Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pijat Bayi untuk Menstimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan Masruroh Masruroh; Heni Hirawati Pranoto; Widayati Widayati; Nurrohman Nurrohman; Cindy Cicilia Kale; Siti Adhoat Aristiani; Faidatul Choifin
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.476 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1614

Abstract

Infancy is an important time for the health, growth and development of the baby. Infancy as the basis for the growth and development of the physical, psychological and social of an individual who will step into the next period. Every baby born into this world has potential that must be developed since its golden age. Infancy is a golden age and a critical period in a person's development, this time the baby is very sensitive to his environment to support the process of growth and development, the baby needs stimulation in the form of touch such as massage.Baby massage is a form of communication between a mother and her baby in order to become closer through eye contact, smiles and facial expressions. A mother by doing a baby massage can provide many benefits including weight gain, stimulating development, increasing endurance, helping children focus more, improving the quality of sleep, improving parent-child bonding, and increasing breast milk production.Community service consists of several stages, namely the first stage determines the sample consists of 25 mothers who have babies aged 0-12 months. The second stage determines the measuring instrument used is a questionnaire of the respondent's level of knowledge about baby massage to stimulate the growth and development of the baby. The third stage is conducted lectures and discussions and practices online through Whatsapp Grup.The fourth stage applies baby massage by mentoring online and evaluating in the way each mother practices baby massage. he purpose of this service is to increase the knowledge of the baby's mother about baby massage to stimulate the growth and development of the baby. The result of this service activity was an increase in mother's knowledge about baby massage from the category of sufficient knowledge to the category of good knowledge ABSTRAKMasa bayi merupakan waktu yang penting untuk kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masa bayi sebagai dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan dari fisik, psikologis dan sosial seorang individu yang akan menapaki masa-masa berikutnya. Setiap bayi yang lahir ke dunia ini memiliki potensi yang harus dikembangkan sejak masa keemasannya.Masa bayi merupakan masa keemasan dan masa kritis dalam perkembangan seseorang, masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungannya guna mendukung proses tumbuh kembangnya, bayi membutuhkan stimulasi berupa sentuhan seperti pijatan. Pijat bayi merupakan bentuk komunikasi antara seorang ibu dengan bayinya agar menjadi lebih dekat melalui kontak mata , senyuman dan ekspresi wajah . Seorang ibu dengan melakukan Pijat bayi dapat memberikan banyak manfaat antara lain penambahan berat badan, menstimulasi perkembangan , meningkatkan daya tahan tubuh, membantu anak lebih fokus, memperbaiki kualitas tidurnya, meningkatkan ikatan orang tua-anak, dan meningkatkan produksi ASI. Pengabdian masyarakat terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pertama menentukan sampel terdiri dari 25 ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan. Tahap kedua menentukan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan responden tentang pijat bayi untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tahap ketiga dilakukan ceramah dan diskusi maupun praktik secara online melalui Whatsapp Grup. Tahap keempat mengaplikasikan pijat bayi dengan melakukan pendampingan secara daring/online serta mengevaluasi dengan cara setiap ibu mempraktekkan pijat bayi.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi tentang pijat bayi untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang pijat bayi dari kategori pengetahuan cukup menjadi kategori pengetahuan baik
Kesehatan Reproduksi Remaja di Langensari Kecamatan Ungaran Barat Widayati Widayati; Masruroh Masruroh; Wahyu Kristiningrum; Atika Purnama Sari; Palagia Theysa Susi; Cahyaningrum Cahyaningrum
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.126 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1916

Abstract

