Halfian, Wa Ode
Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGGUNAAN KATA “ANU” PADA MASYARAKAT DI DESA KUSAMBI KECAMATAN KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT (TINJAUAN PRAGMATIK) Ein Sonewulan; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4, Nomor 1, Juni 2021
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v4i1.1400

Abstract

Bahasa sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan suatu gagasan agar membentuk suatu interaksi antar peserta tutur, ketika dimulainya tindak tutur baik dalam pembukaan, pertengahan atau akhir, dan terdapat suatu cara untuk mengakrabkan atau memulai dalam suatu tindak tutur. Bentuk komunikasi yang mengakrabkan atau memulai suatu tindak tutur memiliki banyak makna berdasarkan referennya pada konteks tertentu. Kata “anu” biasa kita temukan atau kita dengar di setiap tindak tutur baik di masyarakat umum, orang dewasa, bahkan anak-anak. Kata “anu” memiliki makna yang beragam atau maksud yang beragam di setiap penggunaannya berdasarkan referennya. Penggunaan kata “anu” digunakan dalam lingkup tidak formal biasa kita temukan dalam setiap tindak tutur di lingkungan masyarakat, dan kata “anu” memiliki makna yang beragam atau maksud yang beragam disetiap penggunaannya secara langsung berdasarkan konteksnya. Kata “anu” termasuk kategori fatis, karena kata “anu” dalam tindak tutur digunakan ketika memulai, mempertahankan suatu ujaran dalam situasi apapun dalam penggunaanya. Oleh karena itu, masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penggunaan kata “anu” pada masyarakat di Desa Kusambi Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan penggunaan kata “anu”pada masyarakat Muna Barat, Kecamatan Kusambi Desa Kusambi. Penelitian ini menggunakan tinjauan pragmatik. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam penggunaan kata “anu” pada masyarakat di Desa Kusambi, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, adapun wujud penggunaan kata “anu” terdapat bentuk fenomena deiksis persona, deiksis tempat dan tata bahasa yang meliputi kata “anu” sebagai kata ganti nomina, kata “anu” sebagaikata ganti verba, dan kata “anu” sebagai kata ganti adjektiva. Kata Kunci: Deiksis persona, Deiksis Tempat, Tata Bahasa (Nomina, , Verba, Adjektiva) , Kata Anu
MAKNA REFERENSIAL DAN NON REFERENSIAL DALAM LIRIK LAGU “OTAMPO NAPABALANO” DAN LIRIK LAGU “TONGKUNO” La Ode Hamudin; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022): Volume 5, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v5i1.1774

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna referensial dan non referensial dalam lirik lagu “Otampo Napabalano” karya masrin abiding dan lirik lagu “Tongkuno” karya Moses La Kahiya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna referensial dan non referensial yang terkandung dalam lirik lagu “Otampo Napabalano” dan lirik lagu “Tongkuno” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna referensial dan non referensial yang terdapat dalam lirik lagu “Otampo Napabalano” dan lirik lagu “Tongkuno”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data yang digunakan yaitu berupa lirik lagu yaitu lirik lagu “Otampo Napabalano” dan lirik lagu “Tongkuno”. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik simak dan teknik catat, sedangkan untuk menganalisis data, teknik yang digunakan adalah identifikasi data, analisi data dan penarikan kesimpulan. 2 jenis makna yang terdapat dalam lirik lagu “Otampo Napabalano” dan Lirik Lagu “Tongkuno” adalah makna referensial dan makna non referensial dengan data yang diteliti berjumlah 11 data dari 22 lirik yang terdiri dari makna referensil berjumlah 9 data dan makna non referensial berjumlah 2 data. Kata kunci: Semantik, Lirik Lagu, Makna
MAKNA LIRIK LAGU “KAJIAMA” KARYA PENGANCA MADINA (TINJAUAN SEMANTIK) Mardin Ode Majiji; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Volume 5, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v5i2.2045

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna lirik lagu “Kajiama” karya Penganca Madina (tinjauan semantik). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah jenis-jenis makna semantik dalam lirik lagu Kajiama karya Penganca Madina. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna-makna semantik dalam lirik lagu Kajiama karya Penganca Madina. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak catat terhadap penggunaan bahasa pada objek yang diteliti dan teknik wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dilakukan secara sistematik, mulai dari proses pengumpulan data, mereduksi, mengklasifikasi, mendeskripsi, pengkajian data, dan membuat kesimpulan akhir semua informasi yang sudah secara selektif dan terkumpul. Temuan jenis-jenis makna semantik dalam lirik lagu penelitian adalah 7 jenis makna yang terkandung dari lagu tersebut yaitu 2 lirik yang mengandung makna Leksikal, 2 lirik yang mengandung makna gragmatikal, 2 lirik yang mengandung makna referensial, 3 lirik yang mengandung makna non referensial, 4 lirik yang mengandung makna konseptual, 1 lirik yang mengandung makna asosiatif, dan 1 lirik yang mengandung makna kias. Kata kunci: Lirik Lagu Kajiama, Tinjauan Semantik
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU TAMAN KANAK-KANAK DHARMA WANITA DI KELURAHAN LABUNIA KECAMATAN WAKORUMBA SELATAN KABUPATEN MUNA (TINJAUANPRAGMATIK) Wa Ode Yulia Restiani; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6, Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v6i1.2181

