Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

IDENTIFIKASI KANDUNGAN FITOKIMIA EKSTRAK OKRA MERAH (Abelmoschus Esculentus) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI ESCHERICHIA COLI Ni Made Ayu Nila Septianingrum; Widarika Santi Hapsari; Alfian Syariffudin
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Okra atau yang sering dikenal sebagai nama Ladies Finger memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Ladies finger ini banyak terdapat di negara tropis antara lain Asia dan Afrika. Penduduk Indonesia masih sedikit yang mengenal okra sebagai tanaman kesehatan, biasanya masyarakat memanfaatkan okra sebagai sayuran yang bisa dimakan dengan cara dikukus atau ditumis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan kimia buah okra merah dengan menggunakan reagen kimia dan nilai daya hambat bakteri yang dihasilkan terhadap bakteri Escherichia coli. Metode kuantitatif dan kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk melihat rendemen dan mendiskripsikan hasil dari ekstrak okra. Hasil penelitian diperoleh rendemen okra sebesar 20.60%. Ekstrak Okra yang diuji mengandung positif senyawa kimia flavonoid, tannin, saponin, triterpenoid, steroid, alkaloid, dan karohidrat, sedangkan glikosida negatif. Zona hambat bakteri ekstrak okra terhadap Escherichia Coli adalah 81 mm sehingga masuk dalam kategori daya hambat rendah. 
FORMULATION AND TESTS OF SUFFICIENT EFFERVESCENT POWDER OF EXTRACT OKRA (Abelmoschus Esculentus) AS NUTRIDRINK IN DIABETES PATIENTS Ni Made Ayu Nila Septianingrum; Widarika santi hapsari; Muhammad Khoirul Amin
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 16, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.633 KB) | DOI: 10.12928/mf.v16i1.10856

Abstract

Okra  atau Ladies Finger merupakan  tumbuhan  yang  mengandung banyak serat, vitamin C, folat, antioksidan, kalsium dan kalium. Kandungan tersebut banyak terdapat dalam makanan yang sehat. Kandungan dalam okra memiliki potensi sebagai anti diabetes, karena terdapat kandungan α-selulosa dan hemiselulosa. Kandungan serat dalam okra dapat membantu untuk menstabilkan gula darah dengan membatasi tingkat penyerapan gula di usus. Bentuk sediaan serbuk effervescent dapat menghasilkan gas CO2 bila bercampur dengan air dan memiliki keunggulan praktis, mudah diabsorpsi, dan memberikan efek sparkling seperti meminum air soda saat dikonsumsi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menentukan konsentrasi formulasi serbuk effervescent yang sesuai untuk minuman kesehatan okra serta untuk mengembangkan penelitian di bidang farmasi teknologi dan bahan alam. Metode yang digunakan merupakan metode penelitian eksperimental. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa formulasi II merupakan formulasi serbuk effervescent okra terbaik dari ketiga formulasi. Hasil tersebut antara lain adalah waktu alir 7,47 detik, kadar kelembapan 5,46%, waktu larut 3 menit, kompresibilitas 15,04%, dan pH 3,5 serta uji hedonik yang lebih disukai responden yang meliputi rasa, aroma, warna dan tekstur.
Kegiatan Literasi pada Ibu PKK Dusun Bendan Sawangan Magelang dalam Rangka Meningkatkan Penggunaan Obat secara Rasional Widarika Santi Hapsari; Fitriana Yuliastuti; Alfian Syarifuddin; Ni Made Ayu Nila Septianingrum
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v5i2.3642

Abstract

Self-medication activities are part of the community's efforts to take care of their health. Gevaarlijk and antibiotics are types of drugs that can only be obtained by prescription from a doctor. Both types of these drugs should not be stored because their use must be under the supervision and has the potential to cause bacterial resistance related to the use of antibiotics. Based on Riskesdas 2013, there are still many people who store gevaarlijk and antibiotics for self-medication. This shows the irrational use of drugs. Community service activities aim to improve knowledge and skills in the use of rational medicine. The method used is the Community-Based Interactive Approach method in which participants play an active role in activities. This participation is important to practice the ability and skill in solving problems. Activities carried out through counseling about the use of rational drugs and antibiotics, then continued with training and assistance for the rational use of drugs and antibiotics. End result of this activity is expected that the community will be able to apply rational drug use and disseminate this information to the wider community.
Pencegahan Obat Ilegal dengan Mengenal Logo Obat Tradisional dan Pembuatan Simplisia Sandi Kurniawan; Puput Putri Windasari; Ni Made Ayu Nila Septianingrum
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i3.5437

