Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENINGKATAN AKURASI PENGUKURAN DEBIT AIR LIMBAH DENGAN KONVERSI FLOWMETER DI PLTU Muhammad Alif Karuniallah Cahyono Putra; Bayu Fandidarma; Ina Sunaryantiningsih
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i2.23058

Abstract

Pengukuran debit air limbah merupakan aspek krusial dalam operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton Unit 1 & 2 guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan serta menjaga efisiensi proses operasional. Penelitian ini bertujuan mengkaji konversi sistem pengukuran debit dengan mengganti flowmeter turbin menjadi flowmeter ultrasonik guna meningkatkan keandalan dan akurasi pengukuran. Penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui pengumpulan data pembacaan flowmeter selama 1 bulan dengan interval 1 hari. Metode penelitian meliputi studi perbandingan antara flowmeter turbin dan flowmeter ultrasonik berdasarkan parameter akurasi, dan kemudahan pemeliharaan, serta analisis data debit air limbah sebelum dan sesudah implementasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keandalan pengukuran dan kemudahan pemantauan secara real-time, serta penurunan risiko downtime akibat kerusakan alat. Temuan ini dapat menjadi dasar penerapan sistem serupa di unit pembangkit lainnya guna mendukung efisiensi operasional dan kepatuhan lingkungan.   Measuring wastewater flow is a crucial aspect of operating the Paiton Steam Power Plant Units 1 & 2, ensuring compliance with environmental regulations and maintaining the efficiency of operational processes. This research aims to examine the conversion of the flow measurement system by replacing the turbine flowmeter with an ultrasonic flowmeter in order to improve the reliability and accuracy of the measurement. The research was conducted quantitatively by collecting flowmeter readings for 1 month at 1-day intervals. The research methods included a comparative study between turbine flowmeters and ultrasonic flowmeters based on accuracy and ease of maintenance parameters, as well as an analysis of wastewater flow data before and after implementation. The research results show a significant increase in measurement reliability and ease of real-time monitoring, as well as a reduction in downtime risk due to equipment failure. This finding can serve as the basis for implementing similar systems in other power generation units to support operational efficiency and environmental compliance.
ANALISIS PEMELIHARAAN KINERJA DENGAN METODE THERMOVISI PADA JARINGAN SUTT 70KV GI MANISREJO Mahadika Putra Dirgantara; Ina Sunaryantiningsih
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v5i2.20791