Abstract

Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur DirektifGuru Taman Kanak-kanak Dharma Wanita di Kelurahan Labunia Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis memilih Taman Kanak-kanak Dharma Wanita sebagai tempat penelitian karena berdasarkan pengamatan penulis setelah mengadakan observasi di Taman Kanak-kanak tersebut., Guru sering menggunakan berbagai jenis tindak tutur dalam proses belajar mengajar. Sehingga penulis ingin melihat bagaimana cara guru dalam bertutur agar siswanya yang tergolong masih kecil dan dalam usia yang masih asik bermain dapat mengerti dan bisa mengikuti apa yang diajarkan oleh gurunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Tindak Tutur direktif Guru dan mendeskripsikan penerapan prinsip kesantunan dalam tindak tutur direktif yang digunakan Guru Taman Kanak-kanak Dharma Wanita di Kelurahan Labuna, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna terhadap siswa. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian lapangan. Sumber data pada penelitian ini adalah ujaran guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, teknik rekam, dan teknik cacat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada delapanbentuk tindak tutur direktif, yaitumengajak, melarang, menasihati, menyuruh, meminta, memperingatkan, memohon dan memuji di taman kanak-kanak Kelurahan Labunia, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna. Kata kunci: Tindak Tutur Direktif, Guru, TamanKanak-kanak
KEBERTAHANAN KOSAKATA PERTANIAN DALAM BAHASA KONJO PADA SISWA KELAS 3 SMP NEGERI 31 BULUKUMBA KABUPATEN BULUKUMBA Fitriani Basri; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, Nomor 1, Juni 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v7i1.2722

Abstract

The research is aimed to describe the rate of survival of the vocabulary of agriculture in language Konjo on students grade 3 SMP Negeri 31 Bulukumba in District Bulukumba . The method that is used is the approach qualitative supported by the analysis of quantitative . The collection of data is done by using the 2 ( two ) ways , namely : questionnaire technique ( questionnaire ) and interview technique ( interview ). The results of the study have demonstrated that of the 100 vocabulary that is submitted to the 51 respondents , there is one respondent with knowledge of vocabulary highest is 91% and the knowledge of the lowest 29%. For every vocabulary knowledge on the whole respondents, survival highs are in the vocabulary of god , canggoren , workshops , asu , bembe, and rarely with the level of viability highest is 100%. While the lowest is cakkuru with a percentage of 5,88 %. So for the final results the vocabulary survival level in all questionnaires is 64,96 %. Words key : vocabulary , Konjo Languange , environment agriculture .
MAKNA REFERENSIAL DAN NON REFERENSIAL DALAM LIRIK LAGU OTAMPO NAPABALANO DAN LIRIK LAGU TONGKUNO La Ode Hamudin; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 5 No 1 (2022): Volume 5, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v5i1.1774

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna referensial dan non referensial dalam lirik lagu Otampo Napabalano  karya masrin abiding dan lirik lagu Tongkuno karya Moses La Kahiya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna referensial dan non referensial yang terkandung dalam lirik lagu Otampo Napabalano dan lirik lagu Tongkuno. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna referensial dan non referensial yang terdapat dalam lirik lagu Otampo Napabalano dan lirik lagu Tongkuno. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data yang digunakan yaitu  berupa lirik lagu yaitu lirik lagu Otampo Napabalano dan lirik lagu Tongkuno. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik simak dan teknik catat, sedangkan untuk menganalisis data, teknik yang digunakan adalah identifikasi data, analisi data dan penarikan kesimpulan. 2 jenis makna yang terdapat dalam lirik lagu Otampo Napabalano dan lirik lagu Tongkuno adalah makna referensial dan makna non referensial dengan data yang diteliti berjumlah 11 data dari 22 lirik yang terdiri dari makna referensil berjumlah 9 data dan makna  non referensial berjumlah 2 data.
MAKNA LIRIK LAGU “KAJIAMA” KARYA PENGANCA MADINA (TINJAUAN SEMANTIK) Mardin Ode Majiji; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 5 No 2 (2022): Volume 5, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v5i2.2045

