Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Pengetahuan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas X: Analysis of Knowledge on The Incident of Anemia in Pregnant Women at Public Health Center X Fera Aldania; Masruroh
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.2565

Abstract

Anemia is a condition where the number and size of red blood cells or hemoglobin concentration is below the normal limit value and in pregnant women this occurs due to hemodilution.  The number of pregnant women at the Kledung Community Health Center in January – December 2021 was 198 people and 53 people (26.76%) of them had anemia, while the number of pregnant women in January – October 2022 was 265 people and 110 people (41.50%) of them  suffer from anemia.  Factors that influence anemia are lack of knowledge.  The aim of the research was to determine the relationship between the level of knowledge of pregnant women about anemia and the incidence of anemia in pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung. This research is a type of quantitative research in the form of analytical survey research with a cross sectional research design.  Collecting primary data with questionnaires and secondary data from the cohort of pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung.  The sampling was carried out using a total population technique of 49 respondents.  Data analysis used chi-square. The level of knowledge of pregnant women about anemia in the good category was 17 people (34.7%), 20 people (40.8%) were sufficient and 12 people (24.5%) were poor.  The incidence of anemia in pregnant women was 24 people (49%).  The results of statistical tests using Chi-Square showed p-value = 0.019 (p<0.05) so that there was a relationship between the level of knowledge of pregnant women about anemia and the incidence of anemia in pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung. There is a relationship between anemia and the incidence of anemia in pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung in 2022.   Abstrak Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai batas normal dan pada ibu hamil terjadi karena hemodilusi. Jumlah ibu hamil di Puskesmas Kledung pada bulan Januari – Desember 2021 sebanyak 198 orang dan 53 orang (26,76%) diantaranya mengalami anemia, sedangkan jumlah ibu hamil bulan Januari – Oktober 2022 sebanyak 265 orang dan 110 orang (41,50%) diantaranya mengalami anemia. Faktor yang mempengaruhi anemia yaitu kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kledung Temanggung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Mengumpulkan data primer dengan kuesioner dan data sekunder dari kohort ibu hamil Puskesmas Kledung Temanggung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total populasi sebanyak 49 responden. Analisis data menggunakan chi-square. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia kategori baik sebanyak 17 orang (34,7%), cukup sebanyak 20 orang (40,8%), dan kurang sebanyak 12 orang (24,5%). Kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 24 orang (49%). Hasil uji statistik dengan Chi-Square didapatkan p-value = 0,019 (p<0,05) sehingga terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kledung Temanggung. Ada hubunagna antar tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kledung Temanggung 2022.
Hubungan Paritas dengan Terjadinya Depresi pada Ibu Hamil di Puskesmas Krapyak Kidul Kota Pekalongan: The Relationship Between Parity and the Occurrence of Depression in Pregnant Women at the Krapyak Kidul Community Health Center, Pekalongan City Nurul Firdaus; Masruroh
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.717

Abstract

Pregnancy is a process in a woman's life that can cause physical and psychological changes that can increase the risk of mental health disorders, one of which is antenatal depression. Antenatal depression not only receives less attention, but data is also difficult to find. Nulliparous pregnant women tend to experience higher levels of mental health problems due to their first pregnancy and childbirth. The purpose of this study was to determine the relationship between parity and depression in pregnant women. This quantitative study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study population was all pregnant women in their first and third trimesters at the Krapyak Kidul Community Health Center in Pekalongan City. The sample was drawn from a total population of 67 pregnant women. Data were collected using the EPDS questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. The results of this study showed that nulliparous pregnant women had a higher risk of depression (65.5%) compared to primiparous/multiparous women (13.2%). The Chi-Square test showed a significant association between parity and depression in pregnant women, with a p-value of 0.000. This indicates a significant association between parity and depression in pregnant women, with nulliparous women at higher risk of depression than primiparous/multiparous women. Suggestions include providing prenatal counseling on healthy pregnancy planning and physical and psychological changes during pregnancy, including education on the signs and symptoms of depression during pregnancy, so that mothers can recognize their psychological condition early.   