Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH SOSIALISASI TERHADAP PENGETAHUAN PELAJAR MENGENAI HOAX (Studi Pada Program Diseminasi Informasi Melalui Media Jukrak Di SMKN 1 Pangandaran) Abdullah, Nisa Nurmauliddiana; Nasionalita, Kharisma
CHANNEL Jurnal Komunikasi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.352 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosialisasi yang dilakukan oleh Divisi Komunikasi dan Publik Diskominfo Prov. Jabar dengan judul “Diseminasi Informasi Melalui media Jukrak” mengenai Hoax berpengaruh terhadap pengetahuan kepada para pelajar yang mengikuti sosialisasi di SMKN 1 Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan membagikan angket kepada para pelajar. Teori yang menjadi dasar penelitian adalah sosialisasi, proses komunikasi dan pengetahuan. Populasi dalam penelitian ini yaitu para pelajar yang mengikuti sosialisasi di SMKN 1 Pangandaran dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan jenis simple random sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier sederhana, uji korelasi, koefisien determinasi dan uji hipotesis dibantu dengan aplikasi SPSS for Windows 22.Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh yang signifikan dari sosialisasi diseminasi informasi terhadap pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran. Berdasakan dari analisis koefisien yang dilakukan diperoleh nilai sebesar 0,497. Sehingga, sosialisasi “Diseminasi Informasi Melalui Media Jukrak” yang dilakukan oleh Divisi Komunikasi dan Publik Diskominfo Prov. Jabar berpengaruh sebesar 49,7% terhadap pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran, sedangkan sisanya 50,3% dipengaruhi oleh hal lain diluar penelitian ini.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel sosialisasi “Diseminasi Informasi Melalui Media Jukrak” dan pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran sudah baik karena beradapada kategori kuat dan seluruh dimensi dari sosialisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengetahuan pelajar di SMKN 1 Pangandaran.Kata Kunci: Sosialisasi, Hoax, Pengetahuan, Diseminasi Informasi
COUNTER HEGEMONI ATAS OTORITAS AGAMA PADA FILM (ANALISIS WACANA KRITIS FAIRCLOUGH PADA FILM SANG PENCERAH) Fauziyah, Syifaul; Nasionalita, Kharisma
Informasi Vol 48, No 1 (2018): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.369 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v48i1.17397

Abstract

Indonesia is a predominantly Muslim country. There are various kind of perceptions and ideas within Islam. Through the theory of Hegemony Gramsci, hegemony is an attempt to make the ruling elite dominate to lead the way of thinking, attitude, and assess the community to be in accordance with their will. Hegemony occur through mass media, schools, preaching or dakwah. He also stated that the solution to oppose hegemony (counter hegemony) are focusing in education's field. This is very clear in the Sang Pencerah movie is shown how the Director create some discourse. This research aimed to find out the counter hegemony of Religious Authority in Sang Pencerah movie. Researchers used a qualitative approach, in which research is directed to inductive thinking by using Critical Discourse Analysis through microstructural (text analysis), mesostructural (discourse), and macrostructural (sociocultural practices) steps. The subject of this study is the discourse of counter hegemony against the Religious Authority, hile the object is the film Sang Pencerah. Researchers used a critical paradigm that is used to find out the real truth, to find out what is really going on behind the injustice or imbalance that exists. The results revealed, that the counter hegemony are conducted by the intellectuals against the Religious Authority.Agama menjadi alat untuk mendapatkan kekuasaan melalui media. Salah satunya tercermin dalam film Sang Pencerah yang produksi oleh Hanung Bramantyo. Melalui teori Gramsci, hegemoni merupakan upaya untuk membuat pihak elit penguasa mendominansi untuk menggiring cara berpikir, bersikap, dan menilai masyarakat agar sesuai dengan kehendaknya. Hegemoni dapat terjadi melalui media massa, pendidikan, bahkan melalui dakwah kaum religius. Ia juga menyatakan, solusi untuk melawan hegemoni (counter hegemoni) dengan menitikberatkan pada sektor pendidikan. Hal ini terlihat dengan jelas bagaimana counter hegemoni dalam film Sang Pencerah ditunjukkan kepada pembuat wacana. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui counter hegemoni terhadap Otoritas Agama dalam film Sang Pencerah. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang diarahkan untuk berfikir induktif dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis melalui tahap mikrostruktural (analisis teks), mesostruktural (praktik wacana), dan makrostruktural (praktik sosiokultural). Subjek dari penelitian ini yaitu wacana counter hegemoni terhadap Otoritas Agama. Sedangkan Objeknya adalah film Sang Pencerah. Peneliti menggunakan paradigma kritis yang digunakan untuk mencaritahu kebenaran yang sebenarnya terjadi, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik ketidakadilan atau ketidakseimbangan yang ada. Hasil penelitian pada tahap mikro menekankan pada kata “kafir”, meso penekanan pada counter (pertentangan arah kiblat), dan makro menekankan pada keterlibatan institusi, politik, dan pembuat wacana masuk ke dalam produksi media.
Media Agenda on Yogyakarta Sultanate Succession Kharisma Nasionalita; Catur Nugroho
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 1 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i1.24071

