. but other problems experienced are problems for babies who find it very difficult to sleep at night and if not treated seriously there are behavioral disorders, growth and development and brain disorders. Given the importance of sleep time for the development of the baby, the need for sleep must be completely met so that it does not adversely affect its development. One way that can be done to meet these needs is baby massage. Babies who are massaged will be able to sleep soundly, while when they wake up their concentration power will be fuller. Methodology: The method used with baby massage is baby massage discussion and baby massage demo Result: Babies are given massage to improve their sleep quality. Discussion: identifying potential and clinical problems in infants with poor sleep quality, analyzing problems, looking for alternative solutions to problems and preparing work plans in dealing with cases of poor sleep quality. If the baby's sleep quality is lacking, baby massage can be given. AbstrakMasa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Kebutuhan tidur tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas saja namun juga kualitasnya. Dengan kualitas tidur yang baik, pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat dicapai secara optimal. Tidur adalah salah satu bentuk adaptasi bayi terhadap lingkungannya. Tetapi masalah yang dialami lainnya adalah permasalahan bagi bayi yang sulit sekali untuk tidur dimalam hari dan jika tidak ditangani dengan serius ada gangguan perilaku, tumbuh kembang serta gangguan otak. Mengingat akan pentingnya waktu tidur bagi perkembangan bayi, maka kebutuhan tidurnya harus benar-benar terpenuhi agar tidak berpengaruh buruk terhadap perkembangannya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan pijat bayi. Bayi yang dipijat akan dapat tidur dengan lelap, sedangkan pada waktu bangun, daya konsentrasinya akan lebih penuh. Metode yang digunakan dengan pemijatan pijat bayi adalah diskusi dan demonstrasi pijat bayi. Hasil :Bayi diberikan pijat untuk meningkatkan kualitas tidur. Mengindentifikasi potensi dan permasalahan klinis pada bayi yang kualitas tidurnya kurang, menganalisa masalah, mencari alternatif pemecahan masalah dan penyusunan rencana kerja dalam menangani kasus kualitas tidur bayi kurang. Kualitas tidur bayi kurang dapat diberikan pijat bayi.
Implementasi Terapi Komplementer pada Praktik Komunitas di Desa Karangudi Kecamatan Ngrampal Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah Fitri Zulaikhah; Ari Andayani; Indri Aprilia; Susi Asmarah; Rahmawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A family assessment was carried out on October 30 – November 06 , 2022 in Karangudi Village , Ngrampal District, Semarang Regency, Central Java Province. When the study was carried out there were problems in pregnant women. Pregnant women with complaints of nausea and vomiting, as well as a lack of knowledge of mothers about how to deal with nausea and vomiting with non-pharmacology, so it is necessary to carry out complementary care with acupressure to reduce nausea and vomiting. In the family study, it was found that 5 were at risk and only one postpartum mother complained of a lack of aches and did not know how to deal with it, so complementary care was needed with postpartum massage to reduce aches. The data obtained in the family study included 2 prospective brides. The assessment carried out by the bride and groom did not know about full-blooded faces and the function of full-blooded faces to improve blood circulation so that before the wedding the bride and groom became more relaxed. In the family assessment there were 12 toddlers. In toddlers it was found that toddler mothers did not know how to stimulate the growth and development of their toddlers so that they remained optimal, mothers did not know about healthy toddler massage and the function of healthy toddler massage to stimulate toddler growth and development. The purpose of this activity is that students are able to carry out community midwifery services by implementing complementary care in Karangudi Village, Ngrampal District, Sragen Regency, Central Java. The results of this activity have been implemented in the Karangudi Ngrampal Village community, Sragen, Central Java, according to the problem, namely carrying out complementary acupressure care to overcome nausea and vomiting in pregnant women targeting pregnant women, face acupressure therapy for prospective brides, stimulating massage for healthy babys, and massage postpartum mother. This