On average, more than 50% of women experience dysmenorrhea, in Indonesia it is 72.89%. According to the WHO in 2013 the incidence of dysmenorrhea was 1,769,425 people (90%) women who experienced dysmenorrhea, 10-15% experienced severe dysmenorrhea, on average almost 50% of women experienced it. The highest prevalence of dysmenorrhea is often found in adolescent girls, which is estimated to be: 20-90%. About 15% of adolescents experience severe dysmenorrhea (Sulistyorinin, 2017). The goal is to find out the knowledge of teenagers on Jl. Jayanegara RT 11 RW 05 Langensari Village, Ungaran Barat District, Semarang Regency, Central Java Province. Counseling, demonstration and question and answer. The sample in this study were teenagers in jl.jayanegara rt 11 rw 05 Langensari village, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Central Java province, a total of 29 teenagers. Sampling technique with Total Sampling. Data analysis using frequency distribution. The results show that adolescents in jl.jayanegara rt 11 rw 05 Langensari village, have knowledge about reproductive health with good average knowledge of 21 people (72.5%). Suggestions are that teenagers are expected to increase their knowledge about health, especially about reproductive healthABSTRAKRata-rata lebih dari 50% perempuan mengalami kejadian dismenore, di Indonesia ada sebesar 72,89%. Menurut WHO tahun 2013 angka kejadian dismenore 1. 769. 425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore, terdapat 10-15% mengalami dismenore berat, rata-rata hampir dari 50% wanita mengalaminya. Prevelensi dismenorea tertinggi sering ditemui pada remaja perempuan, yang diperkirakan: 20-90%. Sekitar 15% remaja mengalami dismenorea berat (Sulistyorinin, 2017). Tujuannya mengetahui pengetahuan remaja di jl.jayanegara rt 11 rw 05 Desa Langensari Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Penyuluhan, demonstrasi dan tanya jawab. Sampel pada penelitian ini adalah remaja di jl. Jayanegara RT 11 RW 05 Langensari Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah sejumlah 29 Remaja. Teknik pengambilan sampel dengan Sampling Total. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan remaja di Jl. Jayanegara RT 11 RW 05 Langensari meningkat, yang semula pengetahuan baiknya sebesar 17,3 % menjadi 72,5 % (21 remaja). Saran diharapkan remaja meningkatkan pengetahuannya tentang kesehatan khususnya tentang kesehatan reproduksi
Ibm Edukasi Kesehatan Teknik Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Masruroh; Cahyaningrum; Widayati; Hapsari Windayanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 5 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2023
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v5i1.2307

Abstract

Menstrual pain is pain that occurs in the lower abdomen experienced by women before menstruation and during menstruation without accompanied by signs of pathology and cramps usually occur. The problem of menstrual pain in adolescents if not handled properly will interfere with adolescent activities. Menstrual pain can be overcome with non-pharmacological techniques, one of which is the acupressure technique. Acupressure is a therapy that is given by giving massage or pressing certain points on the body. Acupressure therapy is widely used by the community to treat primary dysmenorrhea. Acupressure has a fairly high success rate with little or no complications if the disorder is only functional, the diagnosis is correct, the technique is good and the prognosis is probable. In addition, acupressure is also easy to do at a low cost. The activity of providing information about acupressure techniques to reduce menstrual pain was carried out at the Temanggung Swadaya Vocational School. The number of students who took part in the activity was 38 students. The prestest results showed that most of the students had sufficient knowledge about a number of acupressure techniques to reduce menstrual pain by 55.3%. The results of the posttest showed that most of the students had knowledge in the good category at 81.6%. Socialization of the practice of acupressure techniques to reduce menstrual pain is very important because it is one way to reduce menstrual pain, so it is necessary to conduct health education on acupressure techniques to reduce menstrual pain. Suggestions to the Temanggung Swadaya Vocational School to work together with health workers so that they can provide continuous health problem counseling to students of Temanggung Swadaya Vocational Schools   ABSTRAK Nyeri haid  adalah nyeri yang terjadi pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum menstruasi maupun selama menstruasi tanpa disertai tanda patologi dan biasanya terjadi kram . Masalah