Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MetaCommunication

MAKNA TAGLINE KIWI ZESPRI “SWEETER THAN YOU THINK” PADA IKLAN MEDIA ONLINE YOUTUBE Lalita Hanief
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.537 KB) | DOI: 10.20527/mc.v2i1.3000

Abstract

 AbstractAdvertising is one of integrated marketing communication activity. Marketer could use avery kind of advertising medium, such as : above the line and bellow the line. Which one is using online media youtube. Zespri is brand kiwi fruit come from Swizerland. Zespri advertising is creative and unique because telling about a grup of gangster which is scary image, but on this advertising gangster grup had happy dancing. Tagline zespri advertising “sweeter than you think” have some latent meaning. The purpose of this research is understand about the meaning of tagline kiwi zespri. The research used qualitative interpretative approach. The technique of datta collection used observation, documentation, and literature study. Datta analisys used semiotic John Fiske model such as reality, representation, and ideology. The result based reality is gangster grup whose wear jacket was happy dance and sing a song. The meaning of representation is setting place at the room which dim lighting, there is some property as symbol kiwi fruit. The merning base of ideology is Zespri said don’t look from outside, that zespri kiwi fruit sweeter than you look as a form. Keyword: advertising, tagline, semiotic AbstrakPeriklanan merupakan salah satu kegiatan dari komunikasi pemasaran terpadu. Pemasar  dapat menggunakan berbagai macam media iklan, yaitu above the line dan bellow the line. Salah satunya melalui iklan media online youtube. Zespri adalah brand buah Kiwi dari Swizerland. Iklan Zespri kreatif dan unik karena menceritakan tentang sekelompok gangster yang terkesan mengerikan, namun pada iklan Zespri kelompok gangster menari dengan lincah dan gembira. Tagline iklan Zespri “Sweeter than you think” juga memiliki makna tersirat. Penelitian ini bertujuan mengetahui makna tagline Kiwi Zespri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan studi literatur. Analisis data menggunakan semiotika model John Fiske yaitu realitas, representasi dan ideologi. Hasil berdasarkan realitas kelompok gangster yang memakai stelan jas rapi menari dengan ceria sambil bernyanyi, makna berdasarkan representasi yaitu setting tempat berada di suatu ruangan yang remang cahaya serta ada beberapa properti dari simbol buah kiwi. Makna berdasarkan ideologi yaitu Zespri mengatakan jangan melihat dari tampilan luar, bahwa buah kiwi Zespri lebih manis daripada yang dilihat secara bentuk. Kata kunci: iklan, tagline, semiotika.
ANALISIS FUNGSI DAN PERAN HUMAS DALAM UPAYA IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE (Studi pada Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin) Sri Astuty; Yuanita Setyastuti; Novaria Maulina; Lalita Hanief.
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.635 KB) | DOI: 10.20527/mc.v2i1.3002

Abstract

AbstractThis study aims to determine, describe and analyze the role, duties, and functions of the Secretariat of Public Relations Banjarmasin City Government in the implementation of good governance. The method used mainly in this study is a qualitative evaluative, with the technique of data collection through interviews and documentation. The research location is at the Regional Secretariat of Public Relations of Banjarmasin.The results showed that in the implementation of good governance Public Relations Regional Secretariat Banjarmasin still limited to running role as a facilitator of communication and communication technicians, it is due to lack of human resources education background Public Relations, budget constraints given by the leadership. keyword: The Role of Public Relations, good governance, government public relations. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis  peran, tugas, dan fungsi  Public Relations Sekretariat  Pemerintah Kota Banjarmasin dalam implementasi good governance.  Metode yang digunkan dalam penelitian ini adalah kualitatif evaluatif, dengan teknik pengambilan data melalui wawancara dan dokumentasi. lokasi penelitian ini adalah pada pada Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin.Hasil penelitian menujukkan bahwa dalam implementasi good governance Humas Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin masih terbatas pada  menjalankan peran sebagai fasilitator komunikasi dan teknisi komunikasi, hal ini berkaitan dengan kurangnya sumber daya manusia yang berlatar pendidikan Public Relations, Keterbatasan anggaran peran yang diberikan oleh pimpinan. kata kunci : Peran Humas, good governance, humas pemerintah.
ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI KRITIK SOSIAL ATAS KEBIJAKAN PEMERINTAH INDONESIA PADA MICE CARTOON Rizkyanoor Rizkyanoor; Sri Astuty; lalita Hanief
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.384 KB) | DOI: 10.20527/mc.v2i2.4086