activity was carried out on November 17, 2022 at 10:00 WIB. Evaluation of this activity found that the respondent's knowledge increased and reduced the problems felt by each target after complementary therapy was carried out. Abstrak Telah dilakukan pengkajian keluarga pada tanggal 30 Oktober - 06 November tahun 2022 di Desa Karangudi, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Saat dilakukan pengkajian terdapat beberapa masalah pada ibu hamil.Ibu hamil dengan keluhan mual muntah, serta kurangnya pengetahuan ibu tentang cara mengatasi mual muntah dengan terapi non farmakologi sehingga perlu dilakukan asuhan komplementer dengan akupresure untuk mengurangi mual muntah. Dalam pengkajian keluarga ditemukan 5 yang beresiko dan hanya satu ibu nifas dengan keluhan kurangnya pegal-pegal dan tidak mengetahui cara untuk mengatasinya, sehingga perlu dilakukan asuhan komplemeter dengan pijat nifas untuk mengurangi keluhan pegal-pegal. Data yang diperoleh dalam pengkajian keluarga terdapat 2 calon Pengantin (pranikah), pengkajian yang dilakukan calon pengantin tidak mengetahui tentang totok wajah dan fungsi dari totok wajah untuk melancarkan peredaran darah sehingga menjelang pernikahan calon pengantin menjadi lebih rileks. Dalam pengkajian keluarga terdapat 12 balita. Pada balita ditemukan bahwa ibu balita tidak mengetahui bagaimana cara menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan balita nya supaya tetap optimal, Ibu belum mengetahui tentang pijat balita sehat dan fungsi dari pijat balita sehat untuk mentimulasi pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah mahasiswa mampu melaksanakan pelayanan kebidanan komunitas dengan menerapkan asuhan komplementer di Desa Karangudi Kecamatan Ngrampal kabupaten Sragen Jawa Tengah. Hasil kegiatan ini telah dilakukan implementasi pada masyarakat wilayah Desa Karangudi, Kec. Ngrampal, Kab. Sragen, Provinsi Jawa Tengah sesuai dengan masalah adalah melakukan asuhan komplementer akupresur untuk atasi mual muntah pada ibu hamil dengan sasaran ibu hamil, terapi totok wajah pada calon pengantin, pijat stimulasi pada byai sehat, dan massage ibu nifas. Kegiatan tersebut di laksanakan pada tangga 17 November 2022 pukul 10:00 WIB. Evaluasi pada kegiatan ini diperoleh bahwa pengetahuan responden meningkat serta mengurangi masalah-masalah yang dirasakan sertiap sasaran setelah dilakukan terapi komplementer.
Pengaruh Body Massage Terhadap Skor Stres pada Ibu Postpartum Lestari Sukma Abdiyanti; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum is a period after giving birth where a mother experiences both physical and psychological changes. These changes will have an impact on the mental health of the mother during the postpartum period. The results of a preliminary study at the TPMB Titin Sugiarti foundthat 7 of 8 mothers experiencing postpartum psychological disorder include anxietyand worry about not being able to take care of their baby properly, difficulty sleeping, severe fatigue while taking care of the baby, lack of time for yourself anddue to perineal scars. Non-pharmacologic efforts to help reduce anxiety and stress in postpartum mothers as an alternative option in providing interventions, namely body massage. The purpose of this study was to determine the effect of body massage on stress scores in postpartum mothers at TPMB Titin Sugiarti. This research is an experimental study with quantitative nature, using a quasi-experimental research design with pre and posttest without control with the number of respondents 20 postpartum mothers taken by consecutive sampling technique. The research instrument used a Perceive Stress Scale (PSS) questionnaire. Bivariate test using paired t test. The results showed that the average stress score before body massage was 17.00 and the average stress score after body massage was 13.20. The differencein the average stress score is 3,800 with a p value of < 0.05. Based on the bivariate test using a paired t test, p value = 0.000, it canbe concluded that Ha is accepted and Ho rejected, which means that there is an effect of body massage on stress scores in postpartum mothers at TPMB Titin Sugiarti. AbstrakPostpartum merupakan masa setelah melahirkan dimana seorang ibu mengalami perubahan baik fisik maupun psikologis. Perubahan-perubahan yang terjadi ini akan berdampak pada Kesehatan jiwa ibu pada masa nifas. Hasil studi pendahuluan di TPMB Titin Sugiarti didapatkan 7 dari 8 ibu mengalami gangguan psikologi postpartum dantaranya rasa cemas dan khawatir tidak dapat merawat bayinya dengan baik, kesulitan tidur, keletihan yangberat saat mengurus bayi, kurangnya waktu untuk diri sendiri dan rasa takut akibatbekas jahitan perineum. Upaya non pharmakologik untuk membantu menurunkan rasa cemas dan stres pada ibu postpartum sebagai pilihan alternatif dalam memberikan intervensi yaitu body massage. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh body massage terhadap skor stres pada ibu postpartum di TPMB Titin Sugiarti. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bersifat kuantitatif, menggunakan quasi experiment dengan desain penelitian pre and posttest without control dengan jumlah responden 20 ibu postpartum yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner Perceive Stress Scale (PSS). Uji bivariat menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor stres sebelum body massage adalah 17,00 dan rerata skor stres sesudah body massage adalah 13,20. Selisih rerata skor stres sebesar 3,800 dengan nilai p < 0.05.Berdasarkan uji bivariate menggunakan paired t test diperoleh nilai p=0,000 maka dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh body massage terhadap skor stres pada ibu postpartum di TPMBTitin Sugiarti.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. D Umur 27 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Karanganyar Sucilasmi; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of public health status where addressing the reduction of maternal mortality and infant mortality rates is done by ensuring that every mother and baby receives quality comprehensive midwifery care, such as maternal health services with integrated ANC, delivery assistance by trained health workers in health care facilities, postpartum care for mothers and babies, special care and referrals in case of complications, and family planning services including postpartum family planning. The purpose of this study is to be able to provide Continuity Of Care (CoC) Midwifery Care to Mrs. D aged 27 years at the Karanganyar Community Health Center. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in August-September 2025. From the results of the provision of pregnancy care found problems that mothers often urinate and back pain, the care provided is to provide pregnant women massage from the back and extremities to reduce complaints of back pain during TM III, inform mothers of TM III discomfort such as frequent urination, and back pain. During the mother's delivery process at the Karanganyar Health Center, Pekalongan Regency, delivery assistance was carried out through normal vaginal delivery and the baby was born spontaneously. On the third day postpartum, Mrs. D complained that her breast milk was not yet smooth, the mother was able to carry out her role as a mother well. The mother was given oxytocin massage care to facilitate breast milk, given counseling about various methods of contraception including advantages, disadvantages, side effects and effectiveness. In newborn care, everything was found to be within normal limits, By Mrs. D was given HB0 immunization, vitamin K, eye ointment and SHK. While in family planning care Mrs. D used a 3-month injection contraceptive. It is hoped that health workers can provide comprehensive midwifery care with correct procedures and according to client needs, as well as apply complementary care as non-pharmacological therapy in midwifery care.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat dimana menangani penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu dan bayi mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil dengan ANC terpadu, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana termasuk KB pasca persalinan. Tujuan penelitian ini mampu memberikan Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (CoC) Pada Ny. D umur 27 Tahun di Puskesmas Karanganyar. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu sering BAK dan nyeri punggung, asuhan yang diberikan adalah memberikan massage ibu hamil dari bagian punggung dan ekstremitas untuk mengurangi keluhan nyeri punggung selama TM III, memberitau ibu ketidaknyamanan TM III seperti sering BAK, dan sakit punggung. Pada proses persalinan ibu di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan, dilakukan pertolongan persalinan secara persalinan normal pervaginam bayi lahir spontan. Pada hari ketiga post partum, Ny. D mengeluh ibu ASI nya belum lancar, ibu sudah dapat menjalankan dengan baik perannya sebagai ibu. Ibu diberikan asuhan massage oksitosin untuk memperlancar ASI, diberikan konseling tentang macam-macam metode alat kontrasepsi meliputi kelebihan, kekurangan, efek samping dan efektivitasnya. