Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match dan Model Pembelajaran Guided Inqury terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII MTs Daarul Muhsinin Janji Manhan Kawat Labuhan Batu Nurbaiti Harahap; Husnarika Febriani; Khairuddin Khairuddin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.982 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4287

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Model Pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match terhadap hasil belajar siswa kelas VII Mts Daarul Muhsinin Janji Manahan Kawat Labuhan Batu dan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Pembelajaran Guided Inquiry terhadap belajar siswa kelas VII Mts Daarul Muhsinin Janji Manhan Kawat Labuhan Batu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatak Quasi Experiment (Eksperimen semu). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang terdiri dari 2 kelas berjumlah 38 siswa. Instrument tes yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam bentuk tes pilihan berganda berupa pre-test dan post-test sebanyak 20 soal yang telah divalidkan oleh dosen ahli dan siswa. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan menggunakan t-test. Temuan penelitian ini sebagai berikut: 1) Hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 (VII A) dengan menggunakan Model Kooperatif Tipe make A Match diperoleh nilai rata-rata 79,44 sedangkan kelas Eksperimen 2 (VII B) dengan menggunakan model Guided Inquiry diperoleh nilai rata-rata 80,25. 2) Berdasarkan hasil belajar siswa terdapat pengaruh penggunaan model Kooperatif Tipe Make A Match pada proses pembelajaran Guided Inquiry. 3) Nilai hasil belajar siswa Hasil uji t menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,000 sehingga Ha diterima.
UJI DAYA HAMBAT GETAH JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Bacillus cereus Anisa Aina Yara; Husnarika Febriani; Rahmadina ,
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4419

Abstract

Bacillus cereus merupakan bakteri patogen yang dapat mengakibatkan terjadinya diare. Getah Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang bersifat sebagai antibakteri. Penelitian ini untuk mengetahui aktivitas daya hambat antibakteri getah Jarak Pagar (Jatropha curcas L.)  konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dengan pelarut akuades steril  menggunakan metode difusi Kirby-Bauer/Paper disk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa getah Jarak Pagar  (Jatropha curcas L.) memiliki daya hambat antibakteri terhadap bakteri Bacillus cereus ditandai dengan adanya zona bening yang terbentuk di sekitaran kertas cakram. Berdasarkan hasil uji statistik one way ANAVA dapat dilihat bahwa nilai Ftabel ≤ Fhitung (4,25 ≤ 160,136) hal ini menyatakan adanya pengaruh antibakteri daya hambat getah Jatropha curcas L. terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus. Hasil  uji Post Hoc Duncan menunjukkan konsentrasi dengan nilai rata rata tertinggi yaitu konsentrasi 100% (11,63 mm) kategori kuat, dilanjutkan dengan konsentraasi 75% (10,83% mm) kategori kuat, 50% (9,78% mm) kategori sedang, dan 25% (8,48% mm) kategori sedang. Dapat disimpulkan bahwa getah Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus.Kata Kunci: Getah jarak pagar (Jatropha curcas L.), Bacillus cereus, antibakteri.
Pengaruh Ekstrak Bawang Batak (Allium chinense G. Don.) Terhadap Ketebalan Aorta Tikus (Rattus norvegicus) Diabetes Melitus Pera Widya Ningsih; Husnarika Febriani; Rasyidah ,
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4102

Abstract

Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Penelitian ini menggunakan bawang batak (Allium chinense G. Don.) sebagai salah satu tanaman herbal yang digunakan sebagai obat tradisional untuk penanganan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini dosis manakah yang berpengaruh dalam pemberian ekstrak bawang batak (Allium chinense G. Don.) yang dapat mengurangi ketebalan dinding aorta jantung tikus (Rattus norvegicus) diabetes mellitus. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdapat 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan1 dosis 250 mg/kg BB, perlakuan 2 dosis 500 mg/kg BB dan perlakuan 3 dosis 750 mg/kg BB. Hasil statistik didapat nilai ketebalan dinding aorta Ftabel ≤ Fhitung (2,77 ≤ 33,39) Adapun kesimpulan dari penelitian yaitu perlakuan 1 dosis terendah 250 mg/kg BB yang sangat berpengaruh dalam mengurangi jumlah sel busa dan ketebalan dinding aorta tikus
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Bawang Batak (Allium chinense G. Don.) Terhadap Histopatologi Hati Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Diabetes Melitus Fadila Rahmah; Husnarika Febriani; Rasyidah ,
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4103

