Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Preferensi Hunian di Perkotaan pada Generasi Y di Kota Bekasi Defi Puspitasari; Joko Adianto; Khoirunurrofik Khoirunurrofik
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 18, No 1 (2022): JPWK Volume 18 No. 1 March 2022
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v18i1.37176

Abstract

Indonesia pada tahun di 2020 akan memasuki fenomena bonus demografi dengan meningkatnya generasi Y secara signifikan. Adanya dominasi populasi yang dapat mempengaruhi pasar perumahan terutama di kota-kota besar serta banyaknya generasi Y yang belum memiliki hunian melatar belakangi penelitian ini. Adapun Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui preferensi generasi Y dalam memilih hunian. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif analisis dekriptif dan index rata-rata. Dengan menyebar kuisioner kepada seluruh generasi Y berumur 20-39 tahun di Kota Bekasi secara online. Dari 436 kuisioner hasilnya menunjukan bahwa 78,7% generasi Y di Kota Bekasi belum memiliki hunian dan 3 dari 5 generasi Y di Kota Bekasi masih tinggal bersama orangtua. Adapun atribut preferensi hunian yang paling diinginkan generasi Y ialah keamanan yang terjaga, bebas banjir, lingkungan yang bersih, kepemilikan hunian dan dekat dengan jalan utama. Adapun tipe hunian yang diinginkan ialah hunian tapak dengan 3 kamar tidur dilengkapi dengan taman dan ruang keluarga dengan harga kurang dari 450 juta rupiah[n1] . Pembangunan hunian vertikal di kawasan TOD Kota Bekasi sebagai upaya mendorong kepemilikan hunian generasi Y serta efisiensi lahan oleh pemerintah belum optimal sebab nyatanya hunian vertikal sangat sedikit diminati generasi Y di Kota Bekasi dan mereka lebih menyukai hunian tapak. 
PREFERENSI PEMILIHAN UNIT HUNIAN PADA PERUMAHAN TIPE CLUSTER (STUDI KASUS: THE GRAND SENTUL) Aryani Widyakusuma, Azrar Hadi, dan Joko Adianto
Jurnal KaLIBRASI - Karya Lintas Ilmu Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri. Vol. 1 No. 4 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Borobudur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1666.27 KB) | DOI: 10.37721/kalibrasi.v11i0.338

Abstract

Rumah sebagai unit properti bernilai memiliki aspek unik, permintaan yang didasarkan dua motif yaitu konsumsi dan investasi. Sebagai barang konsumsi, rumah dimiliki untuk memenuhi kebutuhan dasar dan sebagai aset investasi, permintaan diputuskan melalui proses kelayakan investasi. Rumah sebagai unit properti memiliki faktor penentu nilainya. Satu di antaranya faktor perletakan atau lokasi rumah dalam cluster. Lokasi sekitar unit hunian dipandang sebagai suatu kesatuan dari rumah (sense of localism). Lokasi rumah bukan hanya berbicara tempat rumah berada namun berkaitan lingkungan sekitar. Dari lokasi unit hunian dalam suatu kompleks perumahan dapat diestimasi nilainya berdasarkan dua hal: lingkungan (posisi atau formasi) dan aksesibilitas. Walau faktor lokasi bukan faktor pertimbangan utama pilihan bertinggal di suatu tempat dalam kompleks perumahan The Grand Sentul, hal ini dimungkinkan dengan menjadikan variabel tipe unit dan harga sebagai variabel independen sehingga saya dapat mengetahui letak atau lokasi yang jadi prioritas preferensi pilihan bagi perletakan unit hunian di dalam cluster. Penelitian ini memaparkan bagaimana faktor posisi dan aksesibilitas dapat diterapkan untuk membedakan nilai unit hunian berdasarkan perilaku penghuni yang bertinggal di suatu lokasi dalam cluster. Penelitian dengan pendekatan kualitatif mengkaji dinamisasi pemenuhan kebutuhan lokasi untuk bertinggal dan investasi ditinjau dari sisi pemilik melalui analisis karakter kawasan; pemanfaatan fasilitas; proses tinggal, pemenuhan kebutuhan lokasi unit dalam perumahan; dan nilai rumah bagi penghuni.Kata kunci: aksesibilitas; lokasi; perumahan tipe cluster; posisi; sense of localism
Analysis of the Effect of Infrastructure Development on Land Prices in Cinere and Beji Districts, Depok City Cindar Hari Prabowo; Joko Adianto
Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi dan Perubahan Sosial Vol 9 No 4 (2022): Konfrontasi, December
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/konfrontasi2.v9i4.258

