Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perancangan Charger Station Dengan Pembayaran Uang Koin Beserta Analisa Potensi Bisnisnya Rian Tedy Lestari; Djadjat Sudaradjat; Trisna Fajar Prasetyo
Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan ( JENTIK ) Vol. 1 No. 4 (2023): Desember: Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan (JENTIK)
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/jentik.v1i4.468

Abstract

At this time, many electronic devices use battery technology such as laptops, cell phones, Bluetooth earphones (TWS), Bluetooth speakers and others. The device requires electrical energy from the battery to operate. It's normal for people with high mobility who often leave the room to run out of battery power. Because of that, how do you solve the problem of running out of battery energy / low battery on electronic devices, because of that a charger station tool was designed with coin payments where there is business potential in designing the device. This study uses the PZEM-004T module as an electrical energy sensor and multi coin acceptor to select coins that enter the charger station system, then the WeMos D1 mini will control the SSR and provide information via the 16x2 Alphanumeric LCD and the Blynk application because the WeMos D1 mini module supports the Internet. of Things (IoT). The information displayed on the Alphanumeric 16x2 LCD is the remaining kWh balance, voltage and load power of the charger station user, then the Blynk application displays information on the number of rupiah coins that have been entered, the remaining kWh balance, voltage, current, power factor and load power of the charger user. This charger station system uses a coin of Rp. 100, Rp. 200, Rp. 500 and Rp. 1000, where if the coins are inserted into the charger station system, the user will get a kWh electricity balance according to the calculation of the selling price. The author uses a profit margin of 300% of the cost of class B1 PLN electricity rates plus the cost of the charger station system electricity.
A Error Counting Transmisi Serat Optik Submarine Segmentasi Bangka-Batam PT. Mora Telematika Indonesia, Tbk. Dewanto, Guntur Wahyu; Sudaradjat, Djadjat; Prasetyo, Trisna Fajar
INSANtek Vol 4 No 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v4i2.2400

Abstract

PT. Mora Telematika Indonesia, TBK merupakan perusahaan penyedia jaringan internet, salah satu jaringan backbone nya adalah B3JS yang menghubungkan Jakarta-Singapura dengan media kabel optik. Latar belakang penelitian adalah adanya kinerja yang buruk pada segmentasi Bangka-Batam sehingga menimbulkan kesalahan sistem yang menyebabkan koneksi jaringan terputus. Tujuan penelitian ini adalah membuat suatu hipotesa sehingga dapat dilakukan tindakan untuk memecahkan masalah. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian dengan menganalisa lapisan electrical dengan hasil perhitungan rata-rata nilai OSNR 16.88 dB dari nilai minimumnya 14.22 dB, FEC BER 3.15x10-2 dan Q (dB) Factor 6.96 dB dari nilai minimum 5.29 dB sehingga diperoleh margin dengan rata-rata 1.67 dB. Dari hasil analisa tersebut muncul hipotesa bahwa kualitas kabel serat optik menurun, analisa dilanjutkan pada lapisan optikal dengan melakukan OTDR yaitu menghitung nilai maksimal kerugian pada serat optik pada jarak 20Km, 40Km dan jarak terjauh dari sisi Batam. Dari hasil pengukuran, pada core 7 di jarak 19Km terdapat tekukan serat optik sehingga terjadi kerugian daya sinyal dengan rata-rata kerugian 0.355 dB dari nilai maksimum kerugian 0.20 dB (ITU-T G.654,2020). Sebagai pembuktian hipotesa dilakukan perbaikan dengan metode jumper pada serat optic dan didapat hasil kenaikan rata-rata OSNR sebesar 4.2%, FEC BER 0.01%, Q dB dan margin 2.21%. Sebagai pengujian hipotesa dilakukan RFC2544 test dan diperoleh hasil latency 3.11ms, Jitter 0.33us, Throughput 100% dan Frame Loss 0%, nilai hasil uji kinerja jaringan tersebut masuk ke dalam parameter Internet Engineering Task Force (IETF) maka hipotesa kualitas serat optik yang kurang baik terbukti dan teruji
PERFORMANCE OF THE DELTA MODULATION SYSTEM WITH VARIOUS DELTA STEP SIZES Sudaradjat, Djadjat; Rosano , Andi
Jurnal Techno Nusa Mandiri Vol. 22 No. 1 (2025): Techno Nusa Mandiri : Journal of Computing and Information Technology Period o
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/techno.v22i1.6474

Abstract

Delta Modulation Systems are widely used in Analog-to-Digital Converter (ADC) systems. This research aims to determine the optimal delta step size that can be achieved in a Delta Modulation system, as the system's performance is highly influenced by the delta step size. The method used involves simulations with MATLAB to identify the optimal delta step value. The performance of a Delta Modulation system is greatly influenced by the Delta step size. The optimal value in this study was achieved at a Delta step size of 0.4 with the smallest error, namely MSE = 0.1186. If the Delta step size is smaller or larger than this optimal value, the MSE increases. When the frequency of the input signal increases, the Delta step size needs to be increased to follow the changes in the input signal. Otherwise, the MSE will also increase, a phenomenon known as Slope-overload Distortion. Granular Noise occurs when the input signal changes very slowly or is almost constant, while the step size is too large, resulting in a high MSE. To overcome this problem, a dynamic Delta step size is needed, adjusted to the frequency changes of the input signal. Such a system with a dynamic Delta step size is known as Adaptive Delta Modulation.
A Error Counting Transmisi Serat Optik Submarine Segmentasi Bangka-Batam PT. Mora Telematika Indonesia, Tbk. Dewanto, Guntur Wahyu; Sudaradjat, Djadjat; Prasetyo, Trisna Fajar
INSANtek Vol. 4 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v4i2.2400

