Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Unri Conference Series: Community Engagement

Penguatan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam rangka perdagangan bebas ASEAN Adi Tiaraputri; Zulfikar Jayakusuma; Evi Deliana HZ; Maria Maya Lestari; Widia Edorita; Ledy Diana
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.1.466-469

Abstract

Bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memulai usahanya perlu memikirkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (selanjutnya disebut HKI). Jikalau, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak memikirkan perlindungan HKI, maka karya para pelaku usaha dapat mudah terjadi pelanggaran HKI. Oleh karena itu, pada masa awal memulai bisnisnya, mereka seharusnya sudah memberikan perlindungan HKI-nya, sebab HKI sejatinya dapat menjadi aset berharga yang bisa menyelamatkan perusahaan di masamasa sulit. HKI sejatinya adalah hak yang muncul dari hasil oleh pikir atau kreasi manusia yang pada akhirnya menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna bagi manusia. Dalam dunia bisnis, HKI bisa menjadi elemen penting karena dapat memberikan keunggulan berkompetisi ketika bermain di pasar yang dibidik bagi pemiliknya. Bahkan, tak menutup kemungkinan pula HKI ini dapat menjadi pemicu untuk memunculkan berbagai inovasi baru bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang pada akhirnya dapat menguntungkan publik juga para pelaku usaha itu sendiri, misalnya dalam menghadapi perdagangan bebas ASEAN. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi aspek HKI bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Kampar. Metode penerapan yang dipilih adalah sosialisasi atau desiminasi ilmu pengetahuan, dalam hal ini adalah penyebaran informasi tentang HKI dan tata cara pendaftaran HKI. Dari kegiatan pengabdian ini, pelaku usaha UMKM di Kabupaten Kampar menyadari penting aspek HKI untuk kemajuan usaha.
Sosialisasi PSBB, perwako dalam rangka upaya pencegahan Covid-19 di Pekanbaru dan kaitannya dengan hak kesehatan masyarakat Mukhlis Mukhlis; Hayatul Ismi; Emilda Firdaus; Maria Maya Lestari; Adlin Adlin
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 2 (2020): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.2.566-570

Abstract

With the increasing number of Covid-19 cases in Indonesia, including in Riau Province, it is necessary to implement Large-Scale Social Restrictions (PSBB). PSBB is one way to reduce the impact of Covid-19. PSBB has currently been implemented in 10 regions in Indonesia as part of efforts to prevent the corona virus. The Central Government through the Ministry of Health has approved Pekanbaru to implement the PSBB. The main reason for implementing PSBB in dealing with the Covid-19 corona virus is because physical distancing, which has been carried out so far, is ineffective in the community. On that basis, the government strengthened the policy of physical restrictions for the community by implementing PSBB in the regions. It is necessary to do the socialization of PSBB and this Perwako, so that the public knows the Rules about PSBB. The service activity aims to provide guidance to the people of Pekanbaru City regarding Corona and PSBB, because Pekanbaru City is one of the cities that is a transit point. The implementation of activities to increase public knowledge about PSBB and Perwako was successful. This can be seen from changes in the behavior of people who were previously reluctant to wear masks, then have started wearing masks when they go out, as can be seen from the behavior of people who have avoided people's hassles and tried to keep their distance. The community also complies with large-scale social restrictions set by the government, this can be seen from the minimum community activity at night outside the home.
Co-Authors , Dasrol Adi Tiara Putri Adi Tiaraputri Adlin Adlin Afiyfah Nabila Agnes Annora Nathania Agung Setio Apriyanto Akmal Hidayat Alfin Julian Nanda Amin Rais Apriansyah, Muhammad Ikhya Aprilia Mawaddah Asyam Mulia Zhafran Bakhunizar, Mohamad Megi Mif Benyamin Bangun Cahyani, Harpita Dwi Davit Rahmadan Deri Nahrudin Syukri Dessy Artina Diana Octavia Situmeang Dodi Haryono Dorma Hotmaria Sianipar Eci Novita Sari Elmayanti Elmayanti, Elmayanti, Elmayanti Emilda Firdaus Endang Sri Utami Erdiansyah ' Evi Deliana HZ Ferawati Ferawati Fivian Army hafiza, aryen nur Hasbillah, Rahmat Hasugian, Dohardo Maharari Hayatul Ismi Hengki Firmanda Hidayat, Tengku Arif Irma Nurul Hasyanah Jaya Kusuma, Zulfikar Johannes Jum Joghi Pangaribuan Juanito Stevanus Jupri, Jupri Yanus Halawa Karo Karo, Josua Banta Kristin Muliani Lase, Martinus Ledy Diana Lena Agustina M Sadam Husin Maringan Tua H.D Mela Kristina Mexsasai Indra Muhammad A. Rauf Mukhlis Mukhlis Mukhlis R Nadya Junyantani Nanda Erlangga Pranata Nathaniel Adianta Rim Manurung Novendi Jaya Putra Purba Nurahim Rasudin Panggabean, Pilipi Puan Dinda Aisyah Putra, Tamin Ripinra Putri Dewi FS Putri Maharany Ayu Hasibuan Ranty, Aprianti Ridha Putri Thaibah Riska Fitriani Rokhimatul Isnaini Salma Kemala Sari, Etika Septia, Peni Putri Shindy Fauziyah Simamora, Rumla Yanti Simamora, Samuel Romulus Socha Salsabila Riyadi Sri Kemuning Suzana, Ega Syamsiar, Syamsiar Syasha Mellya Karnain Ulfia Hasanah Widia Edorita Yosef Mattew Nathanael Zainul Akmal Zulfikar Jayakusuma Zulwisman, Zulwisman