Abstract

The surge in housing prices in cities has triggered the emergence of many problems related to urban settlements, starting from the construction of housing that is far from the city center, congestion problems, pollution, to encouraging the occurrence of many informal slum settlements. This causes a shift in settlements to supporting areas, especially Jabodetabek. Residential prices are dominantly influenced by high land prices. Infrastructure development has a major influence on economic growth and the development of an urban area. However, this is not easy to apply in the Depok City area, especially in the Cinere and Beji District areas. Housing development is very rapid but must be followed by the development of facilities and infrastructure. The purpose of this study was to analyze the influence of infrastructure development factors such as road network (accessibility), availability of facilities (transportation network, electricity network, telephone network, clean water network, educational facilities, health facilities) and residential neighborhoods based on the opinions of housing residents on land prices in residential neighborhoods in Depok City, especially in Cinere Dan Beji Districts. The research method used is research using a mixture of quantitative and qualitative methods in stages considering the complexity of the problem. Quantitative methods will be used to look at housing-related data as a basis, then to NJOP analysis as a basis for land prices. The results of this study indicate that in general, the data analysis shows compatibility with the literature that has been done, that land prices are very significantly influenced by the accessibility of the main highway network and the presence of commercial equipment to fulfill needs.
The Influence of Socio-demographic Characteristics to Housing Satisfaction and Mobility Agra Senopati Anand Prasetyo; Joko Adianto
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 6, No 2 (2022): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.6.2.167-180

Abstract

This study aims to understand the pivotal factors of housing satisfaction and mobility according to the demographic characteristics with its hindrances in Indonesia. Several studies prove the residents refuse to move despite experiencing housing dissatisfaction by adjusting the housing or adapting to the housing mostly because of the poor financial capacity or have realistic housing preferences to cope with the experienced housing dissatisfaction. This study employs a quantitative research method by collecting 534 respondents through an online questionnaire. According to the regression analysis, this study finds sex, age, monthly income, and marital status are the major demographic characteristics for driving housing satisfaction and mobility in the Indonesian context. In both sex categories, the increasing age tends to increase the monthly income and enter marriage, which enables the respondents to deliver housing mobility.
Ketersediaan dan Kualitas Fasilitas Perumahan Taman Manggis Permai di Kota Depok Naufal Farhan; Joko Adianto
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v17i2.1522

Abstract

Saat ini, semakin banyak orang yang memilih tinggal di Kota Depok. Hal tersebut mengakibatkan jumlah perumahan di Kota Depok bertambah. Peningkatan tersebut tentunya haruslah diiringi pula dengan fasilitasnya yang memadai karena memengaruhi kehidupan warganya dengan meningkatkan taraf hidup mereka sehingga harus ada sekaligus berkualitas. Jadi, pendatang yang ingin bertempat tinggal di perumahan yang berlokasi di Kota Depok haruslah mencari informasi terkait fasilitasnya terlebih dahulu agar tidak terkena masalah seperti yang terjadi di perumahan Taman Manggis Permai. Di jalanan perumahan Taman Manggis Permai, terdapat tanda silang berwarna biru hingga terjadi peristiwa kemalingan. Tanda tersebut dianggap sebagai kode untuk rumah yang menjadi target sasarannya. Fasilitas perumahannya memengaruhi peristiwa tersebut, terutama bidang keamanan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ketersediaan dan kualitas fasilitas perumahan tersebut melalui penelitian. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif. Metode tersebut fokus pada pengamatan mendalam terhadap kondisi yang terjadi begitu saja tanpa adanya intervensi dari peneliti sehingga sesuai untuk meneliti fasilitas perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perumahan Taman Manggis Permai dan RTnya terdiri dari berbagai fasilitas. Sebagian besar fasilitas tersebut memiliki kekurangan. Semua warga perumahan Taman Manggis Permai harus memperbaiki semua fasilitas tersebut.
Pengaruh Life Course Event terhadap Housing Mobility Silka Azzahra Shafa Aulia; Joko Adianto
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v5i1.70576.204-213

