Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Philosophy of Yoga as Education in The Perspective of Javanese Community Life Sawitri Sawitri; Sutarman Sutarman; R. Adi Deswijaya
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 7 No 2 (2021): Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v7i2.336

Abstract

Abstrak Beryoga adalah sebagai filosofi masyarakat Jawa dan sebagai olahraga yang tertumpu pada pernapasan dan peregangan urat sarap serta kelenturan organ tubuh, gerakan yang membuat gerakan berat jadi ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) filosofi yoga; (2) pendidikan sebagai budaya dan pengetahuan beryoga; (3) masyarakat Jawa dalam mendapatkan kenyamanan hidup. Simpulan yang didapat ialah filosofi yang ada pada yoga adalah: (1) menyatukan pernapasan, hati, dan jiwa; (2) membuat ketenteraman hati dan jiwa; (3) beryoga merupakan sarana yang positif untuk mencerahkan pola pikir dan perilaku masyarakat Jawa; (4) budaya beryoga sebagai peninggalan nenek moyang dan leluhur masyarakat Jawa menjadikan bersih hati dan jiwa, serta berperilaku yang baik. Hal ini akan membuat hidup menjadi sejahtera dan dapat menyembuhkan penyakit jantung, stres, asma, bahkan tekanan pada suatu pekerjaan. Stres pada remaja, ibu hamil, dan orang dewasa, bahkan orang yang sudah tua. Abstract Yoga is a philosophy of Javanese society and as a sport that focuses on breathing and stretching breakfast and organ flexibility, movements that make heavy movements light. Purpose of this study is to find out: (1) philosophy of yoga; (2) education as a culture and knowledge of yoga; (3) Javanese society in getting the comfort of life. The conclusion is the philosophy which exists in yoga is: (1) uniting breathing, heart and soul; (2) yoga can make peace of heart and soul; (3) yoga is a positive means of enlightening the mindset and behavior of Javanese society (4) the culture of yoga is a legacy of the ancestors and ancestors of the Javanese people. Make the heart clean and soul clean and have good behavior. This will make life prosperous and can cure heart disease, stress, asthma and even stress at work. Stress in adolescents, pregnant women and adults and even older people.
RITUAL DI BALIK UPACARA ADAT MIDHAK ENDOG BAGI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MASYARAKAT JAWA Sawitri; Pujiyana; Yuliani S.W
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 7: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.178 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i7.1819

Abstract

Penelitian pada upacara ritual midhak endog bagi pendidikan pada masyarakat Jawa adalah sebuah upacara adat tradisi yang dianggab sakral dalam kehidupan masyarakat Jawa, prosesi ini salah satu prosesi ritual dalam upacara adat pernikahan. Penelitian yang dibuat dalam bentuk artikel menggunakan metode diskriptif kualitatif. Pengumpulan data dengan tehnik wawancara yang mendalam, studi Pustaka dan dokumen terkait. Penarikan dan klasifikasi dengan Trianggulasi data dan trianggulasi sumber. Pengelompokan data dari data primer dan data sekunder sedangkan data tersier berjalan waktu dapat menjadi data sekunder dengan valid data yang diperoleh. Data yang diperoleh dapat diklasifikasikan sehingga dapat memperoleh data yang menjadikan penelitian dapat valid. Wawancara yang dilakukan dengan sesepuh desa, perias, budayawan dan masyarakat yang masih melakukan upacara midhak endog waktu menikahkan anaknya. Upacara adat tradisi memiliki makna bakti istri kepada suami, menghormati kepala keluarga, memuliakan keluarga selain itu upacara midhak endog melambangkan kerukunan, kesuburan harapan secepatnya mendapatkan momongan. Harapan mendapatkan kehidupan yang baik, Kehidupan yang samawa dan menjadikan kehidupan yang berkah untuk keluarga yang dibina. Mendapatkan keturunan yang baik dan hidupnya nyaman
Pelatihan Laporan Penyusunan PTK dalam Bentuk Luaran Artikel Ilmiah bagi Guru SMP dan SMA di Sukoharjo Sawitri Sawitri; Nurpeni Priyatiningsih; Agus Efendi; R Adi Deswijaya; Pradnya Paramita Hapsari
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 2, No 2 (2022): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.771 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v2i2.10386

