Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Stabilisasi Tanah Lempung Kota Banjarmasin dengan Penambahan Limbah Gypsum sebagai Timbunan Dasar (Subgrade) Muzaidi, Irwandy; Fitriansyah, Muhammad; Anggarini, Elia; Fauza, Zainul Azmul
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Banjarmasin merupakan daerah berjenis tanah aluvial yang didominasi struktur lempung yang memiliki daya dukung dan stabilitas tanah yang rendah. Tanah di Kota Banjarmasin dianggap tidak sesuai untuk digunakan dalam pekerjaan konstruksi perkerasan jalan jika digunakan sebagai bahan timbunan pondasi bawah (subbase). Oleh karena itu diperlukan stabilisasi tanah untuk meningkatkan kapasitas dukung pada tanah agar dapat digunakan untuk memenuhi suatu kebutuhan bahan konstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mencampur variasi limbah gypsum + tanah asli sebesar 3%, 6%, dan 9% dengan masa perawatan 7 hari dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai CBR terbesar didapat pada penambahan limbah gypsum 6%, adapun CBR soaked diperoleh dengan nilai tanah asli + limbah gypsum 0% sebesar 8,44%, tanah asli + limbah gypsum 3% sebesar 13,46% (peram 7 hari) 14,53% ( peram 14 hari). Tanah asli + limbah gypsum 6% sebesar 18,43% (peram 7 hari), 19,97% (peram 14 hari). Tanah asli + limbah gypsum 9% sebesar 13,34% (peram 7 hari), 14,76% (peram 14 hari). Sehingga komposisi Tanah lempung Banjarmasin dapat digunakan sebagai bahan timbunan dasar.
Analisis Stabilitas Lereng pada Tanah Lempung Lunak Kabupaten Kapuas dengan Perkuatan Geocell menggunakan Program Plaxis dan Metode Fellenius Fitriansyah, Muhammad; Kurniawan, Khairul; Anggarini, Elia; Muzaidi, Irwandy
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng merupakan permukaan tanah yang memiliki kemiringan tertentu dari bidang horizontal. Faktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor berasal dari struktur lereng itu sendiri, seperti kemiringan dan karakteristik tanah atau batuan dari lereng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui angka faktor keamanan lereng dengan kondisi eksisting dan mengetahui angka faktor keamanan setelah diperkuat dengan geocell secara horizontal sebanyak 1 lapis, 2 lapis, 3 lapis, 5 lapis, dan 7 lapis menggunakan program Plaxis dan perhitungan manual menggunakan Metode Fellenius. Hasil angka faktor keamanan yang diperoleh dari analisis dengan program Plaxis pada kondisi eksisting adalah 1,0877, untuk geocell 1 lapis sebesar 1,4283, geocell 2 lapis sebesar 1,4894, untuk geocell 3 lapis sebesar 1,5592, untuk geocell 5 lapis sebesar 1,7521, dan untuk geocell 7 lapis sebesar 2,1431. Sedangkan angka faktor keamanan melalui perhitungan manual menggunakan Metode Fellenius pada kondisi eksisting adalah 0,9499, untuk geocell 1 lapis sebesar 1,0540, untuk geocell 2 lapis sebesar 1,1818, untuk geocell 3 lapis sebesar 1,3247, untuk geocell 5 lapis sebesar 1,6553, dan untuk geocell 7 lapis sebesar 2,0459. Dari hasil analisis tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan geocell sebanyak 3 lapis secara horizontal sebagai perkuatan lereng menunjukan hasil yang paling efisien untuk diaplikasikan pada lereng tersebut.
STUDI EFEKTIVITAS PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) PADA SIMPANG BERSINYAL JALAN A.YANI KOTA BANJARMASIN Emma Ruhaidani; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Dyah Pradhitya Hardiani; Muhammad Fitriansyah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i1.566

