Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DETEKSI DINI PENCEGAHAN HIV/AIDS MELALUI PEMERIKSAAN IMS PADA PEKERJA SEKS KOMERSIIL (PSK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAWEN KABUPATEN SEMARANG Ana Puji Astuti; Ummu Muntamah; Siti Haryani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 2, No 2 (2019) : Juli 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v2i2.53

Abstract

IMS (Infeksi Menular Seksual) merupakan penyakit akibat aktivitas seksual yang tidak sehat. IMS lebih beresiko apabila melakukan hubungan dengan berganti-ganti pasangan yang dapat ditularkan baik melalui oral, vagina maupun anal. Dampak yang paling mengkhawatirkan adalah resiko peningkatan angka kejadian HIV/AIDS. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mencegah IMS melalui peningkatan pengetahuan dan meningkatkan motivasi akan kesadaran melalui deteksi dini IMS di wilayah kerja Puskesmas Bawen Kabupaten Semarang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan beberapa tahap, yaitu observasi lokasi dan sosialisasi kegiatan, penyuluhan kesehatan tentang IMS, pemeriksaan laboratorium, konseling dan pengobatan serta motivasi pencegahan IMS. Hasil dari kegiatan ini adalah sosialisasi diikuti oleh Kepala Puskesmas Bawen, pemegang program/penanggung jawab program kegiatan dan tim baik dari pihak puskesmas maupun tim pengabdian Universitas Ngudi Waluyo. Penyuluhan kesehatan mengenai IMS dan pemeriksaan laboratorium dihadiri semua PSK dengan jumlah 81 orang (100%), dan terdapat 35,80% PSK mengalami IMS dari hasil analisis pemeriksaan laboratorium PMN uretra/serviks.. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian perlu ditindaklanjuti pelaksanaan penyuluhan kesehatan secara berkesinambungan, kondomisasi dan pemeriksaan VCT untuk mendeteksi dan mencegah HIV/AIDS. Kata kunci: deteksi dini, IMS, PSK
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DENGAN KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI DI WILAYAH DESA CANDIREJO KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG Siti Haryani; Ana Puji Astuti; Kartika Sari
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 4, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v4i1.104

Abstract

Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan Di Indonesia. Saat ini, Indonesia merupakan peringkat ke lima kejadian stunting pada balita di dunia. Di Indonesia, stunting disebut kerdil, artinya ada gangguan pertumbuhan fisik dan pertumbuhan otak pada anak.Prevalensi stunting di Jawa Tengah tergolong tinggi yaitu sebesar 33,6%,sedangkan data Puskesmas Ungaran 2017 mencatat prevalensi stunting di Ungaran sekitar 6,14% dimana salah satu desa yaitu desa Candirejo memiliki balita stunting 19 anak.Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mencegah angka kejadian pada Balita Di Desa Candirejo. Metode pendekatan yang dilakukan yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang stunting dan dampaknya, menjelaskan cara pemberian asupan makanan bergizi melalui kegiatan demonstrasi pembuatan makanan tambahan, cara melakukan perilaku hidup bersih dan sehat melalui kegiatan cuci tangan kepada para ibu PKK di wilayah RW 1 Desa Candirejo. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan didapatkan 90% Ibu PKK RW 1 Desa Candirejotelah mengikuti pendidikan kesehatan mengenai stunting, 85 % Ibu PKK RW 1 telah mengikuti edukasi mengenai PHBS dan pemberian makanan tambahan. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat di wilayah RW 1 desa Candirejo yaitu ibu-ibu PKK mampu menjelaskan kembali tentang pencegahan stunting dan menerapkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui gerakan mencuci tangan serta membuat makanan tambahan Kata kunci: Stunting, komunikasi informasi edukasi (KIE)
KORELASI PEMBELAJARAN DARING (ONLINE) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR REMAJA DI MASA PANDEMI COVID-19: The Correlation Between Online Learning and Student’s Motivation During Covid-19 Pandemic Siti Haryani; Joyo Minardo; Ana Puji Astuti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.991 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1281

Abstract

Belajar merupakan proses interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Sistem pembelajaran dalam jaringan (onine) adalah sistem pembelajaran tanpa tatap muka langsung antara dosen dan mahasiswa tetapi dilakukan secara online dengan menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun siswa berada di rumah. Sehingga guru dituntut untuk mampu merancang media pembelajaran sebagai suatu inovasi dengan memanfaatkan media online. Pembelajaran ini dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pembelajaran online dengan motivasi belajar siswa. Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan validitas r >0,444 dan reliabilitas 0,885. Analisis data menggunakan Produt Moment Pearson's. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 152 siswa dengan teknik total sampling. Hasil Dari penelitian diketahui bahwa pembelajaran online dalam kategori baik 79,6%, motivasi siswa dalam motivasi tinggi 49,1%. Analisis bivariat memiliki hubungan antara pembelajaran online dengan motivasi belajar siswa dengan taraf signifikansi p=0,000.Kesimpulan dan Saran. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara pembelajaran online dengan motivasi belajar siswa. Saran dari penelitian ini adalah memelihara sistem pembelajaran dan motivasi belajar siswa.
Pengelolaan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Dengan Severe Depressive Episode With Psychotic Symptoms : Management of Sensory Perception Disorders: Auditory Hallucinations With Severe Depressive Episode With Psychotic Symptoms ANNISA AZIZAH; Ana Puji Astuti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.183

