Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peran Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam Pengembangan Desa Wisata Isna Salsabila; Ardiana Yuli Puspitasari
Jurnal Kajian Ruang Vol 3, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v3i2.29524

Abstract

Desa Wisata merupakan salah satu destinasi wisata yang berpotensi untuk dikembangakan di Indonesia. Atraksi wisata yang ditampilkan pada desa wisata dapat berupa atraksi wisata alam maupun budaya. Dalam pengembangan suatu desa wisata diperlukan partisipasi masyarakat sebagai bentuk kesadaran serta pelestarian terhadap suatu potensi yang dimiliki. Bentuk partisipasi masyarakat dapat tertuang dalam bentuk kelembagaan kelompok sadar wisata atau biasa disebut pokdarwis. Pokdarwis berperan sebagai penggerak dan fasilitator dalam pengembangan suatu desa wisata. Keberhasilan pengembangan suatu desa wisata dapat dilihat dari bagaimana peran pokdarwis pada daerah tersebut. Oleh karena itu pembahasan penelitian ini adalah mengkaji peran pokdarwis dalam pengembangan beberapa desa wisata di Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode deskriptif dengan menggunakan kajian literatur sebagai pendukung dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan peran pokdarwis dalam beberapa tahap partisipasi diantaranya tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan.Kata Kunci: Pokdarwis, Pengembangan, Desa Wisata
Kajian Potensi Daya Tarik Wisata Heritage di Indonesia Damayanti, Rima Ayu; Puspitasari, Ardiana Yuli
Jurnal Kajian Ruang Vol 4, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jkr.v4i1.36639

Abstract

ABSTRACTIndonesia, known as a pluralistic country, has diverse forms of cultural expression including tangible culture and intangible culture. Both of these are important factors in attracting tourists to travel to a tourist area, in particular, heritage tourism. Attraction can be defined as something that has the potential to be used as a tourist attraction because it has unique characteristics to attract someone to visit a heritage tourist destination in the form of historical buildings, cultural attractions, customs and ways of life. The author is interested in studying the correlation between heritage tourism attractions and tourist attractions that aim to explore the potential of an area so that the welfare of tourists and local communities can experience an increase due to the optimal quality of attraction management. The method used is a descriptive approach and literature review both sourced from articles and journals that have to do with the study of heritage tourist attractions in Indonesia. The results of the discussion show that tourist interest when visiting tourist attractions is influenced by 3 aspects, namely something to see, something to do, and something to buy. First, something to see includes the uniqueness of cultural heritage buildings not only because of their age, but also because of their history, such as Borobudur Temple, GWK Statue, and historical buildings in Tangerang City and Semarang Old Town. In addition, something to see can be in the form of annual festivals/events and cultural exhibitions, for example the old city festival; Second, something to do, namely in the form of tour packages in the form of a program to explore the heritage area management body or photo hunting in heritage tourism; Third, something to buy in the form of souvenirs to special foods, including handicrafts and processed regional specialties. The management of the heritage tourism potential of an area is still found to have various shortcomings so that practical solutions are needed to improve it which aims to improve the quality of potential tourist attractions that present the image and identity of the tourist area as a heritage tourist attraction.Keywords: Attraction; Tourism Attraction; Potential; Heritage Tourism    ABSTRAKIndonesia yang dikenal sebagai negara majemuk mempunyai bentuk ekspresi budaya yang beragam meliputi budaya benda (tangible culture) dan budaya tak benda (intangible culture). Kedua hal tersebut menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan untuk melakukan wisata ke suatu daerah wisata, khususnya, wisata heritage. Atraksi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang berpotensi dijadikan daya tarik wisata karena mempunyai sifat unik guna menarik seseorang untuk berkunjung ke suatu daerah tujuan wisata heritage baik berupa, bangunan bersejarah,  atraksi budaya, adat istiadat maupun cara hidup masyarakat. Penulis tertarik untuk mengkaji terkait dengan korelasi antara daya tarik wisata heritage dengan atraksi wisata yang bertujuan menggali potensi suatu daerah sehingga kesejahteraan wisatawan maupun masyarakat lokal dapat mengalami peningkatkan karena kualitas pengelolaan atraksi yang optimal. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan deskriptif dan literatur review baik bersumber dari artikel dan jurnal yang terdapat kaitannya dengan kajian atraksi daya tarik wisata heritage di Indonesia. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa minat wisatawan ketika berkunjung pada daya tarik wisata dipengaruhi oleh 3 aspek, yaitu something to see, something to do, serta something to buy. Pertama, something to see meliputi keunikan bangunan cagar budaya bukan hanya karena usianya, tetapi juga karena sejarahnya, seperti Candi Borobudur, Patung GWK, dan bangunan bersejarah di Kota Tangerang dan Kota Lama Semarang. Selain itu, something to see dapat berupa festival/event tahunan serta pameran budaya contohnya festival kota lama; Kedua, something to do yakni berupa paket tour berupa program menjelajah badan pengelola kawasan heritage ataupun hunting foto di wisata heritage ; Ketiga something to buy  berupa cinderamata hingga makanan khas, diantaranya kerajinan tangan maupun olahan makanan khas daerah. Pengelolaan potensi pariwisata heritage suatu daerah masih ditemukan berbagai kekurangan sehingga diperlukan solusi praktis untuk memperbaikinya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas potensi daya tarik wisata  yang mempresentasikan citra dan identitas kawasan wisata sebagai obyek wisata heritage.Kata Kunci: Atraksi; Daya Tarik Wisata; Potensi; Wisata Heritage
Membentuk kampung tematik pada kawasan perkotaan melalui kreasi ecoprint yang bernilai ekonomi Yuliani, Eppy; Puspitasari, Ardiana Yuli
Community Empowerment Journal Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v2i2.54