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit yang terjadi saat pankreas tidak memproduksi insulin atau saat tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas sehingga terjadi hiperglikemia. Bawang batak (Allium chinense) adalah tanaman herbal yang digunakan untuk penanganan diabetes melitus karena mengandung flavonoid. Flavonoid diduga memiliki potensi dalam penurunan kadar glukosa darah dan bersifat hepatotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang batak (Allium chinense) terhadap perbaikan gambaran histopatologi hati tikus putih diabetes melitus melalui pengamatan tingkat kerusakan sel hati berupa degenerasi hidropik, degenerasi melemak dan nekrosis dengan model skoring kerusakan Histopathology Manja Roegnik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pembagian variasi 6 kelompok (KN : kontrol normal, K- : kontrol negatif, K+ : kelompok metformin, P1 : dosis ekstrak bawang batak 250 mg/kg BB, P2 : dosis ekstrak bawang batak 500 mg/kg BB, dan P3 : dosis ekstrak bawang batak 750 mg/kg BB). Skoring kerusakan sel hati dianalisis dengan ANOVA one-way dan uji Duncan dengan taraf signifikan 0,05 pada SPSS 23. Induksi diabetes pada tikus dilakukan secara intraperitonial dosis tunggal aloksan 120 mg/kg BB. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbaikan pada histopatologi hati tikus dengan nilai perbaikan tertinggi terdapat pada dosis 500 mg/kg BB yang menunjukkan perbedaan signifikan (p≤0,05) dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak bawang batak berpengaruh pada perbaikan histopatologi hati tikus diabetes melitus dan dosis esktrak bawang batak yang paling berpengaruh adalah 500 mg/kg BB (P2)
Pengaruh Ekstrak Daun Samarinda (Carissa carandas Linn.) Terhadap Histopatologi Aorta Tikus (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia Elidarni ,; Husnarika Febriani; Rahmadina ,
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4548

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan suatu kondisi tubuh yang mengalami penurunan estrogen yang menyebabkan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) meningkat. Daun Samarinda adalah jenis tanaman dari Famili Apocynaceae yang umumnya digunakan sebagai tanaman obat karena mengandung senyawa berkhasiat obat yaitu flavonoid. Senyawa flavonoid dapat memperbaiki kerusakan sel endotel dinding aorta jantung tikus hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun samarinda (Carissa carandas Linn.) dalam memperbaiki ketebalan dinding aorta jantung tikus putih (Rattus norvegicus) hiperkolesterolemia. Penelitian ini bersifat eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1 dosis 750 mg/kg BB, perlakuan 2 dosis 1000 mg/kg BB dan perlakuan 3 dosis 1250 mg/kg BB. Adapun data histopatologi berupa ketebalan dinding aorta dianalisis menggunakan SPSS 23 dengan uji ANOVA one-way dan uji Duncan dengan taraf signifikan 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun samarinda berpengaruh dalam memperbaiki ketebalan dinding aorta tikus putih (Rattus norvegicus). 
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GETAH JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis Aisyah Suci Mahdiva; Husnarika Febriani; Rahmadina ,
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4413