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, By Ny D diberikan imunisasi HB0, vitamin K, salep mata dan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. D menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan dapat melakukan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan kebutuhan klien, serta menerapkan asuhan komplementer sebagai terapi nonfarmakologi dalam asuhan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) pada Ny. A Umur 25 Tahun di Puskesmas Jumo Temanggung Artati Dianasari; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) in Temanggung Regency increased in 2021 compared to 2020. In 2020, it was 95.83 per 100,000 live births (10 cases), and in 2021, it was 174.38 per 100,000 live births (17 cases). The leading cause of maternal death during childbirth was heart disease, followed by preeclampsia, the second leading cause. Other causes of maternal mortality in 2021 were mostly due to heart disease, pre-eclampsia/eclampsia, bleeding, infection, anemia, and Covid-19. The Infant Mortality Rate (IMR) in Temanggung Regency in 2022 increased from 2021. In 2021, the IMR was 12.72 and in 2022 it was 13.23 per 1,000 births (123 cases), with the main causes being asphyxia, low birth weight (LBW), and congenital abnormalities. This requires more attention from the Health Office and the Temanggung Regency Government in an effort to reduce the IMR (Temanggung Health Office, 2023). The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The single unit in question can contain 1 person, a group of residents affected by a problem. Monitoring of pregnant women was carried out by researchers twice in the second trimester and twice in the third trimester. The monitoring results obtained were complaints in the second trimester in the form of nausea when brushing teeth and the third trimester in the form of back pain which is physiological. Normal delivery at the Jumo Health Center on October 2, 2025 at 06.50 WIB, male gender. The researcher carried out KF 1 to KF 4 care well without any problems. The mother used an IUD and no problems were found. Care for Mrs. A at the Jumo Health Center has been provided comprehensively and there is no gap between theory and case.   Abstrak AKI di Kabupaten Temanggung pada tahun 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2020. Tahun 2020 sebanyak 95,83 per 100.000 KH (10 kasus) dan tahun 2021 menjadi  174,38 per 100.000 KH (17 kasus). Penyebab kematian tertinggi terjadi pada saat ibu bersalin disebabkan karena penyakit jantung dan diikuti penyebab tertinggi kedua yaitu preeklamsia. Adapun penyebab kematian ibu lainnya yaitu pada tahun 2021 paling banyak AKI dikarenakan penyakit jantung, pre-eklampsi/eklampsi, perdarahan, infeksi, anemia, dan Covid-19..Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Temanggung Tahun 2022 megalami peningkatan dari tahun 2021. Tahun 2021 Angka Kematian Bayi  sebesar 12,72 dan tahun 2022 sebesar 13,23  per 1.000 KH (123 kasus), dengan penyebab utamanya adalah asfiksia, BBLR dan juga kelainan kongenital. Hal ini membutuhkan perhatian lebih dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Temanggung dalam upaya penurunan Angka Kematian Bayi (Dinas Kesehatan Temanggung, 2023). Metode dalam penelitian ini diskriptif  yang berupa studi penelaahan kasus  (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal yang dimaksud dapat berisi 1 orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah. Pemantauan ibu hamil dilakukan peneliti sebanyak 2x di trimester II dan 2x di trimester  III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester II berupa mual saat gosok gigi dantrimester III berupa nyeri punggung yang merupakan  hal fisiologis. Persalinan secara normal di Puskesmas Jumo pada tanggal 2 Oktober 2025 pukul 06.50 WIB, jenis kelamin laki-laki. Asuhan KF 1 sampai  KF 4 Peneliti laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB IUD dan tidak ditemukan masalah. Asuhan pada Ny. A di Puskesmas Jumo  telah diberikan secara komprehensif  dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (Coc) pada Ny. I Usia 29 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang Hanik Ekowati; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain major public health problems in Indonesia. Based on data from the Semarang Regency Health Office in 2023, the maternal mortality rate reached  58.20 per 100,000 live births, with the main causes being hemorrhage and preeclampsia. One of the efforts to reduce MMR and IMR is through