Abstract

Pertumbuhan penduduk memiliki hubungan linier dengan pertumbuhan sepeda motor. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk maka semakin meningkat pula pertumbuhan sepeda motor. Pertumbuhan sepeda motor akan menimbulkan penumpukan di simpang bersinyal dan menimbulkan kemacetan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mulai menerapkan RHK di beberapa simpang bersinyal di Kota Banjarmasin, seperti pada Jalan A.Yani Km 2.0 Kota Banjarmasin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana efektivitas penerapan RHK jika dilihat dari perilaku pengguna jalan dan dimensi RHK. Dari hasil penelitian ini nantinya bisa menjadi bahan referensi bagi pemerintah dalam penerapan RHK di Kota Banjarmasin. Pengumpulan data dilaksanakan hari Sabtu, Senin, dan Rabu pukul 07.00 – 18.00 WITA. Data yang diperlukan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer meliputi dimensi RHK dan volume sepeda motor di area RHK, sedangkan data sekunder yaitu luasan dari sepeda motor rencana. Berdasarkan analisis didapatkan nilai presentase pengendara patuh RHK terendah adalah 62,42% yang memiliki arti tingkat efektivitas berdasarkan perilaku patuh pengguna sepeda motor tergolong efektif. Sedangkan jika dilihat dari tingkat keterisian sepeda motor terhadap dimensi RHK didapatkan nilai rata-rata < 60% yang artinya RHK kurang berhasil diterapkan. Masih adanya perilaku menyimpang menyebabkan tingkat keterisian RHK tidak maksimal, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat dan upaya pemerintah dalam menerapkan RHK
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI PADA JEMBATAN UNDERPASS KM 199+500 BATULICIN Elia Anggarini; Irwandy Muzaidi; Muhammad Fitriansyah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.713

Abstract

Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain (jalan air atau jalan lalu lintas biasa). Pondasi sebagai struktur bawah secara umum dapat dibagi dalam 2 (dua) jenis, yaitu pondasi dalam dan pondasi dangkal. Jembatan girder baja yang berada pada KM. 199+500 Kabupaten Tanah Bumbu sudah dibangun dengan panjang bentang 20 m, lebar jalur lalu lintas 8 m dan trotoar 2 x 1,5 m (Jembata Kelas A Super) pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbandingan bored pile dengan sumuran pada jembatan agar mendapatkan hasil yang efektif dan efisien. Metode penelitian yang akan dilakukan menggunakan perhitungan dari beberapa SNI yang terkait dengan perencanaan jembatan.Pada Jembatan Underpass KM 199+500 dengan menggunakan SNI 1725:2016, mempunyai pembebanan untuk ∑V = 16498,94 kN, ∑H = 2000,48 kN, dan ∑M = 8599,46 kN/m. Stabilitas abutment memilik safety factor Geser sebesar 3,17 > 1,5 dan Guling sebesar 47,5 > 1,5 serta keruntuhan kapasitas dukung tanah 9,54 > 3. Bored Pile memiliki daya dukung tiang kelompok adalah 4502,33 ton > 2074 ton. Pada pondasi sumuran memiliki daya dukung tiang kelompok sebesar 6109,31 ton > 2074 ton. Bored pile memiliki RAB sebesar Rp 726.399.614,23 sedangkan pondasi sumuran memiliki RAB sebesar Rp 335.211.547,34.
KEHANDALAN BENTUK PENAMPANG TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI TIANG PADA TANAH LUNAK MENGGUNAKAN METODE MAYERHOF DAN SEMI EMPIRRIS Muhammad Fitriansyah; Irwandy Muzaidi; Yayu Suhendra
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.847

Abstract

Pembangunan gedung di kota Banjarmasin identik dikenal menggunakan jenis pondasi cerucuk galam dan pondasi tiang pancang. Hal ini dikarenakan tanah di kota Banjarmasin di dominasi oleh jenis tanah lunak. Maka diperlukanlah jenis pondasi dalam yang pastinya bisa memperkuat struktur bangunan secara drastis apabila dibangun pada tanah yang lunak. Pada penelitian ini uji daya dukung tanah menggunakan alat Tahanan Standart Penetration (N-SPT) dengan metode Mayerhof dan penurunan dengan metode Semi Empiris. Berdasarkan hasil uji Tahanan Standart Penetration (N-SPT) dilakukan analisis daya dukung pondasi selanjutnya menganalisis penurunan pondasi yang terjadi di daerah tersebut. Dari hasil penelitian daya dukung dan penurunan pondasi untuk kedalaman 28 meter didapatkan bentuk pondasi yang lebih handal dari segi daya dukung pada tanah lunak yaitu pondasi tiang berbentuk persegi, sedangkan kehandalan dari segi penurunan yaitu pondasi tiang berbentuk lingkaran. Karena daya dukung persegi lebih besar dan penurunan lingkaraan yang paling kecil dari bentuk yang lainya.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN PEMATANG GAMBUT KABUPATEN BANJAR Febry Rachman; Irwandy Muzaidi; Muhammad Fitriansyah; Ari Surya Abdi
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i2.1038

