Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perencanaan Program Sekolah Ramah Anak Dalam Membentuk Etika Sosial Remaja Di Sekolah Menengah Pertama: Penelitian Tajwa Raya Rabani; Nadya Putri Saylendra; Erwin Susanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan Program Sekolah Ramah Anak (SRA) dalam membentuk etika sosial remaja di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMPN 5 Karawang Barat dengan melibatkan 8 informan yang terdiri dari wakil kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber serta teknik member check, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Program Sekolah Ramah Anak telah disusun secara sistematis dan terintegrasi, meliputi aspek dasar perencanaan, tujuan program, keterlibatan berbagai pihak, perencanaan kegiatan, integrasi kurikulum, evaluasi, serta dukungan sarana dan prasarana. Perencanaan program bersifat top-down, namun tetap mempertimbangkan kebutuhan kontekstual sekolah. Selain itu, perencanaan tersebut berkontribusi dalam membentuk etika sosial peserta didik melalui pembiasaan, kegiatan pembelajaran, serta interaksi sosial di lingkungan sekolah. Dengan demikian, perencanaan Program Sekolah Ramah Anak menjadi landasan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung pembentukan karakter dan etika sosial siswa.
IMPLEMENTATION OF QUIZIZZ LEARNING MEDIA IN IMPROVING THE LEARNING OUTCOMES OF PANCASILA EDUCATION FOR GRADE X STUDENTS AT SMK NEGERI 2 KARAWANG Cintami; Nadya Putri Saylendra; Tridays Repelita; Erwin Susanto
Journal Civics And Social Studies Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 Tahun 2025
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v9i2.3113

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pendidikan Pancasila siswa kelas X SMK Negeri 2 Karawang ditingkatkan melalui penggunaan platform pembelajaran Quizizz. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian deskriptif dan mengambil pendekatan kualitatif. Siswa dan instruktur dari program pendidikan Pancasila SMK Negeri 2 Karawang berperan sebagai partisipan dalam penelitian ini. Observasi, wawancara, dan studi dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Mengumpulkan data, memilih data, menyajikannya, dan menarik kesimpulan adalah langkah-langkah dalam proses analisis data. Temuan penelitian ini menggambarkan bagaimana mata kuliah Pendidikan Pancasila memanfaatkan media pembelajaran Quizizz, yang sebelumnya kurang dimanfaatkan, berkat perencanaan yang matang dan umpan balik positif dari siswa. Ketidakmampuan siswa untuk memahami media Quizizz, koneksi internet yang tidak lancar, dan gadget yang tidak mampu menghambat peluncurannya. Kemampuan siswa untuk berpikir kritis ditingkatkan melalui penggunaan media pembelajaran Quizizz, yang pada gilirannya mengarah pada hasil belajar yang lebih baik. Hal ini khususnya berlaku dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila.
THE ROLE OF LITERACY HABITUATION IN IMPROVING CIVIC SKILLS OF STUDENTS AT SMK PRATAMA MULYA KARAWANG Rizka Dwi Alfinda; Tarpan Suparman; Erwin Susanto
Journal Civics And Social Studies Vol. 10 No. 1 (2026): Vol 10 No 1 Tahun 2026
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/net9e126

Abstract

This study aims to examine the role of literacy habituation in improving students' civic skills at SMK Pratama Mulya Karawang. The approach used was descriptive qualitative, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The results indicate that literacy habituation through morning reading activities, journal writing, thematic discussions, and the production of a school bulletin contributed positively to the development of critical thinking skills, the courage to express opinions, and active participation in social activities and school organizations. These findings reinforce the view that literacy, systematically cultivated in the educational environment, can be a strategic instrument in developing students' civic skills.
Professional Competence of Indonesian Language Lecturers in Technology-Integrated Teaching: A Study at Universitas Buana Perjuangan Karawang Tridays Repelita; Depi Prihamdani; Anggy Giri Prawiyogi; Erwin Susanto; Aris Riswandi
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1937

Abstract

Digital technology has transformed higher education practices, but how it strengthens lecturers' professional competence in Indonesian Language learning remains underexplored. Previous studies have mainly focused on technology adoption and digital competence rather than on how lecturers demonstrate disciplinary mastery, develop materials, and integrate research through technology-based learning. This study aimed to analyze lecturers' professional competence in technology-based Indonesian Language learning at Universitas Buana Perjuangan Karawang. A multimethod qualitative-descriptive design with supplementary survey data was employed. Participants consisted of five lecturers selected purposively and 40 students selected based on their learning experience. Data were collected through observations, interviews, documentation, and questionnaires, then analyzed descriptively and qualitatively. The findings indicated positive practices in content mastery, resource updating, contextualization, and the development of digital materials. Questionnaire results showed positive student perceptions of mastery of the material (92.5%), current issue presentation (92.5%), and material relevance (92.5%), with students selecting "always" or "often." Qualitative evidence showed that technology use supported learning delivery but varied in depth of integration. The findings are limited to one institutional context and are not statistically generalizable. This study contributes insights for developing discipline-oriented technology integration in lecturer professional development.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA DAN EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA PUSEURJAYA Nadya Putri Saylendra; Erwin Susanto
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/2m8q1434

Abstract

Keterbatasan fasilitas, kebiasaan pembuangan sampah, dan belum optimalnya pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi persoalan lingkungan di Dusun Kalijaya, Desa Puseurjaya, Kabupaten Karawang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, partisipasi, dan kapasitas awal masyarakat melalui edukasi serta penerapan teknologi tepat guna. Program dilaksanakan dalam KKN Universitas Buana Perjuangan Karawang tahun 2026 dengan tahapan observasi, analisis kebutuhan, koordinasi mitra, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, demonstrasi alat, dan evaluasi deskriptif. Mitra meliputi perangkat desa, warga, kader Posyandu, guru, dan peserta didik. Luaran kegiatan berupa rocket stove untuk biomassa bersih, lilin aromaterapi dari minyak jelantah, mesin pencacah rumput/daun, alat pres botol plastik, papan informasi penguraian sampah, kerja bakti, edukasi DAGUSIBU, serta pembelajaran lingkungan di sekolah dan DTA. Dokumentasi menunjukkan seluruh program terlaksana, alat dapat diuji fungsi, dan masyarakat memberikan respons awal yang positif. Namun, keberlanjutan masih membutuhkan penanggung jawab lokal, SOP keselamatan, pemeliharaan alat, jadwal kegiatan rutin, dan kemitraan dengan bank sampah. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa teknologi sederhana lebih bermakna ketika dipadukan dengan edukasi, aksi kolektif, dan tata kelola desa.
PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA PADA PROYEK SUARA DEMOKRASI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK SISWA KELAS XI DI SMAN 5 KARAWANG Fadli Hermansyah Sofiyan; Aris Riswandi Sanusi; Erwin Susanto
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mencari tahu peran guru Pendidikan Pancasila dalam proyek "Suara Demokrasi" serta dampaknya terhadap peningkatan partisipasi politik siswa kelas XI di SMAN 5 Karawang. Proyek ini dirancang untuk memberikan siswa pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik, serta memahami pentingnya nilai-nilai demokrasi dan Pancasila. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila berperan signifikan dalam memfasilitasi dan mengarahkan siswa melalui berbagai tahap proyek, mulai dari penyusunan agenda, diskusi kelompok, hingga presentasi hasil. Guru berfungsi tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai mentor yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan mengembangkan kreativitas mereka dalam menyuarakan pendapat. Partisipasi aktif siswa dalam proyek ini tercermin dari peningkatan kesadaran politik, kemampuan berargumen, serta keberanian untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik di sekolah maupun di luar sekolah.