Abstract

Dari hasil riset yang dilakukan oleh Alvara Research Center, diketahui bahwa generasi milenial mendominasi populasi di Indonesia pada tahun 2020 dengan porsi sekitar 34 persen dan diikuti 20 persen generasi X. Milenial lebih memilih tinggal bersama orang tuanya, sehingga mengarah pada keterlambatan kepemilikan rumah. Sebaliknya, Gen X (lahir 1965 hingga 1980) yang dicirikan sebagai pemecah masalah yang baik dan logis memiliki karakteristik dan preferensi kepemilikan rumah yang berbeda daripada generasi milenial. Hal ini menjadikan menarik untuk membahas perjalanan perpindahan rumah para Gen X sebelum akhirnya memiliki rumah kepemilikan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perjalanan hidup (life course) terhadap perpindahan rumah (housing mobility) yang dialami oleh Gen X. Perjalanan hidup (life course event) diartikan sebagai pendekatan untuk menyelidiki perubahan lingkungan individu dan implikasi perkembangannya berdasarkan usia dalam matriks hubungan sosial dan proses perkembangan. Mobilitas perumahan (housing mobility) diartikan sebagai kejadian berpindah–pindah suatu rumah tangga dalam proses menempati tempat tinggal secara pribadi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur. Narasi yang disusun memungkinkan untuk memeriksa interkoneksi banyak elemen perjalanan hidup yang kompleks. Wawancara dilakukan pada bulan Mei 2022 melalui sambungan telepon. Hasil studi ini mengungkapkan sifat mobilitas perumahan serta kemungkinan menghadapi perubahan arah kehidupan tergantung pada tahapan perjalanan hidup rumah tangga tersebut. Maka dari itu, model perilaku mobilitas perumahan harus memasukkan penyesuaian perumahan dan perubahan dalam perjalanan hidup rumah tangga.
Gender Performance in the Kitchen of Indonesian Middle-Class Lale Garjita Kusumaring Puji; Joko Adianto; Rossa Turpuk Gabe
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 7, No 1 (2023): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.7.1.61-74

Abstract

This paper explores gender performance in Indonesia's middle-class’ kitchen. Gender mainstreaming and gender responsiveness have been on the Indonesian national development agenda since 2000, especially in vertical housing. However, gaps in the publication of the policy's implementation indicate the need for a basic understanding of gender to specify what should be accommodated to fulfil the agenda. Moreover, in previous studies, gender in Indonesia has not been discussed in the context of gender relations within the household. This research answers the question regarding the performance of daily activities that took place in the kitchen based on the actors’ gender. The performativity is influenced by the fulfilment of their preferences based on their household type; consisting of individual, traditional, and non-traditional household types. Each household has its own type of kitchen that will maintain the performativity of the gender. 
Dampak Keterbatasan Akses Perumahan terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Permukiman Kumuh di DKI Jakarta Ragil Setyo Cahyono*; Joko Adianto
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2023): Juni, socio-economics, community law, cultural history and social issues
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i3.25231

