Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Pengetahuan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas X: Analysis of Knowledge on The Incident of Anemia in Pregnant Women at Public Health Center X Fera Aldania; Masruroh
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.2565

Abstract

Anemia is a condition where the number and size of red blood cells or hemoglobin concentration is below the normal limit value and in pregnant women this occurs due to hemodilution.  The number of pregnant women at the Kledung Community Health Center in January – December 2021 was 198 people and 53 people (26.76%) of them had anemia, while the number of pregnant women in January – October 2022 was 265 people and 110 people (41.50%) of them  suffer from anemia.  Factors that influence anemia are lack of knowledge.  The aim of the research was to determine the relationship between the level of knowledge of pregnant women about anemia and the incidence of anemia in pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung. This research is a type of quantitative research in the form of analytical survey research with a cross sectional research design.  Collecting primary data with questionnaires and secondary data from the cohort of pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung.  The sampling was carried out using a total population technique of 49 respondents.  Data analysis used chi-square. The level of knowledge of pregnant women about anemia in the good category was 17 people (34.7%), 20 people (40.8%) were sufficient and 12 people (24.5%) were poor.  The incidence of anemia in pregnant women was 24 people (49%).  The results of statistical tests using Chi-Square showed p-value = 0.019 (p<0.05) so that there was a relationship between the level of knowledge of pregnant women about anemia and the incidence of anemia in pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung. There is a relationship between anemia and the incidence of anemia in pregnant women at the Kledung Community Health Center Temanggung in 2022.   Abstrak Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah dan ukuran sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin dibawah nilai batas normal dan pada ibu hamil terjadi karena hemodilusi. Jumlah ibu hamil di Puskesmas Kledung pada bulan Januari – Desember 2021 sebanyak 198 orang dan 53 orang (26,76%) diantaranya mengalami anemia, sedangkan jumlah ibu hamil bulan Januari – Oktober 2022 sebanyak 265 orang dan 110 orang (41,50%) diantaranya mengalami anemia. Faktor yang mempengaruhi anemia yaitu kurangnya pengetahuan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kledung Temanggung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan bentuk penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Mengumpulkan data primer dengan kuesioner dan data sekunder dari kohort ibu hamil Puskesmas Kledung Temanggung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total populasi sebanyak 49 responden. Analisis data menggunakan chi-square. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia kategori baik sebanyak 17 orang (34,7%), cukup sebanyak 20 orang (40,8%), dan kurang sebanyak 12 orang (24,5%). Kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 24 orang (49%). Hasil uji statistik dengan Chi-Square didapatkan p-value = 0,019 (p<0,05) sehingga terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kledung Temanggung. Ada hubunagna antar tentang anemia dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Kledung Temanggung 2022.
Hubungan Paritas dengan Terjadinya Depresi pada Ibu Hamil di Puskesmas Krapyak Kidul Kota Pekalongan: The Relationship Between Parity and the Occurrence of Depression in Pregnant Women at the Krapyak Kidul Community Health Center, Pekalongan City Nurul Firdaus; Masruroh
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.717

Abstract

Pregnancy is a process in a woman's life that can cause physical and psychological changes that can increase the risk of mental health disorders, one of which is antenatal depression. Antenatal depression not only receives less attention, but data is also difficult to find. Nulliparous pregnant women tend to experience higher levels of mental health problems due to their first pregnancy and childbirth. The purpose of this study was to determine the relationship between parity and depression in pregnant women. This quantitative study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study population was all pregnant women in their first and third trimesters at the Krapyak Kidul Community Health Center in Pekalongan City. The sample was drawn from a total population of 67 pregnant women. Data were collected using the EPDS questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. The results of this study showed that nulliparous pregnant women had a higher risk of depression (65.5%) compared to primiparous/multiparous women (13.2%). The Chi-Square test showed a significant association between parity and depression in pregnant women, with a p-value of 0.000. This indicates a significant association between parity and depression in pregnant women, with nulliparous women at higher risk of depression than primiparous/multiparous women. Suggestions include providing prenatal counseling on healthy pregnancy planning and physical and psychological changes during pregnancy, including education on the signs and symptoms of depression during pregnancy, so that mothers can recognize their psychological condition early.   ABSTRAK Kehamilan adalah suatu proses dalam kehidupan seorang wanita yang dapat menimbulkan perubahan fisik dan psikologis yang beresiko menyebabkan gangguan kesehatan mental salah satunya depresi antenatal. Depresi antenatal selain kurang mendapat perhatian, juga datanya sulit ditemukan. Ibu hamil nullipara cenderung mengalami masalah kesehatan mental lebih tinggi karena menghadapi kehamilan dan persalinan pertama kali. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas dengan terjadinya depresi pada ibu hamil di Puskesmas Krapyak Kidul Kota Pekalongan Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil Trimester I dan ibu hamil Trimester III di wilayah Puskesmas Krapyak Kidul Kota Pekalongan sebanyak 67 ibu hamil . Teknik pengambilan Sample total populasi yang berjumlah 67 ibu hamil. Pengumpulan data untuk variable depresi ibu hamil menggunakan lembar kuesioner EPDS dan data paritas diperolah dari buku KIA serta dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil dari penelitian ini didapatkan ibu hamil nullipara memiliki proporsi resiko depresi lebih tinggi (65,5%) dibandingkan dengan primipara / multipara (13,2%). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara paritas dengan terjadinya depresi pada ibu hamil dengan p value = 0,000 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian depresi pada ibu hamil, dimana kelompok ibu hamil nullipara lebih beresiko mengalami depresi dibandingkan kelompok primipara / multipara. Saran memberikan konseling prenatal tentang perencanaan kehamilan sehat dan perubahan fisik dan psikologis selama kehamilan, termasuk didalamnya edukasi tentang tanda dan gejala depresi selama kehamilan, sehingga ibu dapat mengenali kondisi psikologisnya sejak dini.
Sehat Reproduktif, Sehat Masa Depan: Edukasi Bahaya PMS dan HIV/AIDS pada Remaja di SMK Muhammadiyah Salatiga Cahyaningrum; Masruroh
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5044

