Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pesan Kampanye Hitam dalam Media (Analisis Isi Kuantitatif pada Tayangan Debat Publik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018) Lolly Octarina; Kharisma Nasionalita
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.41 KB) | DOI: 10.12928/channel.v7i1.13021

Abstract

AbstrakKampanye hitam adalah fenomena yang menarik perhatian pemerintah saat ini. Fenomena ini semakin tinggi intensitasnya yaitu dalam pelaksanaan pilkada. Jawa Barat merupakan provinsi dengan pemilih tetap terbanyak pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Penelitian ini untuk mengetahui persentase pesan kampanye hitam yang tampak dalam tayangan debat pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018. Dari hasil penelitian ini terdapat pesan kampanye hitam dengan persentase tertinggi pada kategori menghina yaitu 53,85% (persen), lalu diikuti memfitnah 15,38%  (persen), menyebarkan berita bohong 15,38% (persen), menghasut 15,38% (persen), dan mengadu domba 0% (persen). Konten pesan kampanye hitam paling banyak yaitu penghinaan yang dilakukan antar kandidat. Pesan tersebut merupakan pesan diluar konteks atau tidak berkaitan dengan tema yang dibahas pada saat debat dan berkaitan dengan teori kampanye hitam. Selain itu, pesan tersebut telah melanggar Undang-Undang Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Sehingga, dengan pesan yang ada pada tayangan menunjukkan bahwa masyarakat kurang teredukasi dengan baik karena pesan yang disampaikan mengandung koten kampanye hitam.
Digital Literacy Index of Teenagers in Indonesia Catur Nugroho; Kharisma Nasionalita
Jurnal Pekommas Vol 5, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2020.2050210

Abstract

Digital literacy as an ability to understand and use information from various digital sources is not only related to reading characters, but also the process of thinking and evaluating information found in digital sources. There are various issues related to this, such as hoaxes, privacy violations, cyberbullying, violent content, and pornography. This study aims to determine the digital literacy index of adolescents in Indonesia. In this study, the population taken is part of the new millennial generation, namely young people of high school age in four cities in Indonesia, namely Bandung, Surabaya, Pontianak, and Denpasar, with a sample size of 500 people each. With a quantitative approach and survey research methods, the results show that the digital literacy level of adolescents in the four cities is at an advanced level. The dimension of the ability to find and select information is the dimension with the highest value in each of these cities. The dimension of creativity, namely the ability of youth to produce and share creative content in digital media, is the dimension with the lowest value, but is still at an advanced level. With these results, it can be seen that teenagers in four cities can use technology and digital media quite well to communicate, be creative, and find and choose the right information.
Indeks Literasi Digital Generasi Milenial di Kabupaten Bandung Kharisma Nasionalita; Catur Nugroho
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v18i1.3075

Abstract

Beragam persoalan seperti informasi hoaks, pelanggaran privasi, cyberbullying, konten kekerasan dan pornografi, dan adiksi media digital dianggap sebagai persoalan masyarakat digital terkini. Selain kesenjangan terjadi, berbagai kasus penyalahgunaan Internet juga marak, mulai dari Internet fraud, adiksi, pelanggaran privasi, bias realitas hingga paling mutakhir adalah meluasnya hoaks atau informasi palsu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital generasi milenial di Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dan sampel yang diambil adalah generasi milenial baru yaitu kelompok remaja atau kaum muda usia Sekolah Menengah Atas (SMA) di kabupaten Bandung. Penelitian ini berusaha untuk memetakan sampai dimana tingkat literasi digital remaja di kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital generasi milenial di kabupaten Bandung berada pada level intermediate. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi kebijakan baru kepada pemerintah Kabupaten Bandung agar melakukan pemetaan awal terkait tingkat literasi digital.
ANALISIS STRATEGI PROMOSI PARIWISATA MELALUI MEDIA SOSIAL OLEH KEMENTRIAN PARIWISATA RI (studi deskriptif pada akun Instagram @indtravel) ANALYSIS TOURISM PROMOTION STRATEGY THROUGH SOCIAL MEDIA BY TOURISM MINISTRY OF REPUBLIC INDONESIA (descriptive stud Gita Atiko; Ratih Hasanah Sudrajat; Kharisma Nasionalita
Jurnal Sosioteknologi Vol. 15 No. 3 (2016)
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/sostek.2016.15.3.6

