Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGGUNAAN BOTOL AIR MINUM PENUNJANG PROTOKOL KESEHATAN DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU MELALUI FACEBOOK Mulyani, Henny Sri; Kusmayadi, Ika Merdekawati; Basith, Achmad Abdul
JE (Journal of Empowerment) Vol 2, No 1 (2021): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v2i1.1259

Abstract

ABSTRAK Pandemi COVID-19 membuat perubahan dalam kehidupan manusia. Pembatasan kegiatan bertatap muka, menjalankan aktivitas dari rumah, dan melaksanakan pola hidup sehat, sebagai upaya penanggulangan penyebaran. Upaya ini melahirkan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, Dosen dan Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKNM) Integratif dilaksanakan secara daring selama satu bulan. Pengabdian Pada Masyarakat ini menggunakan metode kampanye penggunaan botol air minum sebagai penunjang protokol kesehatan dan pengurangan sampah plastik pada masa AKB melalui Facebook. Pesan kampanye bertema kesehatan dan pelestarian lingkungan dirancang dalam bentuk infografis agar komunikatif dan mudah dipahami. Dalam pelaksanaannya beberapa mahasiswa memanfaatkan akun Facebook pribadi serta bekerjasama dengan berbagai komunitas, seperti komunitas Greenpeace Indonesia, Himpunan Matematika Unpad, Membersihkan Indonesia Community, komunitas bersepeda, BEM Unpad, dan Unpad Hejo. Melalui kampanye ini literasi informasi dan kesadaran masyarakat meningkat akan pentingnya membawa botol air minum di masa AKB guna menunjang kesehatan dan lingkungan, sesuai dengan yang diharapkan. ABSTRACTThe COVID-19 pandemic is making changes in human life. Social distancing, working from home, healthy lifestyle, are an act to prevent virus spread; it creates New Habit Adaptation (AKB) policy. An Integrative Community Service (KKNM) lecturer-students have been carried out online. This KKNM applied a campaign method to use water bottles to support health protocols, and reduce plastic waste during the AKB period through Facebook. The messages on health and environmental preservation are designed in infographics, so it can be easily understood. In its implementation, several students use personal Facebook accounts and collaborate with various communities, such as the Greenpeace Indonesia community, the Unpad Mathematical Association, Membersihkan Indonesia Community, the cycling community, BEM Unpad, and Unpad Hejo. This campaign is expected to act as information literacy and increase public awareness of the importance of carrying bottles of drinking water during the AKB period to support health and the environment.
Childfree dalam Kacamata Media Media Alternatif: Pembingkaian Makna dalam Pemberitaan Konde.co Aqeela Syahida Fatara; Achmad Abdul Basith; Nunik Maharani Hartoyo
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3772

Abstract

Penelitian ini menganalisis pembingkaian realitas sosial childfree dalam pemberitaan media alternatif perempuan Konde.co. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis teks berita childfree yang dipublikasikan Konde.co, studi literatur, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konde.co secara konsisten menempatkan perempuan sebagai subjek utama pemberitaan dengan dominasi perspektif feminisme. Pada struktur skrip, artikel menyajikan unsur 5W+1H dengan penekanan pada aspek why dan how untuk menjelaskan alasan serta permasalahan struktural di balik pilihan hidup childfree. Secara tematik, Konde.co mengkritik sistem patriarki dan norma pronatalisme, sementara secara retoris menggunakan diksi yang menentang stigma serta praktik menyalahkan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa konstruksi realitas childfree dalam pemberitaan Konde.co tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi oleh ideologi media dan keberpihakannya pada isu perempuan, sehingga berpotensi menggiring pemaknaan khalayak terhadap fenomena childfree.
Strategi Jurnalisme Viral Whiteboard Journal dalam Isu Politik Melalui Logika Media Sosial Siti Aryuni Muthmainah Fasya; Achmad Abdul Basith; Efi Fadilah
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi media alternatif melalui penggunaan format meme dalam mengkomunikasikan isu politik. Dengan menggunakan studi kasus pada akun Instagram @whiteboardjournal, penelitian ini membedah fenomena jurnalisme viral dengan mengintegrasikan kerangka Teori Social Media Logic (Van Dijck & Poell, 2013), serta lima dimensi logika jurnalisme media sosial Hermida dan Mellado (2020). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data melalui observasi digital terhadap unggahan bertema politik selama periode satu tahun kepengurusan Kabinet Merah Putih (20 Oktober 2024 - 20 Oktober 2025). Temuan penelitian menunjukkan bahwa Whiteboard Journal menerapkan hibridisasi konvensi genre, estetika visual, serta strategi retoris satir dan humor untuk menyesuaikan diri dengan algoritma platform. Data keterlibatan menunjukkan bahwa konten bermuatan emosional dan urgensi publik memiliki tingkat keterbalikan (shareability) yang lebih tinggi dibanding konten informatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meme merupakan bentuk reartikulasi praktik jurnalistik yang mampu menjalankan fungsi pengawasan sosial melalui format budaya internet tanpa mengabaikan substansi informasi.
Menolak Intervensi Pengiklan sebagai Pertahanan Independensi Bocor Alus Politik Jacinda Claramuti Purnomo; Maimon Herawati; Achmad Abdul Basith
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i1.2286

