Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

INTEGRATED PUBLIC SPACE DESIGN WITH A PASSIVE ARCHITECTURAL APPROACH IN THE TINGKIR SUB-DISTRICT, SALATIGA Maqbul Kamaruddin; Widi Dwi Satria; Dewanto Harjunowibowo; Nofri Sumedi Jaya; Fernando Raja Monang; Yohanes Glen Owen
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i2.4637

Abstract

Public places that provide a secure, welcoming, and beautiful environment are becoming increasingly important to enhance community welfare. The government is attempting to enhance public services in Salatiga's Tingkir sub-district by creating an integrated public space design for the neighbourhood. Presenting this integrated public space is difficult as it must allow for various community activities in a typical community area, including sports, education, recreation, and events. In response to this problem, a passive design strategy that optimises building operations and conserves resources by considering context and microclimate elements is given in the design of a public space. These include modifications to the traditional Javanese stilt house form, skylights for daylighting, and roof protection against predicted excessive rains and sunshine. Integrated public space planning aims to fulfil many communities' requirements and provide a visually stunning and sustainable environment for everyone via these strategies. This study's most effective passive design techniques are adapting the traditional stilt house model to increase natural ventilation on artificial cooling systems and roof protection as shading, which can effectively regulate temperature. These methods are anticipated to enhance public spaces' overall sustainability and livability, transforming them into ecologically conscious and neighbourhood-focused hubs of activity and engagement.
EKSPLORASI FASAD PADA BANGUNAN KAMPUS (STUDI KASUS KAMPUS ITERA) Widi Dwi Satria; Verza Dillano Gharata; Maqbul Kamaruddin; Rendy Perdana Khidmat; Salsabila Tadzkia; Lingga Nurkomala Sari
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasad menjadi salah satu bagian penting didalam dunia arsitektur yang saat ini memiliki banyak variasi desain yang menuntut kompleksitas dan bentuk arsitektur yang unik dengan menekankan konsep tertentu pada visual bangunan. Fasad termasuk salah satu elemen penting dalam desain bangunan, sebagai wajah bangunan, karena yang pertama kali dilihat oleh orang yang melihat bangunan tersebut. Bukan hanya sebagai elemen itu saja namun juga sebagai elemen yang berperan dalam menciptakan kenyamanan bagi penghuni bangunan. Penelitian ini mengambil studi kasus pada kampus Institut Teknologi Sumatera, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi fasad pada bangunannya dengan melakukan metode kualitatif untuk mengidentifikasi karakteristik bangunan yang ada pada lingkungan kampus ITERA dengan bertujuan untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari data-data yang telah dikumpulkan di lapangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan observasi visual untuk mengidentifikasi karakteristik fasad bangunan, termasuk bahan warna, tekstur, dan bentuk. Hasil dari penelitian ini berupa penilaian terhadap fasad yang ada pada Institut Teknologi Sumatera dan beberapa rekomendasi desain fasad yang dinilai lebih baik melalui metode penelitian yang akan dilakukan. Eksplorasi fasad menciptakan tampilan yang estetis dan dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Hal ini dengan mengeksplorasi fasad dapat memahami tentang kompleksitas dan karakteristik suatu bangunan yang menerapkan fungsional dan nilai estetika dalam desain.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PERANCANGAN AGROWISATA DI KECAMATAN CANDIPURO LAMPUNG SELATAN Antusias Nurzukhrufa; Widi Dwi Satria; Amelia Tri Widya; Guruh Kristiadi Kurniawan; Cahyo Ardi Saputro; Okta Riesanty
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 14 No 1 (2024): Juni
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v14i1.6602