Abstract

Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang terus meningkat membuat jumlah pengguna Internet yang juga semakin tinggi diseluruh dunia setiap tahunnya, tak terkecuali Negara Indonesia. Selain Facebook, Twitter, Youtube, Path, Line, dan BBM yang menjadi media sosial favorite masyarakat Indonesia salah satu media sosial yang kini pertumbuhannya terjadi dengan cepat adalah Instagram. Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, Instagram menjadi peluang yang besar bagi para pelaku bisnis dalam melakukan kegiatan promosi tak terkecuali pemerintah Indonesia yaitu Kementrian Pariwisata yang berupaya mempromosikan Indonesia melalui berbagai jenis media baru tak terkecuali Instagram. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan offline dengan pihak divisi pemasaran Kementrian Pariwisata yang berwenang atas akun Instagram @indtravel, admin, dan salah satu followers. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi promosi pariwisata yang dilakukan oleh Kementrian Pariwisata melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bersifat kualitatif yang diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kementrian Pariwisata RI telah melakukan kegiatan promosi pariwisata dengan maksimal melalui Instagram untuk meningkatkan wisatawan di Indonesia baik dalam negeri maupun mancanegara. Penyusunan strategi promosi menggunakan media sosial Instagram yang dilakukan oleh Kemenpar memiliki beberapa tahapan yang mampu mempermudah Kemenpar dalam mencapai tujuannya. Tahapan yang dilakukan adalah penciptaan konten, penentuan platform, perencanaan program, implementasi program, monitoring dan evaluasi. Tahapan pembuatan strategi promosi pariwisata melalui Instagram oleh Kemenpar ini sangat membantu dalam menciptakan awareness akan keindahan alam dan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia bagi bagi target marketnya.Kata Kunci: Kementrian Pariwisata, Pariwisata, Strategi Promosi, Instagram
THE DIGITAL DIVIDE BETWEEN X AND Y GENERATION IN A GOVERNMENT PROVINCE OF DKI JAKARTA Ninda Putti Arrochmah; Kharisma Nasionalita
Mediakom Vol 3 No 1 (2020): Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/diakom.v3i1.97

Abstract

This research measures the digital divide index between X and Y generation in civil servants in DKI Jakarta Province. The subvariables of the digital divide that measured in this research are: 1) Internet Usage Behavior; 2) The Advantage of Internet; 3) Usage Divide; and 4) Quality of Use Divide. This study uses quantitative methods with data collection techniques through surveys involving 100 respondents who have been randomly selected. Sampling using a gradual cluster technique. The data analysis technique used the Mann Whitney test to determine the comparison of the value of the digital divide between the two groups of research subjects. The result shows that the mean rank value of generation Y was superior in each sub variable compared to generation X. Nevertheless, the digital index values in the two generations are considered low. Among of these four subvariables, the highest gap between these two generations is the Usage Divide which refers to internet usage skills gap between people who have access to the internet.
Pewarisan Kesenian Wayang Golek di Jawa Barat Soni Sadono; Catur Nugroho; Kharisma Nasionalita
JURNAL RUPA Vol 3 No 2 (2018): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v3i2.1822

Abstract

As the improvement of increasingly sophisticated technology and the variety of modern communication media, such as television, radio, magazines, and the internet, the communities experienced a change of communication and entertainment media. So diverse regional arts and culture in Indonesia provides opportunities for various parties to be able to pass on to the younger generation and use it as a medium of communication. One of the local cultural arts passed down from generation to generation is Golek Puppets (Wayang Golek). Wayang Golek indeed been utilized by leaders and government in conveying information, knowledge and teachings to the community. Dissemination of information that is still centred on the urban areas, led to information gap between the people who live in urban areas with the people who live in the countryside. Meanwhile, the condition of people in West Java is still largely residing in rural areas. This is one of the reasons why this medium of Golek Puppet folk art is still used in guarding cultural and values heritage, also as dissemination of information media. This research is related to guarding of cultural heritage and development communication strategy. The theory used in this paper is Heriter La Culture Theory which describes the concept of cultural inheritance. While the method used is the method of phenomenology, where research focused on phenomena or events that are unique and special. In this research, the use of wayang golek folk art as a communication medium is something unique because while technology is more modern, some parties in West Java still maintain the traditional communication media that is, the art of wayang golek show. In the development of wayang golek in West Java, almost all stakeholders involved using the conservation, reinterpretation, and revitalization system.
MOTIF PENGGUNAAN MEDIA PADA PENGGUNA FITUR WHATSAPP STORY (STUDI PADA GENERASI MILLENIAL DI KOTA BANDUNG) Indah Sary Juniar; Kharisma Nasionalita
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.503 KB)