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna lirik lagu “Kajiama” karya Penganca Madina (tinjauan semantik). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah jenis-jenis makna semantik dalam lirik lagu Kajiama karya Penganca Madina. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna-makna semantik dalam lirik lagu Kajiama karya Penganca Madina. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak catat terhadap penggunaan bahasa pada objek yang diteliti dan teknik wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dilakukan secara sistematik, mulai dari proses pengumpulan data, mereduksi, mengklasifikasi, mendeskripsi, pengkajian data, dan membuat kesimpulan akhir semua informasi yang sudah secara selektif dan terkumpul. Temuan jenis-jenis makna semantik dalam lirik lagu penelitian adalah 7 jenis makna yang terkandung dari lagu tersebut yaitu 2 lirik yang mengandung makna Leksikal, 2 lirik yang mengandung makna gragmatikal, 2 lirik yang mengandung makna referensial, 3 lirik yang mengandung makna non referensial, 4 lirik yang mengandung makna konseptual, 1 lirik yang mengandung makna asosiatif, dan 1 lirik yang mengandung makna kias. Kata kunci: Lirik Lagu Kajiama, Tinjauan Semantik
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU TAMAN KANAK-KANAK DHARMA WANITA DI KELURAHAN LABUNIA KECAMATAN WAKORUMBA SELATAN KABUPATEN MUNA (TINJAUANPRAGMATIK) Wa Ode Yulia Restiani; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 6 No 1 (2023): Volume 6, Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v6i1.2181

Abstract

Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur DirektifGuru Taman Kanak-kanak Dharma Wanita di Kelurahan Labunia Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis memilih Taman Kanak-kanak Dharma Wanita sebagai tempat penelitian karena berdasarkan pengamatan penulis setelah mengadakan observasi di Taman Kanak-kanak tersebut., Guru sering menggunakan berbagai jenis tindak tutur dalam proses belajar mengajar. Sehingga penulis ingin melihat bagaimana cara guru dalam bertutur agar siswanya yang tergolong masih kecil dan dalam usia yang masih asik bermain dapat mengerti dan bisa mengikuti apa yang diajarkan oleh gurunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Tindak Tutur direktif Guru dan mendeskripsikan penerapan prinsip kesantunan dalam tindak tutur direktif yang digunakan Guru Taman Kanak-kanak Dharma Wanita di Kelurahan Labuna, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna terhadap siswa. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian lapangan. Sumber data pada penelitian ini adalah ujaran guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan teknik observasi, teknik rekam, dan teknik cacat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada delapanbentuk tindak tutur direktif, yaitumengajak, melarang, menasihati, menyuruh, meminta, memperingatkan, memohon dan memuji di taman kanak-kanak Kelurahan Labunia, Kecamatan Wakorumba Selatan, Kabupaten Muna. Kata kunci: Tindak Tutur Direktif, Guru, TamanKanak-kanak
KEBERTAHANAN KOSAKATA BAHASA KULISUSU DALAM LINGKUNGAN PERTANIAN TRADISIONAL PADA REMAJA DESA LABELETE KECAMATAN KULISUSU UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Tili Fendriani; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 6 No 2 (2023): Volume 6, Nomor 2, Desember 2023
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v6i2.2448

Abstract

This research was chosen with the purpose to determine the level of the survival of vocabulary Kulisusu Language in the traditional agricultural environment. Subjects in this study were adolescents with aged 18-21 year olds, who were in the Labelete Village Sub-district North Kulisusu North Buton regency. In this study took 50 respondents and submitted a questionnaire containing 60 Vocabulary in the traditional agricultural environment (one questionnaire). The method that used in this study was qualitative and quantitative methods. Based on the results and discussion in this study, among the 60 vocabulary words (one questionnaire) submitted to 50 respondents it can be conclude that the level of survival of the vocabulary of each respondent is two respondents who still know the entire vocabulary of the Kulisusu language in the traditional agricultural environment of 100% traditional agricultural equipment namely respondents 1 and 2. The level survival of the vocabulary all respondents, there are ten vocabulary that are still known by all respondents (50 respondents) because the tenth of vocabulary are still often use in everyday life. And the level of the survival vocabulary Kulisusu language in the traditional agricultural environment containe in the research questionnaire as many as 60 vocabulary (1 questionnaire) submitted to 50 respondents survive with a survival rate of 71.23% overall. Keywords: Defense, Vocabulary, Traditional Agricultural environment
KEBERTAHANAN KOSAKATA PERTANIAN DALAM BAHASA KONJO PADA SISWA KELAS 3 SMP NEGERI 31 BULUKUMBA KABUPATEN BULUKUMBA Fitriani Basri; Wa Ode Halfian
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 7 No 1 (2024): Volume 7, Nomor 1, Juni 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/cakrawalalistra.v7i1.2722

Abstract

The research is aimed to describe the rate of survival of the vocabulary of agriculture in language Konjo on students grade 3 SMP Negeri 31 Bulukumba in District Bulukumba. The method that is used is the approach qualitative supported by the analysis of quantitative. The collection of data is done by using the 2 ( two ) ways , namely : questionnaire technique ( questionnaire ) and interview technique ( interview ). The results of the study have demonstrated that of the 100 vocabulary that is submitted to the 51 respondents , there is one respondent with knowledge of vocabulary highest is 91% and the knowledge of the lowest 29%. For every vocabulary knowledge on the whole respondents, survival highs are in the vocabulary of god , canggoren , workshops , asu , bembe, and rarely with the level of viability highest is 100%. While the lowest is cakkuru with a percentage of 5,88%. So for the final results the vocabulary survival level in all questionnaires is 64,96%. Keywords : vocabulary, Konjo Language, environment agriculture