Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI RELIGIUS PADA ANAK TINGKAT SMP DALAM MASYARAKAT ADAT DI KECAMATAN NITA KABUPATEN SIKKA Martina Marieta Jonista Wisang; Gisela Nuwa; Petrus Kpalet
Psyche: Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/psyche.v2i2.209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara internalisasi nilai religius pada anak tingkat SMP dalam masyarakat adat di kecamatan Nita dan mendeskripsikan Hambatan dalam menginternalisasi nilai religius anak tingkat SMP dalam masyarakat adat di kecamatan Nita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yakni mendeskripsikan cara internalisasi nilai religius pada anak melalui data yang di dapatkan dari orang tua, remaja, dan guru. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa hal penting yaitu ada dua metode yang digunakan orang tua dalam menginternalisasikan nilai religius pada anak yaitu keteladanan dan pembiasaan dan peneliti juga menemukan faktor penghambat dalam menginternalisasi nilai religius pada anak tingkat SMP dalam masyarakat adat di kecamatan Nita yaitu ada faktor dari dalam dan faktor dari luar faktor dari dalam terdiri dari individu dan orang tua sedangkan faktor dari luar terdiri dari lingkungan sekolah, media informasi dan lingkungan masyarakat
WORKSHOP PENULISAN PTK DAN PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH UNTUK GURU DI SMA NEGERI 1 NITA Tanti Diyah Rahmawati; Erwin Prasetyo; Gisela Nuwa
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v2i1.183

Abstract

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPANRB) No.16 Tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya menjelaskan bahwa setiap guru yang akan naik pangkat atau golongan yakni salah satu syaratnya yakni dengan adanya pyblikasi penulisan karya ilmiah. Dengan kurangnya kemampuan guru dalam penulisan karya ilmiah dan Penelitian Tindakan Kelas maka tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan berupa workshop dan pendampingan artikel PTK atau karya ilmiah sampai proses publish jurnal nasional. Sekolah Mitra menganggap penting, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfat bagi para guru dalam jenjang karier kenaikan pangkat dan pengembangan profesi guru yang berkelanjutan.
The Role of Customary Institutions in Implementing Custom Law to The Immoral Acts of Tilang Village Yosefina Elfiana; Danar Aswim; Gisela Nuwa
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.1864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana Peran Lembaga Adat dalam Menerapkan Hukum Adat Terhadap Perbuatan Asusila dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat Lembaga Adat dalam Menerapkan Hukum Adat Terhadap Perbuatan Asusila. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan yang terlibat dalam penelitian adalah Lembaga Adat, Sekretaris Desa, dan Badan Permusyawaratan Desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian bahwa Peran Lembaga Adat sebagai Membantu Menyelesaikan Konflik atau Persoalan, Tempat Mediasi dan Partisipasi. Faktor penghambat Lembaga Adat dalam Menerapkan Hukum Adat Terhadap Perbuatan Asusila yaitu, Rendahnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Hukum, Faktor Pendidikan dan Faktor Pergaulan. Penelitian ini menyarankan agar pemerintahan Desa Tilang barsama Lembaga Adat mempertegas kembali hukum adat tentang perbuatan asusila dalam peraturan-perturan desa yang baru, sehingga tidak bersifat statis tapi dinamis dan dalam penyelenggaraan pemerintahan bila terjadi perbedaan norma atau hukum nasional dan hukum adat, diperlukan solusi dan antisipasi yang cepat. 
UPACARA ADAT “ROIT ALANG” SEBAGAI NILAI BUDAYA PADA MASYARAKAT DI DESA MAHEBORA KECAMATAN NITA Yosefina Viviyanti Laukari; Gisela Nuwa; Petrus Kpalet
Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn Vol 9, No 2 (2022): Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKn
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v9i2.18592