Abstract

Perkembangan tekologi dan internet semakin memudahkan manusia dalam berkomunikasi terutama semenjak kehadiran berbagai media baru yang berbasis online. Penggunaan media sosial semakin tersegmentasi berdasarkan usia. Whatsapp sebagai salah satu media baru perpesanan instan mendominasi penggunaan media sosial pada usia 26-44 tahun yang termasuk kedalam Generasi Millenial, sebagai media baru Whatsapp memungkinkan penggunanya untuk saling berkomunikasi kapanpun dan dimanapun. Selain itu, Whatsapp melalui fitur story nya yang disebut Whatsapp Story, berhasil memiliki 450 juta pengguna aktif setiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa motif generasi millenial dalam menggunakan fitur Whatsapp Story. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini mengacu pada lima motif penggunaan media menurut Papacharissi dan Rubin (2000) yakni Motif Interpersonal Utility, Motif Passing Time, Motif Convenience, Motif Seeking Information dan Motif Seeking Time. Berdasarkan hasil penyebaran kuisioner terhadap 100 orang responden, diketahui bahwa Motif Seeking Information menjadi motif yang paling banyak muncul dengan persentase skor sebesar 84,5% dan motif yang paling sedikit muncul adalah Motif Passing Time dengan persentase skor sebesar 78,95%.
Analysis of Marketing Communication Strategy for the Tourism Office of West Nusa Tenggara Province through the Official Instagram Account @Lomboksumbawa.Go Adinda Dewi Shalsabilla; Kharisma Nasionalita
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 3 (2022): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i3.6669

Abstract

Tourist visits to the Province of West Nusa Tenggara at the end of 2021 will undoubtedly be an excellent opportunity for progress in improving the economy both regionally and nationally. However, along with the COVID-19 pandemic, visits are often blocked. Therefore, it is necessary to maximize the use of social media for digital promotion. This research uses qualitative methods with a case study approach to marketing communication strategies. This study aimed to determine the marketing communication strategy of the West Nusa Tenggara Provincial Tourism Office through the official Instagram account @lomboksumbawa.go. The study's results indicate that the marketing communication strategy on Instagram @lomboksumbawa.go can be seen through the concept of an effective marketing communication strategy developed by Machfoedz (2010). In the message strategy, the elements of communication information include information on accommodation, tourist destinations, creative economy, events, activities, and policies from the NTB Provincial Tourism Office and the Government, as well as public information. In creative form, message elements with rational messages and emotional messages are packaged in the form of photos, videos, and texts. In the media strategy, the media selection element of the West Nusa Tenggara Province Tourism Office focuses on Instagram as the primary medium of marketing communication. The second element is related to the consumer gap. The West Nusa Tenggara Provincial Tourism Office chooses the target audience and the right time to determine the upload of content or messages on Instagram. 
Digital Literacy Index of Teenagers in Indonesia Nugroho, Catur; Nasionalita, Kharisma
Jurnal Pekommas Vol 5 No 2 (2020): October 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jpkm.v5i2.2670

Abstract

Digital literacy as an ability to understand and use information from various digital sources is not only related to reading characters, but also the process of thinking and evaluating information found in digital sources. There are various issues related to this, such as hoaxes, privacy violations, cyberbullying, violent content, and pornography. This study aims to determine the digital literacy index of adolescents in Indonesia. In this study, the population taken is part of the new millennial generation, namely young people of high school age in four cities in Indonesia, namely Bandung, Surabaya, Pontianak, and Denpasar, with a sample size of 500 people each. With a quantitative approach and survey research methods, the results show that the digital literacy level of adolescents in the four cities is at an advanced level. The dimension of the ability to find and select information is the dimension with the highest value in each of these cities. The dimension of creativity, namely the ability of youth to produce and share creative content in digital media, is the dimension with the lowest value, but is still at an advanced level. With these results, it can be seen that teenagers in four cities can use technology and digital media quite well to communicate, be creative, and find and choose the right information.
Persepsi Masyarakat Mengenai Etika Digital Dalam Platform Media Sosial Youtube (Survei Pada Masyarakat Kota Bandung Pengguna Youtube Aktif) Pranya, Fikri Cetta Nirwasita; Nasionalita, Kharisma
eProceedings of Management Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin berkembangnya pengguna internet di Indonesia etika digital menjadi sangat krusial pada era digitalseperti saat ini. Pemahaman mengenai etika digital menjadi sangat penting karena setiap pengguna internet memilikikarakter yang berbeda beda saat menggunakan internet. Youtube ialah sosial media yang paling diminati digunakandi negara Indonesia dan mempunyai presentase sebesar 94%. Youtube sebagai salah satu platform media sosial sudahmemiliki etika digital sendiri yang diberi nama <pedoman komunitas= sebagai tata aturan saat menggunakan Youtube.Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda terhadap suatu objek. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untukmengukur persepsi masyarakat Kota Bandung mengenai pedoman komunitas youtube. Metode yang digunakan dalampenelitian ini yaitu metode analisis deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengane2 sebesar 10% maka didapatkan hasil dengan responden berjumlah 100 orang. Indikator dalam penelitian ini adalahkognitif, afektif, dan konatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat Kota Bandung terhadapindikator kognitif berada pada kategori yang baik dengan presentase nilai sebesar 79,99%, indikator afektif beradapada kategori baik dengan nilai presentase 78,62% dan indikator konatif menunjukan kategori baik dengan presentase83,86%. Sehingga hasil keseluruhan indikator berada pada kategori yang baik dengan persentase nilai 80,08%, danmendapatkan total skor sebanyak 26.029.Kata Kunci-perspi masyarakat, etika digital, Youtube