the implementation of continuous midwifery care, known as Continuity of Care (CoC). This case study aims to describe the implementation of continuous midwifery care for Mrs. I, a 29-year-old woman with an obstetric history of G2P1A0, conducted in the working area of Ungaran Health Center, Semarang Regency. Comprehensive midwifery care was provided from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum period, to family planning services. The methods used in this case study included interviews, physical examinations, observations, and documentation review. The results showed that the pregnancy progressed physiologically, labor occurred normally through spontaneous vaginal delivery, the newborn was born with a birth weight of 3,900 grams and a body length of 48 cm, the postpartum period proceeded without complications, and the infant remained in good health. At the end of the postpartum period, the mother chose implant contraception as a family planning method. The implementation of continuous midwifery care through the Continuity of Care approach plays an important role in maintaining maternal and infant health and contributes to the prevention of complications as well as efforts to reduce maternal and infant mortality rates   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan utama kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2023, tercatat jumlah kematian ibu sebesar 58,20 per 100.000 kelahiran hidup (KH) yang disebabkan terutama oleh perdarahan dan preeklamsia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui pelayanan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (CoC). Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. I, usia 29 tahun, G2P1A0, yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ungaran, Kabupaten Semarang. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan berlangsung fisiologis, persalinan berlangsung normal secara spontan, bayi lahir dengan berat badan 3.900 gram dan panjang badan 48 cm, kondisi nifas berjalan normal tanpa komplikasi, serta bayi dalam kondisi sehat. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menggunakan metode kontrasepsi KB implan. Pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan melalui pendekatan Continuity of Care terbukti penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh serta berkontribusi dalam upaya pencegahan komplikasi dan penurunan AKI dan AKB.
Teknik Akupresure untuk Mengurangi Dismenore pada Remaja Putri di Kelurahan Sesumpu Septabela Mahardika; Poulina Lallo; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is discomfort in the form of pain during menstruation. According to the World Health Organization (WHO) in 2021, the incidence of menstrual pain worldwide is very high, with an average of more than 62% of women in every country experiencing menstrual pain. In the United States, the percentage is around 60% and Sweden around 72%. In Indonesia, an estimated 55% of women of reproductive age experience pain during menstruation. The incidence of menstrual pain ranges from 45-95% among women of reproductive age. Although generally harmless, it is very disturbing for those who experience it. Adolescents aged 10-19 often experience lower abdominal pain, bloating, dizziness/headaches, diarrhea, constipation, and digestive disorders. Furthermore, symptoms of headache, irritability, and back pain are quite common among women with primary dysmenorrhea. The purpose of this activity is to provide counseling on complementary acupressure therapy to adolescent girls in Sesumpu Village to address dysmenorrhea. Counseling and demonstrations are conducted so that young women can understand and practice acupressure techniques when experiencing dysmenorrhea independently at home. They can also demonstrate the acupressure method, thereby reducing dysmenorrhea in adolescents. The community service will be implemented in three stages: The first stage involves selecting a group of young women in Sesumpu Village who are willing to be taught acupressure for dysmenorrhea. The second stage involves conducting a pre-test using a questionnaire to measure the young women's knowledge about dysmenorrhea and how to manage it. This will then involve counseling and training on acupressure for dysmenorrhea management. The third stage involves conducting a post-test using a questionnaire and evaluating the acupressure techniques taught to each young woman through direct practice. The post-test results showed that 13 adolescents (100%) had good knowledge after the counseling and demonstration regarding acupressure for menstrual pain. After the counseling, there was a change in the lowest score to 90 and the highest to 100, while the average score achieved was 97.69. These results indicate an increase in adolescent knowledge regarding acupressure techniques to reduce dysmenorrhea. The recommendation from this community service is to utilize adolescent integrated health posts (Posyandu) to provide counseling on how to reduce menstrual pain non-pharmacologically and to carry out health promotion activities and health counseling regularly to adolescents.   