nyeri haid pada remaja kalua tidak ditangani dengan tepat akan menggangu aktivitas remaja. Nyeri haid  dapat diatasi dengan teknik non farmokologi salah satunya adalah dengan teknik Akupresur. Akupresur adalah terapi yang diberikan dengan cara memberikan pemijatan atau penekanan titik tertentu pada tubuh. Terapi akupresur banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi dismenore primer. Akupresur memiliki angka keberhasilan cukup tinggi dengan sedikit atau tanpa komplikasi jika kelainan hanya bersifat fungsional, diagnosa tepat, teknik baik serta prognosa yang memungkinkan. Selain itu, akupresur juga mudah dilakukan dengan biaya yang murah. Kegiatan pemberian informasi tentang teknik akupresur untuk mengurangi nyeri haid di laksanakan di SMK Swadaya Temanggung. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan sebanyak 38 siswa. Hasil prestest didapatkan sebagian besar siswi mempunyai pengetahuan cukup  tentang sebanyak teknik akupresur untuk mengurangi nyeri haid   sebanyak 55,3%. Hasil posttest didapatkan sebagian besar siswi mempunyai pengetahuan dalam kategori baik sebesar 81,6%. Sosialisasi praktik  teknik akupresur untuk mengurangi nyeri haid sangatlah penting karena merupakan salah satu cara  untuk mengurangi nyeri haid , sehingga perlu dilakukan pendidikan kesehatan teknik akupresur untuk mengurangi nyeri haid. Saran kepada Pihak SMK Swadaya Temanggung supaya bekerjasama keapada pihak tenaga kesehatan supaya dapat memberikan penyuluah masalah kesehatan secara kontinyu kepada para siswa siswa SMK Swadaya Temanggung
Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Akupressure pada Dismenorhea Primer : Health Promotion to Increase Adolescents Knowledge About Acupressure for Primary Dysmenorrhea Cahyaningrum; Masruroh
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 2 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.297

Abstract

In reducing dysmenorrhea can be done with pharmacological and non-pharmacological therapy. Pharmacological therapy for the treatment of dysmenorrhea by administering drugs and supplements. Non-pharmacological therapies such as warm compresses, massage, exercise, adequate sleep, listening to music and relaxation such as yoga and acupressure techniques. Acupressure is a medical technique from China that can reduce pain sensations by increasing endorphins, which are hormones that can naturally bring a sense of relaxation to the body, blocking pain receptors to the brain (Aprillia, 2010). This study generally aims to determine the effectiveness of health promotion to increase adolescent knowledge about acupressure in primary dysmenorrhea. This research was conducted by SMK Swadaya Temanggung. The population in this study were all female students of the Temanggung Swadaya Vocational School. The sample used purposive sampling, as many as 38 respondents. The Wilcoxon test of knowledge before and after being given cadre training showed that there were 18 respondents with increased knowledge and 20 respondents with permanent knowledge. With a p value of 0.004 (<0.05), which means there are differences in knowledge before and after being given health Promotion   ABSTRAK Dalam mengurangi dismenore dapat dilakukan dengan terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi untuk penanganan dismenore dengan pemberian obat – obatan dan suplemen. Terapi non farmakologi misalnya kompres hangat, massage, exercise, tidur yang cukup, mendengarkan musik serta relaksasi seperti yoga dan teknik akupresure. Akupresur merupkan teknik pengobatan dari Cina yang dapat mengurangi sensasi-sensasi nyeri melalui peningkatan endorphin, yaitu hormon yang mampu menghadirkan rasa rileks pada tubuh secara alami, memblok reseptor nyeri ke otak (Aprilia & Yesie, 2011)  Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui efektifitas promosi kesehatan untuk peningkatan pengetahuan  remaja tentang akupressure pada dismenorhea primer. Penelitian ini dilakukan SMK Swadaya Temanggung. Desain penelitian termasuk deskriptif kuantitatif dengan metode yang akan dipakai adalah eksperimen semu ( quasi eksperimen) dengan pendekatan pre-post design. Populasi dalam penelitian  ini adalah seluruh siswi SMK Swadaya temanggung. Sampel menggunakanpusposive sampling, sebanyak 38 responden. Uji wilcoxon pengetahuan sebelum dan setelah di berikan promosi kesehatan  menunjukan bahwa didapatkan 18 responden dengan pengetahuan meningkat dan 20 responden dengan pengetahuan tetap. Dengan p value 0,004(<0,05) yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah di berikan promosi kesehatan. 