Abstract

Permukiman kumuh DKI Jakarta adalah rumah bagi banyak orang berpenghasilan rendah. Akses ke perumahan di permukiman kumuh ini terbatas, mempengaruhi kondisi sosial ekonomi mereka yang tinggal di sana. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dampak sosial ekonomi dari akses perumahan pada masyarakat berpenghasilan rendah di daerah kumuh DKI di Jakarta. Penelitian ini memakai metode kualitatif dan desain studi kasus. Lokasi penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposeful sampling. Informan penelitian dipilih dengan menggunakan teknik snowball sampling. Data diambil melalui wawancara mendalam dengan informan yang berpartisipasi dalam penelitian. Data yang ter-kumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif (Creswell, 2014). Temuan menun-jukkan bahwa keterbatasan akses terhadap perumahan berdampak pada status sosial ekonomi penduduk berpenghasilan rendah di daerah kumuh DKI di Jakarta. Masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses peru-mahan terbatas memiliki tingkat pendapatan yang lebih rendah dan tingkat pendidikan yang lebih rendah. Selain itu, akses peru-mahan yang terbatas juga mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses perumahan terbatas memiliki tingkat kesehatan yang lebih rendah dan tingkat akses ke layanan kesehatan yang lebih terbatas. Dalam rangka meningkatkan sosial ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah di permukiman kumuh di DKI Jakarta, diper-lukan upaya untuk meningkatkan akses perumahan. Upaya yang dapat dilakukan antara lain adalah pengembangan perumahan yang terjangkau dan ramah lingkungan, serta penyediaan akses terhadap infrastruktur da-sar seperti jalan raya, air bersih, dan sanitasi yang memadai.
Analysis of the Impact of Limited Access to Housing on Socio-Economic Conditions in Jakarta Slums DKI Jakarta Ragil Setyo Cahyono; Joko Adianto
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 5 No 2 (2022): Sharia Economic: July, 2022
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of limited access to housing on socioeconomic conditions in DKI Jakarta slums. DKI Jakarta's slums are home to many low-income people, and limited access to housing in these areas has a significant impact on their socioeconomic conditions. The method used in this research is a qualitative method with a case study design, and data was collected through in-depth interviews with informants selected through a snowball sampling technique. The results show that limited access to housing has an impact on the socioeconomic status of low-income residents in the slums of DKI Jakarta. People living in areas with limited housing access have lower income levels, lower education levels, and lower health levels. In addition, access to health services is also more limited. To improve the socio-economic conditions of low-income people in slums in DKI Jakarta, efforts are needed to improve housing access. Some of the efforts that can be made include the development of affordable and environmentally friendly housing, as well as providing access to basic infrastructure such as roads, clean water, and adequate sanitation. This research also found that urbanization and land constraints contribute to the emergence of slums and limited access to housing. In addition, this research shows that the construction of decent housing can have positive impacts on low-income communities, such as increased employment and economic capacity, as well as improved education and health. Therefore, improving access to housing should be a priority in efforts to improve socioeconomic conditions in DKI Jakarta slums.
Use of Space for Work at Home in the Indonesian Household Context Della Ayu Siti Fathimah; Joko Adianto; Rossa Turpuk Gabe
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 7, No 2 (2023): International Journal of Built Environment and Scientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.7.2.119-134

Abstract

This paper explores how roles and values in Indonesian households are taken into consideration when determining the use of space to work at home. Along with socioeconomic and technological developments, working at home is increasingly becoming a common thing to find in Indonesia. Work activities must be carried out in accordance with the context of the household that has established its own conventions, roles, meanings, and values. However, taking the role and value factors of the household into consideration when exploring the reasons behind the spatial utilization for work at home still receives minimal attention. Using a qualitative research approach, this study explores which aspects of roles and values within the household are taken into consideration in determining how the space available at home is used for work. This study also answers the types of spatial utilization formed as the result of the aforementioned roles and values. The consideration factors found are different for each type of household so that the resulting form of space use is also different. The findings from this study found that consideration of certain household aspects can also give rise to its own form of spatial use.