Abstract

Yogyakarta is a province with special status in Indonesia, bound by unique local political rules. According to The Mandate of Law Number 13 of 2012 concerning the Privileges of Yogyakarta, the position of Governor and Deputy Governor must be filled by the determined leaders of the palace. Yogyakarta's local politics went under the spotlight when Sultan Hamengku Buwono crowned his eldest daughter to be the successor to the palace's leadership in his Sabdatama (Kings Order). National regulation does not mention the gender of the Governor and Deputy Governor while in the internal court of the Yogyakarta palace, the position of a leader must be occupied by men. The issue gained intensive national media attention throughout March-May 2015, particularly by Kompas, Republika, and Kedaulatan Rakyat. This research aims to measure the media agenda related to the issue of the Sultanate succession on three selected newspapers. Through the quantitative content analysis method, this research dissects how the media places and emphasizes this issue. The purpose of this research is to identify how issues are prioritized through news content.  There are 62 news articles selected from the period March-May 2015. The result of the research shows that all media emphasizes the Sultanate issue in different ways.  There is a distinction between the local newspaper Kedaulatan Rakyat and the national newspaper (KOMPAS and Republika). The local newspaper put monarchy issue in the second rank while the national newspaper set constitutional issues such as the polemic prerequisite of Yogyakarta Governor and Deputy Governor in second place.
PENGARUH PERUBAHAN NAMA TERHADAP CITRA PADA TELKOM UNIVERSITY Felesia Ekafaya Kirianawati; Roro Retno Wulan; Kharisma Nasionalita
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.6.1.1-12

Abstract

Telkom University adalah salah satu peruguruan tinggi swasta di Bandung, disahkan pada tanggal 14 Agustus 2013. Telkom University merupakan transformasi dari STT Telkom yang telah berdiri pada tahun 1990. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti, menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menganggap Telkom University masih sama sebagai STT Telkom. Padahal Telkom University dengan STT Telkom memiliki identitas yang berbeda. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap citra Telkom University. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan nama STT Telkom menjadi Telkom University terhadap citra Telkom University. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori public relation sebagai grand theory, teori rebranding sebagai middle theory, kemudian teori renaming dan teori corporate image sebagai applied theory. Penelitian ini menggunakan metode assosiatif kausal yaitu untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Dilakukan survey kepada 200 masyarakat Kota Bandung yang terpilih menggunakan teknik multistage cluster sampling. Untuk mengetahui hubungan kedua variabel tersebut, menggunakan teknik deskriptif, korelasi pearson product moment dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dan pengaruh yang positif dan signifikan antara perubahan nama Telkom University terhadap citra Telkom University pada masyarakat Kota Bandung. Kata kunci: renaming, brand name, corporate image
ISU LGBT DALAM BINGKAI MEDIA ONLINE (Analisis Framing Robert Entman Pada Pemberitaan Kasus SGRC-UI Terkait ISU LGBT di Indonesia Pada Republika.co.id dan okezone.com) Muhammad Ghifari Putra; Kharisma Nasionalita
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.6.1.71-87