ABSTRAK Kehamilan adalah suatu proses dalam kehidupan seorang wanita yang dapat menimbulkan perubahan fisik dan psikologis yang beresiko menyebabkan gangguan kesehatan mental salah satunya depresi antenatal. Depresi antenatal selain kurang mendapat perhatian, juga datanya sulit ditemukan. Ibu hamil nullipara cenderung mengalami masalah kesehatan mental lebih tinggi karena menghadapi kehamilan dan persalinan pertama kali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas dengan terjadinya depresi pada ibu hamil di Puskesmas Krapyak Kidul Kota Pekalongan Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil Trimester I dan ibu hamil Trimester III di wilayah Puskesmas Krapyak Kidul Kota Pekalongan sebanyak 67 ibu hamil . Teknik pengambilan Sample total populasi yang berjumlah 67 ibu hamil. Pengumpulan data untuk variable depresi ibu hamil menggunakan lembar kuesioner EPDS dan data paritas diperolah dari buku KIA serta dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil dari penelitian ini didapatkan ibu hamil nullipara memiliki proporsi resiko depresi lebih tinggi (65,5%) dibandingkan dengan primipara / multipara (13,2%). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara paritas dengan terjadinya depresi pada ibu hamil dengan p value = 0,000 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian depresi pada ibu hamil, dimana kelompok ibu hamil nullipara lebih beresiko mengalami depresi dibandingkan kelompok primipara / multipara. Saran memberikan konseling prenatal tentang perencanaan kehamilan sehat dan perubahan fisik dan psikologis selama kehamilan, termasuk didalamnya edukasi tentang tanda dan gejala depresi selama kehamilan, sehingga ibu dapat mengenali kondisi psikologisnya sejak dini.
Sehat Reproduktif, Sehat Masa Depan: Edukasi Bahaya PMS dan HIV/AIDS pada Remaja di SMK Muhammadiyah Salatiga Cahyaningrum; Masruroh
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5044

Abstract

Adolescents are an age group vulnerable to risky behaviors related to reproductive health, including exposure to sexually transmitted diseases (STDs) and HIV/AIDS. Lack of comprehensive knowledge, along with stigma and misinformation, are key factors contributing to low awareness among adolescents regarding the prevention of these diseases. This community service activity aims to increase adolescents' knowledge and awareness regarding the dangers of STDs and HIV/AIDS through reproductive health education at Muhammadiyah Vocational School in Salatiga. The methods used were interactive counseling, group discussions, and the provision of educational media based on leaflets and audiovisual presentations. The activity was carried out using a pre-test and post-test approach to measure the increase in participants' knowledge. The target group was 147 students in grades 10 and 11. The results showed a significant increase in students' knowledge after the education, as indicated by an increase in the average post-test score compared to the pre-test. In addition, participants showed a more positive attitude towards STD and HIV/AIDS prevention efforts, including the importance of a healthy and responsible lifestyle. The conclusion of this activity is that interactive and systematic reproductive health education is effective in increasing adolescents' knowledge and awareness regarding the dangers of STDs and HIV/AIDS. Therefore, similar activities need to be carried out continuously by involving various parties, including schools and health workers, to support the creation of a healthy and quality young generation.   ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku berisiko terkait kesehatan reproduksi, termasuk paparan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS. Kurangnya pengetahuan yang komprehensif serta adanya stigma dan misinformasi menjadi faktor utama yang mempengaruhi rendahnya kesadaran remaja terhadap pencegahan penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya PMS dan HIV/AIDS melalui edukasi kesehatan reproduksi di SMK Muhammadiyah Salatiga. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pemberian media edukasi berbasis leaflet dan presentasi audiovisual. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 147 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi, yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap upaya pencegahan PMS dan HIV/AIDS, termasuk pentingnya perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan reproduksi yang dilakukan secara interaktif dan sistematis efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait bahaya PMS dan HIV/AIDS. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah dan tenaga kesehatan, guna mendukung terciptanya generasi muda yang sehat dan berkualitas.
EFEKTIFITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN KANKER SERVIKS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN WUS Masruroh .; Cahyaningrum .
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.347

Abstract

ABSTRAKProgram pemeriksaan IVA dicanangkan agar semua wanita usia subur mau melakukan pemeriksaan IVA, namun cakupan pemeriksaan IVA masih dibawah target nasional. Upaya promosi kesehatan tentang  kanker serviks sudah dilakukan dengan metode ceramah dan leaflet  tetapi masih kurang efektif dan menarik. Media elektronik seperti video diharapkan lebih menarik dan mudah dipahami.Penelitian ini mempunyai tujuan umum untuk menganalisis efektifitas media promosi kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks  dengan IVA. Populasi dalam penelitian  adalah wanita usia subur yang ada di Puskesmas Bergas. Sampelnya  Wanita usia subur  berjumlah 40 responden.Teknik pengambilan sampel dengan  simple random sampling. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah video, Leaflet dan kuesioner. Metode yang dipakai adalah eksperimen semu dengan pendekatan pre-posttest design. Analisis dilakukan dengan uji beda Wilcoxon, uji untuk melihat keefektifanan media menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok leaflet   ( p = 0,0001), ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok video    ( p = 0,0001). Media video lebih efektif pada upaya promosi kesehatan (p = 0,016 ). Kesimpulan pemberian  promosi kesehatan dengan media video lebih efektif daripada menggunakan media leafledKata kunci : Media Promosi Kesehatan, IVA, Pengetahuan,WUSTHE EFFECTIVENESS OF HEALTH PROMOTION MEDIA TALKING ABOUT CERVICAL CANCER TOWARD THE IMPROVEMENT OF PRODUCTIVE AGE-WOMEN’S KNOWLEDGE ABSTRACTThe IVA examination program is planned so that all women of productive age are willing to do IVA examination, but the scope of IVA examination is still below the national target. Some efforts to promote health about cervical cancer have been carried out by using lecture and leaflet methods but they are still less effective and interesting. Electronic media such as videos are expected to be more interesting and easier to understand. This study had a general objective to analyze the effectiveness of health promotion media on early detection of cervical cancer using IVA. The populatin in this study  was productive age womens in the puskesmas bergas. The sampel was productive age women 40 respondont.Sampling technique with simple random sampling.The Instrument used in this research are video,leaflet and questionnaer. The method used quasi-experimental with a pre-posttest design approach. The analysis was carried out by using the difference test of Wilcoxon, while the test to see the effectiveness of the media used the Mann Whitney test. The results showed the differences of knowledge before and after the treatment in the leaflet group (p = 0.0001), the differences of knowledge before and after the treatment in the video group (p = 0,0001). Video media are more effective in health promotion efforts (p = 0.016). The conclusion is that providing health promotion using video media is more effective than using leaflet mediaKey words: Health Promotion Media, IVA, Knowledge, Productive Age Womens
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Usia 26 Tahun G1P0A0 di Pustu Pasekan Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang Hartini; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the maternal mortality rate (MMR) remains very high, with approximately 810 women dying from pregnancy- or childbirth-related complications worldwide every day. Efforts to reduce this rate can be made through the provision of continuity of care (COC). This study is a case study that aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. S, aged 26 years, G1P0A0, starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, to contraceptive selection. The method used was descriptive with data collection techniques through interviews, observations, physical examinations, and documentation in the KIA book. It was conducted from August to October 2025. The results of the care showed that Mrs. S had a physiological pregnancy with third trimester complaints that were handled through education and non-pharmacological methods. The delivery was spontaneous, and the baby was born healthy. There were no complaints during the postpartum period. During the contraceptive period, counseling was provided on the selection of postpartum family planning methods to prevent obstetric complications in subsequent pregnancies. In conclusion, the continuity of care approach is effective in detecting, preventing, and managing obstetric problems from pregnancy to postpartum and improving the quality of maternal and infant health services.   