Abstract

ABSTRAKKebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Dikatakan demikian karena budaya merupakan sesuatu yang hidup bersama dengan manusia itu sendiri. Lahir dari kebiasaan yang diwariskan oleh nenek moyang dan tanpa ada proses belajar secara khusus oleh pengikutnya. Roit Alang adalah ritual cukur rambut yang umumnya dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Sikka, khususnya di Desa Mahebora. Pada masyarakat Desa Mahebora menjadi sangat penting untuk menjaga warisan leluhur dalam Upacara Roit Alang. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui nilai budaya yang terkandung dalam Upacara Roit Alang dan upaya untuk melestarikan nilai-nilai budaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti saat melakukan penelitian yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian diketahui nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Roit Alang yaitu nilai religius, nilai perlindungan, nilai sosial, nilai persaudaraan dan nilai ekonomi. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan Upacara Roit Alang yaitu diperlukan dukungan dari pemerintah setempat dan generasi muda, serta perlu adanya reaktualisasi budaya.  ABSTRACTCulture has a very large function in human life. It is said so because culture is something that lives together with humans themselves. Born from habits inherited by ancestors and without any special learning process by their followers. Roit Alang is a hair-shaving ritual that is generally carried out by people in Sikka Regency, especially in Mahebora Village. In the Mahebora Village community, it is very important to maintain the ancestral heritage in the Roit Alang Ceremony. The purpose of this study was to determine the cultural values contained in the Roit Alang Ceremony and efforts to preserve these cultural values. This study uses a qualitative research method with an ethnographic approach. Data collection techniques in this study are through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used by researchers when conducting research are data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of the study found that the values contained in the Roit Alang Ceremony were religious, protection values, social values, brotherhood values, and economic values. As for the efforts that can be made to preserve the Roit Alang Ceremony, it requires support from the local government and the younger generation, as well as the need for cultural re-actualization.
EKSISTENSI HUKUM WARIS ADAT PADA SISTEM KEKERABATAN PATRILINEAL DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Agustina Dua Osa; Gisela Nuwa; Abdulah Muis Kasim
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 21 No 1 (2023): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/keadilan.v21i1.905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan Bagaimanakah implementasi hukum waris adat serta proses penyelesaian sengketa waris berdasarkan hukum waris adat yang berlaku di Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan alat ukur pengambilan data menggunakan wawancara terstuktur, semi terstruktur, dan observasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer hasil wawancara dengan 10 informan yang merupakan para tetua dan pengurus lembaga adat desa dibeberapa desa yang berada di kabupaten Sikka.Adapun hasil penelitian ini bahwa gambaran atau situasi kondisi mengenai implementasi hukum waris adat pada sistem kekerabatan patrilineal di Kabupaten Sikka dalam pembagian warisan tanah diberikan kuasa penuh kepada anak laki-laki sehingga besaran pembagiannya berbeda dengan anak perampuan sedangkan proses penyelesaian sengketa berdasarkan negosiasi setelah tidak ada penyelesaian maka dengan cara musyawarah untuk mendamaikan pihak berselisih oleh pihak Lembaga Adat Desa dan Pemerintah Desa. Kata Kunci: Hukum Waris Adat, Sistem Kekerabatan Patrilineal.
EXPLORING THE URGENCY OF TEACHING CAMPUS QUALITY FOR STUDENTS OF IKIP MUHAMMADIYAH MAUMERE Eman Nataliano Busa; Gisela Nuwa
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v7i4.9506