Abstract

ABSTRAKStaphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri penyebab penyakit kulit seperti jerawat. Getah jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan bahan alami yang terdapat di batang tanaman yang memiliki efek sebagai antibakteri, karena mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi getah jarak pagar (Jatropha curcas L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dan dianalisis dengan uji One Way ANOVA dan uji Duncan dengan 4 konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%, kontrol positif yaitu kloramfenikol dan kontrol negatif yaitu akuades steril. Hasil statistik diameter zona hambat adanya perbedaan yang signifikan (p0,05) pada setiap konsentrasi dilihat dari nilai diameter zona hambat. Konsentrasi getah jarak pagar (Jatropha curcas L.) yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis terdapat pada konsentrasi 100% (11,58 mm) dibandingkan konsentrasi 75% (9,10 mm), konsentrasi 50% (8,60 mm), dan konsentrasi 25% (7,10 mm), sedangkan untuk kontrol positif (18,07 mm) dan kontrol negatif (0,00 mm). Hal ini dapat disimpulkan bahwa getah jarak pagar (Jatropha curcas L.) berpengaruh pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis.                                      Kata Kunci : Getah Jarak Pagar (Jatropha curcas L.), Staphylococcus epidermidis, Antibakteri.  ABSTRACTStaphylococcus epidermidis on of the bacteria that causes skin diseases such as acne. Jatropha sap (Jatropha curcas L.) is a natural ingredient found in plat stems which has an antibacterial effect because it contains active compounds in the from of flavonoids, alkaloids, tannins, and saponins. The purposes of this study was to determine the concentration of jatropha sap (Jatropha curcas L.) in inhibiting the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. This study used a completely randomized design and analyzed by One Way ANOVA test and Duncan test with 4 concentration of 25%, 50%, 75%, and 100%, positive control namely chloramphenicol and aquades as negative control. The statistical results of the inhibition zone diameter showed a significant difference (p0,05) at each concentration seen from the value of the inhibition zone diameter. The concentration of jatropha sap (Jatropha curcas L.) which can inhibit the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria is found at a concentration of 100% (11,5 mm) compared to a concentration of 75% (9,1 mm), a concentration of 50% (8,6 mm), and a concentration of 25% (7,1 mm), positive control (18,0 mm) and negative control (0,0 mm). it can be concluded that the jatropha sap (Jatropha curcas L.) has an effect on the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. KeyWords : Jatropha sap (Jatropha curcas L.), Staphylococcus epidermidis, Antibacterial. 
Uji Efektivitas Ekstrak Bawang Batak (Allium chinense G. Don) Terhadap Histopatologi Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) Diabetes melitus Anggi Silvi Sulistia; Husnarika Febriani; Rasyidah Rasyidah; Syukriah Syukriah
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v4i2.4491

Abstract

Diabetes melitus mengakibatkan Hiperglikemia atau meningkatnya kadar gula dalam darah. Bawang batak (Allium chinense G. Don) adalah tumbuhan tradisional untuk penanganan diabetes melitus karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti streoid, saponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang batak (Allium chinense G. Don) terhadap perbaikan histopatologi ginjal tikus diabetes melitus melalui pengamatan kerusakan sel berupa edema, degenerasi hidropik serta nekrosis sel pada histopatologi ginjal. Penelitian ini menggunakan tikus dengan dosis ekstrak bawang batak 250 mg/kg BB, 500 mg/kg BB, dan 750 mg/kg BB. Pembuatan preparat histopatologi ginjal tikus menggunakan metode parafin dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bawang batak (Allium chinense G. Don) memperbaiki edema glomerulus dan memperbaiki sel pada tubulus proksimal dapat dilihat dari nilai rata-rata sel normal dari 17,50 ± 3,786 naik menjadi 45,50 ± 5,568, nilai rata-rata pada sel yang mengalami degenerasi hidropik dari 52,50 ± 3,000 mengalami penurunan kerusakan menjadi 48,50 ± 3,000 serta nilai rata-rata nekrosis sel dari 168,75 ± 25,966 turun menjadi 90,75 ± 27,208. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak bawang batak (Allium chinense G.Don) dosis 750 mg/kg BB tikus berpengaruh terhadap perbaikan histopatologi ginjal tikus (Rattus norvegicus) diabetes melitus.Kata Kunci : Diabetes Melitus, Bawang Batak (Allium chinense G.Don), Ginjal
Keanekaragaman Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Sumatera Utara (Studi Kasus: Taman Nasional Batang Gadis Resort 7 Sopotinjak) Nurul Lita Handayani; Husnarika Febriani; Melfa Aisyah Hutasuhut
Agrinula : Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan Vol 4 No 2 (2021): Agrinula : Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan
Publisher : Prodi. Agroteknologi dan Perkebunan, Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/agri.v4i2.167