Abstrak Menurut World Health Organization (WHO) Angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi, sekitar 810 wanita meninggal akibat komplikasi terkait kehamilan atau persalinan di seluruh dunia setiap hari. Upaya penurunan angka ini dapat dilakukan melalui pemberian asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/ COC). Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh kepada Ny. S, usia 26 tahun, G1P0A0, mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pemilihan kontrasepsi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dalam buku KIA. Dilakukan pada bulan Agustus – Oktober 2025. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. S mengalami kehamilan fisiologis dengan keluhan trimester III yang ditangani melalui edukasi dan nonfarmakologis. Persalinan dilakukan secara spontan Bayi lahir sehat. Masa nifas tidak ada keluhan, Pada masa kontrasepsi, dilakukan konseling tentang pemilihan metode KB pasca persalinan untuk mencegah komplikasi obstetri pada kehamilan berikutnya. Kesimpulannya, pendekatan continuity of care efektif dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani masalah kebidanan sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Efektivitas Edukasi dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Mengenai Akupresur untuk Mengatasi Mual Muntah Dwi Yuniar Billy Canser; Siti Asyiyah; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting are often experienced by pregnant women in the first trimester. If left untreated, it can have dangerous consequences for both the mother and the fetus. Acupressure at the Pericardium 6 point is effective in reducing nausea and vomiting. The purpose of community service is to increase the knowledge of pregnant women regarding the benefits of P6 acupressure to overcome nausea and vomiting in pregnancy. The Community Service method will be implemented in 3 stages: The first stage is preparation by conducting a problem assessment and collaborating with partners. The second stage is conducting a pre-test to explore the level of knowledge of pregnant women, providing counseling on P6 acupressure to overcome nausea and vomiting and demonstrations. The third stage is conducting an evaluation by giving a post-test to pregnant women. From the results of the Community Service, it was found that this activity was attended by 10 pregnant women. The results showed that before the counseling, the majority of pregnant women had a poor knowledge category, namely 10 people (100%). After the counseling, the majority of pregnant women had a good knowledge category, namely 7 people (70%). In conclusion, there was an increase in the knowledge of pregnant women regarding the benefits of P6 acupressure to overcome nausea and vomiting. It is hoped that health workers will increase education for the public, especially pregnant women, regarding the use of acupressure as a non-pharmacologic method to reduce nausea and vomiting in pregnant women so that the well-being of the mother and fetus is improved.   Abstrak Mual muntah sering dialami ibu hamil pada kehamilan trimester I. Apabila tidak diatasi akan menimbulkan akibat yang membahayakan ibu dan janin. Akupresur pada titik P6 efektif dalam mengurangi mual muntah. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat akupresur P6 untuk mengatasi mual muntah pada kehamilan. Metode Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan pengkajian permasalahan dan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua melakukan prestest untuk menggali tingkat pengetahuan ibu hamil, memberikan penyuluhan mengenai akupresur P6 untuk mengatasi mual muntah dan demonstrasi. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest kepada ibu hamil. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 10 orang ibu hamil. Didapatkan hasil bahwa sebelum penyuluhan, sebagian besar ibu hamil memiliki kategori pengetahuan kurang yaitu sebanyak 10 orang (100%). Setelah dilakukan penyuluhan, sebagian besar ibu hamil memiliki kategori pengetahuan baik sebanyak 7 orang (70%). Kesimpulan, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat akupresur P6 untuk mengatasi mual muntah pada ibu hamil. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada masayarakat, terutama ibu hamil mengenai manfaatkan akupresur sebagai metode non-framakologis dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil sehingga kesejahteraan ibu dan janin meningkat.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. M I Umur 33 Tahun G2P1A0 di Wilayah Kerja Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan Lilin Suryaningsih; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain crucial indicators for evaluating the quality of health services. Major causes of maternal deaths include hemorrhage, hypertensive disorders in pregnancy, infection, and postpartum complications, while infant deaths are often associated with low birth weight, asphyxia, congenital abnormalities, and infections. Continuity of Care  (CoC) is an effective approach that provides comprehensive and continuous midwifery services throughout pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning, enabling early risk detection and prevention of complications. This descriptive case study was conducted on Mrs. M I, 33 years old, G2P1A0, who received comprehensive midwifery care at Karanganyar Public Health Center, Pekalongan. The care included antenatal assessments based on the 10T standard, fetal growth monitoring, labor management following APN procedures, postpartum care, essential newborn care, neonatal follow-up, BCG/Polio 1 immunization, and family planning counseling. Additional health education was provided based on the mother’s needs, including nutrition counseling, danger signs, breast care, and breastfeeding support. Pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, immunization, and family planning services progressed physiologically without complications. The mother demonstrated good understanding of pregnancy danger signs, delivery preparedness, postpartum self-care, and exclusive breastfeeding. The newborn showed normal physiological adaptation, received complete essential newborn care and immunization, and demonstrated normal development during follow-up. Postpartum uterine involution was normal, with no signs of infection, and the mother successfully selected an appropriate contraceptive method. The implementation of Continuity of Care  (CoC) for Mrs. M I effectively supported early risk detection, enhanced maternal preparedness, and optimized maternal and neonatal health outcomes. Comprehensive and continuous care strengthened the mother’s confidence throughout pregnancy, childbirth, and postpartum. Strengthening CoC at the primary healthcare level is recommended as a key strategy to reduce maternal and infant mortality rates.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan. Penyebab utama kematian ibu meliputi perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, dan komplikasi masa nifas, sedangkan kematian bayi sering dipengaruhi oleh BBLR, asfiksia, infeksi, dan kelainan bawaan. Salah satu upaya untuk menurunkan AKI dan AKB adalah penerapan Continuity of Care (CoC), yaitu asuhan kebidanan komprehensif dan berkesinambungan yang diberikan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Studi kasus deskriptif dilakukan pada Ny. M I, usia 33 tahun, G2P1A0, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di Puskesmas Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Asuhan meliputi pemeriksaan kehamilan sesuai standar 10T, pemantauan pertumbuhan janin, pelaksanaan persalinan sesuai standar APN, perawatan masa nifas, asuhan bayi baru lahir, pemantauan neonatus, imunisasi BCG/Polio 1, serta konseling keluarga berencana. Edukasi tambahan diberikan sesuai kebutuhan ibu, seperti tanda bahaya, nutrisi, perawatan payudara, dan dukungan menyusui. Seluruh rangkaian asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, imunisasi, dan keluarga berencana berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memahami tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan nifas, serta pemberian ASI. Bayi lahir dalam keadaan sehat, menunjukkan adaptasi fisiologis yang normal, serta memperoleh perawatan esensial dan imunisasi sesuai jadwal. Pada masa nifas, involusi uterus normal, tidak ditemukan tanda infeksi, dan ibu mampu memilih metode kontrasepsi yang sesuai. Simpulan penerapan Continuity of Care  (CoC) pada Ny. M I terbukti efektif dalam meningkatkan deteksi dini risiko, mendukung kesiapan ibu, serta mengoptimalkan kesehatan ibu dan bayi. Asuhan yang komprehensif dan berkesinambungan meningkatkan kepercayaan diri ibu selama kehamilan hingga masa nifas. Penguatan layanan CoC di fasilitas kesehatan primer menjadi strategi penting untuk menurunkan AKI dan AKB.