Abstract

The Teaching Campus is a part of the Merdeka Campus program, which presents students from various universities to encourage the teaching and learning process in schools, especially for the elementary school education level, and provide opportunities for students to learn and develop themselves through activities outside the lecture class. IKIP Muhammadiyah Maumere also takes an important role in the teaching campus program by involving the students as pioneers in the teaching campus program. The research purpose of this paper is to find out the urgency of teaching campus quality to IKIP Muhammadiyah Maumere students and the programs participated by students of IKIP Muhammadiyah Maumere in Campus Teaching Activities. The research uses a descriptive qualitative method. The informants of the research involved campus teaching coordinators, field supervisors, and students of the campus teaching at IKIP Muhammadiyah Maumere. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data display, and data verification. The research results indicate that the urgency of the quality of teaching campus participants is measured by additional skills in the form of certificates of organizational/teaching, academic and non-academic achievements, and parental consent. Campus teaching participants must be able to manage classes and be able to manage time. Campus teaching participants receive financial assistance and recognition for 20 credits of courses that were obtained from the Ministry of Education. Teaching campus participants must be able to make a positive impact by helping the learning activities in schools, assisting school technology, and assisting technology-based school administration. Students participating in teaching campuses must have creativity and innovation that can create a generation of good workers. Campus teaching participants must have a good attitude and behavior. The programs run by Campus Teaching Participants IKIP Muhammadiyah Maumere are the Literacy and Numeracy Learning program, technology adaptation program, and School Administration Assisting program.
EKSISTENSI HUKUM WARIS ADAT PADA SISTEM KEKERABATAN PATRILINEAL DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Agustina Dua Osa; Gisela Nuwa; Abdulah Muis Kasim
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 21 No 1 (2023): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/keadilan.v21i1.905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan Bagaimanakah implementasi hukum waris adat serta proses penyelesaian sengketa waris berdasarkan hukum waris adat yang berlaku di Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan alat ukur pengambilan data menggunakan wawancara terstuktur, semi terstruktur, dan observasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer hasil wawancara dengan 10 informan yang merupakan para tetua dan pengurus lembaga adat desa dibeberapa desa yang berada di kabupaten Sikka.Adapun hasil penelitian ini bahwa gambaran atau situasi kondisi mengenai implementasi hukum waris adat pada sistem kekerabatan patrilineal di Kabupaten Sikka dalam pembagian warisan tanah diberikan kuasa penuh kepada anak laki-laki sehingga besaran pembagiannya berbeda dengan anak perampuan sedangkan proses penyelesaian sengketa berdasarkan negosiasi setelah tidak ada penyelesaian maka dengan cara musyawarah untuk mendamaikan pihak berselisih oleh pihak Lembaga Adat Desa dan Pemerintah Desa. Kata Kunci: Hukum Waris Adat, Sistem Kekerabatan Patrilineal.
Peran Guru Dalam Mengembangkan Karakter Peserta Didik Di SMAS Santo Petrus Kewapante Maria Ifani; Petrus Kpalet; Gisela Nuwa
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 2 No 2 (2023): November
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.161985/jesfa.v2i2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter siswa di SMAS ST. Petrus Kewapante. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah, Guru PKN dan Guru BP SMAS ST. Petrus Kewapante. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa:”Guru sebagai pendidik harus bertanggungjawab kepada peserta didik dalam mengerjakan tugas, dan menjadi suriteladan bagi peserta didiknya. Guru sebagai pendidik terus melakukan upaya agar siswa mendapatkan apa yang mereka inginkan agar siswa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Guru sering memberikan pembinaan dan pendekatan kepada siswa. Guru terus memberikan motivasi untuk siswa terus bangkit, serta upaya yang lain seperti guru memberikan teguran, sanksi, peringatan serta memberikan masukan dan evaluasi.
EKSISTENSI HUKUM WARIS ADAT PADA SISTEM KEKERABATAN PATRILINEAL DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Agustina Dua Osa; Gisela Nuwa; Abdulah Muis Kasim
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 18 No 1 (2020): KeadilaN Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/keadilan.v18i1.290

Abstract

The purpose of this research is to find out and explain the implementation of customary inheritance law and the process of inheritance dispute resolution based on the prevailing traditional inheritance law in Sikka Regency. This study used a qualitative approach to data collection using structured interviews, semi-structured, and observation. The sampling technique used in this study was snowball sampling. The data source used is primary data from interviews with 10 informants who are elders and administrators of village customary institutions in several villages in Sikka district. As for the results of the study, the situation describes the implementation of customary inheritance law in the patrilineal kinship system in Sikka Regency in that the distribution of land inheritance is given full power to the boys so that the distribution amount is different from the disabled children, while the dispute resolution process is based on negotiations after there is no resolution. deliberations to reconcile the disputing parties by the Village Traditional Institution and the Village Government. Keywords: Customary Inheritance Law, Patrilineal Kinship System, Sikka Regency.
EKSISTENSI HUKUM WARIS ADAT PADA SISTEM KEKERABATAN PATRILINEAL DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Agustina Dua Osa; Gisela Nuwa; Abdulah Muis Kasim
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 21 No 1 (2023): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/keadilan.v21i1.905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan Bagaimanakah implementasi hukum waris adat serta proses penyelesaian sengketa waris berdasarkan hukum waris adat yang berlaku di Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan alat ukur pengambilan data menggunakan wawancara terstuktur, semi terstruktur, dan observasi. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah snowball sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer hasil wawancara dengan 10 informan yang merupakan para tetua dan pengurus lembaga adat desa dibeberapa desa yang berada di kabupaten Sikka.Adapun hasil penelitian ini bahwa gambaran atau situasi kondisi mengenai implementasi hukum waris adat pada sistem kekerabatan patrilineal di Kabupaten Sikka dalam pembagian warisan tanah diberikan kuasa penuh kepada anak laki-laki sehingga besaran pembagiannya berbeda dengan anak perampuan sedangkan proses penyelesaian sengketa berdasarkan negosiasi setelah tidak ada penyelesaian maka dengan cara musyawarah untuk mendamaikan pihak berselisih oleh pihak Lembaga Adat Desa dan Pemerintah Desa. Kata Kunci: Hukum Waris Adat, Sistem Kekerabatan Patrilineal.