Anita Lufianti
STIKES An-Nur Purwodadi

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK DI PUSKESMAS PURWODADI I Meity Mulya Susanti; Yuwanti Yuwanti; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.181

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan ibu tentang perkembangan anak  akan mempengaruhi perkembangan motorik anak. Tidak banyak orang tua yang mengerti tentang keterampilan motorik seorang anak sehingga perlu diinformasikan dan dilatih setiap saat agar perkembangan motorik anak optimal. Tujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak, mengidentifikasi motorik anak dengan DDST II dan menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di wilayah Puskesmas Purwodadi I.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sebanyak 85 orang. Uji hipotesis menggunakan Chi Square.Hasil : Didapatkan nilai ? (0,002) < 0.05, maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak  dan didapatkan nilai kekuatan korelasi sebesar 0.335 artinya kekuatan korelasinya lemah dan arah korelasinya positif.Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di Puskesmas Purwodadi I. Kata Kunci    : Pengetahuan Ibu, Perkembangan anak dan Perkembangan motorik
PENGARUH PIJAT (MASSAGE) BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 6 – 12 BULAN DI DESA PILANGPAYUNG KEC. TOROH KAB. GROBOGAN Anita Lufianti; Christina Nur Widayati; Ninik Puji
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v4i1.139

Abstract

Latar belakang; Pijat bayi yaitu suatu bentuk permainan gerakan pada bayi, untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal. Pijat bayi merupakan salah satu cara yang menyenangkan yang akan membuat perasaan nyaman bagi bayi. Saat ini berbagai terapi telah dikembangkan, baik terapi farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi masalah tidur bayi adalah pijat bayi, dengan menggunakan terapi pijat bayi sehingga kualitas tidur bayi akan lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat (massage) bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 6 – 12 bulan di Desa Pilangpayung, Kec. Toroh, Kab. Grobogan.Metode; Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan non equivalent control group design with pretest and posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan metode Simple Random Sampling dan didapatkan sampel berjumlah 40 responden.Hasil; Berdasarkan analisis menggunakan uji Paired Sample T Test pada kelompok intervensi menunjukkan p value 0.000. sebab nilai p velue < 0.05 maka ada pengaruh pijat (massage) bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 6 – 12 bulan di Desa Pilangpayung, Kec. Toroh, Kab. Grobogan. Pada kelompok kontrol hasil uji dengan menggunakan uji Wilcoxcon, didapatkan hasil p value 0,000, jika alpha (α) adalah 0,05 maka hasil yang didapatkan adalah pV < α atau 0,000 < 0,05 maka ada pengaruh pijat bayi (massage) terhadap kualitas tidur bayi.Simpulan; Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan ada pengaruh pijat (massage) bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 6 – 12 bulan di Desa Pilangpayung, Kec. Toroh, Kab. Grobogan. Kata kunci; Pijat (Massage) Bayi, Kualitas Tidur Bayi
PENGARUH MOBILISASI PADA PASIEN STROK NON HAEMORAGIC YANG MENGALAMI GANGGUAN MOTORIK TERHADAP KEJADIAN DEKUBITUS DI RSUD dr. R. SOEDJATI SOEMODIARDJO PURWODADI Anita Lufianti; Sutrisno Sutrisno
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v2i1.32

Abstract

Latar Belakang; Pada penderita stroke non hemorrhagic perlu di lakukan mobilisasi karena bisa menurunkan resiko terjadinya trauma atau iskemik jaringan daerah yang terkena mengalami perburukan atau sirkulasi yang lebih jelek dan menurunkan sensasi dan lebih besar menimbulkan kerusakan pada kulit atau dekubitus. Tujuan; penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi pada pasien stroke non haemoragic yang mengalami gangguan motorik terhadap kejadian dekubitus di RSUD dr. Raden Soedjati Soemodiardjo Purwodadi.Metode; Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan Post Test Only  Control group Design. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Sampel didapatkan 20 responden dari ruang Seroja dan Kemuning. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 responden pada kelompok intervensi dan 10 responden pada kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan Skala Norton yang terdiri dari Keadaan fisik, Keadaan mental, Aktivitas, Mobilitas, inkontinensia. Analisis datanya dengan bantuan computerized menggunakan uji Independent t test dengan taraf signifikansi 95 %.Hasil; Responden pada kelompok intervensi yang memiliki kondisi dengan resiko sedang terjadi dekubitus sebanyak 3 responden (30%) dan yang memiliki resiko rendah dekubitus sebanyak 7 responden (70%), sedangkan pada kelompok kontrol, responden yang memiliki resiko sedang terjadi dekubitus sebanyak 7 responden (70%) dan yang memiliki resiko rendah dekubitus sebanyak 3 responden (30%). Nilai mean kelompok perlakuan 16.70 dan SD 1.05 Nilai mean kelompok control 17.80 dan SD 1.13 Ada perbedaan rata-rata kondisi dekubitus antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dengan nilai t hitung (2,240) > t tabel (2,101) dan nilai p value  (0,038) < α (0,05).Kesimpulan; Mobilisasi pada pasien stroke non hemoragik memberikan pengaruh terhadap risiko dekubitus. Peluang terjadinya dekubitus bisa diperkecil atau risikonya lebih ringan. Kata kunci; Mobilisasi, Stroke Non Haemoragic, dan Pressure Ulsers
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) OLAHAN TELUR TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN PADA BALITA BAWAH GARIS MERAH (BGM) USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS PURWODADI I Meity Mulya Susanti; Anita Lufianti; Siti Anisatun Nisa
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 1, No 1 (2016): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v1i1.25