Abstract

Kegiatan .pengabdian kepada masyarakat dengan judul pebgabdian masyarakat pembuatan PTK ke bentuk jurnal sebagai sebuah kegiatan pengabdian Dosen untuk memberikan wawasan kepada masyarakat dengan mentranfer ilmu yang dimiliki pengabdi dan anggota pengabdian. Peserta pengabdian dari para guru – guru SMP dan SMA Se Sukoharjo yang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pengabdian akan diselenggarakan dengan peserta 37 guru yang dipilih dari SMP dan SMA Se Sukoharjo dengan perwakilan setiap lembaga satu atau dua orang. Pentingnya pengabdian merupakan TRI Dharma perguruan tinggi bahwa dosen harus ngajar, mengabdi, penelitian. Kegiatan yang diselenggaraan wujud nota kesepakatan untuk kemajuan kelembagaan Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo. Pengabdi membidik judul pembuatan PTK dan bentuk jurnal dikarenakan guru –guru SMP dan SMA mengalami kendala dalam pembuatan dan hal ini dipergunakan sebagai Syarat untuk maju ke pangkatan guru. Pengabdi sangat berharap dengan teratasinya permasalahan ini dapat teratasi dan tidak kendala lagi dalam kegiatan untuk naik pangkat, sehingga dapat berjalan lancer.Pengabdi melakukan pre tes dari peserta 37 yang paham PTK dan Junal hanya 8 orang yang paham dan memahami PTK  ini hanya 30 % yang tahu tentang PTK, Pengabdian dilakukan para pengabdi dengan materi gambaran umum PTK Kapita selecta, Paparan tentang PTK, Jenis dan Bentuk Jurnal, Praktek buat jurnal dan trik dapat membuat jurnal dan masukin jurnal, Post tes dari 37 peserta yang belum mampu 8 sehingga berhasil hamper 90 % Besar harapan kami guru –guru SMP dan SMA dapat berprestasi dengan jenjang karir yang maksimal menjadi guru yang professional.
PENGABDIAN PADA MASYARAKAT MENINGKATKAN PENGETAHUAN TERKAIT MAKNA DALAM BUDAYA JAWA PADA FALSAFAH HIDUP UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN 5.0 Sawitri Sawitri; Pujiyana Pujiyana; Yuli Widaningsih; Nurpeni Priyatiningsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9552

Abstract

Kondisi zaman sudah semakin bergeser, Budaya semakin terpinggirkan. Manusia Jawa yang mengaku orang Jawa lebih cinta pada Budaya kebaharuan atau modern. Hal ini yang membuat keprihatinan di kalangan pelestari Budaya. Masyarakat Jawa yang mendalami Budaya akan belajar makna untuk kehidupan yang sesuai dengan aturan orang Jawa. Pendalaman makna dapat diapresiasikan pada falsafah hidup masyarakat Jawa, (Koenjaraningrat). Pada pribadi Jawa tidak sekedar dimengerti akan tetapi dilakukan dan dijalankan. Permadani sebuah wadah Budaya yang memberikan pengetahuan untuk para masyarakat yang mencari ilmu terkait Budaya. Pengabdi memberikan materi dengan bentuk paparan PPT dan bentuk makalah sejumlah 50 peserta dari masyarakat Sukoharjo. Peserta terdiri laki – laki dan perempuan dari berbagai kalangan guru, perangkat desa, Dinas perumahan, dinas pendidikan bahkan para karyawan wiraswasta.Awal pre test yang paham falsafah Jawa Cuma 5 orang setelah pengabdian dan materi diberikan terbanding terbalik yang tidak paham hanya 6 orang yang lainnya dapat menguasai materi. Falsafah dapat memberikan arahan untuk hidup di jalan Jawa, sikap tepa selira, saling menghormati, menghargai, pan papan dan manunggaling kawula gusti selalu mengingat pada Allah.
Pendidikan Karakter Pada Tari Kupu- Kupu Sebagai Falsafah Hidup Masyarakat Jawa Sawitri Sawitri; Nurpeni Priyatiningsih; R. Adi Deswijaya; Sri Harjono
Journal on Education Vol 5 No 2 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i2.1240