Abstrak Dismenore merupakan ketidaknyamanan berupa rasa nyeri pada saat terjadi menstruasi. Menurut WHO (World Health Organization) tahun 2021 menyatakan bahwa angka kejadian nyeri menstruasi di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 62% perempuan disetiap negara mengalami nyeri menstruasi, dimana di Amerika angka presentasenya sekitar 60% dan Swedia sekitar 72% sementara di Indonesia angka kejadian diperkirakan 55% perempuan usia produktif yang tersiksa oleh nyeri selama menstruasi, angka kejadian nyeri menstruasi berkisar 45-95% dikalangan wanita usia produktif walaupun umumnya tidak berbahaya namun sangat mengganggu bagi wanita yang mengalaminya. Remaja pada usia 10-19 tahun sering mengalami keluhan nyeri pada abdomen bagian bawah, kembung, pusing/ sakit kepala, diare, konstipasi dan gangguan pencernaan.  Selain itu juga gejala nyeri kepala, iritabilitas dan nyeri punggung bagian belakang cukup sering dikeluhkan oleh wanita dengan dismenorea primer. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan penyuluhan terapi komplementer akupresure pada Remaja putri di Kelurahan Sesumpu untuk mengatasi Dismenore. Jumlah peserta penyuluhan sebanyak 13 orang. Penyuluhan dan demonstrasi dilakukan  agar remaja putri dapat memahami dan mampu mempraktekkan serta menerapkan Tehnik Akupreasure saat mengalami dismenore secara mandiri di rumah masing- masing dan dapat mendemonstrasikan ulang teknik metode akupresure, sehingga dismenore pada remaja bisa berkurang. Pengabdian masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama Pemilihan kelompok remaja putri di Kelurahan Sesumpu yang bersedia diajarkan tentang akupresur dismenore, yang diikuti oleh 13 orang remaja putri Tahap Kedua Melakukan pretest dengan kuesioner untuk mengukur pengetahuan remaja putri mengenai dismenore dan cara menangani nya, selanjutnya melakukan penyuluhan dan pelatihan akupresure untuk menangani dismenore. Setelah dilakukan pretest dengan kuesioner didapatkan hasil pengetahuan remaja nilai terendah 30 dan nilai tertinggi 70, sementara nilai rata-ratanya adalah 47,69. Hasil ini menunjukkan bahwa masih kurangnya pengetahuan remaja tentang teknik akupresur untuk mengurangi dismenore.  Tahap ke Tiga Post test dengan kuesioner dan mengevaluasi dengan praktek langsung kepada masing-masing remaja mengenai teknik akupresue yang sudah diajarkan kepada remaja putri.  Dari hasil post test didapatkan bahwa pengetahuan remaja setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi mengenai akupresur nyeri haid memiliki pengetahuan baik sebanyak 13 orang (100%). Setelah dilakukan penyuluhan ada perubahan nilai terendah menjadi 90 dan tertingginya menjadi 100 sedangkan nilai rata-rata yang diraih yaitu 97,69, dari hasil ini menunjukan bahwa adanya peningkatan pada pengetahuan remaja mengenai teknik akupresure untuk mengurangi dismenore. Rekomendasi dari pengabdian masyarakat ini adalah memanfaatkan posyandu remaja untuk memberikan penyuluhan cara mengurangi nyeri haid secara non farmakologi serta melakukan kegiatan promosi kesehatan dan penyuluhan kesehatan secara rutin kepada remaja.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny.S G3P2A0 Usia 30 Tahun di Klinik Pratama Lestari I Ana Riandari; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is midwifery care aimed at improving public health, particularly reducing maternal and infant mortality rates. This care includes comprehensive midwifery care, including integrated antenatal care (ANC), delivery assisted by trained healthcare professionals, postpartum care, newborn care, and family planning services. Comprehensive midwifery care for Mrs. S was provided from April to May. The midwifery care method used a descriptive approach and was documented using Varney's 7 steps and SOAP. During the third trimester, the mother complained of frequent abdominal pain that subsided after a while and was irregular, indicating false contractions. The mother already knew these were not labor contractions. Mrs. S's