Abstract

Framing adalah cara media mengemas suatu informasi atas suatu peristiwa yang terjadi. dengan menggunakan penyeleksian informasi, penonjolan, aspek, penyeleksian isu, pemilihan kata maupun peniadaan informasi yang seharusnya di tampilkan. Isu seputar LGBT di Indonesia kembali menjadi perbincangan dan perhatian masyarakat. Hal ini diakibatkan oleh pemberitaan media tentang kelompok SGRC UI yang memberikan layanan konseling kepada kelompok LGBT pada tanggal 21 Januari 2016 sampai dengan 27 Januari 2016. Dalam pemberitaannya terdapat perbedaan pembingkaian (framing) pemberitaan yang  dilakukan  oleh  ke  dua  media tersebut, republika.co.id memberitakan dengan judul “Konseling Homo dan Lesbian Mahasiswa UI Hebohkan Media Sosial” sedangkan okezone.com memberitakan dengan judul “UI tak Akui Kelompok SGRC Pendukung LGBT”. Tujuan dari framing atau pembingkaian berita adalah untuk menciptakan citra, kesan ataupun makna tertentu terhadap suatu peristiwa sesuai dengan apa yang diinginkan media. Penelitian ini membahas tentang bagaimana media online Republika.co.id dan Okezone.com melakukan seleksi isu dan penonjolan aspek pada pemberitaan kasus SGRC-UI yang terkait isu LGBT di Indonesia. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis framing. Analisis framing merupakan analisis teks media yang bersifat deskriptif dan dipakai untuk melihat bagaimana peristiwa dipahami dan dibingkai oleh media. Model analisis framing yang digunakan adalah model analisis framing Robert Entman. Model ini digunakan untuk menggambarkan proses seleksi dan penonjolan aspek tertentu dari realitas yang dibuat media. Hasil dari penelitian ini adalah Seleksi isu oleh republika.co.id lebih mengarah kepada permasalahan adanya kelompok pendukung dan komunitas kaum LGBT di kampus dengan penonjolan aspek yang menampilkan informasi-informasi yang menunjukan bahwa SGRC-  UI mendukung kaum LGBT dan berusaha melakukan penerimaan di masyarakat. Sedangkan Seleksi Isu oleh okezone.com lebih kepada permasalahan resmi atau tidaknya SGRC-UI dalam menyelenggarakan aktivitasnya dengan penonjolan aspek lebih kepada pemilihan narasumber yang menekankan permasalahan ada pada SGRC-UI yang tidak memiliki izin dari pihak universitas.Kata Kunci : Analisis framing, media online, Isu LGBT
RELEVANSI TEORI AGENDA SETTING DALAM DUNIA TANPA BATAS Kharisma Nasionalita
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 5, No 2 (2015): Volume 5 No. 2 tahun 2015
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.5.2.156-164

Abstract

Teknologi mengubah landscape media secara kontinyu beralih basis online dimana pesan atau informasi didiseminasikan secara instan. Semua menjadi terbuka dan tidak tidak terbatas, maka informasi menjadi lebih bebas, menciptakan The Borderless World. Beberapa media massa mulai berkurang audiensnya. Surat kabar cetak mengalihkan usahanya dalam bentuk media online newspaper ataupun newsportal. Teknologi membawa perubahan yang simultan, media berubah lebih personal. Media online mudah diakses dan tersedia dalam berbagai kanal, namun membuat audiens terfragmentasi dengan suplai informasi meningkat. Pembentukan agenda media dan agenda publik kemudian berubah, memunculkan sebuah pertanyaan mengenai relevansi agenda setting dikaitkan dengan transformasi teknologi dan perubahan di masyarakat yang semakin dinamis.Keywords: Agenda setting, media online, media agenda, public agenda
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI PENDIDIK TERHADAP PERMENDIKNAS NO 70 TAHUN 2009 MENGENAI PENDIDIKAN INKLUSIF Hartika Putri Mutiarani; Kharisma Nasionalita
Manajemen Komunikasi Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol.1 No. 2 April 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.094 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v1i2.12088