Abstract

Rutinitas aktivitas masyarakat perkotaan yang sangat tinggi berpengaruh pada tingkat kejenuhan diri. Khususnya untuk kaum perempuan, selain perannya sebagai ibu rumah tangga juga memungkinkan memiliki peran profesional di masyarakat serta sebagai pelaku ekonomi. Wilayah pinggiran perkotaan masih memiliki lahan non terbangun dengan potensi alami seperti tanaman budidaya maupun tanaman liar yang belum banyak dimanfaatkan untuk industri kreatif. Ecoprint adalah suatu teknik membuat kerajinan dengan mencetak bahan alami seperti dedaunan, ranting, kulit batang pohon pada kain ataupun kertas sehingga dapat menjadi bahan yang bernilai ekonomi. Industri kreatif ecoprint mempunyai nilai ekonomi dan peluang yang baik di pasaran. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Dimana lokasi ini berada di pinggiran kota Semarang, banyak potensi lingkungan alam yang bisa dimanfaatkan. Tujuan kegiatan ini untuk mengembangkan keterampilan membuat Ecoprint dalam rangka membentuk kampung tematik. Sasaran kegiatan ini adalah Ibu-Ibu anggota PKK dan remaja.  Seiring dengan adanya program penataan kota yang berbasis kampung tematik, kegiatan ini diharapka dapat menjadi salah satu karakter kampung yang ada di Kota Semarang. Metode pelaksanaan melalui ceramah pengetahuan tentang cara membuat ecoprint, dilanjutkan dengan praktik pembuatan hasil karya ecoprint.  Kesimpulan dari kegiatan ini,peserta merasakan mandapatkan manfaat pengetahuan dan keterampilan. Perserta memberikan respons sangat baik dan berantusias untuk melanjutkan pembuatan hasil karya ecoprint. Diharapkan dalam masa yang akan datang Kampung Bulusan dapat mewujudkan Kampung Tematik berbasis Ecoprint. The very routine activities of urban communities have an influence on the level of self-saturation. Especially for women, apart from their role as housewives, it is also possible to have a professional role in society and as an economic actor. Peri-urban areas still have non-developed land with natural potential such as cultivated plants and wild plants that have not been widely used for creative industries. Ecoprint is a technique for making crafts by printing natural materials such as leaves, twigs, tree bark on cloth or paper so that they can become materials with economic value. The ecoprint creative industry has good economic value and opportunities in the market. Community service activities are carried out in Bulusan Village, Tembalang District, Semarang City. Where this location is on the outskirts of Semarang, there is a lot of natural environmental potential that can be utilized. The aim of this activity is to develop skills in making Ecoprints in order to form a thematic village. The target of this activity is mothers who are PKK members and teenagers. Along with the city planning program based on thematic villages, it is hoped that this activity can become one of the characteristics of villages in Semarang City. The implementation method is through lectures on knowledge about how to make ecoprints, followed by practice in making ecoprint works. The conclusion of this activity is that participants feel they have gained the benefits of knowledge and skills. Participants responded very well and were enthusiastic about continuing to make ecoprint works. It is hoped that in the future, Bulusan Village can create an Ecoprint-based Thematic Village.