Abstract

Sensory perception disorder is a condition that occurs in a person who experiences changes in the shape and number of stimuli that come from outside, resulting in a sensory perception disorder: hallucinations. One of the sensory perception disorders is auditory hallucinations, where the patient will experience changes in perception and often hear false or unreal whispers and have no form. The purpose of writing this scientific paper is to describe the management of sensory perception disorders: auditory hallucinations with severe depressive episodes with psychotic symptoms at Wisma Drupad RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. This type of research uses a descriptive method with the approach used, namely the nursing care approach including nursing diagnoses, nursing interventions, nursing implementation and nursing evaluations. The data obtained from the perception assessment that the patient said he heard a whisper, usually appeared when the patient was alone or doing activities. The patient is confused, daydreaming, pacing, the patient is disturbed and uncomfortable with whispering sounds. Whispers are not clear but real audible. Whispers were frequent and countless. So that a nursing diagnosis of Daignosis disorder was established which was enforced by sensory perception disorders: auditory hallucinations. The interventions arranged were teaching SP 1 how to rebuke hallucinations, SP 2 with 5 correctly taking medication, SP 3 controlling hallucinations by talking and SP 4 controlling hallucinations by doing favorite activities or positive activities. Furthermore, the implementation of SP1, SP2 and SP3 and an evaluation is carried out at the end of management. Based on the results of nursing management, it can be concluded that the problem of sensory perception disorders: auditory hallucinations is partially resolved by reducing the frequency of hallucinations. ABSTRAK Gangguan persepsi sensori adalah suatu keadaan yang terjadi dalam diri seseorang yang mengalami perubahan bentuk dan jumlah rangsangan yang datang dari luar sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan persepsi sensori: halusinasi. Salah satu gangguan persepsi sensori yaitu halusinasi pendengaran, dimana pasien akan mengalami adanya perubahan pada persepsi dan sering mendengar suara bisikan palsu atau tidak nyata dan tidak ada wujudnya. Tujuan dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini untuk menggambarkan pengelolaan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan severe depressive episode with psychotic symptoms di Wisma Drupada RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan asuhan keperawatan meliputi diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Diperoleh data dari pengkajian persepsi bahwa pasien mengatakan mendengar suara bisikan, biasanya muncul saat pasien sedang sendiri atau beraktifitas. Pasien bingung, melamun, mondar-mandir, pasien terganggu dan tidak nyaman dengan suara bisikan. Suara bisikan tidak jelas tapi nyata terdengar. Suara bisikan sering muncul dan tidak terhitung. Sehingga ditegakkan diagnosis keperawatan gangguan Diagnosis yang ditegakkan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi yang disusun yaitu ajarkan SP 1 cara menghardik halusinasi, SP 2 dengan 5benar minum obat, SP 3 kontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dan SP 4 kontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan yang disukai atau kegiatan positif. Selanjutnya implementasi dari SP1, SP2 dan SP3 dan dilakukan evaluasi di akhir pengelolaan. Berdasarkan dari hasil pengelolaan keperawatan, maka dapat disimpulkan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran teratasi sebagian dengan berkurangnya frekuensi munculnya halusinasi.
Gambaran Pengelolaan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran dan Penglihatan pada Klien Skizofrenia Paranoid: Description of Management of Sensory Perception Disorders: Auditory and Visual Hallucinations in Paranoid Schizophrenic Clients Ela Safitri; Ana Puji Astuti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i1.261