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh Permendiknas No.70 tahun 2009 mengenai pendidikan inklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pendidik SMP di Kabupaten Bekasi mengenai Permendiknas No 70 tahun 2009 mengenai pendidikan inklusif. Metodologi dalam penelitian ini bersifat eksplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 63 orang guru yang mengajar pada sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa faktor fungsional dan faktor struktutal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persepsi pendidik di Kabupaten Bekasi terhadap Permendiknas No 70 tahun 2009 mengenai Pendidikan Inklusif.
REPRESENTASI PEREMPUAN INDONESIA ERA 70-AN DALAM SAMPUL MAJALAH FEMINA Nadia Muty Ismalia; Kharisma Nasionalita
Dialektika Vol 4 No 1 (2017): Vol.4 No.1 (2017) Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the Semiotic meaning about “The Representation of Indonesian Women in the 70s through Femina Magazine’s Cover (Semiotic Analysis of Femina Magazine Cover’s first edition, September 18th 1972)” that analyzes the denotative, connotative and myth meanings according to Roland Barthes through symbols (Properties, Expressions, and Gestures), Typography, and Colors. The theories that analyzer used are Roland Barthes’ Semiotics theory with signification steps. The method that is used is a qualitative method with critic as its paradigm. The result of this research shows from the determination meanings through Roland Barthes’ denotative, connotative, and myth meanings on Femina’s first edition cover magazine, Indonesian Women in the 70s are represented as women who had multijobs, and responsibilities in multiple fields, not only internal fields but also external fields which at the same time Indonesian Women in the 70s are “maintained” by Women’s organizations running in the name of women.
PRODUKSI FILM DOKUMENTER "ALI PON: SANG MAESTRO" (FILM DOKUMENTER TENTANG BIOGRAFI MAESTRO SENI TRADISI BERPANTUN DI KOTA TANJUNGPINANG) Fauzan Anangga; Kharisma Nasionalita
Dialektika Vol 6 No 1 (2019): Vol.6 No.1 (2019) Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.358 KB)

Abstract

This final work is taken the form of documentary film and aims to tell the beginning of Ali Pon’s journey to become a Maestro of Traditional Art. The work is created based on the theory of cultural communication, cultural inheritence, documentary film, cinematography, art of lighting and art of sound. The data collection for this final work uses the techniques of preliminary research, interview and literature study. The documentary begins with the story of the fondness he has for Pantun since his childhood. This eventually made him become a Pantun artist whose expertise is recognized by Ministry of Education and Culture, which ultimately inaugurated him into a Maestro of Traditional Art. With the inauguration, the Ministry hope that Ali Pon could contribute in Pantun culture inheritence. The conclusion of this final work is Ali Pon’s fondness for Pantun makes Ministry of Education and Culture recognized his expertise in the field and inaugurated him into a Maestro of Traditional Art, Pantun, in Tanjungpinang City.
Analisis Framing Robert N Entman pada Berita Kecelakaan Pesawat Air Asia QZ8501 di Media Online detik.com Ravenna Ravika; Hadi Purnama; Kharisma Nasionalita
SOSIOHUMANITAS Vol 18 No 2: Agustus 2016
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.128 KB) | DOI: 10.36555/sosiohumanitas.v18i2.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berita dengan menggunakan metode framing model Robert N. Entman yang memfokuskan pada 2 hal yaitu penonjolan aspek dan pemilihan isu. Objek penelitian adalah berita - berita mengenai penyebab jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 pada pra pengumuman Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan paska pengumuman KNKT. Berita yang diterbitkan oleh detik.com mengalami pergerakan framing yaitu pada awal pemberitaan detik.com menyatakan bahwa kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501 disebab kan oleh cuaca dan berita selanjutnya pada detik.com mulai menonjolkan bahwa adanya human error dan kesalahan teknis. Paska pengumuman KNKT, detik.com menyoroti bahwa penyebab dari jatuhnya pesawat Air Asia adalah kerusakan komponen pesawat dan kesalahan teknis.