Abstract

Adolescents are an age group vulnerable to risky behaviors related to reproductive health, including exposure to sexually transmitted diseases (STDs) and HIV/AIDS. Lack of comprehensive knowledge, along with stigma and misinformation, are key factors contributing to low awareness among adolescents regarding the prevention of these diseases. This community service activity aims to increase adolescents' knowledge and awareness regarding the dangers of STDs and HIV/AIDS through reproductive health education at Muhammadiyah Vocational School in Salatiga. The methods used were interactive counseling, group discussions, and the provision of educational media based on leaflets and audiovisual presentations. The activity was carried out using a pre-test and post-test approach to measure the increase in participants' knowledge. The target group was 147 students in grades 10 and 11. The results showed a significant increase in students' knowledge after the education, as indicated by an increase in the average post-test score compared to the pre-test. In addition, participants showed a more positive attitude towards STD and HIV/AIDS prevention efforts, including the importance of a healthy and responsible lifestyle. The conclusion of this activity is that interactive and systematic reproductive health education is effective in increasing adolescents' knowledge and awareness regarding the dangers of STDs and HIV/AIDS. Therefore, similar activities need to be carried out continuously by involving various parties, including schools and health workers, to support the creation of a healthy and quality young generation.   ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku berisiko terkait kesehatan reproduksi, termasuk paparan penyakit menular seksual (PMS) dan HIV/AIDS. Kurangnya pengetahuan yang komprehensif serta adanya stigma dan misinformasi menjadi faktor utama yang mempengaruhi rendahnya kesadaran remaja terhadap pencegahan penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya PMS dan HIV/AIDS melalui edukasi kesehatan reproduksi di SMK Muhammadiyah Salatiga. Metode yang digunakan berupa penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pemberian media edukasi berbasis leaflet dan presentasi audiovisual. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 147 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi, yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif terhadap upaya pencegahan PMS dan HIV/AIDS, termasuk pentingnya perilaku hidup sehat dan bertanggung jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi kesehatan reproduksi yang dilakukan secara interaktif dan sistematis efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait bahaya PMS dan HIV/AIDS. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sekolah dan tenaga kesehatan, guna mendukung terciptanya generasi muda yang sehat dan berkualitas.
EFEKTIFITAS MEDIA PROMOSI KESEHATAN KANKER SERVIKS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN WUS Masruroh .; Cahyaningrum .
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.347

Abstract

ABSTRAKProgram pemeriksaan IVA dicanangkan agar semua wanita usia subur mau melakukan pemeriksaan IVA, namun cakupan pemeriksaan IVA masih dibawah target nasional. Upaya promosi kesehatan tentang  kanker serviks sudah dilakukan dengan metode ceramah dan leaflet  tetapi masih kurang efektif dan menarik. Media elektronik seperti video diharapkan lebih menarik dan mudah dipahami.Penelitian ini mempunyai tujuan umum untuk menganalisis efektifitas media promosi kesehatan tentang deteksi dini kanker serviks  dengan IVA. Populasi dalam penelitian  adalah wanita usia subur yang ada di Puskesmas Bergas. Sampelnya  Wanita usia subur  berjumlah 40 responden.Teknik pengambilan sampel dengan  simple random sampling. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah video, Leaflet dan kuesioner. Metode yang dipakai adalah eksperimen semu dengan pendekatan pre-posttest design. Analisis dilakukan dengan uji beda Wilcoxon, uji untuk melihat keefektifanan media menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok leaflet   ( p = 0,0001), ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok video    ( p = 0,0001). Media video lebih efektif pada upaya promosi kesehatan (p = 0,016 ). Kesimpulan pemberian  promosi kesehatan dengan media video lebih efektif daripada menggunakan media leafledKata kunci : Media Promosi Kesehatan, IVA, Pengetahuan,WUSTHE EFFECTIVENESS OF HEALTH PROMOTION MEDIA TALKING ABOUT CERVICAL CANCER TOWARD THE IMPROVEMENT OF PRODUCTIVE AGE-WOMEN’S KNOWLEDGE ABSTRACTThe IVA examination program is planned so that all women of productive age are willing to do IVA examination, but the scope of IVA examination is still below the national target. Some efforts to promote health about cervical cancer have been carried out by using lecture and leaflet methods but they are still less effective and interesting. Electronic media such as videos are expected to be more interesting and easier to understand. This study had a general objective to analyze the effectiveness of health promotion media on early detection of cervical cancer using IVA. The populatin in this study  was productive age womens in the puskesmas bergas. The sampel was productive age women 40 respondont.Sampling technique with simple random sampling.The Instrument used in this research are video,leaflet and questionnaer. The method used quasi-experimental with a pre-posttest design approach. The analysis was carried out by using the difference test of Wilcoxon, while the test to see the effectiveness of the media used the Mann Whitney test. The results showed the differences of knowledge before and after the treatment in the leaflet group (p = 0.0001), the differences of knowledge before and after the treatment in the video group (p = 0,0001). Video media are more effective in health promotion efforts (p = 0.016). The conclusion is that providing health promotion using video media is more effective than using leaflet mediaKey words: Health Promotion Media, IVA, Knowledge, Productive Age Womens