Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Bimbingan Kesehatan Tentang Seksualitas, HIV/AIDS dan NAPZA untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja Di Sekolah Menengah Pertama, Kecamatan Mengwi Badung Tahun 2018 Ni Ketut Somoyani; Gusti Ayu Surati; Ni Nyoman Budiani; I Komang Lindayani; IGAA Novya Dewi
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.575 KB) | DOI: 10.33992/ms.v1i1.549

Abstract

Teen life is a life that is decisive for their future life. Indonesian youth are currently experiencing rapid social change from traditional society to modern society, which also alters their norms, values and lifestyles. These have resulted in increased adolescent vulnerability to various illnesses, particularly those related to sexual and reproductive health, including an increased threat to HIV / AIDS. The purpose of community service is to improve the knowledge and attitude of junior high school in District Mengwi Badung on Sexuality, and HIV / AIDS and Drugs. The activity target is 80 students of class VIII. The method used is health guidance with lectures, frequently asked questions and small group discussions. Improvement of youth knowledge and attitude was obtained from the result of pre test and post test questionnaire. The average pre-test value of knowledge before the highest guidance is at Public Junior High School 4 Mengwi with an average of 64, and the lowest in Public Junior High School 3 Mengwi with an average of 57. The average post-test value of knowledge after the highest guidance is in Public Junior High School 4 Mengwi with an average of 85 and the lowest in Junior High School 3 Mengwi with an average of 78. Assessment of adolescent attitudes before guidance in the fourth State Junior High School in Regency Mengwi: shows most say disagree if sexual education is done early. Most responded that authoritarian parents were the triggers of teenagers behaving deviantly like promiscuity and drug addicts. Approximately 60% -65% stay away if there are friends who are HIV positive. Assessment of adolescent post-guiding attitudes in the four State Junior High Schools in Mengwi Subdistrict: shows most agreed if sexual education is done early on. Most responded that authoritarian parents were the triggers of teenagers behaving deviantly like promiscuity and drug addicts. Most do not stay away if there are friends who are HIV positive. The conclusion of this activity that the knowledge and attitude of adolescents in State Junior High School Mengwi Badung District peningakatan from before and seseudah conducted health guidance about sexuality, HIV / AIDS and drug.Keywords : knowledge, attitude, teenager, adolescents, sexuality, HIV / AIDS and drug
Hubungan Pemberian Makanan Tambahan dengan Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan Ni Made Suantari; Gusti Ayu Marhaeni; I Komang Lindayani
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i2.1553

Abstract

Pemberian makanan tambahan secara benar dan tepat dapat meningkatkan berat badan bayi secara normal, sedangkan bayi yang mengalami masalah gangguan peningkatan berat badan disebabkan oleh pemberian makanan tambahan pada bayi yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Pemberian Makanan Tambahan Penyuluhan dengan peningkatan berat badan bayi usia 6-12 bulan di Pos Pelayanan Terpadu Tegal Buah di wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua bayi usial 6-12 bulan  yang mendapatkan makanan tambahan sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data dengan total sampling yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara. Hasil penelitian didapatkan 86,7 % bayi mengalami kenaikan berat badan dari berat badan bulan lalu dengan kenaikan minimal 200 gram dan sebesar 90% bayi menghabiskan PMT penyuluhan yang diberikan. Hasil analisis hubungan pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan berat badan bayi usia 6-12 bulan di Posyandu Tegal Buah didapatkan nilai dari Uji Fisher sebesar  p = 0,039 (α = 0,05). Nilai probabilitas p value 0,05. Simpulannya adalah ada hubungan antara pemberian makanan tambahan penyuluhan dengan kenaikan berat badan bayi 6-12 bulan. Saran bagi peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan penelitian tentang hubungan pemberian makanan tambahan penyuluhan dan menggunakan kelompok kontrol dalam penelitian selanjutnya serta menggunakan sampel yang lebih banyak.Kata Kunci : Bayi, berat badan, pemberian makanan tambahan.
ANALISA PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEKERASAN SEKSUAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA HARAPAN NUSANTARA DENPASAR Ni Komang Ayu Sudiartini; I Komang Lindayani; Ni Wayan Suartini
Jurnal Midwifery Update (MU) Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Midwifery Update (MU)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jmu.v4i2.128