Abstract

Pemeliharaan kinerja Sistem Utilitas Tenaga Listrik (SUTT) memainkan peran penting dalam memastikan ketersediaan dan keandalan infrastruktur tenaga listrik. Penelitian ini memperkenalkan pendekatan inovatif yang menggabungkan metode termovisi dengan analisis pemeliharaan kinerja untuk mengevaluasi kondisi termal serta kinerja jaringan SUTT. Metode termovisi digunakan untuk mendeteksi hot spot dan anomali termal pada peralatan jaringan, yang dapat mengindikasikan potensi kegagalan sistem. Selain itu, analisis pemeliharaan kinerja mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kinerja jaringan, seperti suhu operasional, beban listrik, dan tingkat keausan peralatan. Hasil pengukuran termovisi pada jaringan SUTT 70 kV GI Manisrejo arah Caruban dilakukan pada dua tower, yaitu tower 176 dan tower 175, dengan hasil sebagai berikut: Tower 176 memiliki rata-rata arus sebesar 54 A, suhu klem berkisar antara 30°C hingga 33°C, serta suhu konduktor rata-rata 26°C. Tower 175 memiliki rata-rata arus 54 A, suhu klem antara 31°C hingga 34°C, dan suhu konduktor rata-rata 27°C. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi kedua tower dinyatakan baik karena nilai arus, suhu klem, dan suhu konduktor masih berada dalam batas standar. Tindak lanjut yang dilakukan adalah pengujian rutin setiap enam bulan. Selain itu, perhitungan nilai emisivitas pada jaringan SUTT 70 kV GI Manisrejo arah Caruban juga dilakukan pada kedua tower. Hasilnya, tower 176 memiliki nilai rata-rata emisivitas pada setiap phasa berkisar antara 0,4771 hingga 0,4937. Sementara itu, tower 175 memiliki nilai rata-rata emisivitas pada setiap phasa berkisar antara 0,4655 hingga 0,4937. Hasil perhitungan emisivitas dan selisih suhu menunjukkan bahwa kedua tower berada dalam kondisi yang baik karena masih sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tindak lanjut yang dilakukan adalah pengujian rutin setiap enam bulan. Dengan demikian, berdasarkan hasil pengukuran termovisi, perhitungan nilai emisivitas, dan selisih suhu, dapat disimpulkan bahwa kondisi jaringan SUTT yang diuji berada dalam kategori baik serta sesuai dengan standar yang berlaku. The maintenance of Electrical Utility System (SUTT) plays a crucial role in ensuring the availability and reliability of electrical infrastructure. This study introduces an innovative approach that combines the thermographic method with performance maintenance analysis to evaluate the thermal condition and performance of the SUTT network. The thermographic method is used to detect hot spots and thermal anomalies in network equipment, which may indicate potential system failures. Additionally, performance maintenance analysis considers various factors affecting network performance, including operational temperature, electrical load, and equipment wear levels. The thermographic measurements were conducted on the 70 kV SUTT network at GI Manisrejo towards Caruban, focusing on two towers, namely tower 176 and tower 175, with the following results: Tower 176 recorded an average current of 54 A, clamp temperature ranging from 30°C to 33°C, and an average conductor temperature of 26°C. Meanwhile, tower 175 had an average current of 54 A, clamp temperature ranging from 31°C to 34°C, and an average conductor temperature of 27°C. Based on these results, both towers were found to be in good condition, as the current values, clamp temperatures, and conductor temperatures were within standard limits. The follow-up action taken was a routine inspection every six months. Additionally, the emissivity values of the 70 kV SUTT network at GI Manisrejo towards Caruban were calculated for both towers. The results showed that tower 176 had an average emissivity value per phase ranging from 0.4771 to 0.4937, while tower 175 had an average emissivity value per phase ranging from 0.4655 to 0.4937. The emissivity calculations and temperature differences indicated that both towers were in good condition as they remained within the established standard limits. The follow-up action taken was a routine inspection every six months. Thus, based on the thermographic measurements, emissivity calculations, and temperature differences, it can be concluded that the tested SUTT network is in good condition and complies with the applicable standards
ANALISIS PENGUJIAN RELAY DISTANCE BERDASARKAN REKOMISIONING RELAY DISTANCE MENGGUNAKAN ISA DRTS 64 Feldinando Altalarik Kusuma; Ina Sunaryantiningsih; Irna Tri Yuniahastuti
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v5i1.21267

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya sistem proteksi yang efektif untuk melindungi jaringan listrik dari terjadinya gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja sistem proteksi pada distribusi tenaga listrik dengan fokus pada penyesuaian setting relai distance dan pengujian menggunakan standar ISA DRTS 64. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan fokus pada pengukuran dan analisis data numerik untuk memperoleh informasi yang akurat. Hasil fasa-fasa menunjukkan bahwa relay distance beroperasi dengan akurasi tinggi, dengan kesalahan impedansi maksimum 0,61% pada zona 3 fasa T dan kesalahan impedansi minimum 0,33% pada zona 1 fasa R. Hasil fasa-ground Zona 1 pengujian dilakukan dengan kombinasi tiga fasa netral R,S,T menggunakan impedansi terukur konstan sebesar 1,846 ? kesalahan pengukuran sebesar 0,33% menunjukkan akurasi yang sangat baik, waktu pengoperasian antara 15,3 ms dan 54,9 ms. Hasil pengukuran metering 1 menunjukkan pembacaan semua fasa sangat mendekati 200,5 A, dengan error 0,2% hingga 0,3%. Menunjukkan akurasi yang sangat baik dalam pengukuran saat ini. Untuk pengujian tegangan , nilai injeksi tiap fasa sebesar 63,509 V dengan sudut yang sama dengan pengujian arus. Hasil pengukuran menunjukkan pembacaan sekitar 38 kV pada semua fasa, dengan error konstan sebesar -0,1%. Hasil pengukuran metering 2 menunjukkan pembacaan berkisar antara 400,8 A hingga 401,5 A di semua fasa. Kesalahan pengukuran arus bervariasi antara 0,2% dan 0,4%, dengan kesalahan terbesar terjadi pada fase R. Hasil pengujian relay distance pengukuran dan relay distance uji synchrocek terdapat perbedaan sudut antara sisi R, S, T di Main VT (Voltage Transformer) dan VT Synchro Line, dengan nilai 240°, 240°, 240° dan 240°, 230°, 218°, Kondisi ini menghasilkan status "Synchro".
ANALISIS OPTIMASI DAYA PLTS ON GRID PADA KANTOR JASAMARGA NGAWI KERTOSONO Yuli Indra Setiawan Indra; Ina Sunaryantiningsih; Irna Tri Yuniahastuti
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v6i1.23065