Abstract

The financial sustainability of the media in Indonesia relies heavily on advertising as its primary source of revenue. This dependence puts editorial independence in a difficult position, as the advertiser is the very same entity that is the subject of the news coverage. This study examines how Bocor Alus Politik resists advertiser interference as a means of defending its editorial independence. Using a qualitative approach with a case study design, data was collected through in-depth interviews with the managing editor, producers, journalists, and the business team, and supplemented by document analysis. The analysis is grounded in the five principles of public service (independence) by Kovach & Rosenstiel (2001) and the concept of the dual product market by Robert G. Picard (1989). The findings indicate that Bocor Alus Politik’s defense of its independence operates on multiple levels: a structural separation between the editorial and business teams that is internalized as a collective value across divisions; strict selection of potential collaboration partners; editorial control over content substance without exception; and public transparency through explicit disclaimers on collaborative content.
Komodifikasi Konten di Radio Berita Lokal: (Studi Kasus Intrinsik Radio PRFM 107.5 News Channel Bandung) Nadya Yasmine Khaerunnisa; Achmad Abdul Basith; Rinda Aunillah Sirait
TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humani... Vol. 4 No. 1 (2026): Februari: TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/tuturan.v4i1.2330

Abstract

Radio PRFM 107.5 News Channel Bandung has established its reputation as a citizen journalismbased local news radio through the slogan "Andalah Reporter Kami" (You Are Our Reporter). However, economic imperatives have steadily blurred the boundary between journalistic function and business logic, raising concerns about editorial independence in local broadcast media. This study aims to analyze content commodification practices at PRFM across both production and multiplatform distribution stages. Employing Vincent Mosco's (2009) political economy of communication theory, a qualitative approach with Robert E. Stake's intrinsic case study design was adopted. Data were collected through nonparticipant observation, indepth interviews, and literature study, subsequently validated through source triangulation. Findings reveal that content commodification operates systematically across two stages. During production, commodification manifests through marketdriven issue selection, sensational headline construction, and the strategic management of talkshow programs as advertiser recruitment instruments. During distribution, multiplatform content repurposing practices encompassing rhetoric of recombination, augmentation, and reversioning enable a single piece of information to be capitalized across multiple platforms simultaneously. Furthermore, PRFM's financial dependence on government advertisers, accounting for 85% of total advertising revenue, demonstrably erodes editorial independence and shifts the station's function from press watchdog to a media outlet vulnerable to external intervention. These findings imply that economic pressures in local media ecosystems require stronger institutional safeguards to protect journalistic integrity.
Media Capitalism on Religious Radio in West Java Basith, Achmad Abdul; Hidayat, Dadang Rahmat
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 9, No 2 (2026): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v9i2.67122

Abstract

Background: The development of the internet has now shifted the function of radio as a mass media. However, radio still has loyal listeners, especially for content with more specific segmentation. This condition has encouraged radio stations to create new strategies by changing their names and broadcast formats to better suit their target audiences. One example is religious-themed broadcasts or religious radio. In a case study in West Java, the West Java Regional Indonesian Broadcasting Commission (KPID) found that, as of January 2025, there were 33 religious radio stations in the region. Purpose: This study aims to reveal the dynamics of religious radio in West Java from a political economy perspective. Methods: The researchers used qualitative methods to gather information through open discussions and direct interviews. Results: The findings show that there is a process of commodification in the form of commercialization of broadcasts and audiences, followed by a process of structuration marked by the restriction of women’s voices in radio broadcasts, exclusivity of content, and violations of formal regulations (the obligation to play the Indonesian national anthem, Indonesia Raya), to a process of spatialization as evidenced by the diversification of religious-themed products for media expansion. Conclusion: The above case study shows that religious radio exists not only as a community medium but also as a form of business, political, and social competition among capitalists. Implications: The results of this study provide a new comprehensive understanding of the dynamics of religious radio, from its presence as an information medium to its role as a vehicle for capitalist business.
Pola Pemberitaan Konservasi Harimau Sumatera di Media Massa Online Andelin, Lizikri Damar Tanjung Novela; Agustin, Herlina; Basith, Achmad Abdul
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.31699

Abstract

Konservasi Harimau Sumatera menghadapi ancaman perburuan dan perdagangan, yang berakibat pada kematian satwa dilindungi. Sejumlah media online memberikan perhatian pada kasus-kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penekanan isu, seleksi narasumber, dan intensitas pemberitaan konservasi Harimau Sumatera yang dilakukan oleh Kompas.com, Tribunnews.com dan Mongabay.co.id sepanjang periode 2015-2018 dengan menggunakan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pola penekanan isu, ketiga media memberi penekanan pada aspek penegakan hukum dan kronologi peristiwa, sedangkan aspek konservasi kurang menonjol. Kompas.com dan Tribunnews.com kurang mengangkat proses pengadilan, sedangkan Mongabay.co.id mengangkat isu tersebut dengan penekanan pada sikap kritis pada tuntutan dan vonis pengadilan ditinjau dari UU Nomor 5 Tahun 1990. Pola seleksi narasumber, Kompas.com dan Tribunnews.com cenderung mewawancarai pihak aparat berwajib sebagai narasumber utamanya, sedangkan pihak NGO konservasi Harimau Sumatera kurang mendapatkan tempat dalam berita. Adapun Mongabay.co.id lebih berimbang dalam mewawancarai aparat dan NGO. Selain sebagai sumber utama, aparat berperan mempersuasi khalayak untuk berpartisipasi dalam usaha konservasi Harimau Sumatera, adapun pihak NGO lebih banyak mengkritisi lemahnya penegakan hukum. Adapun pada pola intensitas pemberitaan, pemberitaan Kompas.com dan Tribunnews.com terhenti pada tahap penegakan hukum dan bahasan konflik antara Harimau Sumatera dan manusia. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip jurnalisme lingkungan, yaitu keberlanjutan peliputan. Sementara Mongabay.co.id lebih menyajikan peliputan lebih lengkap dan berimbang.