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi yang sangat diperlukan di Kalimantan Selatan. Hal ini dikarenakan jalan merupakan penunjang berbagai sektor pembangunan dan merupakan prsarana dalam pembangunan kawasan pemukiman, kawasan industri daerah pertambangan dan pembukaan daerah-daerah terisolir di daerah sepanjang jalan tersebut. Oleh karena itu, sistem transportasi jalan raya merupakan kegiatan penggerak ekonomi yang penting disamping juga menjadi sarana aktifitas penduduk yang melibatkan masalah-masalah ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan jalan dimaksudkan untuk mempermudah hubungan dari suatu daerah ke daerah lain, serta untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di daerah tersebut.Jalan Pematang panjang Gambut Kabupaten Banjar terdapat permukiman warga yang terdiri dari hunian pribadi dan perumahan. Sehingga pada jalan Pematang Panjang Gambut ini sering dilewati sepeda motor, kendaraan ringan, maupun kendaraan berat. Hal ini tentu saja mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang terjadi pada jalan kondisi existing menggunakan perkerasan lentur sering mengalami kondisi jalan bergelombang dikarenakan beban kendaraan yang melewati jalan tersebut, maka sebagai solusinya perlu dilakukan perencanaan tebal perkerasan lentur berdasarkan nilai CBR pada jalan Sungai Tabuk Gambut, Kab. Banjar tersebut. Metode yang digunakan dalam perencanaan mengacu kepada Metode Analisa Komponen SKBI 1987. Hasil dari perhitungan tebal lapis perkerasan lentur dengan umur rencana 20 tahun didapatkan tebal lapis perkerasan lentur yang dibutuhkan pada Perencanaan Ruas Jalan Pematang Panjang Gambut , Kabupaten Banjar berdasarkan Metode Analisa Komponen SKBI 1987 Bina Marga sebesar 42,5 cm
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU MENGGUNAKAN NILAI CBR PADA JALAN SUNGAI TABUK – GAMBUT KABUPATEN BANJAR Kasyful Ahmad Nazharian; Muhammad Fitriansyah; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i2.1039

Abstract

Jalan Sungai Tabuk- Gambut Kabupaten Banjar terdapat permukiman warga yang terdiri dari hunian pribadi dan perumahan. Sehingga pada jalan Sungai Tabuk Gambut ini sering dilewati sepeda motor, kendaraan ringan, maupun kendaraan berat. Hal ini tentu saja mengakibatkan kerusakan-kerusakan yang terjadi pada jalan kondisi existing menggunakan perkerasan lentur sering mengalami kondisi jalan bergelombang dikarenakan beban kendaraan yang melewati jalan tersebut, maka sebagai solusinya perlu dilakukan perencanaan tebal perkerasan kaku berdasarkan nilai CBR pada jalan Sungai Tabuk Gambut, Kab. Banjar tersebut. Metode yang digunakan dalam perencanaan mengacu kepada Manual Desain Perkerasan Jalan Nomor 02/M/BM/2017 Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hasil dari perhitungan tebal lapis perkerasan lentur dengan umur rencana 40 tahun didapat susunan tebal lapis perkerasan kaku sebesar 19 cm panjang plat 5,5 m Dowel bars Æ32-30 cm dan Tie bars Æ16mm-122cm
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN STRUKTUR PONDASI PADA JEMBATAN DESA KUNYIT KECAMATAN BAJUIN KABUPATEN TANAH LAUT ferawaty Agustina; Muhammad Fitriansyah; Irwandy Muzaidi
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i1.1202