Abstract

Abstrak Peningkatan kebutuhan energi listrik menuntut diversifikasi sumber energi dengan memanfaatkan energi terbarukan. Energi surya dipilih karena potensi radiasi matahari di Indonesia, khususnya Jawa Timur, sangat tinggi sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) on-grid di Kantor Jasa Marga Ngawi–Kertosono, Jawa Timur. Penelitian dilaksanakan September–Oktober 2024 dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan meliputi multimeter untuk mengukur tegangan dan arus, data logger untuk merekam daya serta kondisi lingkungan, dan perangkat lunak Microsoft Excel untuk pengolahan data. Data penelitian terdiri atas hasil pengukuran lapangan serta catatan historis daya harian PLTS. Analisis dilakukan melalui perhitungan statistik deskriptif, visualisasi data, perbandingan antara daya aktual dan teoretis, serta evaluasi indikator performa seperti daya puncak, efisiensi konversi, fill factor (FF), dan performance ratio (PR). Hasil menunjukkan energi harian berkisar 40,2–69 kWh dengan rata-rata 52,9 kWh, total produksi 3.232,2 kWh, daya puncak 9,3 kW, efisiensi inverter 98–100%, serta FF rata-rata 0,792. Nilai PR mencapai 95% pada September dan 98% pada Oktober, dengan rata-rata 96%. Temuan ini membuktikan bahwa sistem PLTS beroperasi stabil, efisien, dan layak dijadikan model penerapan energi terbarukan di sektor publik, sekaligus dasar strategi pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. Abstract The increasing demand for electricity requires diversification of energy sources through the utilization of renewable energy. Solar energy is considered highly potential in Indonesia, particularly in East Java, which has high solar radiation throughout the year. This study aims to evaluate the performance of an on-grid Solar Power Plant (PLTS) installed at the Jasa Marga Ngawi–Kertosono Office, East Java. The research was conducted from September to October 2024 using a descriptive quantitative approach. The instruments employed included a multimeter to measure voltage and current, a data logger to record power and environmental conditions, and Microsoft Excel software for data processing. The dataset consisted of primary field measurements and secondary data of daily historical power records. Analysis was carried out using descriptive statistics, data visualization, comparison between actual and theoretical power, and evaluation of key performance indicators such as peak power, conversion efficiency, fill factor (FF), and performance ratio (PR). The results showed daily energy production ranging from 40.2 to 69 kWh with an average of 52.9 kWh, total output of 3,232.2 kWh, peak power of 9.3 kW, inverter efficiency of 98–100%, and an average FF of 0.792. The PR reached 95% in September and 98% in October, with an average of 96%. These findings confirm that the PLTS system operates stably, efficiently, and can serve as a model for renewable energy implementation in the public sector, while providing a basis for strategies to optimize sustainable energy development in Indonesia.
Pengembangan Media Pembelajaran Pengukuran Listrik Berbasis “Augmented Reality” pada Mahasiswa Teknik Elektro UNIPMA Yussi Anggraini; Ina Sunaryantiningsih
JUPITER (JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO) Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.826 KB) | DOI: 10.25273/jupiter.v3i1.2386

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang interaktif sangat membantu dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran “augmented reality” pada mahasiswa Teknik elektro UNIPMA. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan (Iresearch and development). Prosedur penelitian dan pengembangan menurut model ADDIE. Pengembangan media pembelajaran dilakukan melalui beberapa tahap di antaranya: analisis, desain produk, kemudian dilakukan pengembangan produk, implementasi produk dan terakhir evaluasi produk. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 22 mahasiswa program studi Teknik elektro. Metode pengumpulan data adalah dokumentasi dan kuesioner.  Data hasil penelitian menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis “augmented reality” termasuk kategori sangat layak untuk membantu proses pembelajaran pada mahasiswa teknik elektro. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis augmented reality layak digunakan dalam kegiatan proses pembelajaran pengukuran listrik pada mahasiswa Teknik elektro.