Abstract

Latar belakang; Balita merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan, terutama masalah gizi kurang atau buruk. Untuk mencegah gizi balita yang ditandai dengan berat badan kurang atau dibawah garis merah dilakukan pemberian makanan tambahan (PMT) berupa olahan telur karena telur menjadi bagian penting dari nutrisi yang di butuhkan anak, karena kaya akan zat besi, protein, lemak, dan protein sangat penting sebagai zat pembangun untuk pembuatan sel-sel baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur terhadap perubahan berat badan balita bawah garis merah (BGM) usia 1-5 tahun di Puskesmas Purwodadi I Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.Metodologi; Jenis penelitian ini adalah Pra Eksperimentdengan jenis rancangan One Group Pre Post Test Designdengan tehnik Accidental Samplingdan didapatkan 14 respondenyang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan melakukan penimbangan sebelum dan setelah dilakukan pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur pada balita bawah garis merah.Hasil; Berdasarkan hasil analisa data didapatkan hasil uji beda antara berat badan balita sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur menggunakan uji Paired T Testnilai pv (0,000) < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur terhadap perubahan berat badan balita bawah garis merah (BGM) usia 1-5 tahun di Puskesmas Purwodadi I Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan.Kesimpulan; Ada perbedaan rata-rata berat badan balita sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur, dengan demikian ada perbedaan yang bermakna berat badan balita sebelum dan sesudah pemberian makanan tambahan (PMT) olahan telur kepada balita bawah garis merah Kata kunci; Olahan Telur, PMT, BGM
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA DENGAN UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN ISPA NON PNEUMONIA PADA ANAK USIA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOROH I Ary Rahmaningsih; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1, No 2 (2016): THE SHINE CAHAYA DIII KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscd3kep.v1i2.28

Abstract

Latar Belakang, ISPA merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di negara berkembang dan negara maju. Hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan dan angka kematian karena ISPA terutama pada bayi dan balita. Usia Balita adalah kelompok yang paling rentan dengan infeksi saluran pernapasan. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kekambuhan pada balita. Pengetahuan dan sikap mengenai kesehatan akan berpengaruh terhadap perilaku sebagai hasil jangka panjang dari pendidikan kesehatan hal itu dikarenakan dari pengetahuan dan sikap itulah akan tercipta upaya pencegahan kekambuhan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya.Tujuan, Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA non pneumonia pada anak usia 1-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Toroh I.Metode, Jenis penelitian ini Deskriptif Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sample menggunakan teknik Accidental Sampling, dengan jumlah sampel penelitian 48 responden, sedangkan instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Untuk melihat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat menggunakan uji korelasi uji Spearman Rho. Hasil, Hasil yang diperoleh dari penelitian ini sebanyak 54,2% responden mempunyai pengetahuan cukup, 52,1% sikap cukup, 52,1 % upaya pencegahan kekambuhan baik. Hasil uji bivariat membuktikan bahwa pengetahuan berhubungan dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA (p=0.000), sikap berhubungan dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA (p=0.022).Simpulan, Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap orang tua dengan upaya pencegahan kekambuhan ISPA pada anak usia 1 – 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Toroh I. Kata Kunci    : Pengetahuan, Sikap, Orang Tua, Upaya Pencegahan Kekambuhan ISPA, Balita.