pregnancy was in good and normal condition, with no problems endangering the mother or baby. She stated that she did not want any tears, so she exercised with a gym ball at home. She said she received information from social media. Delivery care was provided on April 21, 2025, with a normal delivery using APN steps. Mrs. S was born spontaneously at the back of the head. She was female, weighing 2,600 grams, measuring 46 cm long, and had no perineal tears. The delivery process was assisted by a slight perineal massage during delivery. Postpartum care for the mother and newborn was provided simultaneously, with an 8-hour visit, a second visit on the third day, a third visit on the fourteenth day, and a fourth visit on the twenty-fifth day. The conclusion was that both mother and baby were healthy and there were no complications. During the postpartum period, the mother received family planning information and education (IEC) and stated that she wanted to use a 3-monthly injection. Based on the results of the comprehensive midwifery care provided to Mrs. S, it is hoped that Mrs. S will implement the IEC provided during her care. Health workers are expected to provide maximum comprehensive care to improve the quality of life for mothers and babies, and are expected to implement complementary midwifery care to provide non-pharmacological services to mothers   Abstrak Continuity of care merupakan Asuhan kebidanan dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama mengurangi angka kematian ibu dan bayi, dengan cara melakukan Asuhan kebidanan komprehensif yang meliputi Asuhan kebidanan kehamilan yang benar yaitu dengan ANC Terpadu,persalinan dengan pertolongan tenaga kesehatan terlatih, Nifas dilakukan perawatan pasca salin, Bayi Baru Lahir (BBL) dilakuka perawatan bayi baru lahir, dan Pelayanan Keluarga Berencana (KB). Asuhan Kebidanan komprehensif pada Ny.S dilakukan mulai April sampai mei. Metode asuhan kebidanan menggunakan pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan menggunakan 7 langkah varney dan SOAP. Pada Asuhan kehamilan trimester III ibu datang mengeluh sering kencang-kencang pada perut lalu hilang setelah beberapa saat dan tidak teratur yang merupakan kontraksi palsu, ibu sudah tau jika ini bukan kontraksi tanda persalinan/kontraksi palsu, pada kehamilan Ny.S dalam keadaan baik dan normal, tidak ditemukan permasalahan yang membahayakan ibu dan bayi, ibu mengatakan tidak ingin ada robekan sehingga ibu melakukan gymball dirumah, ibu mengatakan mendapatkan informasi dari sosial media. Asuhan Persalinan dilakukan pada tanggal 21 April 2025 dengan Persalinan Normal dengan Langkah APN bayi Ny.S lahir spontan belakang kepala, jenis kelamin perempuan BB 2.600 gr, Panjang badan 46cm, dan tidak ada robekan perineum, pada proses persalinan dibantu sedikit pemijatan perineum disaat ibu. Asuhan pada masa nifas pada ibu dan asuhan bayi baru lahir dilakukan bersamaan yaitu kunjungan 8 jam, kunjungan kedua di hari ke tiga, kunjungan ke tiga dihari ke empat belas, kunjungan keempat dihari duapuluh lima dengan kesimpulan ibu dan bayi sehat dan tidak ada komplikasi. Pada Masa nifas ibu sudah diberikan KIE KB ibu mengatakan ingin menggunakan KB suntik 3 bulan. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny.S diharapkan Ny.S dapat menerapkan KIE yang telah diberikan selama diberikannya asuhan. Diharapkan tenaga Kesehatan memberikan pelayanan asuhan komprehensif yang maksimal untuk menaikan derajat hidup ibu dan bayi, serta diharapkan menerapkan asuhan kebidanan komplementer untuk memberikan pelayanan kepada ibu yang nonfarmakologi.
Hipnoterapi untuk Mengatasi Kecemasan Ibu Hamil di Puskesmas Tanah Kuning dan RSUD Dr. H. Jusuf Sk Niken Riestiani; Ari Andayani; Rosauliya Handayani; Mariany Ba’ru; Harti Octavia Situmorang; Megawati; Andi Bella Gading Soraya; Ira Purnamasari Azis
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy involves complex physiological processes triggering physical, hormonal, and psychological changes that frequently induce significant maternal anxiety. Unmanaged anxiety can elevate cortisol production excessively, thereby increasing the risk of medical complications such as hypertension, preterm labor, and low birth weight. In this context, hypnotherapy serves as a safe, non-pharmacological complementary intervention designed to induce deep relaxation, stabilize the sympathetic nervous system, and plant positive suggestions to alleviate psychological stress. This community service study aims to evaluate the application of complementary hypnotherapy in