Abstract

Hallucinations are one of the symptoms of mental disorders in which the client experiences changes in sensory perception, feels false assumptions in the form of sound, sight, taste, touch or smell. The client feels a stimulus that is not real. The purpose of writing this scientific paper is to describe the management of sensory perception disorders: auditory and visual hallucinations with paranoid schizophrenia at Wisma Setyowati Mental Hospital Prof. Dr. Soerojo Magelang. The approach method in compiling this Scientific Paper is a descriptive method because it is used for nursing care outcomes that focus on one of the main priority problems. The data collection technique uses a nursing methodological approach starting from assessment, nursing diagnosis, nursing intervention and evaluation. The implementation of nursing is carried out for 3 days by controlling the client's hallucinations, among others: by rebuking, taking medication properly, conversing with other people and doing positive activities. The results of the nursing evaluation, hearing and vision sensory perception disorders were partially resolved. Suggestions for the community and families can change the mindset / thoughts and views of clients with mental disorders with hallucinations and can accept them without being isolated in their environment. Increase knowledge about mental disorders in order to be able to overcome and treat clients who experience hallucinations, and so that clients can mingle and be open about the problems they are experiencing.   ABSTRAK Halusinasi merupakan salah satu gejala gangguan jiwa yang mana klien mengalami perubahan sensori persepsi, merasa berpraduga palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan atau penghiduan. Klien merasakan stimulus yang sebenarnya tidak nyata. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pengelolaan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan dengan skizofrenia paranoid di Wisma Setyowati Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang. Metode pendekatan dalam menyusun Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode deskriptif karena digunakan untuk hasil asuhan keperawatan yang menitikberatkan pada salah satu masalah prioritas utama. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan dan evaluasi. Implementasi keperawatan dilakukan selama 3 hari dengan melakukan mengontrol halusinasi klien antara lain yaitu: dengan cara menghardik, 5 benar minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain dan melakukan kegiatan yang positif. Hasil evaluasi keperawatan, gangguan persepsi sensori pendengaran dan penglihatan teratasi sebagian. Saran bagi masyarakat dan keluarga dapat merubah mindset/pikiran serta pandangannya terhadap klien dengan gangguan jiwa dengan halusinasi dan dapat menerimanya tanpa mengucilkan di lingkungannya. Menambah pengetahuan mengenai gangguan jiwa agar dapat mengatasi dan merawat klien yang mengalami halusinasi, serta agar klien dapat berbaur dan terbuka mengenai masalah yang dialaminya.
Analisis Deksriptif Pembelajaran Dalam Jaringan (Online) Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo Dimasa Pandemi Covid-19 Ana Puji Astuti; Siti Haryani; Anis Yulvita
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v3i1.899

Abstract

Learning is the process of student interaction with lecturers and learning resources in a learning environment. Online learning becomes an option during the covid-19 pandemic to avoid direct contact with students due to covid-19. The purpose of this study is to find out the description of learning online in the students of Diploma Tiga Nursing Program Ngudi Waluyo University. This research method is descriptive with a cross sectional approach. The total of samples is 92 students. The result of the research showed that study learning plan was given before the lecture (96.7%), materials are given in accordance with the study learning plan (76.1%), there are obstacles during online learning (83.7),  explanation of lecture materials by lecturers can be understood (72.8%), no feedback during online learning (90.2%), Lesture assessment is conducted transparently (68.5%), media used in online learning is sipolin of Ngudi Waluyo University (50%), 43.5 % use google meet, assignment using in accordance with the study learning plan (98.9%), learning method of students center learning (95.7%). Concluded that the online learning in Diploma Three of Nursing Program of Ngudi Waluyo University went well. Suggestions for learning activities can be improved especially in the aspects of learning media that can be given in a variety.Online learningStudentCovid-19
Tepid Sponge sebagai Upaya Penanganan Hipertermi di TK Islam Nurul Izzah Siti Haryani; Ana Puji Astuti; Joyo Minardo; Kartika Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.345 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1959

Abstract

The incidence of fever often increases the morbidity and mortality rates in children under five. Based on the survey results in March 2022, it showed that 87% of Nurul Izzah Kindergarten children had experienced fever accompanied by an increase in temperature above normal. Fever can cause hyperthermia. Hyperthermia is an increase in body temperature above normal (above 37.7oC). If hyperthermia is not treated properly, it can cause seizures which can hamper the development of the child. The purpose of this activity is to provide an overview of the treatment of hyperthermia with the tepid sponge procedure. The method used is to provide health education with the demonstration method of the tepid sponge procedure. The result of this activity is that 92% of participants can explain and demonstrate again about the Tepid Sponge procedure.ABSTRAKKejadian demam seringkali meningkatkan angka keasakitan dan angka kematian pada Balita. Berdasarkan hasil survey bulan Maret 2022, menunjukkan bahwa 87% anak-anak TK Nurul Izzah pernah mengalami demam disertai penigkatan suhu diatas normal. Demam dapat menyebabkan hipertermi. Hipertermi merupakan peningkatan suhu tubuh diatas normal (diatas 37,7oC). Jika hipertermi tidak ditangani secara baik dapat menyebabkan kejang yang akan mempengaruhi perkembangan anak. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan gambaran tentang penanganan hipertermi dengan prosedur tepid sponge . Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kesehatan dengan metode demonstrasi prosedut tepid sponge. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta 92% dapat menjelaskan dan mendemonstrasikan kembali tentang prosedur Tepid Sponge ..