Abstract

Abstrak Pada tahun 2015, pemerintahan Jokowi-JK mengeluarkan kebijakan tentang kenaikan harga BBM serta pembekuan PSSI yang banyak mendapatkan perhatian serta respon dari masyarakat. Pada zaman reformasi ini, semua khalayak diberikan kebebasan dalam menyampaikan pendapat termasuk dalam mengkritik kebijakan pemerintah yang bertujuan sebagai kontrol terhadap jalannya suatu sistem sosial atau proses bermasyarakat. Muhammad ‘Mice’ Misrad dalam Mice Cartoon membuat karikatur yang bertujuan untuk mengetahui representasi kritik sosial mengenai kebijakan kenaikan harga BBM dan pembekuan PSSI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kritik sosial pada Mice Cartoon edisi Januari-Mei 2015 mengenai kenaikan harga BBM dan pembekuan PSSI dengan menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi serta dokumentasi dan kepustakaan. Tipe penelitian menggunakan deskriptif. Analisis data menggunakan teori kritik media dan teori agenda setting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada karikatur Mice Cartoon terdapat atas kritik sosial dimana (1) sign menunjukkan kondisi masyarakat kalangan menengah kebawah, (2) object menunjukkan kondisi ketidakstabilan kehidupan ekonomi masyarakat, dan (3) interpretant menunjukkan realitas kehidupan masyarakat mengalami dampak dari kenaikan harga BBM serta pembekuan PSSI. Kata kunci: Representasi, Kritik Sosial, dan Mice Cartoon Abstract In 2015, Jokowi-JK government carried out the policy on increasing the price of BBM (Fuel Oil) and freezing PSSI (Indonesian Football Federation) which one got many attention from society. In reformation era, all people are given a freedom to say their opinion including given critic in policy government which purpose as a control to run a social system or process. Muhammad ‘Mice’ Misrad in Mice Cartoon making caricature which purpose to know social criticism representation on the policy about increasing the price of BBM (Fuel Oil) and freezing PSSI (Indonesian Football Federation). This research as a purpose to analyze social critic representation on Mice Cartoon edition January-May 2015 about increasing the price of BBM (Fuel Oil) and freezing PSSI (Indonesian Football Federation) by using semiotica analyzing Charles Sanders Pierce. The method which is used in this research is qualitative approach. In technic collecting data, the writer uses observation and literature document. The type of this research is descriptive. Data analysis using media criticial theory and agenda setting theory. The results of this study show that the Mice Cartoon caricature contained on the social criticsm where (1) signs indicate the condition of the lower middle class people, (2) objects shows that instabillity of the economic life, and (3) interpretan shows the realness of society life affected from the increased of fuel price of BBM (Fuel Oil) and freezing PSSI (Indonesian Football Federation). Keyword: Representation, Criticism Social, and Mice Cartoon
KOMODIFIKASI KEHIDUPAN PRIBADI ARTIS DALAM TAYANGAN MUSIK (KAJIAN KRITIS HIPERREALITAS BAUDRILLARD) Lalita Hanief
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.468 KB) | DOI: 10.20527/mc.v1i1.4671

Abstract

Industri Musik di Indonesia mengalami perkembangan pesat seiring munculnya stasiun televisi swasta di awal tahun 90an. Audience memenuhi kebutuhan akan hiburan melalui tayangan media massa. Hiburan membuat kondisi relaks, serta mampu melepaskan kepenatan  atas rutinitas. Setiap hari stasiun tv menayangkan acara musik, agar tidak terkesan monoton maka tim produksi menyelingi dengan sesi interview dengan artis serta liputan keseharian artis mulai bangun tidur, saat perjalanan menuju tempat syuting, juga kegiatan lainnya. Salah satu contoh tayangan musik yang mengkomodifikasi masalah pribadi artis adalah Dahsyat di RCTI. Awalnya konsep Dahsyat adalah musik show dengan dipandu 4 orang host, namun saat ini setelah melampaui 7 tahun, Dahsyat merubah konsepnya dengan meliput masalah pribadi artis. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji bagaimana bentuk komodifikasi kehidupan pribadi artis dalam tayangan musik Dahsyat di RCTI. Televisi berdampak kepada ketentuan dan konstruksi selektif pengetahuan sosial, imajinasi sosial dimana kita mempersepsikan dunia realitas yang dijalani orang lain, dan secara imajiner merekonstruksi kehidupan mereka dan kehidupan kita melalui dunia secara keseluruhan yang dapat dipahami (Hall dalam Barker, 2005:271). Hasil kajian penelitian ini adalah  komodifikasi masalah pribadi artis terjadi pada tayangan musik Dahsyat. Konsep tayangan musik berubah menjadi panggung drama. Musik yang ditampilkan prosentasenya sangat kecil dibanding drama yang ditampilkan