Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MBIA

Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Penyajian Laporan Keuangan Muhammad Titan Terzaghi; Poppy Indriani; Haerleyawan Setya
MBIA Vol 17 No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.092 KB) | DOI: 10.33557/mbia.v17i1.57

Abstract

This research intended to explore the effect of the competence of human resource and the use of technology information to financial report quality. The object of this research was SKPD Government of Empat Lawang Regency of South Sumatera Province. Sample in the research amounted to 39 samples of employees. The results showed that the competence of human resources significantly positive impact on the quality of financial statement presentation. While on the utilization of information technology had no significant effect. By adding financial accountability as a moderator variable, the R Square competency variable of human resources rose by 0.203 or 20.3%. Then on variable utilization of information technology equal to 0,140 or 14%. It could be concluded that with the existence of financial accountability would be able to strengthen the relationship between the competence of human resources and utilization of information technology to the quality of financial presentation.
DETERMINAN PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR Rolia Wahasusmiah; Poppy Indriani; Muhammad Iqbal Putra Pratama
MBIA Vol 18 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.539 KB) | DOI: 10.33557/mbia.v18i2.353

Abstract

Going concern adalah kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya selama periode waktu pantas, yaitu tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan keuangan (SPAP, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pertumbuhan perusahaan, kinerja keuangan, reputasi auditor dan opini audit tahun sebelumnya terhadap opini audit going concern pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2015 – 2016 dengan metode pemilihan sample data dengan purposive sampling. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi logistik untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan perusahaan, kinerja keuangan, reputasi auditor dan opini audit tahun sebelumnya terhadap opini audit going concern. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pertumbuhan perushaan tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern, dikarenakan pertumbuhan penjualan yang tinggi akan berpengaruh terhadap biaya produksi yang meningkat, (2) kinerja keuangan tidak berpengaruh terhadap opini audit going concer, mengindikasikan profitabilitas yang tinggi tidak selalu mencerminkan baiknya kinerja perusahaan, (3) reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern, berarti ukuran KAP tidak mempengaruhi kualitas audit yang diberikan oleh auditor, (4) opini audit tahun sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern, dikarenakan perusahaan yang menerima opini audit going concern pada tahun sebelumnya, diprediksi akan menerima opini audit serupa pada tahun berjalan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Auditor dalam Menilai Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Di Kota Palembang Poppy Indriani; Rolia Wahasusmiah
MBIA Vol 19 No 1 (2020): Management, Business, and Accounting (MBIA)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.742 KB) | DOI: 10.33557/mbia.v19i1.709

Abstract

This study was conducted to obtain empirical evidence regarding the factors that influence auditors in assessing audit quality at the Public Accountant Office in Palembang. The respondents of this study were all staff auditors (senior auditors and junior auditors) at 8 Public Accountant Offices in Palembang that were registered with the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia with 43 auditors. The sample selection method in this study was determined by the purposive sampling method. The analysis technique used is multiple linear regression analysis. The independent variables in this study are independence, competence, auditor experience, accountability, professional ethics, time budget pressure, task complexity and due professional care. The dependent variable in this study is audit quality. the results of this study indicate that the variables of independence, competence, accountability, and professional ethics have a positive effect on audit quality, then the auditor experience and due professional care variables indicate that there is no effect on audit quality, whereas for time budget pressure and task complexity variables negatively affect quality an audit Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi auditor dalam menilai kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Palembang. Responden penelitian ini adalah seluruh staf auditor (auditor senior dan auditor junior) pada 8 Kantor Akuntan Publik di Kota Palembang yang terdaftar di Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan jumlah auditor sebanyak 43 orang. Metode pemilihan sampel pada penelitian ini ditentukan dengan metode purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Variabel-variabel independen pada penelitian ini adalah independensi, kompetensi, pengalaman auditor, akuntabilitas, etika profesi, time budget pressure, kompleksitas tugas dan due professional care. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kualitas audit. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independensi, kompetensi, akuntabilitas, dan etika profesi berpengaruh positif terhadap kualitas audit, selanjutnya pada variabel pengalaman auditor dan due professional care menunjukkan bahwa tidak berpengaruh terhadap kualitas audit, sedangkan untuk variabel time budget pressure dan kompleksitas tugas berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Kata kunci: Independensi, Kompetensi, Pengalaman Auditor, Akuntabilitas, Etika Profesi, Fee Audit, Time Budget Pressure, Kompleksitas Tugas, Due Professional Care, Kualitas Audit.
Transformasi disiplin Kehadiran Pegawai Melalui Absensi Wajah dan Lingkungan Kerja yang Kondusif di Kantor Camat Pemulutan Selatan Putri, Mutiya Resti; Roni, Mukran; Noviardy, Andrian Noviardy; Indriani, Poppy
MBIA Vol. 24 No. 1 (2025): Management, Business, and Accounting (MBIA)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/bazk2g86

Abstract

This research examines the influence of facial attendance systems and the work environment on employee attendance discipline at the Sub-District Office of Pemulutan Selatan. Attendance discipline is a crucial aspect in assessing civil servants' performance, professionalism, and accountability in public service institutions. In this study, a quantitative method with an associative approach was employed. Data was collected through questionnaires distributed to 40 active employees. The data were analyzed using multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS version 26. The findings reveal that the facial attendance system negatively and significantly affects attendance discipline, suggesting that its current implementation may reduce employee motivation or comfort in attending work. In contrast, the work environment was found to have a positive and significant effect, indicating that supportive physical, psychological, and social conditions at the workplace contribute to increased attendance discipline. Simultaneously, both variables—facial attendance and work environment significantly influence employee attendance discipline. The coefficient of determination (R²) obtained was 30.4%, meaning the two variables studied explain 30.4% of the variance in attendance discipline. In comparison, the remaining  69.6% is influenced by other factors not examined in this research. These findings suggest the need for management to reevaluate the design and use of facial attendance systems and prioritize improvements in the work environment to enhance employee commitment and discipline in public service performance. Keywords: Facial Attendance, Work Environment, Attendance Discipline, Civil Servants, Public Service Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh absen wajah dan lingkungan kerja terhadap kedisiplinan kehadiran pegawai di Kantor Camat Pemulutan Selatan. Kedisiplinan kehadiran merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kinerja dan tanggung jawab pegawai sebagai aparatur pemerintah. Berangkat dari fenomena rendahnya tingkat kedisiplinan kehadiran yang dapat berdampak pada produktivitas serta kualitas pelayanan publik, penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang merupakan pegawai aktif dan dianalisis  menggunakan uji regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel absen wajah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kedisiplinan kehadiran, atau sistem absensi berbasis wajah belum sepenuhnya memberikan kenyamanan atau motivasi bagi pegawai dalam meningkatkan kehadiran. Sebaliknya, variabel lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kedisiplinan kehadiran, yang berarti lingkungan kerja yang baik dapat mendorong pegawai untuk lebih disiplin dalam bekerja. Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan kehadiran pegawai. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 30,4% menunjukkan bahwa absen wajah dan lingkungan kerja mampu menjelaskan 30,4% variasi dalam kedisiplinan kehadiran, sedangkan 69,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Penelitian ini merekomendasikan perlunya evaluasi terhadap penerapan sistem absensi wajah serta peningkatan kualitas lingkungan kerja guna mendorong tingkat kedisiplinan yang lebih optimal. Kata Kunci: Absen Wajah, Lingkungan Kerja, Kedisiplinan Kehadiran, Pegawai Pemerintah