Abstract

Jembatan dibangun bertujuan untuk memudahkan para pejalan kaki atau pengendara kendaraan supaya bisa melintas dengan mudah. Disisi lain, pembangunan jembatan ini akan menimbulkan dampak serta manfaat bagi masyarakat setempat dari segi ekonomi maupun sosial. Dengan meningkatnya jumlah penduduk jembatan lama menjadi kurang memadai, sehingga direncanakan pembangunan Jembatan Desa Kunyit dengan menggunakan pondasi tiang pancang (spun pile). Tujuan penelitiaan ini menganalisa serta membandingkan hasil perhitungan daya dukung dan penurunan pondasi. Menganalisa daya dukung dan penurunan tiang pancang menggunakan metode (Meyerhof 1976) dengan data tanah bore hole (bore log) N-SPT. Perhitungan yang diperoleh dari data bore hole (N-SPT) dengan kedalaman 14,45 m dan diameter 0,4 m menggunakan perhitungan manual dengan metode Meyerhof diperoleh 12 tiang dengan nilai penurunan untuk tiang tunggal sebesar s = 0,017 m dan untuk tiang kelompok sebesar Sg = 0,045 m. Jadi penurunan dapat dikatakan aman dikarenakan S < Sizin (0,12 m).
PENGARUH SERAT BATANG PISANG TERHADAP SIFAT FISIS TANAH LEMPUNG LUNAK Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Darisna Wardanu; Muhammad Fitriansyah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1439

Abstract

Tanah lempung lunak merupakan jenis tanah dengan karakteristik daya dukung rendah, konsolidasi lambat, dan sifat plastisitas tinggi, yang dapat menimbulkan permasalahan pada konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat batang pisang terhadap sifat fisis tanah lempung lunak, serta menentukan komposisi serat batang pisang yang ideal dalam upaya stabilisasi tanah. Serat batang pisang digunakan sebagai bahan stabilisasi alami dan ramah lingkungan dengan variasi komposisi 1%, 2%, dan 3%, serta dilakukan pemeraman selama 3 dan 7 hari. Pengujian yang dilakukan meliputi kadar air, berat jenis, berat volume, batas-batas Atterberg (batas cair, batas plastis, dan indeks plastisitas), serta analisa saringan. Hasil menunjukkan bahwa penambahan serat batang pisang mampu menurunkan kadar air dan meningkatkan berat jenis serta indeks plastisitas tanah. Komposisi terbaik ditunjukkan oleh campuran tanah dengan serat batang pisang sebesar 1% dan pemeraman selama 3 hari, yang menghasilkan nilai indeks plastisitas tertinggi sebesar 15,73%. Dengan demikian, serat batang pisang berpotensi digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah alternatif yang efektif dan berkelanjutan dalam meningkatkan sifat fisis tanah lempung lunak.
PENGARUH CAMPURAN SERBUK KAYU ULIN TERHADAP SIFAT FISIS TANAH LEMPUNG LUNAK KABUPATEN BARITO KUALA Muhammad Fitriansyah; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Ananda Rahmad Febryan
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1467

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penambahan serbuk kayu ulin terhadap sifat fisis tanah lempung lunak di Kabupaten Barito Kuala. Tanah lempung lunak yang memiliki plastisitas tinggi dan daya dukung rendah sering menjadi kendala dalam konstruksi. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan stabilisasi menggunakan limbah serbuk kayu ulin dengan variasi campuran 10%, 15%, dan 20% serta masa pemeraman 3 dan 7 hari. Pengujian meliputi kadar air, berat jenis, batas Atterberg, dan analisis saringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kayu ulin menurunkan kadar air rata-rata dan indeks plastisitas tanah lempung lunak. Nilai batas cair (LL) turun dari 81,09% (tanpa campuran) menjadi 61,50% (campuran 10% peram 7 hari). Batas plastis (PL) juga menurun dari 50,63% menjadi 41,72% pada campuran 20% peram 3 hari, dan indeks plastisitas (IP) turun dari 29,25% menjadi 14,54% pada campuran 20% peram 7 hari. Kesimpulannya, serbuk kayu ulin dapat dimanfaatkan sebagai bahan stabilisasi yang efektif dan ramah lingkungan untuk memperbaiki sifat fisis tanah lempung lunak.