Abstract

Budaya (culture) derived from Sanskrit word “budddayah”, the plural form of word buddhi, meaning anything related to human character and mind. In English, the word culture derived from Latin word cultural. The method used was descriptive qualitative one using data obtained through in-depth interview, library study, and documentation (photograph, online magazine, research journal). Culture in the form of dance is an art product resulting from people’s creativity to fulfill material and spiritual needs. Human being has two types of needs to have balanced life. Spiritual need relates to belief and religion, while immaterial need relates to art and recreation so that life will run harmoniously. One of art forms adapting to its community is butterfly dance. Butterfly dance in its development relates to community life and art. Culture will develop and adapt to human development. Human development follows time and human need development. Butterfly dance provides human life philosophy, particularly to Javanese people. Life is gratitude, life always rotates and so does the fate. To live, an individual will need others’ help so that he should always remember Allah because life can be happy, sad, and comfortable. The one who does good deed will get goodness, and vice versa. Always respecting each other, having good mindset, and remembering death are the keys to a nice harmonious life.
Peningkatan Pendidikan Karakter Anak Melalui Pendidikan Budaya Di Sanggar Karawitan Dhalem Kawijayan Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban Sawitri; Nurpeni P; R Adi Deswijaya; Pradnya Paramita
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter anak sebuah hal yang seolah biasa melainkan sangat perlu diperhatikan. Pendidikan adalah suatu tatanan yang memberikan aturan tertentu sehingga dapat menjadi sebuah perilaku yang harus ditatati, karakter sebuah watak manusia yang baik dan buruk.Budaya sebuah kegiatan pada masyarakat untuk berkumpul, berkesenian dan berorganisasi dengan tujuan yang sama.Pendidikan karakter dapat diterapkan sejak dini atau anak- anak, pada anak sanggar di Dhalem Kawijayan sebuah sanggar yang berkesenian pada bidang karawitan, pedalangan dan tari bahkan tergantung pementasan jenis ini dapat dikolaburasikan dengan pelatihan intensif. Pendidikan karakter dibutuhkan anak pada sanggar untuk melatih etika kesopanan, dalam berbicara, bergaul, berkarya sehingga menjadi peribadi yang baik. Budaya yang adiluhung adalah budaya yang mengajarkan perilaku pendidikan karakter bangsa sehingga anak takul Allah, taat pada guru, patuh pada orang tua, bersikap baik pada sesama.Tingginya budaya apabila karakter itu baik dan ada pada diri siswa atau anak sanggar sebagai pelestari budaya.
Penyusunan PTK dan Jurnal Nasional Bagi Guru–Guru SMA 1 Jumapolo Karangannyar Sebagai Penunjang Pak Angka Kredit Untuk Guru Sawitri Sawitri; Pujiyana Pujiyana; Yuliani S.W; Nurpeni Priyatiningsih
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.1841

Abstract

Jabatan fungsional sebuah penilaian kinerja bagi para guru dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi dan dipersiapkan, tidak hanya satu dua syarat melainkan banyak dari pembelajaran, Pendidikan, pengajaran, dan pengembangan diri sebagai guru. Salah satu yang sangat dirasa memberatkan bagi guru adalah menulis dengan penyusunan PTK. Hal ini dialami juga bagi guru di SMA Negeri Jumapolo. Sudah banyak kum yang dikumpulkan dan disimpan bahkan sudah lebih dari cukup tetapi kum yang terkait dengan mengikuti seminar, workshop, penelitian PTK, bahkan jurnal yang belum ada. Penulisan yang dianggab sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Pengabdi yang berlatar belakang pendidikan sudah cukup memberikan pelatihan dan pengabdian untuk membantu para guru untuk dapat mengajukan jabatan fungsional guru dan terpenuhinya syarat dalam ajuan. Bahwa SMA Negeri Jumapolo sudah banyak guru yang waktunya untuk mengurus jabatan fungsional. Peserta pengabdian pelatihan penyusunan PTK ada 47 peserta dan yang sudah waktunya naik pangkat sekitar 30 guru. Pengabdian dengan tehnik pre test dan post test awal tes untuk mengetahui kemampuan awal dan setelah dilakukan pengabdian atau workdshop sehingga dapat diketahui dengan post test dan ternyata hamper 90 % dapat paham dan mampu membuat penyusunan penelitian PTK dan jurnal nasional. Guru yang belum mampu hanya 5 – 7 % dan dibutuhkan pendampingan lebih lanjut, yang lain dapat melanjutkan untuk publis jurnal dan digunakan untuk naik jabatan fungsional guru.
PENGABDIAN MASYARAKAT BRANDING PRODUK UMKM KWT GUYUB LESTARI SUKOHARJO UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN Sawitri Sawitri; Nurpeni Priyatiningsih; Sri Harjono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19179