reducing anxiety among pregnant women within the working areas of UPTD Puskesmas Tanah Kuning and RSUD dr. H. Jusuf SK. This community service project was conducted in May 2026 at UPTD Puskesmas Tanah Kuning, Bulungan Regency, and RSUD dr. H. Jusuf SK, Tarakan City, North Kalimantan. The sample consisted of 21 purposively selected pregnant women. The intervention method integrated educational and demonstrative approaches through health education and basic hypnotherapy practices. Standardized pre-test and post-test questionnaires were administered to assess anxiety levels before and after the intervention, with data analyzed descriptively using frequency distributions and percentages. Demographic findings indicated that all participants (100%) were within the healthy reproductive age range (20–35 years), 95.24% were in their third trimester, and 52.38% had an ideal parity of 2–3. Pre-test results showed most participants experienced moderate anxiety (66.67%), followed by mild anxiety (19.05%) and severe anxiety (14.28%). Following the hypnotherapy and educational intervention, a significant shift in psychological indicators occurred in the post-test: the mild anxiety category surged sharply to 85.72%, moderate anxiety decreased to 14.28%, and the severe anxiety group was completely eliminated to zero percent (0%). The therapeutic mechanism relies on deep relaxation to decrease sympathetic nervous system activity, slow the heart rate, and relax muscles, allowing the subconscious mind to safely absorb positive suggestions that transform perceptions of pregnancy. The application of complementary hypnotherapy successfully reduced anxiety and enhanced the psychological readiness of pregnant women at both health facilities. Midwives are recommended to integrate hypnotherapy as a routine intervention in Antenatal Care (ANC) services to support sustainable maternal mental health.   Abstrak Kehamilan melibatkan proses fisiologis kompleks yang memicu perubahan fisik, hormonal, dan psikologis, sehingga sering menimbulkan kecemasan maternal yang signifikan. Kecemasan yang tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan produksi hormon kortisol secara berlebihan, menaikkan risiko komplikasi medis seperti hipertensi, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah. Dalam konteks ini, hipnoterapi berfungsi sebagai intervensi komplementer non-farmakologis yang aman untuk merangsang relaksasi mendalam, menstabilkan sistem saraf simpatis, dan menanamkan sugesti positif guna mengurangi stres psikologis. Penelitian berbasis pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi penerapan hipnoterapi komplementer dalam menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanah Kuning dan RSUD dr. H. Jusuf SK. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di UPTD Puskesmas Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan, dan RSUD dr. H. Jusuf SK, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Sampel terdiri dari 21 ibu hamil yang dipilih secara purposif. Metode intervensi mengintegrasikan pendekatan edukatif dan demonstratif melalui penyuluhan kesehatan serta praktik hipnoterapi dasar. Kuesioner pre-test dan post-test standar diberikan untuk menilai tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi, lalu data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Temuan menunjukkan seluruh peserta (100%) berada pada rentang usia reproduksi sehat (20–35 tahun), 95,24% berada pada trimester ketiga, dan 52,38% memiliki paritas ideal 2–3. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta mengalami kecemasan sedang (66,67%), diikuti kecemasan ringan (19,05%), dan kecemasan berat (14,28%). Setelah dilakukan intervensi hipnoterapi dan edukasi, terjadi pergeseran indikator psikologis yang signifikan pada post-test: kategori kecemasan ringan melonjak tajam menjadi 85,72%, kecemasan sedang menurun menjadi 14,28%, dan kelompok kecemasan berat berkurang total hingga mencapai nol persen (0%). Mekanisme terapeutik ini mengandalkan relaksasi mendalam untuk menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis, memperlambat denyut jantung, dan melemaskan otot, sehingga alam bawah sadar dapat menyerap sugesti positif yang mengubah persepsi tentang kehamilan secara aman. Penerapan hipnoterapi komplementer berhasil menurunkan kecemasan dan meningkatkan kesiapan psikologis ibu hamil di kedua institusi tersebut. Bidan disarankan mengintegrasikan hipnoterapi sebagai intervensi non-farmakologis rutin layanan Antenatal Care (ANC) demi mendukung kesehatan mental maternal berkelanjutan.