Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR S1 KEPERAWATAN STIKES KUNINGAN DALAM MENYUSUN SKRIPSI Reza Fajriawan; Aria Pranatha; Aditiya Puspanegara
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i01.572

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi kesulitan dalam penyusunan skripsi dan mengalami stres. Tujuan dari penelitian mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Kuningan dalam menyusun skripsi tahun 2022. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional. Populasi dan sampel penelitian ini semua mahasiswa tingkat akhir prodi S1 Keperawatan STIKes Kuningan dengan teknik total sampling yang berjumlah 167 mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rank spearman. Hasil penelitian maka tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Jawa Barat 2022 dengan ρ-value 0,498. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi diri dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Jawa Barat 2022 dengan ρ-value 0,007. Tidak terdapat hubungan antara lingkungan tempat belajar dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Jawa Barat 2022 dengan ρ-value 0,738. Berdasarkan hasil Analisis dapat disimpulkan bahwa hanya motivasi yang mempunyai hubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Diharapkan agar mahasiswa mempunyai motivasi yang tinggi dalam menyelesaikan tugas akhir atau skripsi karena selain dapat membantu menyelesaikan dapat pula mengurangi tingkat stres yang dideritanya.
PENGARUH TEKNIK AKUPRESURE TERHADAP PERUBAHAN SKALA NYERI PADA KLIEN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RSUD 45 KUNINGANTAHUN 2017 Syuhada, Ronny; Pranatha, Aria
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.018 KB)

Abstract

Sectio caesarea adalah metode yang digunakan untuk menyelamatkan bayi dan ibu dalam persalinan. Salah satu pihak berpendapat bahwa kejadian sectio caesarea terus mengalami peningkatan, terutama di negara maju. Berdasarkan data di RSUD 45 Kuningan, jumlah persalinan dengan sectio caesarea sangat tinggi dibandingkan dengan persalinan normal. Rasa sakit adalah salah satu keluhan yang paling umum dialami setelah operasi. Teknik manajemen nyeri non farmakologis salah satunya dengan teknik akupresure. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik akupresur untuk mengubah skala nyeri pada klien sectio caesarea pasca operasi di RSUD 45 Kuningan 2017.Jenis penelitian dilakukan dengan desain pre-experiment dengan satu kelompok pre-test post-test tanpa kontrol. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan 31 responden. Instrumen dalam bentuk kuesioner data demografi, kuesioner skala skala nyeri sebelum dan sesudah diberi intervensi, teknik SOP akupresur. Penilaian skala nyeri menurut Wong-Baker Menghadapi Penilaian Nilai Nyeri dan Skala Nilai Numerik. Uji statistik menggunakan uji t berpasangan.Berdasarkan hasil uji statistik yang diperoleh Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh mean sebelum 5,97 dan berarti 4,90; SD sebelum 1.752 dan SD setelah 1.788; Dengan p = 0,000 (p <0,05) sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh teknik akupresur untuk mengubah skala nyeri pada klien sectio caesarea pasca operasi di Ruang Dahlia RSUD 45 Kuningan.Dianjurkan untuk bedah sesar klien sectio caesarea untuk menggunakan teknik non-farmakologis teknik akupresur dalam mengurangi skala nyeri yang dirasakan, bukan sebagai terapi penggantian farmakologis namun sebagai terapi tambahan pada terapi farmakologis.
HUBUNGAN PERILAKU VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN PRURITUS VULVAE SAAT MENSTRUASI PADA MAHASISWI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN TAHUN 2018 Mila Puspadila; Aria Pranatha; Vina Fuji Lastari
National Nursing Conference Vol. 1 No. 1 (2020): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rata-rata menarche atau menstruasi pertama pada perempuan usia 10-15 tahun di Indonesia adalah (20,0%) perempuan mengalami menstruasi atau haid pada usia 9 tahun. Studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 3 maret 2018 pada 7 responden mahasiswi, sebagian besar (90%) dari mereka mengalami pruritus vulva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulvae saat menstruasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan sebanyak 721 orang, dengan sampel sebanyak 257 orang. Teknik pengambilan sampel, random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Rancangan analisa data dengan analisa univariat dan bivariat menggunakan rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku vulva hygiene cukup yaitu sebanyak 107 responden (41,6%), perilaku vulva hygiene kurang 87 responden (33,9%), dan perilaku vulva hygiene baik sebanyak 63 responden (24,5%). Mahasiswi yang mengalami pruritus vulvae yaitu 156 responden (60,7%) dan mahasiswi yang tidak mengalami pruritus vulvae sebanyak 101 responden (39,3%). Berdasarkan uji statistik diperoleh nilai p = 0,000. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vulva hygiene dengan kejadian pruritus vulvae saat menstruasi pada mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan. Hal ini perlu upaya untuk mahasiswi menjaga kebersihan genetalia dengan baik dan benar
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR S1 KEPERAWATAN STIKES KUNINGAN DALAM MENYUSUN SKRIPSI Reza Fajriawan; Aria Pranatha; Aditiya Puspanegara
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 3 No 01 (2022): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v3i01.572

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi kesulitan dalam penyusunan skripsi dan mengalami stres. Tujuan dari penelitian mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Kuningan dalam menyusun skripsi tahun 2022. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasional. Populasi dan sampel penelitian ini semua mahasiswa tingkat akhir prodi S1 Keperawatan STIKes Kuningan dengan teknik total sampling yang berjumlah 167 mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rank spearman. Hasil penelitian maka tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Jawa Barat 2022 dengan ρ-value 0,498. Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi diri dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Jawa Barat 2022 dengan ρ-value 0,007. Tidak terdapat hubungan antara lingkungan tempat belajar dengan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Jawa Barat 2022 dengan ρ-value 0,738. Berdasarkan hasil Analisis dapat disimpulkan bahwa hanya motivasi yang mempunyai hubungan dengan tingkat stres pada mahasiswa dalam mengerjakan skripsi. Diharapkan agar mahasiswa mempunyai motivasi yang tinggi dalam menyelesaikan tugas akhir atau skripsi karena selain dapat membantu menyelesaikan dapat pula mengurangi tingkat stres yang dideritanya.