Abstract

Indonesia terkenal akan adat dan budaya yang masih dijunjung dan dipertahankan hingga saat ini. Salah satu budaya yang masih dianut adalah budaya dalam mengkonsumsi obat dari tanaman tradisional baik untuk pengobatan maupun menjaga stamina tubuh. Tanaman tradisional yang dikonsumsi ialah jamu, yang dipercaya khasiat dan efektifitasnya pada generasi – generasi sebelumnya. Maraknya obat – obatan golongan obat tradisional yang beredar bebas dan mudah diperoleh di masyarakat membuat kita harus berhati – hati dalam menggunakannya karena banyak yang belum terregistrasi di BPOM. Kegiatan pengabdian ini mengenalkan logo obat tradisional ke masyarakat dan mengenalkan bagaimana cara memastikan obat asli sebagai salah satu cara untuk pencegahan dini dalam memperoleh obat ilegal atau palsu dan melatih masyarakat Dusun Bebengan Desa Sriwedari Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Jawa Tengah agar dapat mengolah tanaman herbal dari bentuk segar hingga dikonsumsi secara benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah participatory rural apraissal (PRA), dimulai dari kegiatan sosialisasi hingga pendampingan di masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah ibu – ibu PKK setempat, sebanyak 35 orang mengikuti kegiatan ini. Warga Dusun Bebengan baru mengetahui tentang adanya logo obat tradisional dan cara mengolah TOGA yang benar setelah kegiatan ini. Hasil produk dari kegiatan ini berupa buku saku ramuan obat tradisional lengkap dengan dosisnya. Masyarakat menjadi tahu bagaimana cara mendapatkan dan mengolah tanaman obat dengan benar yang dapat digunakan sebagai terapi preventif, kuratif maupun rehabilitatif. 
COMPARISON BETWEEN PHYSICAL AND NON-PHYSICAL WORK ENVIRONMENT IN PBF X YOGYAKARTA Ni Made Ayu Nila Septianingrum; Fitriana Yuliastuti
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v6i2.2732

Abstract

The convenience of working for employees is one of the keys to success for the company. If employees feel comfortable, their work productivity will increase and have a positive impact on the company. One factor that can provide comfort to employees is the work environment. The work environment is dividing into a physical work environment and a non-physical work environment. This study aims to determine the comparison of physical and non-physical work environments in PBF X in Yogyakarta. The method used is descriptive-analytic, with a cross-sectional approach and using saturated samples. Primary data were obtained by distributing questionnaires to all 25 PBF X employees. Data were processed using Microsoft Excel and presented in tables, diagrams, and descriptive (narrative) forms. The results obtained show a comparison of the mean value of the non-physical work environment is 3.0, and the mean value of the physical work environment is 2.8. The highest mean value in the non-physical work environment is about overtime salaries, while in the physical work environment, selecting paint colors at workplaces appropriate. The conclusion obtained that the non-physical work environment is more influential on respondents doing work in PBF X than the physical work environment. The company or PBF X needs to evaluate to create a comfortable physical work environment for employees so that the working atmosphere can increase company productivity
Literature review: efektivitas daya hambat antibakteri tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap S.aureus dan E.coli Cagiva Geofani; Ni Made Ayu Nila Septianingrum; Puspita Septie Dianita
Borobudur Pharmacy Review Vol 2 No 2 (2022): August-Dec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v2i2.6699

Abstract

Kasus infeksi bakteri dapat diatasi dengan penggunaan antibakteri, namuSSSSn penggunaan antibakteri saat ini sangatlah sering dilakukan sehingga menimbulkan resistensi, maka perlu dilakukan pengembangan antibakteri baru dengan memanfaatkan tanaman herbal yang poten meminimalkan efek samping penggunaan antibakteri. Bahan alam yang dapat berguna sebagai antibakteri salah satunya adalah tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.). Hampir seluruh bagian tanaman mengkudu berkhasiat sebagai obat terutama pada buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan faktor yang mempengaruhi daya hambat antibakteri tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara in vitro. Metode yang digunakan adalah literature review menggunakan database Google Scholar diperoleh sebanyak 13 artikel terbitan 10 tahun terakhir (2011-2021). Berdasarkan hasil review tanaman mengkudu mampu menghambat pertumbuhan bakteri, namun terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi luas diameter daya hambat bakteri meliputi lokasi asal tanaman, varietas tanaman, metode ekstraksi yang digunakan, kandungan senyawa kimia, jenis bakteri, metode pengujian antibakteri dan ukuran sediaan. Berdasarkan hasil kajian literature disimpulkan bahwa tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) perpotensi menghambat bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Daya hambat antibakteri yang paling efektif ditunjukkan pada biji, buah, daun dan batang. Perbedaan hambat bakteri yang terbentuk dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi senyawa kimia, varietas tanaman, pelarut yang digunakan untuk ekstraksi, metode ekstraksi, metode pengujian, stain bakteri dan bentuk sediaan (ekstrak atau nanopartikel).
Pemanfaatan dan Penggunaan Secara Rasional Tanaman Obat Tradisional Sebagai Terapi Swamedikasi di Kampung KB, Magersari Kota Magelang Ni Made Ayu Nila Septianingrum; Fitriana Yuliastuti; Widarika Santi Hapsari
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/engagement.v3i2.33

Abstract

Self-medication (swamedikasi) is one of the ways that many people do to overcome the symptoms of the disease before getting help from the health center. Magersari village has 13 hamlets (RW) with a total population of 7.728 society and has the advantage as the hometown of family planning (KB). Most large residents in kampung KB magersari consume traditional drugs without knowing the appropriate doses. It supports the activities need of devotion is that people rationally in taking conventional medicine. The purpose of this service is to increase knowledge and skills about the use of plants environment around that have potential as a drug of mothers in kampung KB, magersari, Magelang. The method used participatory rural appraisal (PRA). The activity was carried out for three months by socialization to the head of kampung KB. Besides, a series of FGD activities, an increase of community capacity of kampung KB through training and practice to assist in implementing therapy swamedikasi. As a result, KB members received additional information about the properties and functions of Indonesia's natural plants partly already presented in the form of pocketbooks and presentations that can be used as one of the sources of information for swamedikasi. Besides, they were able to implement swamedikai to exploit and use traditional medicine through still in a simple form.