Abstract

Pendahuluan: Paku-pakuan (Pteridophyta) merupakan suatu komunitas tumbuhan yang berfungsi sebagai vegetasi penutup tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis–jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) dan indeks keanekaragaman tumbuhan paku yang terdapat di Taman Nasional Batang Gadis Resort 7 Sopotinjak, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Metode Penelitian: Metode survei deskriptif menggunakan plot kuadrat sebanyak 24 plot dalam 3 transek Hasil Penelitian: Didapatkan 5 dari 28 jenis tumbuhan paku dominan yaitu: Asplenium nidus, Asplenium normale, Shaeropteris glauca, Oleandra undulate, dan Asplenium lobulatum. Indeks keanekaragaman tumbuhan paku (Pteridophyta) sebesar 2,494 dan dikategorikan sedang, artinya tumbuhan paku (Pteridophyta) stabil dan mengindikasikan bahwa ekosistem dalam keadaan cukup seimbang.
Eksplorasi Jamur Makroskopis di Taman Nasional Batang Gadis Kawasan Resort 7 Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara Sri Mariani Siagian; Husnarika Febriani; Melfa Aisyah Hutasuhut
Agrinula : Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan Vol 4 No 2 (2021): Agrinula : Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan
Publisher : Prodi. Agroteknologi dan Perkebunan, Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/agri.v4i2.169

Abstract

Pendahuluan: Jamur makroskopis termasuk tumbuhan sederhana yang sering ditemukan tumbuh liar di alam bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis, mengenal jamur makroskopis yang menguntungkan dan merugikan di Taman Nasional Batang Gadis Kawasan Resort 7. Metode Penelitian: Metode survei deskriptif dengan pengambilan sampel secara sengaja menggunakan line transek yaitu menggunakan plot dengan ukuran 20 m x 20 m sebanyak 36 plot dan jarak seriap plot 10 m. Hasil Penelitian: Diperoleh 32 jenis jamur makroskopis yang termasuk kedalam 11 famili yaitu: Polyporaceae, Ganodermatacea, Marasmiaceae, Stereaceae, Hygrophoraceae, Amanitaceae, Tricholomataceae, Russulaceae, Auriculariaceae, Sparassidaceae, dan Psathyellaceae. Indeks keanekaragaman (H’) jamur makroskopis sebesar 2,92 (sedang). Terdapat 3 jenis jamur makroskopis yang dikonsumsi oleh masyarakat di Desa Sopotinjak sebagai bahan pangan dan obat tradisional, serta terdapat 7 jenis yang tidak dikonsumsi karena mengandung racun. Terdapat 22 jenis lainya yaitu Trametes cimulata, Lentinus tigrinus (Bull) Fr, Polyporus sp., Hygrophorus psittacinus, Trymyces , Hygrophorus aurantica (Wulfen), Polyporus sp.2, Collybia sp., Russula sp., Trametes sp.1, Ganoderma sp, Trametes sp.2, Stereum sp., Lignosus rhinocerus, Trametes versicolor (L), Trametes sp.3, Sparasis crispa (Wulfen), Hygrocybe conica (Schaeff), Polyporus sp.3, Trametes sp.4, Stereum hirsutum (Willd) Gray, Microporus xanthopus (Fr) Kuntze, dan Tametes sp.5.
Analisis Vegetasi Tumbuhan Invasif di Taman Nasional Batang Gadis Resort 7 Sopotinjak Putri Diana; Husnarika Febriani; Melfa Aisyah Hutasuhut
Agrinula : Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan Vol 5 No 1 (2022): Agrinula : Jurnal Agroteknologi dan Perkebunan (In Press)
Publisher : Prodi. Agroteknologi dan Perkebunan, Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/agri.v5i1.171

Abstract

Pendahuluan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis dan keanekaragamannya tumbuhan invasif di Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Metode Penelitian: Penelitian ini dilaksanakan di Taman Nasional Batang Gadis Resort 7 Sopotinjak, Mandailing Natal pada Februari sampai April 2021. Metode penelitian menggunakan metode kuadrat dengan membuat transek dan setiap transek dibagi menjadi 8 plot. Peletakkan plot secara purposive sampling sebanyak 8 plot. Hasil Penelitian: TNBG memiliki tumbuhan invasif terdiri dari 12 famili, 20 spesies dan 1287 individu. Spesies yang memiliki jumlah terbanyak terdapat pada Melastoma malabathricum L yaitu 230 dan indeks nilai penting tertinggi terdapat pada Strobilanthes reptans(35,82%), sedangkan spesies dengan indeks nilai penting terendah terdapat pada Ageratum conyzoides (3,40%). Indeks keanakaragaman tumbuhan invasif tergolong kategori sedang (H’= 2,43).