Edukasi Prenatal Yoga Teknik Relaksasi dan Pernafasan untuk Ketidaknyamanan Kehamilan Emi Reni Barus; Nurmila; Rubiatul Addawiyah; Rostinah; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy involves various physiological changes, including physical changes, changes in the digestive system, respiratory system, urinary tract, musculoskeletal system, and circulation. Physiological changes and psychological adaptations cause discomfort in pregnant women in each trimester. Some preventive measures that can be taken during pregnancy to ensure the mother and fetus are in good health and later a normal delivery process include light exercise such as morning walks, aerobics, pregnancy gymnastics, stationary cycling, dancing, and yoga. Prenatal yoga can provide benefits for the mental and physical health of pregnant women. The purpose of this activity is to increase the knowledge of pregnant women about the benefits of prenatal yoga in overcoming pregnancy discomfort. Community Service will be implemented in 3 stages: The First Stage is preparing by collaborating with community service partners by obtaining permission from partners. The Second Stage is conducting prenatal yoga socialization and training to reduce discomfort by providing pretest questionnaires, providing materials and practicing prenatal yoga. The Third Stage is conducting evaluations to pregnant women by providing several posttest questionnaires and direct questions and answers. The results of the community service program, which involved 14 pregnant women, revealed that the majority of pregnant women's knowledge before the education session was in the poor category (71.4%), and after the education session, their knowledge was in the good category (100%). This indicates an increase in knowledge among pregnant women after receiving health education. Healthcare workers are expected to practice prenatal yoga on an ongoing basis to improve the well-being of pregnant women. Abstrak Kehamilan melibatkan berbagai perubahan fisiologis antara lain perubahan fisik, perubahan sistem pencernaan, sistem respirasi, sistem traktus urinarius,muskuloskeletal dan sirkulasi. Perubahan fisiologis dan adaptasi psikologis menyebabkan ketidaknyamanan pada pada ibu hamil di setiap trimester. Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan selama kehamilan agar ibu dan janin berada dalam kondisi sehat serta nantinya terjadi proses persalinan normal yaitu olahraga ringan jalan pagi, aerobic, senam hamil, bersepeda statis, menari, dan yoga. Prenatal yoga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan fisik ibu hamil. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat prenatal yoga dalam mengatasi ketidaknyamanan kehamilan. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama mitra pengabdian masyarakat dengan cara melakukan perizinan kepada mitra. Tahap Kedua Melakukan sosialisasi dan pelatihan Prenatal yoga untuk mengurangi ketidaknyamanan dengan cara memberikan kuesioner pretest, pemberian materi dan praktek prenatal yoga. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi kepada ibu hamil dengan memberikan beberapa kuesioner posttest dan tanya jawab secara langsung. Dari hasil pengabdian Masyarakat yang diikuti oleh 14 ibu hamil didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu hamil sebelum dilakukan edukasi dalam kategori kurang sebesar 71,4% dan setelah diberikan edukasi pengetahuan ibu dalam kategori baik sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkiatan pengetahuan pada ibu hamil setelah diberikan edukasi kesehatan. Diharapkan tenaga kesehatan untuk melakukan prenatal yoga secara berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan ibu hamil.
Pemantauan Ibu Hamil Usia Resiko Tinggi Melalui Pendekatan Continuity of Care (COC) Annisa Mastri Wahyu Nur Jati; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are critical indicators of a nation's health status. An effective strategy for early risk detection and reducing mortality is implementing continuity of care (COC) in midwifery practices. To provide comprehensive and continuous midwifery care starting from the third trimester of pregnancy, labor, postpartum, neonates, to family planning (KB) services for Mrs. S in Sambirejo Village. This case study applied the 7-step Varney midwifery management and was documented using the SOAP format. The subject was Mrs. S, a 35-year-old G3P2A0. Care was standardly given from 32 weeks of gestation in January 2026 until 6 weeks postpartum in April 2026. During the third trimester, physiological discomfort in the form of back pain was managed through prenatal yoga. Delivery occurred at 39 weeks of gestation at RSGM via Sectio Caesarea (SC) due to obstetric indication, delivering a healthy baby boy weighing 3235 grams. The postpartum period progressed normally with good uterine involution and smooth lactation. Neonatal visits indicated a healthy infant. At the end of postpartum, the client opted for an implant contraceptive method. Overall, the continuity of care (COC) for Mrs. S was carried out successfully without complications, effectively fulfilling the client's reproductive health needs and transitioning her to long-acting reversible contraception.