DAMPAK GENTRIFIKASI TERHADAP KONDISI MASYARAKAT YANG TINGGAL DI PERUMAHAN GENUK INDAH KOTA SEMARANG Amalia, Faradila; Puspitasari, Ardiana Yuli; Ridlo, Mohammad Agung; Karmilah, Mila
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gentrifikasi adalah proses perubahan sosial dan fisik yang terjadi ketika kelompok berpenghasilan lebih tinggi memasuki kawasan berpenghasilan lebih rendah, sering kali menyebabkan pergeseran demografis dan ekonomi. Penelitian ini menganalisis dampak gentrifikasi terhadap kondisi masyarakat di Perumahan Genuk Indah, yang mengalami perubahan signifikan akibat keberadaan institusi pendidikan tinggi dan kawasan industri di sekitarnya. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif rasionalistiik, penelitian ini mengungkap bagaimana masuknya investor dan pendatang baru telah mengubah dinamika permukiman, meningkatkan harga properti, serta mendorong penduduk asli untuk bermigrasi atau menyesuaikan strategi ekonomi mereka. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya dampak positif berupa meningkatnya perubahan fisik, namun juga dampak negatif seperti tekanan ekonomi bagi penduduk asli dan perubahan struktur sosial masyarakat.Kata Kunci: gentrifikasi, perubahan sosial, perubahan fisik, perubahan demografi, transformasi kawasan
TINGKAT KENYAMANAN PEJALAN KAKI DI TROTOAR JALAN JOLOTUNDO KOTA SEMARANG Yunita, Reni; Yulianti, Eppy; Puspitasari, Ardiana Yuli
Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Vol 4, No 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurnal Ilmiah Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Jolotundo sudah menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kelurahan Sambirejo sejak lama. Seiring pertumbuhan Kota Semarang, kebutuhan untuk memperbaiki serta meningkatkan fasilitas bagi pejalan kaki di sepanjang jalan ini semakin mendesak. Persoalan ini terutama dipengaruhi oleh semakin padatnya lalu lintas serta meningkatnya aktivitas komersial di sepanjang jalan, yang membutuhkan penataan ulang area trotoar serta fasilitas publik yang memadai. Trotoar di Jalan Jolotundo dirancang untuk pejalan kaki, namun masih banyak dipergunakan untuk parkir liar serta aktivitas pedagang kaki lima, sehingga mengganggu kelancaran pergerakan pejalan kaki. Kajian ini berfokus pada tingkat kenyamanan pejalan kaki di koridor Jalan Jolotundo. Tujuan dari pada kajian ini ialah untuk menganalisis tingkat kenyamanan lintasan pejalan kaki dalam pemanfaatan trotoar di daerah tersebut. Pendekatan yang dipergunakan dalam kajian ini ialah metode deduktif-kuantitatif-rasionalistik. Hasil dari kajian memperlihatkan jika tingkat kenyamanan pejalan kaki di Jalan Jolotundo tergolong dalam kategori Tidak Nyaman.Kata kunci: tingkat, kenyamana, jalur, pejalan kaki