Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENENTUKAN POLA DIET HIPERTENSI PADA LANSIA Inaya Safitri Puryanti; Iwan Ardian; Nutrisia Nu’im Haiya; Intan Rismatul Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Maret
Publisher : CV. Naiwa Best Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18737293

Abstract

Hipertensi adalah penyakit kronis yang umum pada lansia dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani. Pola diet sehat dan dukungan keluarga adalah kunci dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan keluarga dan pola diet hipertensi pada lansia, menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel bebas adalah dukungan keluarga, sedangkan variabel terikat adalah pola diet hipertensi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang valid dari Nursalam (2017) dan Anik Nuridayanti (2016) dengan 60 responden. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman rank, menunjukkan 70% dukungan keluarga dalam kategori baik, 20% cukup, dan 10% kurang, sedangkan pola diet menunjukkan 76,7% baik, 16,7% cukup, dan 6,7% kurang. Hasil uji Spearman rank menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan pola diet hipertensi dengan p-value 0,000 < 0,05. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya dukungan keluarga dalam meningkatkan pola makan sehat yang rendah garam, tinggi serat, serta kaya buah dan sayur untuk menurunkan tekanan darah pada lansia.
Analisis hubungan perilaku sleep hygiene terhadap tingkat kecemasan mahasiswa tingkat akhir Risma Silviana Agustin; Iwan Ardian; Nutrisia Nu’im Haiya
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2389

Abstract

Background: Students in their final phase of study frequently experienced demands and stress stemming from academic obligations that triggered anxiety and affected their sleep patterns. Poor sleep hygiene was known to elevate anxiety levels, whereas good sleep hygiene behavior could help reduce anxiety levels. Purpose: To analyze the relationship between sleep hygiene behavior and anxiety levels among final-year students. Method: This study employed a quantitative research design with a correlational method using a cross-sectional approach. A total of 140 students in their final study phase participated as respondents, selected through purposive sampling method. Data analysis was conducted using Spearman Rank correlation test at a significance level of α = 0.05. Results: The majority of respondents were 21 years old (54.3%) and female (79.3%). The research findings indicated that 43.6% of respondents demonstrated moderate sleep hygiene behavior, 35.7% poor, and 20.7% good. The respondents' anxiety levels were predominantly in the moderate category (38.6%), followed by mild anxiety (33.6%), and severe anxiety (27.9%). The Spearman Rank test revealed a significant correlation between sleep hygiene behavior and anxiety levels (p = 0.001; r = 0.534), indicating a positive relationship direction with a moderate correlation strength. Conclusion: Data analysis demonstrated a meaningful correlation between sleep hygiene behavior and anxiety levels among students in their final year of study.   Keywords: Anxiety Level; Final Year Students; Sleep Hygiene.   Pendahuluan: Mahasiswa pada fase akhir studi sering merasakan tuntutan dan stres yang bersumber dari kewajiban perkuliahan yang dapat memicu kecemasan dan memberikan dampak terhadap pola tidur. Sleep hygiene yang buruk diketahui dapat meningkatkan kecemasan, sementara perilaku sleep hygiene yang baik dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan perilaku sleep hygiene dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir. Metode: Studi ini menerapkan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional melalui pendekatan potong lintang ( cross-sectional ). Jumlah responden yang terlibat sebanyak 140 mahasiswa pada tahap akhir studi yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data dilaksanakan dengan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi α sebesar 0,05. Hasil: Sebagian besar responden berada pada rentang usia 21 tahun (54.3%) dan berjenis kelamin perempuan (79.3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43.6% responden memiliki perilaku sleep hygiene sedang, 35.7% buruk, dan 20,7% baik. Tingkat kecemasan responden mayoritas berada pada kategori sedang (38,6%), diikuti kecemasan ringan (33.6%), dan kecemasan berat (27.9%). Uji Spearman Rank menunjukkan ditemukan keterkaitan yang signifikan antara perilaku sleep hygiene dan tingkat kecemasan (p = 0.001; r = 0.534) menunjukkan arah hubungan positif dengan derajat kekuatan korelasi sedang. Simpulan: Analisis data menunjukkan keterhubungan yang bermakna antara perilaku sleep hygiene dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa di akhir studi.   Kata Kunci: Mahasiswa Tingkat Akhir; Sleep Hygiene; Tingkat Kecemasan.
Pengaruh pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap tingkat pengetahuan remaja putri Pebiyana Dwiyanti; Iwan Ardian; Nutrisia Nu’im Haiya
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 3 No. 2 (2026): April Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v3i2.2439

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a common reproductive health problem among adolescent girls and can interfere with learning activities as well as quality of life. Limited knowledge regarding dysmenorrhea often leads to inappropriate management and inadequate preventive efforts. Health education is considered an effective strategy to improve adolescents’ understanding of dysmenorrhea and promote appropriate coping behaviors. Purpose: To examine the effect of health education about dysmenorrhea on the level of knowledge among female adolescents. Methods: This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest method. The population consisted of female students at Sultan Agung 3 Islamic Senior High School, Semarang. A total of 82 respondents were selected using purposive sampling. Health education was delivered through an educational lecture using PowerPoint media in a single session. Data were collected using a knowledge questionnaire on dysmenorrhea and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test with a significance level of α = 0.05. Results: A significant increase in the level of knowledge after the provision of health education. Statistical analysis indicated a significant difference between pretest and posttest scores with a p-value of 0.001 (p < 0.05). Conclusion: Health education about dysmenorrhea has a significant effect on improving the knowledge of female adolescents.   Keywords: Adolescent girls; Dysmenorrhea; Health education; Knowledge level.   Pendahuluan: Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup. Rendahnya tingkat pengetahuan tentang dismenore berpotensi menyebabkan penanganan yang kurang tepat dan minimnya upaya pencegahan. Pendidikan kesehatan menjadi salah satu intervensi yang dapat meningkatkan pemahaman remaja putri mengenai dismenore. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang dismenore terhadap tingkat pengetahuan remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen melalui rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 82 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pendidikan kesehatan diberikan melalui metode ceramah edukatif menggunakan media PowerPoint dalam satu kali pertemuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang dismenore, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada taraf signifikansi α = 0.05. Hasil: Adanya peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri setelah diberikan pendidikan kesehatan. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara nilai pretest dan posttest dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05). Simpulan: Pendidikan kesehatan tentang dismenore berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri.   Kata Kunci: Dismenore; Pendidikan Kesehatan; Remaja Putri; Tingkat Pengetahuan.