Abstract

Pengabdian masyarakat branding produk umkm desa pangin, kelurahan Joho, kec Sukoharjo, kab Sukoharjo.Branding sebuah cara untuk meningkatkan penjualan dengan disertai mutu produk dan pengemasan yang bagus akan mendapatkan hasil yang maksimal. Pada kwt yang ada di dusun tangi ada dua produk yang akan di branding yaitu kacang telur dan telur asin. Kedua produk ini dengan membuat stiker, pengemasan dari bungkus untuk produk yang akan di branding. Lppm sebuah Lembaga yang memberikan dana dan fasilitas dosen untuk dapat melakukan atau tranfer ilmunya untuk masyarakat. Masyarakat akan mengenal produk dengan pemasan yang baik, branding yang elegan dan juga manajemen penjualan yang baik. Pengabdi memberikan ilmunya untuk dapat diterapkan di kwt dusun tangin untuk dapat menambah penjualan. Peningkatan penjualan akan menambah penghasilan dari anggota kwt guyub lestari desa pangin dan penghasilan yang bertambah akan mendapatkan kesejahteraan.Pendampingan dilakukan untuk mengerti apakah branding berhasil maksimal dengan mendapatkan penghasilan yang bertambah. Awal dengan penjualan yang hanya dititip di warung dan juga di jual di pasar hanya per hari laba dua puluh ribuan setelah branding baik dan penjualan meningkat sehari penghasilan bersih dapat seratus sampai lima ratus ribu ini udah bersih. Branding yang baik akan meningkatkan penjualan dan memberikan kesejahteraan. Hal ini dilihat dari proses dan juga dari biaya produksi.
Peningkatan Pendidikan Karakter Anak Melalui Pendidikan Budaya Di Sanggar Karawitan Dhalem Kawijayan Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban Sawitri; Nurpeni P; R Adi Deswijaya; Pradnya Paramita
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v1i2.349

Abstract

Pendidikan karakter anak sebuah hal yang seolah biasa melainkan sangat perlu diperhatikan. Pendidikan adalah suatu tatanan yang memberikan aturan tertentu sehingga dapat menjadi sebuah perilaku yang harus ditatati, karakter sebuah watak manusia yang baik dan buruk.Budaya sebuah kegiatan pada masyarakat untuk berkumpul, berkesenian dan berorganisasi dengan tujuan yang sama.Pendidikan karakter dapat diterapkan sejak dini atau anak- anak, pada anak sanggar di Dhalem Kawijayan sebuah sanggar yang berkesenian pada bidang karawitan, pedalangan dan tari bahkan tergantung pementasan jenis ini dapat dikolaburasikan dengan pelatihan intensif. Pendidikan karakter dibutuhkan anak pada sanggar untuk melatih etika kesopanan, dalam berbicara, bergaul, berkarya sehingga menjadi peribadi yang baik. Budaya yang adiluhung adalah budaya yang mengajarkan perilaku pendidikan karakter bangsa sehingga anak takul Allah, taat pada guru, patuh pada orang tua, bersikap baik pada sesama.Tingginya budaya apabila karakter itu baik dan ada pada diri siswa atau anak sanggar sebagai pelestari budaya.
Penyusunan PTK dan Jurnal Nasional Bagi Guru–Guru SMA 1 Jumapolo Karangannyar Sebagai Penunjang Pak Angka Kredit Untuk Guru Sawitri Sawitri; Pujiyana Pujiyana; Yuliani S.W; Nurpeni Priyatiningsih
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3: Juni-September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v2i3.1841

Abstract

Jabatan fungsional sebuah penilaian kinerja bagi para guru dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi dan dipersiapkan, tidak hanya satu dua syarat melainkan banyak dari pembelajaran, Pendidikan, pengajaran, dan pengembangan diri sebagai guru. Salah satu yang sangat dirasa memberatkan bagi guru adalah menulis dengan penyusunan PTK. Hal ini dialami juga bagi guru di SMA Negeri Jumapolo. Sudah banyak kum yang dikumpulkan dan disimpan bahkan sudah lebih dari cukup tetapi kum yang terkait dengan mengikuti seminar, workshop, penelitian PTK, bahkan jurnal yang belum ada. Penulisan yang dianggab sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Pengabdi yang berlatar belakang pendidikan sudah cukup memberikan pelatihan dan pengabdian untuk membantu para guru untuk dapat mengajukan jabatan fungsional guru dan terpenuhinya syarat dalam ajuan. Bahwa SMA Negeri Jumapolo sudah banyak guru yang waktunya untuk mengurus jabatan fungsional. Peserta pengabdian pelatihan penyusunan PTK ada 47 peserta dan yang sudah waktunya naik pangkat sekitar 30 guru. Pengabdian dengan tehnik pre test dan post test awal tes untuk mengetahui kemampuan awal dan setelah dilakukan pengabdian atau workdshop sehingga dapat diketahui dengan post test dan ternyata hamper 90 % dapat paham dan mampu membuat penyusunan penelitian PTK dan jurnal nasional. Guru yang belum mampu hanya 5 – 7 % dan dibutuhkan pendampingan lebih lanjut, yang lain dapat melanjutkan untuk publis jurnal dan digunakan untuk naik jabatan fungsional guru.