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam derajat kesehatan suatu negara. Salah satu strategi efektif untuk mendeteksi dini faktor risiko dan menekan angka kematian tersebut adalah penerapan asuhan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of Care/ COC). Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus, hingga pilihan pelayanan keluarga berencana (KB) pada Ny. S di Desa Sambirejo. Jenis laporan menggunakan studi penelaahan kasus (case study) dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan didokumentasikan dalam format SOAP. Subjek studi adalah Ny. S umur 35 tahun G3P2A0. Asuhan diberikan sejak usia kehamilan 32 minggu pada Januari 2026 hingga masa nifas 6 minggu pada April 2026. Pada masa kehamilan trimester III ditemukan ketidaknyamanan fisiologis berupa punggung pegal-pegal yang diatasi dengan latihan prenatal yoga. Persalinan berlangsung pada usia kehamilan 39 minggu di RSGM secara Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis/obstetri, melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3235gram secara sehat. Masa nifas berlangsung normal, involusi uterus baik, dan ASI keluar dengan lancar. Kunjungan neonatus menunjukkan pertumbuhan bayi yang sehat. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menjadi akseptor baru KB implan. Secara keseluruhan asuhan kebidanan berkesinambungan (COC) pada Ny. S telah terlaksana dengan baik secara fisiologis tanpa adanya komplikasi, serta berhasil menjembatani kebutuhan ibu dalam memilih metode kontrasepsi jangka panjang.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Hamil Tentang Relaksasi dan Pernapasan Melalui Kegiatan Prenatal Yoga Nurul Fajriah; Iffatul Muna A; Eka Agustin Sinar Lina; Pebri Satni Lestari; Nurul Khaefa; Gina Audina; Nurul Muslimah; Ayu Arum Sari; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prenatal yoga is a non-pharmacological method that can help pregnant women reduce physical tension, anxiety, and psychological complaints during pregnancy. Knowledge and skills of pregnant women regarding relaxation and breathing techniques through prenatal yoga are still limited. This community service activity aimed to improve pregnant women's knowledge and skills in performing prenatal yoga. The program was conducted in 03 June 2026, in three locations, at Health Center Sebakung Taka, East Kalimantan Province, Nasyifa Medika Medical Clinic, Central Java Province, and Health Center Juata, North Kalimantan Province, involving 25 pregnant women. The method used was through education, demonstration, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The pre-test results showed that most participants had low knowledge (76.9%). After participating in the education and prenatal yoga practice, most participants had high knowledge (69.2%), and none remained in the low category. These results indicate that education combined with practical exercises is effective in improving pregnant women's understanding and skills regarding prenatal yoga, relaxation, and breathing techniques. Prenatal yoga education should be conducted continuously through posyandu activities and community health programs to support comfort and readiness for childbirth.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam derajat kesehatan suatu negara. Salah satu strategi efektif untuk mendeteksi dini faktor risiko dan menekan angka kematian tersebut adalah penerapan asuhan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of Care/ COC). Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus, hingga pilihan pelayanan keluarga berencana (KB) pada Ny. S di Desa Sambirejo. Jenis laporan menggunakan studi penelaahan kasus (case study) dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan didokumentasikan dalam format SOAP. Subjek studi adalah Ny. S umur 35 tahun G3P2A0. Asuhan diberikan sejak usia kehamilan 32 minggu pada Januari 2026 hingga masa nifas 6 minggu pada April 2026. Pada masa kehamilan trimester III ditemukan ketidaknyamanan fisiologis berupa punggung pegal-pegal yang diatasi dengan latihan prenatal yoga. Persalinan berlangsung pada usia kehamilan 39 minggu di RSGM secara Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis/obstetri, melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3235gram secara sehat. Masa nifas berlangsung normal, involusi uterus baik, dan ASI keluar dengan lancar. Kunjungan neonatus menunjukkan pertumbuhan bayi yang sehat. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menjadi akseptor baru KB implan. Secara keseluruhan asuhan kebidanan berkesinambungan (COC) pada Ny. S telah terlaksana dengan baik secara fisiologis tanpa adanya komplikasi, serta berhasil menjembatani kebutuhan ibu dalam memilih metode kontrasepsi jangka panjang.