Abstract

PT. Mora Telematika Indonesia, TBK merupakan perusahaan penyedia jaringan internet, salah satu jaringan backbone nya adalah B3JS yang menghubungkan Jakarta-Singapura dengan media kabel optik. Latar belakang penelitian adalah adanya kinerja yang buruk pada segmentasi Bangka-Batam sehingga menimbulkan kesalahan sistem yang menyebabkan koneksi jaringan terputus. Tujuan penelitian ini adalah membuat suatu hipotesa sehingga dapat dilakukan tindakan untuk memecahkan masalah. Metodologi yang dilakukan dalam penelitian dengan menganalisa lapisan electrical dengan hasil perhitungan rata-rata nilai OSNR 16.88 dB dari nilai minimumnya 14.22 dB, FEC BER 3.15x10-2 dan Q (dB) Factor 6.96 dB dari nilai minimum 5.29 dB sehingga diperoleh margin dengan rata-rata 1.67 dB. Dari hasil analisa tersebut muncul hipotesa bahwa kualitas kabel serat optik menurun, analisa dilanjutkan pada lapisan optikal dengan melakukan OTDR yaitu menghitung nilai maksimal kerugian pada serat optik pada jarak 20Km, 40Km dan jarak terjauh dari sisi Batam. Dari hasil pengukuran, pada core 7 di jarak 19Km terdapat tekukan serat optik sehingga terjadi kerugian daya sinyal dengan rata-rata kerugian 0.355 dB dari nilai maksimum kerugian 0.20 dB (ITU-T G.654,2020). Sebagai pembuktian hipotesa dilakukan perbaikan dengan metode jumper pada serat optic dan didapat hasil kenaikan rata-rata OSNR sebesar 4.2%, FEC BER 0.01%, Q dB dan margin 2.21%. Sebagai pengujian hipotesa dilakukan RFC2544 test dan diperoleh hasil latency 3.11ms, Jitter 0.33us, Throughput 100% dan Frame Loss 0%, nilai hasil uji kinerja jaringan tersebut masuk ke dalam parameter Internet Engineering Task Force (IETF) maka hipotesa kualitas serat optik yang kurang baik terbukti dan teruji
Audit Manajemen Energi pada Sistem Penerangan dan Tata Udara Masjid Muttaqien Cibadak Sukabumi Sudaradjat, Djadjat; rosano, andi
INSANtek Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v5i2.7129

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kita masih sangat jarang adanya pihak yang peduli akan penghematan energi. Audit manajemen energi adalah langkah penting dalam usaha peningkatan efisiensi energi. Masjid, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, seringkali memiliki kebutuhan energi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit manajemen energi pada masjid dan mengidentifikasi adanya potensi  penghematan energi dan memberikan rekomendasi tindak lanjutnya. Objek audit manajemen energi ini ditujukan pada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Muttaqien Cibadak Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid ini memiliki potensi penghematan energi yang signifikan dan menghasilkan rekomendasi peluang konservasi energi yang bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan beberapa lampu dan sejumlah AC (Cir Conditioner). Didapatkan bahwa pemakaian tenaga listrik setelah peluang konservasi energi (ECO) sebesar 39.619,2 kWh/tahun dengan biaya listrik sebesar Rp 36.723.560/tahun, dengan nilai intensitas konsumsi energi (IKE) masjid sebesar 12,96 kWh/m2/bulan. Nilai ini termasuk dalam kategori konsumsi energi yang cukup hemat berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2012 tentang Energi Listrik
Analisa Performa, Pengembangan Arsitektur dan Implementasi Ring Topologi PROFINET Redundant pada Sistem DCS CENTUM-VP Adithya, Rendy; Sudaradjat, Djadjat; rosano, andi
INSANtek Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v6i2.10978

Abstract

Pada tahap perencanaan sistem Distributed Control System (DCS) jaringan PROFINET, biasanya dirancang dengan konfigurasi topologi yang ideal dan terstruktur. Namun dalam implementasinya di lapangan, berbagai faktor teknis seperti keterbatasan ruang fisik, jumlah perangkat aktual, perubahan konfigurasi, dan kebutuhan ekstensi seringkali menjadi penyebab pengembangan atau penyimpangan dari topologi awal yang belum ada analisanya. Perubahan ini berdampak langsung terhadap struktur jaringan, kompleksitas instalasi, serta performa dan keandalan komunikasi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak adaptasi Central Lubrication Unit (CLU) pada topologi ring redundant PROFINET yang digunakan dalam sistem Distributed Control System (DCS) CentumVP di industri kertas, khususnya proses Wood Handling Processing. Latar belakangnya adalah kebutuhan integrasi CLU dengan switch Phoenix Contact FL di luar ring, yang dapat memengaruhi performa jaringan. Metode yang digunakan meliputi analisis teoretis berdasarkan standar PROFINET dan simulasi konseptual menggunakan Packet Tracer, dengan fokus pada konfigurasi switch FL di local panel CLU. Hasil analisis menunjukkan bahwa latensi meningkat dari 10 ms menjadi 25 ms pada beban 100%, throughput turun 5% menjadi 95 Mbps, dan keandalan menurun dari 99.9% menjadi 99.6%, sementara jitter naik dari 1 ms menjadi 6 ms. Faktor penentu meliputi beban data dan konfigurasi port. Rekomendasi mencakup penggunaan switch PROFINET-managed pada semua jalur utama, aktivasi penuh loop MRP, serta pembagian jaringan menjadi segmen logis untuk untuk menjaga performa dalam batas toleransi industri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi CLU dapat diterima dengan optimasi yang tepat, mendukung operasi kontinu di industri kertas.