Abstract

Remaja merupakan masa pubertas atau masa peralihan manusia dari anak-anak menuju dewasa, terkadang remaja terlibat pada perilaku penyimpangan dan kekerasan seksual. Simfoni PPA Bali pada tahun 2019 mencatat korban terbanyak adalah Kota Denpasar (28). Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur pengetahuan remaja putri tentang kekerasan seksual di SMP Harapan Nusantara Denpasar. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan cara mendeskripsikan data menjadi sebuah informasi serta menggunakan metode survei yang dilakukan pada 38 sampel remaja putri dan dilakukan studi pendahuluan sebelumnya. Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa remaja pada SMP Harapan Nusantara mayoritas data yang didapat bernilai baik yaitu lebih dari 73,7 % sampai dengan 97,4%, lalu dengan nilai cukup dari 2,6% sampai dengan 23,7% dan yang terakhir nilai kurang dari 0% sampai dengan 2,6%. Diharapkan bagi pihak sekolah dan siswa agar dapat menjaga kualitas wawasan siswa dan mengembangkannya. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat menjadikan skripsi ini sebagai referensi pembuatan penelitian di masa yang akan datang dan juga dapat mengembangkan penelitian ini.
Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Fisiologi Laktasi Berdasarkan Karakteristik Ibu di Ruang Nifas Rumah Sakit Umum Bangli Tahun 2021 Gusti Ayu Made Murtiniasih; I Komang Lindayani; Made Widhi Gunapria Darmapatni
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 1 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v5i1.189

Abstract

Latar Belakang: Fisiologi laktasi merupakan suatu proses yang meliputi produksi, dan pengeluaran air susu ibu, proses ini membutuhkan kesiapan ibu baik secara fisik dan psikologis, bayi yang telah cukup kuat untuk menyusu, serta produksi ASI yang telah sesuai untuk kebutuhan bayi yaitu 500 sampai dengan 800ml setiap harinya. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu nifas tentang fisiologi laktasi berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, dan paritas. Metedologi: Jenis penelitian deskriptif, di RSU Bangli, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, besar sampel 50. Hasil: Hasil penelitian pengetahuan ibu nifas masih kurang 80%, umur 20-35 tahun pengetahuannya kurang (81,2%), pendidikan menengah pengetahuan kurang (80,5%), pekerjaan wiraswasta pengetahuan kurang (79,2%), multipara pengetahuan yang kurang (71,9%). Kesimpulan: Kesimpulan berdasarkan umur, pekerjaan, pendidikan, paritas pengetahuan tingkat pengetahuan responden masih kurang tentang fisiologi laktasi.
PENGARUH EDUKASI MENYUSUI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SELF EFFICACY PRIMIGRAVIDA I Komang Lindayani; Ni Made Dwi Purnamayanti
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 1 (2023): Siklus Vol.12 No.01
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v12i1.4459

Abstract

There are still many mothers who have not been able to provide breast milk to their babies for various reasons that cause the failure of exclusive breastfeeding. The prior study show that knowledge and self-efficacy were factors that cause failure of mothers to breastfeed. This study aims to examine the effect of breastfeeding education on primigravid knowledge and self-efficacy. This research is a quantitative study using a quasi-experimental design with a pre and post with a control group approach. The research was conducted in June - August 2022, in three Public Health Center at Denpasar City. The sampling technique used purposive sampling with a sample size of 66 respondents. The results showed that there was a significant difference between knowledge and self-efficacy before and after treatment with p-value 0.05. Likewise, there is a significant difference between knowledge and self-efficacy before and after in the 2 groups. This shows that breastfeeding education has an effect on increasing knowledge and self-efficacy of primigravidas. Knowledge must be built comprehensively since pregnancy so mother is ready to breastfeed. In addition, knowledge is also related to the formation of self-efficacy. More intensive efforts are needed from health facilities and health workers in providing breastfeeding education.Keywords: Breastfeeding Education, Knowledge and Self Efficacy