Abstract

Candipuro merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki potensi besar di bidang pertanian karena didominasi lahan persawahan dan perkebunan. Namun potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal. Mengingat potensi pertanian yang paling utama, apabila ditambahkan unsur wisata berupa agrowisata dapat menambah nilai positif, seperti meningkatkan edukasi bidang pertanian dan pendapatan daerah, serta meminimalisir alih fungsi lahan pertanian. Penelitian ini penting karena agrowisata tidak hanya dinilai dari sisi komersilnya, namun harus memiliki dampak positif terhadap keberlangsungan lingkungan. Salah satu konsep perancangan yang berwawasan lingkungan yaitu arsitektur ekologi. Arsitektur ekologi berperan melindungi ekosistem dari kerusakan serta menciptakan kenyamanan penghuni dari segi fisik, sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan desain agrowisata yang berwawasan lingkungan dengan menerapkan konsep arsitektur ekologi. Agrowisata sangat dekat dengan alam, sehingga lingkungan alami harus terjaga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan tahapan yaitu identifikasi permasalahan, pengumpulan data, analisis, dan penyusunan konsep, kemudian konsep diimplementasikan ke dalam rancangan. Hasil penelitian ini yaitu implementasi dari empat aspek konsep arsitektur ekologi pada desain agrowisata Candipuro, diantaranya melalui sistem penghawaan dan pencahayaan alami dengan membuat bukaan pada bangunan, penghematan energi dengan penggunaan panel surya, penggunaan material alami pada massa bangunan seperti tanah liat, ijuk, kayu dan bambu, dan penerapan sistem biopori sebagai resapan air.
Ventilation Performance of Air Duct in Double Loaded Corridor Building: A Case Study Muhammad S. Ulum; Wenny Arminda; Maqbul Kamaruddin; Widi Dwi Satria
Civil Engineering Journal Vol 9, No 10 (2023): October
Publisher : Salehan Institute of Higher Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28991/CEJ-2023-09-10-06

Abstract

Buildings with double-loaded corridor types are often found in Indonesia and generally function as offices or lecture rooms. This type of building is popular because of its efficient circulation path to accommodate the movement of occupants. However, a wall separating the room from the corridor makes it impossible to put windows to implement a cross-ventilation system due to acoustic problems. Hence, to achieve indoor thermal comfort, this type of building relies on using an air conditioning (AC) system. However, with the WHO's call to reduce the use of AC during the COVID-19 pandemic, it is necessary to evaluate cross-ventilation in double-loaded corridor buildings to meet comfort standards while still preventing acoustic problems due to noise from corridors and other spaces. The study proposes a new natural ventilation system using air ducts placed above the corridor ceiling to create cross-ventilation in lecture buildings. The E-ITERA building was chosen as a case study in this research. The building has a glass facade with several small windows that can be opened outside. The corridor of this building is designed with openings at both ends, allowing for direct connection to the outside air. The walls facing the passage have a single door and four small ventilations on the aisle's upper side. Simulations were carried out in two classrooms on the 3rd floor using CFD (Computational Fluid Dynamics) software. Experiments were carried out to change the size of the air duct and the size of the ventilation on the wall that leads to the corridor. The results showed that the air duct was able to create cross-ventilation. Ventilation performance is improved when the WWR air duct is the same as the WWR window. The highest air velocity in the centre of the room is 0.6 m/s. Doi: 10.28991/CEJ-2023-09-10-06 Full Text: PDF
TINJAUAN KONSTRUKSI BANGUNAN RUMAH TINGGI DI KAMPUNG ARAB AL-MUNAWAR PALEMBANG Widi Dwi Satria
Nature : National Academic Journal of Architecture Vol 9 No 2 (2022): December
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, Alauddin State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/nature.v9i2a4

Abstract

Indonesia is a country that has traditional houses in almost every province. The architecture of traditional houses in Indonesia is identical to houses that use local materials obtained from the natural surroundings. The durability of the structure and construction of traditional houses is an essential concern, considering the materials used are constantly being consumed by the times. Rumah Tinggi is part of the typical Palembang pyramid house with the use of materials that are dominated by wood. Rumah Tinggi still survives today during the progress of the times. The review of high-rise construction is interesting to study considering the age of the building is more than 250 years, with occupants from the 7th generation. The research is located in the Arabian village of Al-Munawar, Palembang, with the object of Rumah Tinggi. The method used is qualitative with an observation and interview approach. This study aims to identify the existence of traditional houses called high houses against the development of the times. The study results show that using wood materials still dominates the structure and construction of Rumah Tinggi. Rumah Tinggi still survives to this day. Residents of the house still apply building maintenance by replacing damaged wood components and paint to rejuvenate the atmosphere of Rumah Tinggi. Adjustments in high houses do not fade the authenticity and characteristics of Rumah Tinggi.
THE EFFECTS OF FAÇADE DESIGN AND BUILDING ORIENTATION ON INDOOR AIR TEMPERATURES IN CAMPUS BUILDING: CASE STUDY Arminda, Wenny; Kamaruddin, Maqbul; Ulum, M. Shoful; Satria, Widi Dwi; Oktaviani, Nurul
Journal of Architecture&ENVIRONMENT Vol 23, No 1 (2024)
Publisher : Department of Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2355262x.v23i1.a19770