Peningkatan Pengetahuan Yoga Rileksasi Ibu Hamil untuk Mengurangi Gangguan Psikologis (Kecemasan) di Desa Bringin Renny Anjelina; Bunga Asmara; Dian Cahya Putri; Masruroh; Risma Aliviani Putri; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnant women during their pregnancy will experience some physical changes as well as psychological changes. This can cause discomfort that occurs most often in the second and third trimesters of pregnancy. The purpose of this community service activity is to improve the health of pregnant women physically, mentally and spiritually until the delivery process This community service is carried out in 5 steps, namely the first step is to find respondents, the second stage is counseling about psychological disorders and prenatal yoga, the third stage is counseling training assistance on psychological disorders and prenatal yoga, the fourth stage is the implementation of prenatal yoga, the fifth stage is evaluation by filling out post-natal questionnaires test. The results obtained are pregnant women can understand about psychological disorders during pregnancy and how to prevent them. There was an increase in knowledge of pregnant women based on the results of the pre-test questionnaire the average obtained was 9.8 and from the post-test results the average obtained was 11.1. There was an average increase of 1.8. Community service activities that have been carried out with PMB Bidan Suciati, S.Tr.Keb have been carried out well. Service activities for pregnant women and cadres regarding Relaxation Yoga for Pregnant Women in Bringin Village received enthusiastic responses from pregnant women and cadres in Bringin Village. The increasing knowledge of pregnant women in Bringin Village about psychological disorders in pregnant women and relaxation yoga for pregnant women is known from the increase in the average pretest and posttest scores. And it is hoped that service activities like this can be carried out routinely both in the same location and in different locations with the target of pregnant women who really need health services. AbstrakIbu hamil selama kehamilannya akan mengalami beberapa perubahan fisik dan juga perubahan secara psikologis. Hal ini dapat menyebabkan rasa ketidaknyamanan yang terjadi paling sering pada kehamilantrimester II dan III. Di Indonesia sebesar 28,7% ibu hamil mengalami kecemasan dalam menghadapi persalinan (Siallangan dan Lestari, 2018). Kecemasan lebih banyak dialami ibu primigravida daripada multigravida sebesar 66,2% (Novitasari, 2013). Sebesar 59,4% subjek penelitian terjadi kecemasan dan berdampak terjadinya persalinan lama (kala I - kala II) sebesar 56.2%, dengan nilai OR= 12,5 kali (Sunarno dkk, 2013) Tujuan Kegiatan pengabdian masyarakat di desa Bringin ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil secara fisik, mental dan spiritual sampai proses persalinannya nanti. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 5 langkah yakni Langkah pertama tahap mencari responden, tahap kedua penyuluhan tentang gangguan psikologis dan prenatal yoga, tahap ketiga pendampingan pelatihan penyuluhan tentang gangguan psikologis dan prenatal yoga, tahap keempat pelaksanaan prenatal yoga, tahap kelima evaluasi dengan pengisian kuesioner post-test. Hasil yang diperoleh adalah ibu hamil dapat memahami tentang gangguan psikologis pada masa kehamilan dancara pencegahannya. Terjadi peningkatan pengetahuan pada ibu hamil berdasarkan hasil kuisioner pre-test rata-rata yang diperoleh yaitu 9,8 dan dari hasil post test rata-rata yang diperoleh yaitu 11,1. Terjadi peningkatan rata-rata sebanyak 1,8. Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan bersama PMB Bidan Suciati, S.Tr.Keb telah terlaksana dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada ibu hamil dan kader mengenai Yoga Rileksasi Untuk Ibu Hamil di Desa Bringin mendapatkan respon yang antusias dari para ibu hamil dan kader di Desa Bringin. Adanya peningkatan pengetahuan dari Ibu Hamil di Desa Bringin tentang gangguan psikologis pada ibu hamil dan yoga rileksasi untuk ibu hamil diketahui dari meningkatnya skor rata-rata pretest dan post test. Dan dihrapkan kegiatan pengabdian seperti ini dapat dilakukan secara rutin baik di lokasi yang sama maupun di lokasi yang berbeda dengan sasaran ibu hamil yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan
Pengetahuan Remaja Putri Kelurahan Langensari RT 15 RW 05 Tentang Pijat Akupresur Mengurangi Nyeri Haid Bernadeta Ngole; Masruroh; Nurul Qomariah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family study practice (PPK) is one of the student activities that must be carried out where it is a real form of work in providing Community Midwifery Care Services, where community midwifery is one of the courses in the Community Midwifery Profession curriculum with the aim of implementing comprehensive Midwifery practice by paying attention to culture. society in a community setting with a midwifery management approach and based on the concept of professional skills and attitudes. After following the Family Study Practice (PPK) students are expected to be able to identify, plan, prioritize, implement, and evaluate the management of community midwifery services with community movement and empowerment techniques and educational approaches to individuals, families, special groups or in certain communities in achieving the SDGs. In the implementation of this community midwifery practice, the assessment was carried out by means of direct interviews, and secondary data collection. After being given information and education counseling (IEC) about acupressure massage, the results of 15 questionnaire questions about acupressure massage to reduce menstrual pain adolescents were able to answer correctly on each question as much as 83%-100% correct. Young women already know how to deal with menstrual pain with non-pharmacological therapy in the form of acupressure massage. AbstrakPraktik pengkajan Keluarga (PPK) merupakan salah satu kegiatan mahasiswa yang harus dilaksanakan dimana suatu bentuk kerja nyata dalam memberikan Pelayanan Asuhan Kebidanan Komunitas, dimana kebidanan komunitas ini merupakan salah satu mata kuliah dalam kurikulum Profesi Kebidanan Komunitas dengan tujuan melaksanankan praktik Kebidanan secara komperehensif dengan memperhatikan budaya masyarakat dalam tatanan di Komunitas dengan pendekatan manajement kebidanan dan didasari oleh konsep keterampilan dan sikap Profesional. Setelah mengikuti Praktik pengkajan Keluarga (PPK) diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi, merencanakan, memprioritaskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi manajement pelayanan kebidanan komunitas dengan teknik pergerakan dan pemberdayaan masyarakat serta pendekatan edukasi pada individu, keluarga, kelompok khusus ataupun pada komunitas tertentu dalam mencapai SDG’s. Dalam pelaksanaan praktik kebidanan komunitas ini pengkajian dilakukan dengan cara wawancara langsung, dan pengambilan data sekunder. Setelah diberikan konseling informasi dan edukasi (KIE) tentang pemijatan akupresur diperoleh hasil dari 15 soal kuesioner tentang pijat akupresur untuk mengurangi nyeri haid remaja mampu menjawab benar pada setiap soal sebanyak 83%-100% benar Remaja putri sudah mengetahui cara untuk mengatasi nyeri haid dengan terapi non farmakologi berupa pijat akupresur.
Penyuluhan Yoga untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri di RT.41 Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur Arifah Taufiq Fardausi; Masruroh; Julaila; Surya Sari; Dian Dwi Iswati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoga is a philosophy of life that is motivated by universal science, namely knowledge of the art of breathing, anatomy of the human body, knowledge of how to regulate breathing accompanied by exercise or movement of the limbs, how to train concentration, unite the mind, and so on. The benefits of yoga itself are for strength and endurance, body shaping, reducing stress and as therapy. Of the many benefits of yoga, the focus of research is on reducing pain during menstruation. Dysmenorrhea is pain during menstruation. Menstrual pain usually occurs in the lower, waist, and even back. This community service activity is carried out for one day. The yoga participants were 20 young women, starting with counseling about yoga to reduce menstrual pain and then continuing with yoga activities. The evaluation of community service activities regarding yoga counseling to reduce menstrual pain is that teenagers feel calm, comfortable, and feel happy. AbstrakYoga merupakan salah satu filsafat hidup yang dilatarbelakangi oleh ilmu pengetahuan yang universal, yakni pengetahuan tentang seni pernapasan, anatomi tubuh manusia, pengetahuan tentang bagaimana cara mengatur pernapasan yang disertai senam atau gerak anggota badan, bagaimana cara melatih konsentrasi, menyatukan pikiran, dan lain sebagainya. Manfaat dari yoga itu sendiri adalah untuk kekuatan dan daya tahan tubuh, membentuk body, mengurangi stres dan sebagai therapy. Dari berbagai macam banyaknya manfaat yoga ini yang lebih fokus dengan penelitian adalah untuk mengurangi rasa nyeri saat haid. Disminore adalah nyeri sewaktu haid. Nyeri haid biasanya terjadi di bagian bawah, pinggang, bahkan punggung. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama satu hari. Peserta yoga berjumlah 20 orang remaja putri, diawali dengan penyuluhan seputar yoga unutk mengurangi nyeri haid kemudian dilanjutkan kegiatan pelaksanaan yoga. Evaluasi dari kegaiatan pengabdian masyarakat tentang penyuluhan yoga untuk mengurangi nyeri haid adalah para remaja merasa tenang , nyaman, dan merasa bahagia.
Penyuluhan Tentang Akupresure untuk Mengurangi Nyeri Dismenorea pada Remaja Putri Liya Liya Ishlahul Afiyah; Masruroh; Irma Ismawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is an imbalance of the hormone progesterone in the blood causing pain to arise. Psychological factors also play a role in the occurrence of dysmenorrhea in some women. Women have experienced dysmenorrhea as much as 90%. This problem bothers at least 50% of women during their reproductive years and 60-85% in their teens, which results in many absences from school or work. In general, 50-60% of women need analgesic drugs to overcome this dysmenorrhea problem. Treatment of dysmenorrhea can be done pharmacologically and non-pharmacologically. Pharmacological therapy includes administration of analgesic drugs, hormonal therapy, non-steroidal prostaglandin drugs, and dilatation of the cervical canal. Dysmenorrhea is experienced by many women who are menstruating, not a few who ignore dysmenorrhea without making proper handling efforts. This could endanger women's health if left untreated, while the effects of dysmenorrhea on young women include disturbed comfort, decreased activity, disturbed sleep patterns, disturbed appetite, disturbed interpersonal relationships, difficulty concentrating on work and study. Pain also affects the emotional status of feelings, irritability, depression and anxiety. Treatment of dysmenorrhea can be done pharmacologically and non-pharmacologically. Pharmacological therapy includes administration of analgesic drugs, hormonal therapy, non-steroidal prostaglandin drugs, and dilatation of the cervical canal. While non-pharmacological therapy through distraction, relaxation, guided imagination, warm or cold compresses, acupressure and dysmenorrhea yoga. The purpose of this report is to provide acupressure complementary therapy to young women to reduce pain during menstruation which is done offline to young women who experience menstrual pain. The first stage is to select a group of young women who are willing to be given counseling on acupressure techniques to reduce menstrual pain in young women in Bergas Lor Village. Then do socialization to deal with menstrual pain with acupressure techniques. With the stages of exploring young women's knowledge about menstrual pain and how to handle it by giving a questionnaire and then being taught about the material. The date for the service is November 27, 2022 at 16.00-Done. It was carried out in Bergas Lor Village RT 2 RW 10, there were 9 young women who were assessed. Counseling was carried out using a 2-way method, namely the delivery of theory and distribution of leaflets followed by questions and answers. Dysmenorrhea is menstrual pain that is so severe that it forces the sufferer to rest and leave work or daily way of life, for several hours or several days (Simanjuntak, 2008). Evaluation of how to reduce menstrual pain with the acupressure technique that has been taught to young women will be carried out by an evaluation questionnaire to measure the success of the counseling that has been taught. The results obtained in community service are that young women who experience pain during menstruation can apply the acupressure technique independently at their respective homes and can demonstrate the acupressure technique again so that pain during menstruation can be reduced. Abstrak Dismenore adalah ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan rasa nyeri timbul, faktor psikologis juga ikut berperan terjadinya dismenore pada beberapa wanita. Wanita pernah mengalami dismenore sebanyak 90%. Masalah ini setidaknya mengganggu 50% wanita masa reproduksi dan 60-85% pada usia remaja, yang mengakibatkan banyaknya absensi pada sekolah maupun kantor. Pada umumnya 50-60% wanita diantaranya memerlukan obat-obatan analgesik untuk mengatasi masalah dismenore ini. Penanganan dismenore bisa dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi antara lain yaitu pemberian obat analgesik, terapi hormonal, obat nonsteroid prostaglandin, dan dilatasi kanalis servikalis. Dismenore banyak dialami oleh wanita yang sedang menstruasi, tidak sedikit yang mengabaikan dismenore tanpa melakukan upaya penanganan yang tepat. Hal tersebut bisa saja membahayakan kesehatan wanita apabila dibiarkan tanpa penanganan, adapun dampak dismenore pada remaja putri meliputi rasa nyaman yang terganggu, aktifitas menurun, pola tidur terganggu, selera makan terganggu, hubungan interpersonal terganggu, kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan dan belajar. Nyeri juga memengaruhi status emosional terhadap alam perasaan, iritabilitas, depresi dan ansietas Penanganan dismenore bisa dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Terapi farmakologi antara lain yaitu pemberian obat analgesik, terapi hormonal, obat nonsteroid prostaglandin, dan dilatasi kanalis servikalis. Sedangkan terapi non farmakologi melalui distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing, kompres hangat atau dingin, akupresure dan yoga dismenore. Tujuan laporan ini untuk memberikan terapi komplementer akupresure pada remaja putri untuk mengurangi rasa nyeri pada saat menstruasi yang dilakukan secara luring yang disampaikan kepada remaja putri yang mengalami nyeri haid. Tahapan yang pertama melakukan pemilihan kelompok remaja putri yang bersedia diberikan penyuluhan tentang teknik akupresure untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri di Desa Bergas Lor. Kemudian melakukan sosialisasi untuk menangani nyeri haid dengan teknik akupresure. Dengan tahapan menggali pengetahuan remaja putri tentang nyeri haid dan cara menanganinya dengan diberikan kuesioner kemudian diajarkan tentang materinya. Tanggal pelaksanaan pengabdian yaitu pada tanggal 27 November 2022 jam 16.00-Selesai. Dilakukan di Kelurahan Bergas Lor RT 2 RW 10, terdapat 9 remaja putri yang dilakukan pengkajian. Penyuluhan dilakukan dengan metode 2 arah yaitu penyampaian teori dan pembagian leaflet yang diikuti dengan tanya jawab. Dismenore yaitu nyeri haid yang sedemikian hebatnya sehingga memaksa penderita untuk istirahat dan meninggalkan pekerjaan atau cara hidupnya sehari-hari, untuk beberapa jam atau beberapa hari (Simanjuntak, 2008). Evaluasi cara mengurangi nyeri haid dengan Teknik akupresure yang sudah diajarkan kepada remaja putri akan dilakukan koesioner evaluasi untuk mengukur keberhasilan penyuluhan yang sudah diajarkan. Hasil yang di peroleh dalam pengabdian masyarakat yaitu remaja putri yang mengalami nyeri pada saat menstruasi dapat menerapkan tehnik akupresure secara mandiri di rumah masing masing dan dapat mendemonstrasikan ulang teknik akupresure sehingga nyeri pada saat menstruasi bisa berkurang.