Abstract

As it serves as the outermost layer directly exposed to the surrounding climate, building façade is one of the key factors influencing thermal comfort. Glass is a commonly used facade material in building design due to its ability to allow natural light into indoor spaces and enhance aesthetic appeal. However, if the proportion of glass is not carefully considered in relation to the local climate—particularly the building’s orientation to the sun— it can lead to increased indoor temperatures, negatively impacting thermal comfort. This study examines the impact of facade design, specifically the window-to-wall ratio (WWR) and building orientation, on indoor air temperatures in two case study buildings at Institut Teknologi Sumatera: Building E and the General Lecture Building (GKU). Field measurements conducted over six consecutive days, with hourly temperature recordings, showed that GKU consistently maintained lower indoor temperatures than Building E. This was attributed to GKU’s north-south orientation and its brick facade with shading elements, which helped minimize solar heat gain. In contrast, Building E, characterized by an east-west orientation, a high WWR, and insufficient shading, experienced higher indoor temperatures and thermal discomfort, even with air-conditioning. These findings highlight the crucial role of facade design in optimizing thermal performance in tropical climates, offering valuable insights for sustainable architectural practices worldwide.
Analisa Kepuasan dan Prioritas Kebutuhan Fasilitas Hunian Sewa Mahasiswa Satria, Widi Dwi
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v6i1.20225

Abstract

Untuk penyediaan dan peningkatan kualitas fasilitas hunian sewa mahasiswa yang perlu dilakukan pengukuran terkait kepuasan dan prioritas pemenuhan kebutuhan fasilitas hunian sewa, apakah rancangan hunian yang dihuni telah memenuhi aspirasi dan dapat mengakomodasi segala kebutuhan. Terdapat 320 penghuni dari total kapasitas 600 atau sekitar 53% dari total keseluruhan penghuni Penelitian yang dilakukan meliputi evaluasi faktor-faktor fasilitas layanan hunian sewa berdasarkan pilihan penghuni dan mengetahui faktor-faktor fasilitas layanan yang menjadi prioritas dalam penanganan. Data yang diperoleh dinilai melalui selisish gap score antara nilai persepsi dan harapan. Nilai yang diperoleh dihitung dengan rumus servqual kemudian diintegrasikan kedalam kuadran IPA dan diurutkan berdasarkan rumus penilaian dengan Mean Item Scoring. Hasil analisis data menunjukan bahwa 9 dari 19 atribut fasilitas nilainya -0,44 sampai -2,74. Setelah dilakukan penyesuaian terkait gabungan metode analisa dihasilkan 9 fasilitas utama dalam penilaian mahasiswa. lokasi hunian dengan nilai 3,938 , lampu penerangan jalan dengan nilai 3,913, fasilitas perbelanjaan dan koneksi jaringan internet dengan nilai 3,938, fasilitas kesehatan dengan nilai 3,913, tempat pertemuan (ruang komunal) sebesar 3,813, ketersediaan transportasi dengan )nilai 3,800, ketersedian jalur pejalan kaki dengan nilai 3,795, dan jaringan instalasi air dengan nilai 3,775
Eksplorasi estetika Islami dalam arsitektur masjid di Bandar Lampung Widi Dwi Satria; Adelia Enjelina Matondang; Galuh Fajarwati; Adelyn Salsabilla Mihsan; Annisa Istiqomah
Jurnal Desain Vol 12, No 2 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v12i2.22055

Abstract

Sebaran masjid di Indonesia telah memasuki fase akulturasi budaya. Banyak masjid yang memiliki gaya arsitektur yang unik serta nilai estetika yang memiliki nilai historis tersendiri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami penerapan estetika Islami dalam desain masjid, khususnya di Bandar Lampung, yang menggabungkan nilai-nilai agama, budaya lokal, dan modernitas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ornamen Islami, seperti mozaik dan ukiran khas Lampung, serta mengidentifikasi bagaimana pola geometris modern digunakan dalam desain masjid untuk menciptakan ruang ibadah yang estetis dan fungsional. Penelitian dilakukan melalui observasi terhadap lima masjid di Bandar Lampung, dengan fokus pada analisis ornamen Islami, pola geometris, dan integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam desain arsitektur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima masjid telah menerapkan ornamen Islami, terutama mozaik dan ukiran dengan pola geometris modern, yang tidak hanya berfungsi dekoratif tetapi juga mencerminkan identitas kultural dan kearifan lokal. Pola geometris modern memberikan nuansa kontemporer, menciptakan harmoni antara tradisi Islami dan desain kekinian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan estetika Islami dalam desain masjid di Bandar Lampung berhasil menggabungkan nilai-nilai agama, budaya lokal, dan modernitas, menciptakan ruang ibadah yang estetis dan bermakna.