PENGETAHUAN DAN PEKERJAAN IBU BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI DI DESA NGAMPIN WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBARAWA Ni Kadek Rika Ermera Yanthi; Masruroh Masruroh
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.844

Abstract

ABSTRAKPemberian makanan pendamping ASI secara tepat sangat dipengaruhi perilaku ibu yang memiliki bayi. Namun masih banyak ibu yang memberikan makanan pendamping ASI kurang dari 6 bulan (Utami, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu terhadap pemberian MP-ASI dini di Desa Ngampin wilayah kerja Puskesmas Ambarawa.Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi 6-12 bulan yang ada di Desa Ngampin wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa sebanyak 43 orang. Sampel penelitian ini adalah 43 responden menggunakan Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu berpengetahuan cukup sebanyak 18 orang (41,9%), ibu yang bekerja 26 orang (60,5%) dan ibu yang memberikan MP-ASI dini  25 orang (58,1%). Ada hubungan secara signifikan Pengetahuan dengan pemberian MP-ASI dini dengan p-value 0,008 α (0,05). Adanya hubungan secara signifikan pekerjaan dengan pemberian MP-ASI dini dengan p-value 0,006 α (0,05). Adanya hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan ibu terhadap pemberian MP-ASI dini di Desa Ngampin Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa.Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengetahuan bagi peneliti selanjutnya dan dapat meneliti pemberian MP-ASI dini yang dihubungakn dengan variable lain. Kata Kunci : Pengetahuan, Pekerjaan, Pemberian MP-ASI dini
PENGETAHUAN DAN PEKERJAAN IBU BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI DINI DI DESA NGAMPIN WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBARAWA Ni Kadek Rika Ermera Yanthi; Masruroh Masruroh
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.844

Abstract

ABSTRAKPemberian makanan pendamping ASI secara tepat sangat dipengaruhi perilaku ibu yang memiliki bayi. Namun masih banyak ibu yang memberikan makanan pendamping ASI kurang dari 6 bulan (Utami, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pekerjaan ibu terhadap pemberian MP-ASI dini di Desa Ngampin wilayah kerja Puskesmas Ambarawa.Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui yang memiliki bayi 6-12 bulan yang ada di Desa Ngampin wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa sebanyak 43 orang. Sampel penelitian ini adalah 43 responden menggunakan Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu berpengetahuan cukup sebanyak 18 orang (41,9%), ibu yang bekerja 26 orang (60,5%) dan ibu yang memberikan MP-ASI dini  25 orang (58,1%). Ada hubungan secara signifikan Pengetahuan dengan pemberian MP-ASI dini dengan p-value 0,008 α (0,05). Adanya hubungan secara signifikan pekerjaan dengan pemberian MP-ASI dini dengan p-value 0,006 α (0,05). Adanya hubungan antara pengetahuan dan pekerjaan ibu terhadap pemberian MP-ASI dini di Desa Ngampin Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa.Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengetahuan bagi peneliti selanjutnya dan dapat meneliti pemberian MP-ASI dini yang dihubungakn dengan variable lain. Kata Kunci : Pengetahuan, Pekerjaan, Pemberian MP-ASI dini